Bagaimana jadinya jika seorang pengusaha sukses dan terkaya se-ASIA yang kekayaannya tidak akan habis sampai tujuh turunan, harus pura-pura miskin demi mendapatkan cinta sejatinya.
Akankah si pria itu bisa menemukan wanita yang benar-benar mencintainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Duo Keong Racun
Sore ini Vio kembali ke kontrakan dan lagi-lagi dia tidak mendapatkan pekerjaan. Vio duduk selonjoran di teras kontrakannya, sembari memijit kaki dan kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Ibu, maafkan Vio, Vio belum bisa membahagiakan Ibu," gumam Vio.
Vio meneteskan airmatanya saking lelahnya karena sudah setahun ini dia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan.
Tidak lama kemudian, motor Nata pun datang dan menoleh ke arah Violet.
"Kenapa kamu mewek kaya gitu?" ledek Nata.
Violet menghapus airmatanya dengan kasar dan menatap tajam ke arah Nata.
"Bukan urusanmu," ketus Violet.
Violet pun bangkit dari duduknya dan langsung masuk ke dalam kontrakannya.
"Idih, malah ngambek, dasar gadis aneh," gerutu Nata.
Nata pun segera masuk ke dalam kontrakannya, ponsel Nata berbunyi dan tertera nama Mommynya di sana. Nata langsung mematikan ponselnya tanpa mengangkat telepon dari Mommynya itu, Nata tahu pasti Mommynya menyuruh Nata untuk pulang.
Nata melempar ponselnya ke atas tempat tidur, lalu dia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket dengan keringat.
***
Malam pun tiba...
Nata sudah berpakaian rapi, dia membuka pintu kontrakannya dan celingukan memastikan kalau tidak ada orang di sekitaran kontrakan.
Setelah dirasa aman, Nata pun segera keluar dan dengan cepat mengunci kontrakannya. Malam ini Nata akan pulang dan menjelaskan semuanya kepada Mommy dan Daddynya.
Nata segera berlari menuju ujung jalan karena Boby sudah menunggunya di sana.
"Buruan jalan, takut ada orang yang melihatku," seru Nata.
Bobby pun dengan cepat melajukan mobilnya menuju kediaman Nata.
"Apa yang kamu katakan sama Mommy?" tanya Nata.
"Ya aku katakan yang sebenarnya saja, kalau kamu sekarang jadi driver ojeg online terus tinggal di kontrakan."
"Kenapa kamu katakan seperti itu, bagaimana kalau Mommy nyamperin aku ke kontrakan, bisa gagal rencana aku," kesal Nata.
"Habisnya Tante Anita mengancam ku kalau aku tidak mengatakannya, dia bilang dia akan menikahkan ku dengan si pretty. Ogah banget aku, nyebut namanya aja bulu kudukku sampai merinding," sahut Bobby bergidik ngeri.
"Memangnya kamu pikir si Pretty setan apa sampai-sampai merinding."
"Si pretty bukan setan tapi penampilannya sangat menyeramkan melebihi setan."
"Awas jangan terlalu benci, nanti kamu malah balik suka lagi sama dia," goda Nata.
"Nauzubillah, Astagfirullah, Allohuakbar, Ya Allah jangan jodohkan aku dengan wanita menyeramkan itu, aku janji akan menjadi anak yang baik," seru Bobby dengan wajah paniknya.
Seketika tawa Nata pecah, Pretty adalah salah satu karyawan teladan di perusahaan Nata, tubuhnya gendut, dengan kacamata tebal, serta bedak yang tebalnya melebihi kacamatanya.
Pretty sudah sejak lama menyukai Bobby dan itu selalu jadi bahan candaan untuk Nata.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah mewah nan megah milik kedua orangtua Nata. Nata masuk ke dalam rumahnya dan disusul oleh Bobby.
"Ya ampun, anak Mommy akhirnya pulang juga," seru Mommy Anita dengan memeluk putra bungsunya itu.
"Mommy jangan lebay deh, baru saja dua hari Nata gak pulang, Mommy sudah heboh," sahut Nata.
Mommy Anita melepaskan pelukannya dan memperhatikan wajah Nata.
"Ya Allah, kok wajah kamu jadi sedikit gelap sih Nat? mana kusam lagi."
"Iyalah Mom, soalnya Nata bekerja sebagai driver ojeg online," sahut Nata dengan duduk di samping Daddynya itu.
"Kamu ngapain sih jadi driver ojeg online dan ngontrak di kontrakan kecil seperti itu? nyusah-nyusahin hidup saja," seru Mommy Anita.
