NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:187.9k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Jangan nakal ya mami Veve

Ivy masih memeluk Velvet nyaman di sofa, si gemoy berbulu tebal, matanya bulat begitu anteng di dekapan empunya, "Veve jangan nakal waktu mami ngga ada. Denger kata-kata mama ya...jangan poop deket sendal papa nanti kamu di usir sama yang mulia raja."

Seolah tau jika si empunya akan berangkat jauh, Velvet begitu manja dan tak mau berpindah barang seinci pun. Ivy, dengan bibir melengkung dan mata berkaca-kaca menyerupai Velvet menangkup kepala bulat si kucing yang baru saja nyalon bareng tadi pagi untuk melepas kepergian Ivy, "denger mami, Veve harus mandiri selama mami ngga ada, harus jadi anak baik, ngga boleh ngejar kecoa, ngga boleh cari jantan apalagi cuma jantan kampung. No...big no, mami ngga akan kasih restu, itu bakalan bikin kamu rusak, kamu ngga boleh murahan kaya Mayra..." Lirihnya si kucing yang menatap dengan mata beningnya penuh rasa clueless sedikit acuh terkesan tak paham.

Kembali ia mendekap Velvet yang---hrrr-hrrr, meowww! Bulu ekornya yang lebat dan rapi bahkan sudah melambai-lambai lembut nan wangi, "mami bakalan miss you Veve..."

Mama menggelengkan kepalanya melihat putri bungsunya itu, dengan pakaian yang sudah siap pergi dan koper di samping sofa tapi masih meluk-meluk kucing, persis pamitan dengan anak manusia, "Vy, udah jam berapa ini...bukannya penerbangannya jam 4?"

"Eemm, tau. Biarin aja ditinggalin, bakalan kangen Velvet maaaa! Anak akuuu..."

Arsen menepuk jidat adiknya ini cukup kencang, "anak----anak...mana bapaknya? Buruan mau dianter ke bandara ngga? Abang ada jam praktek."

"Huwaakkkk, Veve...."

"Lebay banget cuma ke timur sebulan juga kaya kemana aja, masih satu Nusantara nih, anggap lagi liburan, orang-orang tuh justru mau ada di posisi kamu."

KKN 78 akhirnya berangkat di pukul 4 sore ini, mengambil penerbangan langsung ke kota seribu sunset. Sebenarnya beberapa kelompok ada yang berangkat besok, tapi sebagian ada yang memilih di hari ini terutama untuk penempatan KKN luar provinsi seperti mereka, agar besok ketika rentang waktu KKN dimulai mereka sudah ada di bumi timur Nusantara.

Bunyi announcer yang empuk nan berciri khas menyebar nyaman bersama dentingan bel memanggil para penumpang dengan tujuan penerbangan bumi komodo setelah sempat delay.

"Foto dong foto dulu, say bye-bye hidup!" seloroh Gabriel tak bisa untuk tak memantik tawa diantara ruangan berAC ruang tunggu bandara.

"Si alan banget ih!" dorong Gege, "ngga lucu bang ke."

"Lucu Ge...lucu parah sih, liat muka Lo sama Ivy." jawab Gabriel masih saja tertawa, sementara Ivy, sejak tadi ia tak ingin terganggu oleh ocehan kampret Gabriel itu, dengan wajah yang masih sendu, seperti nyawanya tertinggal.

Wajahnya sejak tadi mengenaskan, padahal bandara cukup dingin dan nyaman...Arsa sudah menyodorkan satu cup kopi dari gerai yang aromanya menguar membuai penciuman, tapi Ivy sungguh tak ingin tergoda, ia menggeleng..."gue ngga mau ngopi, kembung perut gue dari tadi minum terus."

"Kafein plus gula, biar muka Lo ngga pucet, efek AC kalii..." tunjuknya duduk di samping Ivy sementara yang lain masih sibuk memotret diri.

"Vy, Sa...buru gabung!"

"Say 78!" ucap mereka melakukan foto selfie dengan posisi kamera sedikit lebih atas dari kepala.

*Jepret*!

Dan satu persatu dari mereka kini mulai menyerahkan boarding pass di boarding gate, mengantre berjejer bersama salah satu dpl dan pihak kampus yang membersamai.

Ivy sudah duduk nyaman di samping Imel, ada tawa dan selorohan candaan di depan dan belakang mereka terutama Gabriel, Nanda dan Bumi.

Hingga akhirnya mereka senyap ketika pesawat mulai take off, dan langit ibukota perlahan mulai mengecil seolah mengatakan, good bye and see you again...

Rentang bulan Juli-Agustus. Seharusnya KKN 78 cukup bersyukur karena mereka datang di waktu yang tepat, hampir tidak ada hujan di sepanjang bulan, suhu tertinggi antara 27 derajat sampai 30 derajat Celcius bahkan di malam hari, suhunya bisa sampai menyentuh 22-21 derajat dengan iklim keringnya.

Visibilitas lautnya jernih cocok untuk snorkeling dan diving, sementara perbukitan yang membentang menjadi maha karya Tuhan lainnya sebab sedang terlihat berwarna coklat eksotis nampak indah di pandangan.

