"Kamu dan ayah adalah paket kombinasi paling menyebalkan di dunia. Kalian merantaiku dan mengikutiku kemana-mana." Ameera.
"Bila perlu aku akan menjadi Kutumu." Rangga.
Cinta tidak selamanya harus memiliki. Inilah yang terjadi pada Rangga. Baginya menjaga dalam persahabatan adalah bentuk lain dari cinta tanpa harus memiliki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
Kediaman keluarga Chandra Jaya.
Jam menunjukkan pukul sebelas pagi. Rudi sedang berada didepan sebuah rumah megah dan mewah.
Ia pun segera masuk kerumah tersebut. Seorang pria paruh baya sedang duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya.
"San..."
"Kau sudah datang, Rud?"
" Baru saja?"
" Kau tahu Ozan kembali dari luar negeri hari ini?"
"Iya.., aku sudah mengatur penjemputannya,"
"Baguslah, pastikan keamanan Ozan, jangan sampai lengah. Kau tahu kan,betapa susahnya kita bujuk dia sampai mau kembali kesini. Aku tidak mau kesalahan kita dua tahun lalu terulang kembali. "
"Baiklah, aku akan memastikan sendiri keamanan Ozan. "
"Jangn terlalu mencolok. Santai saja, tapi tetap berhati hati."
"Aku tahu, San..."
"Setelah kejadian yang menimpanya 2 tahun lalu, aku belum yakin dia sudah sembuh dari traumanya. Bahkan pengobatannya sempat terhambat krn dia sempat putus asa. Untung kita punya Ramon yang selalu membantunya." ucapnya kemudian.
Hasan kembali mengingat kejadian 2 tahun lalu, saat anaknya mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarainya mengalami rem blong dan kehilangan keseimbangan, lalu masuk ke jurang dan tersangkut di pohon. Beruntung saat itu Ozan sempat di tolong seseorang.
Ozan pun kritis di rumah sakit selama berminggu-minggu. Dan akibat kecelakaan tersebut Ozan mengalami kelumpuhan. Karena keputusasaan menghadapi keadaannya yang sulit berjalan, akhirnya keluarga Chandra Jaya memutuskan membawa Ozan keluar negeri untuk mendapatkan pengobatan.
Selama dua tahun belakangan, orang-orang diluar sana mengira Ozan sudah meninggal, keluarga Chandra Jaya sengaja membuat gosip beredar bahwa Ozan tewas dalam kecelakaan itu, karena khawatir jika masih ada orang yang berniat jahat pada pewaris tunggal CJG. Apalagi saat tinggal diluar negeri tanpa pengawasan langsung dari seorang Rudi. Mereka hanya mengirim pengawal yang dipercayainya untuk menjaga keamanan Ozan.
****
Hari ini Ozan akan tiba di tanah air setelah 2 tahun lamanya tinggal di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Setelah sembuh dari kelumpuhannya, ia sempat tidak ingin kembali karena traumanya. Kedua orang tuanya pun sudah membujuknya dengan berbagai cara sampai akhirnya ia setuju untuk pulang.
Ozan Chandra jaya, seorang pria berusia 25tahun, memiliki tinggi badan 180cm dengan wajah kebuleannya. Ia bermata biru dengan rambut cokelat, hidung mancung, dan tubuhnya yang terbalut kulit putih. Serta rambut halus di sekitar wajahnya yang menambah kesan maskulin dalam dirinya. Ia berdarah Turki dari ibunya dan Indonesia dari ayahnya.
Pemandangan berbeda terlihat jelas hari ini. Ketika seorang pria jangkung berjalan dengan santainya di jalur kedatangan bandara dengan menyeret sebuah koper. Menggunakan kemeja kotak-kotak hitam dengan topi di kepalanya. Di tambah kacamata tebal yang membuat penampilannya terkesan culun. Atas perintah Hasan, Ozan merubah penampilannya 180derajad agar tidak mudah dikenali.
Rudi dan beberapa pengawal sudah menunggu di bandara. Mereka masing-masing berada dalam jarak yang tidak begitu jauh sambil mengawasi keadaan sekitar.
Senyum tipis hadir di bibir Rudi tatkala ia melihat seorang pemuda berjalan keluar dari jalur kedatangan. Walaupun dengan penampilan sangat berbeda, tetapi ia mampu mengenali sosok pria tersebut. Ia pun segera menghampirinya.
"Penampilanmu keren hari ini. Nyaris tidak di kenali." ujar Rudi saat sudah berhadapan dengan Ozan.
"Culun begini apanya yang keren, Ayah? Ini papa yang suruh berpenampilan seperti ini." Gelak tawa pun terdengar, Rudi kemudian memeluk Ozan seraya menepuk punggungnya.
"Syukurlah kamu sudah pulih. Papamu pasti senang dengan kesembuhanmu." ucap Rudi kemudian.
Tak lama kemudian, dari jalur yang sama, datang seorang pria berpostur tubuh tinggi, ia menghampiri Rudi dan Ozan yang sedang asyik mengobrol.
"Selamat siang, Pak." ucap Ramon seraya membungkukkan kepala tanda hormat. Rudi menepuk bahunya lembut.
"Selamat siang, Ram. Bagaimana kabarmu?" tanya Rudi.
"Baik, Pak." jawabnya.
"Sepertinya kamu menjalankan tugasmu dengan baik, Ram. Tidak mudah mengatasi orang seperti Ozan."
"Dia lumayan membuat saya kerepotan, Pak." sahut Ramon diselingi kekehan.
"Kalian ini bicara apa? Memang aku kenapa?" Ozan menyela pembicaraan dua orang didepannya, seolah tidak terima dengan isi pembicaraan mereka. Ramon dan Rudi terkekeh mendengar aksi protes yang dilayangkan Ozan.
Ramon adalah orang kepercayaan Rudi yang di tugaskan olehnya untuk menjaga Ozan.
Setelah obrolan basa-basi, mereka segera menuju ke lobby, mobil yang hendak menjemput mereka sudah menunggu disana.
Ozan mengarahkan pandangannya keluar jendela. Ia mengingat berbagai kejadian yang dilaluinya. Bagaimana ia hidup dalam lingkungan tertutup dari dunia luar. Sebagai pewaris tunggal kerajaan Chandra Jaya Group, ia di jaga dengan sangat ketat, kemanapun kakinya melangkah. Apalagi setelah serangkaian penyerangan yang dialaminya.
Tiba-tiba laki-laki itu teringat pada kekasihnya, Naura yang selama dua tahun ini tidak pernah dia kabari.
Naura pasti mengira aku sudah mati. Bagaimana kabarnya sekarang. Apa dia sudah punya penggantiku?
Ozan menyandarkan kepalanya, bayangan Naura menari-nari di benaknya.
***
kalo dia bawa warisan dari pak Hasan, boleh deh aku yg adopsi Rangga
😂😂😂
makin rumit thor