Mommy Anita mengambilkan krim wajah yang biasa Nata pakai, kemudian menyuruh Nata untuk tidur di pangkuannya. Walaupun Nata sedang kesal tapi dia nurut saja, lalu Mommy Anita mulai memakaikan krim ke wajah Nata membuat Nata memejamkan matanya.
"Katanya Mommy ingin segera Nata menikah, ya ini Nata sedang berusaha mencari calon istri, Mom."
"Cari calon istri kok buat hidup sengsara sih?"
"Mom, Nata itu ingin mencari calon istri yang bisa menerima Nata apa adanya tanpa melihat siapa Nata dan harta Nata."
"Daddy setuju Nat, Daddy kurang suka sama wanita-wanita yang hanya ingin harta saja tapi orangnya tidak diperhatikan," sahut Daddy Kara.
"Nah kan, Daddy juga setuju."
Setelah selesai, Nata pun bangun dan duduk kembali.
"Tapi Mommy kasihan sama kamu harus panas-panasan seperti itu."
"Mommy tidak usah khawatir, cinta itu harus ada pengorbanannya, betul gak Dad?"
"Betul sekali."
"Jadi Nata mohon, Mommy jangan pernah datang ke kontrakan Nata karena kalau Mommy sampai datang ke kontrakan Nata, rencana Nata bisa gagal."
"Ya sudahlah terserah kamu saja."
Setelah berbincang-bincang, Nata pun pamit dan Bobby mengantarkannya lagi.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Nata pun sampai di depan kontrakan Nata.
"Nat, jangan lupa Minggu depan kita harus ke Singapur untuk pembukaan perusahaan cabang kita."
"Oke, aku masuk dulu. Oh iya, jangan lupa besok tolong kamu servis mobilku."
"Siap."
Nata pun dengan langkah gontai masuk ke dalam kontrakannya, dan Nata langsung merebahkan tubuhnya. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Nata langsung terlelap dan menuju alam mimpinya.
***
Keesokan harinya...
"Vio, hari ini giliran aku yang pakai motor ya," seru Pelangi.
"Sorry Pel, bensinnya habis kemarin aku gak ngisi bensin karena uangku habis," keluar Violet dengan wajah sedihnya.
"Astaga, terus aku harus pergi ke bengkel naik apa? aku juga gak punya uang mana gajian masih lama lagi."
Keduanya terduduk di kursi lemas, hingga akhirnya keduanya saling pandang.
"Mas Nata."
Pelangi dengan cepat keluar dari kontrakannya dan mengetuk pintu kontrakan Nata.
"Mas Nata oh Mas Nata!" teriak Pelangi.
Nata membuka pintunya dengan raut wajah yang tidak bersahabat, dia tahu kalau wanita di hadapannya mau ngutang lagi. Sedangkan Pelangi tampak memperlihatkan senyuman manisnya.
"Mas Nata, bisakah aku-----"
"Tidak bisa, hari ini aku banyak costumer jadi gak bisa nganterin kamu," ketus Nata yang seakan-akan tahu isi dari otak wanita itu.
"Ih kok Mas Nata gitu sih, jahat banget belum juga aku kasih tahu sudah main tolak aja."
"Aku sudah tahu, apa mau mu. Kamu mau aku anterin kamu ke tempat kerja kamu kan? tapi kamu gak punya uang, terus kamu mau ngutang lagi, iya kan?"
"Jawaban anda betul sekali," sahut Pelangi dengan cengirannya.
"Tidak bisa."
Nata pun segera mengunci pintu kontrakannya, lalu naik ke atas motornya. Tentu saja Pelangi tidak tinggal diam, dia berdiri di depan motor Nata.
"Minggir kamu!"
"Tidak, aku tidak akan pergi sampai Mas Nata mau mengantarkan ku ke tempat kerja."
"Gak mau, minggir atau aku tabrak!"
"Tabrak saja, justru aku akan senang jadi nanti aku bisa ganti rugi sama Mas Nata."
"Astaga, dasar wanita gila."
Nata mengusap wajahnya dengan kasar. "Kenapa kamu sama Vio selalu saja membuat hidupku susah? dasar duo keong racun, kalian benar-benar racun bagiku!" bentak Nata.
Pelangi dengan cepat mengambil helm dan naik ke atas motor Nata.
"Ayo Mas, jalan. Nolongin orang yang lagi kesusahan itu pahalanya besar loh, Mas," seru Pelangi.
"Bodo amat, aku gak butuh pahala!" teriak Nata kesal.
"Ishh..ishh..ishh...jangan teriak-teriak, nanti gila loh."
Nata sudah tidak tahu harus berkata apa lagi, hingga akhirnya Nata pun dengan terpaksa melajukan motornya. Violet dan Pelangi merupakan dua wanita yang selalu membuat hidup Nata susah.