Sekitar 2,5 jam akhirnya mereka bisa merasakan hawa berbeda dari ibukota meski di bawah langit yang sama. Cakrawala dengan awan yang cenderung minim membuat tanah timur ini terasa lebih terang dengan panas yang menyengat selain dari letak geografis dan topografi, dimana permukaannya yang berbukit-bukit membuat panas terjebak diantara lembah, bersama kelembaban yang tinggi, untung saja mereka melakukan penerbangan sore, sehingga tak harus merasa terpanggang di bawah sinar mentari.

"Kerasa banget perubahan panasnya." Imel buka suara, membuat Ivy mengangguk, "welcome to Nana land." Cibirnya.

Imel tergelak.

Dan diantara langkah mereka yang kini sudah sampai di tanah timur tepat di gerbang kedatangan sambil memeriksa koper masing-masing, ada seruan Gabriel yang tertawa, "huhuuuu! Welcome to komodo land guysss! Waktu yang tepat untuk berkunjung ke destinasi wisata! Vy, besok agendakan snorkeling nyokkk, gue traktir lah asal temani gue staycation!" ajaknya membuat Ivy mengusap wajahnya kasar sedikit mendorong pemuda yang sombongnya ngga ketulungan ini, "snorkeling aja sendiri sono...minggir ah!"

"Hahahah, mahal banget Lo...sama elo aja yuk Ge..."

"Ishh, awas!" Gege turut mengusirnya Raudhah tertawa, "apa?!" pelototnya ketika Gabriel balik menatap Raudhah, tapi lebih sungkan.

"Kita tunggu jemputan disini, sekaligus ketemu sama...." pak Drajat menatap berkeliling mencari diantara lampu yang berpendar dan gelapnya suasana malam di luar bandara.

🌟 Lanal Timur

"Siap Ndan, reo sudah siap dengan tiga prajurit menemani dan seorang letnan Denarung I."

"Ya, silahkan." Kursi itu berputar sebelum akhirnya si empunya turut meninggalkan ruangan sebab jam kerja yang habis.

Sore itu, perpaduan aroma segar, amis mineral dan asin dari air laut menempel di seragam lapangan, Panji baru saja selesai melakukan patroli perbatasan bersama personel lanal timur. Ia turun dengan wajah yang sudah lelah sekaligus kucel.

Kapal bersandar di dermaga, ia lantas turun untuk menuju mess. Langit senja yang cukup indah dan hangat untuk hatinya yang dingin dan sepi...ia menatap sekilas lalu memotret ke arah cakrawala barat, sejenak memotret kapal bersandar dengan beberapa awak kapal yang berangsur turun dan menyimpannya di memory ponsel.

/

Panji menjejakan kakinya di mess, bersamaan dengan Kelana yang baru keluar, "kemana?"

"Pengawalan mahasiswa KKN." ia menarik resleting jaket kesatuan.

"Mahasiswa KKN?" tanya Panji diangguki Kelana yang menepuk pundaknya sekilas dan pergi.

Kapten Samudra yang baru keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya memasuki ruang tamu, "ada mahasiswa KKN emangnya?" tanya Bara yang juga baru kembali, Panji membuka sepatunya.

"Ada. Komandan minta satu personel Denarung ikut ngawal bareng tim lanal timur."

"Widih mahasiswa..." Itu Dena yang sudah berganti stelan dengan kaos dan trening, "darimana?"

"Jakarta. UNJANA apa mana gitu kalo ngga salah..." jawab kapten Samudra pergi melengos ke kamar.

"UNJANA?" kernyit Panji. Mendengar kata UNJANA, ia ingat dengan beberapa nama, Gala, Mayra, selingkuhannya...tentu saja yang paling membekas adalah janji yang belum ditunaikan.

.

.

1
Miko Celsy exs mika saja
bener2 nih abi fath
Miko Celsy exs mika saja
si ucell seneng dan girang bener dah
Bunda Idza
reel gambaran keadaan di daerah 3T di negri tercinta, meski konon udah mer**** seusia kakek q 🥺
lestari saja💕
🤣🤣🤣🤣🤣🤣simbok e kucenggggg
lestari saja💕
meski gtu masih sanggup 3x ambil air bolak balik om....kekuatan cinta....😍😍😍😍
Miko Celsy exs mika saja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Miko Celsy exs mika saja
😂😂😂😂😂😂😂😂😂 ceweknya oanji yg ono sdh kelaut Ryu,mknya ngejar temennya,dibelain bwain air 3x bolak balik😂😂
lestari saja💕
maminya mpus
Miko Celsy exs mika saja
lingga kesentil kakak ipar🤣🤣
lestari saja💕
kebetulan?????
Miko Celsy exs mika saja
untuk C sm D nya gak ada Ryu😂
lestari saja💕
dah ngatur2 yaaa
Miko Celsy exs mika saja
😊😊😊😊😊
lestari saja💕
sekarang dah tahu ya vy ......
lestari saja💕
mau rayu siapa neng??????blm rayu ditembak si om looo
lestari saja💕
yaaa kali ivy suruh bawa 25liter bum....semaput dia😂😂😂😂
lestari saja💕
ga jaim2 ya ndjie....taran dikentutin vy.....😂😂😂😂
Attaya Zahro
Begitu berat perjuangan mereka untuk mendapatkan yang namanya pendidikan sekolah 🥺🥺
lestari saja💕
abi ray....anakmu dibilang hulk🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
calon istri om....😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!