Sebenarnya ia tak ingin membunuh Anni , tapi teror dari mimpinya terus memaksa untuk segera menghabisinya . setelah kejadian itu ia seperti tak ada rasa kasihan lagi dengan siapapun . jika sudah merasa tak nyaman ya eksekusi...,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGAKUAN SINTA
"Kakak nggak kerja ?" tanya Sinta saat Devi kembali ke kamarnya . "Hari ini kakak izin , tapi besok kerja lagi."
"Aku boleh cerita nggak ?" tanya Sinta , dengan lembut Devi mengangguk "boleh , cerita aja ."
Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu , "Iya , silahkan masuk ," jawab Devi . Ternyata perawat dan seorang pria paruh baya . "Maaf bisa bicara sebentar ," ucap perawat kepada Devi . "Boleh...," lalu keduanya berbicara di luar .
"Ada apa ya sus ?"
"Begini mbak , saat pemeriksaan tadi pagi ada laporan adik mbak berbicara sendiri , jadi kami ingin memastikan kejiwaan adiknya."
"Tapi adik saya baik-baik saja sus , nggak mungkin itu." Devi menyangkal kecurigaan itu . "Iya mbak , tapi alangkah baiknya jika kita tahu sebenarnya , apalagi dia hampir bunuh diri ."
Akhirnya Devi menyerah dan mengikuti keputusan itu .
"Baiklah , saya ikut saja...," Perawat itu tersenyum "orang tadi adalah hipnoterapis , dengan hipnotis kita bisa tau penyebab semua ini...," dan Devi hanya bisa pasrah . Perawat itu kembali ke kamar Sinta , memberikan sebuah kertas pada laki-laki itu dan keluar lagi .
"Bapak siapa ?" Tanya Sinta , "Saya Rubiandini , dokter jaga ." Sinta agak heran karena tadi pagi ia sudah diperiksa . "Tapi kan tadi pagi udah diperiksa ?"
"Iya , tadi pagi kan baru suster yang periksa sekarang ganti dokter ," balas hipnoterapis itu sambil mengelus rambut Sinta .
Seketika itu juga Sinta seakan tertidur , dan mengikuti perintah dokter itu . Di situlah Sinta bisa mengeluarkan masalahnya tanpa takut dan ragu .
"Kenapa kamu mencoba bunuh diri ?" tanya dokter Rubiandini . "Aku tak tau , aku sadar tapi tak bisa berbuat apa-apa ."
"Maksud kamu gimana ?"
"Tubuhku diluar kendali saat itu , semuanya berjalan begitu saja ." Jelas Sinta yang membuat dokter bingung . "Siapa yang mengendalikan tubuhmu ?"
"Aku tak tahu !!" Sinta dengan nada lesu.
"Tak mungkin anak ini bohong , di bawah alam sadar tak mungkin mengatakan kecuali kebenaran ." Gumam dokter Rubiandini .
Sedangkan Devi yang menunggu di luar bersama perawat tadi sangat cemas , di satu sisi ia yakin adiknya baik-baik saja tapi di sisi lain dia juga khawatir karena ia sendiri juga mendengar saat adiknya berbicara sendiri .
Kemudian dokter Rubiandini datang pada mereka dan menjelaskan apa yang ia dapat . "Jadi gimana dok , adik saya baik kan, dok ?" Cecar Devi . Dokter itu hanya mengangkat bahunya "saya juga belum bisa memberikan jawaban itu sekarang , tapi yang pasti dia punya masalah yang berat ." Jelas dokter Rubiandini lalu pergi bersama perawat itu .
Devi kembali masuk dalam keadaaan gusar , kekhawatirannya belum berakhir .
"Oh iya dek , tadi mau cerita apa ?" Tanya Devi , "Eh iya , mau tanya apa ya tadi ." Sinta mencoba mengingatnya . "Udah , kalo lupa nggak papa ." Pungkas Devi .
"Dokter tadi bicara apa sama kamu ?" kembali tanya Devi , "seingat ku cuma periksa aja ." seperti biasa ia menjawab dengan polos . "Oh iya , besok nenek kesini mungkin siang sampai sini . " ujar kakaknya .
"Kakak ngabarin nenek ? , duh kak kasihan nenek ." Keluh Sinta , "kakak udah bingung dek , kan kakak besok harus kerja ."
"Dan...kamu tenang aja nenek nggak tau kamu sakit ." terang kakaknya .
"Oh iya kak , ibu tau nggak aku disini...,nanti kalo ibu tau nenek pasti juga tau ." tanya Sinta , "Ibu taunya kamu itu camping jadi kamu jangan banyak pikiran lagi ya ." ucap kakaknya dengan membelainya .
"Meski kamu disini , jangan lupa tetep belajar lho !!, nanti kakak bawain buku kesini . " pinta Devi , "kakak emang yang terbaik pokoknya ,"
ujar Sinta sambil membalas kakaknya . "tapi , kakak nggak marah sama aku kan ?"
"nggak , kakak tau kamu nggak seperti itu ."
"Kak , temenin aku ke toilet , udah kebelet ini ." tiba-tiba permintaan Sinta membuyarkan pembicaraan itu . "Ya udah , kakak temenin...,hati-hati turunnya ." ✓
feedback totok pembangkit saling dukung kk
feedback totok pembangkit saling dukung kk
#I'm A Special Girl