NovelToon NovelToon
5 Tahun Kemudian

5 Tahun Kemudian

Status: tamat
Genre:Cerai / Obsesi / Pengganti / Tamat
Popularitas:840k
Nilai: 4.8
Nama Author: sayonk

Clarissa Binar, seorang wanita yang terus mengabdi pada suaminya. Mencintai suaminya meskipun lima ahun ini suaminya tidak menoleh padanya, hanya menoleh pada putranya Abra.

Namun dalam lima tahun ini dia harus dihadapkan kenyataan pahit. Tiba-tiba seseorang masa lalu dari Adam, suaminya datang dan membawa seorang anak berumur lima tahun.

Akankah Binar memaksa pernikahannya bertahan atau justru memilih pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tidak Terima

Karena tidak mau diam, Binar memilih mengajak putranya jalan-jalan, hal yang sering ia lakukan agar putranya diam. Ia pun mengajak Hana, salah satu Art yang sering ia ajak keluar untuk naik sepeda.

"Hana, kamu bisa menemani ku kan keluar, sepertinya Abra butuh udara segar," ucap Binar. Kebetulan sekali Hana datang dan membawakan buah apel untuknya. Lalu menaruh sepiring buah apel itu ke atas meja kecil. Kini ia dan Abra berada di halaman samping.

"Seperti biasa Nyonya," ucap Hana tersenyum. Ia merasa kasihan pada sang majikan, jika putra kecilnya sangat rewel dan susah di diamkan. Apa lagi kalau sudah Abra menginginkan bersama sang ayah, ia juga sampai bingung harus cara apa, tapi sepertinya sangat ampuh mengajaknya jalan-jalan.

"Saya akan menyiapkan keperluan tuan muda dulu Nyonya," ucap Hana.

Hana pun bergegas membawa perlengkapan baby Abra. Sesampainya pertengahan anak tangga, dia berpapasan dengan Adam yang hendak melihat ibunya.

"Kau mau kemana?" tanya Adam. Dia melihat sebuah tas yang di khususkan untuk menyimpan semua keperluan baby Abra.

"Anu tuan, nyonya mengajak tuan muda jalan-jalan, sepertinya tuan muda tidak mau diam," jawab Hana.

"Dimana dia?"

"Tuan muda dan Nyonya berada di halaman samping."

Adam seperti memikirkan sesuatu, dia pun mengurungkan niatnya untuk menemui sang ibu. Dia berbalik menuju halaman samping.

"Papa!" teriak Andra, sang papa tadi meminta ijin padanya untuk menemui neneknya, dia pun menurut, tapi melihat sang ayah yang turun lagi, ia pun memanggilnya dengan berharap bermain bersamanya. "Papa, Andra bosan main sama Mama, pengen main sama Papa."

Karena merasa tak enak hati, Ayu menghampiri putranya. Sepertinya Adam sedang terburu-buru di lihat dari langkahnya yang tergesa-gesa.

"Sayang, Papa sedang sibuk." Bujuk Ayu pada putranya.

"Gak mau,"

"Andra, Papa lagi sibuk," ucap Adam yang membuat hati Ayu menghangat, sepertinya Adam sudah mengakui Andra sebagai putranya.

"Aku tidak mau,"

"Andra!" tegas Adam menatap tajam dan membuat nyali Andra menciut. Kedua tangannya terlepas dari kaki Adam dan mundur.

Tanpa sepatah kata apa pun, Adam melanjutkan langkahnya. Dia tidak mendengarkan tangisan baby Abra, dia mempercepat langkahnya, tapi di halaman itu tidak ada siapa pun. Hatinya semakin pias, dia menuju ke arah garasi dan melihat Hana yang memakai helm pink dan Binar yang menggendong Abra juga memakai helm berwarna hijau. Wanita itu siap menumpangi sepeda yang telah menyala itu.

Adam berlari, dia ingin menghentikan kedua wanita itu. "Binar,"

Binar langsung menoleh, baby Abra sudah berhenti menangis dengan iming-iming jalan-jalan. "Apa yang kau lakukan? membawa Abra jalan-jalan naik sepeda motor, kau bercanda. Bagaimana dengan polusi udara?"

"Kau masih memikirkan polisi udara, aku hanya berjalan-jalan mengeliling komplek ini. Jadi kau tidak perlu khawatir, oh iya kau tidak pernah mengkhawatirkannya dan kau tidak pernah tahu apa yang di inginkan Abra,"

Binar kembali memutar arah, dia hendak menaiki sepeda motor itu. "Abra ingin bersama ku, Hana kau pergilah biar aku yang mengantar merek," ucap Adam.

Binar melotot, telinganya seakan terlepas dari kepalanya, hampir ia mempercayai apa yang tidak ia dengar, seumur hidupnya baru kali ini ia mendengarkan suaminya ingin mengajaknya jalan-jalan, rasanya ia ingin mau muntah.

"Tidak," tolak Binar dengan tegas. "Seorang anak membutuhkan dirimu di rumah ini,"

"Papa!" teriak anak kecil dari jauh, dia berlari menghampiri Adam. "Lihatkan, ayo Hana."

"Hana!" bentak Adam, ia geram lantaran Hana tidak mau mendengarkannya.

"Ayu, apa yang kau lakukan disini? bawa Andra masuk ke dalam."

"Andra, kau tidak lihat Adik mu menangis?" tanya Adam dengan mata tajam, seketika nyali anak itu menciut.

"Mas, kamu tidak perlu membentak Andra seperti itu, sayang ayo kita pulang," ucap Ayu yang tidak terima anaknya di bentak oleh Adam, seumur hidup dia tidak pernah membentak Andra.

Ayu menggendong Andra pergi menjauh dari Adam dan membawanya pulang.

1
Woro Hestiningsih
cerita nya menarik
Mrs. D
good
Evy
Untuk binar mungkin obat tidur dan untuk suaminya obat perangsang.. Ayu ingin mencoba peruntungan dengan menjebak Ayah biologis anaknya..
Evy
Astaga... semoga Andra berterus-terang pada Papanya...dan tidak melakukan yang diperintahkan oleh mamanya..
Umun Munawaroh
Luar biasa
Siti solikah
lanjut
Siti solikah
dasar ibu ga tahu diri,malah menanamkan kebencian di hati anaknya
Siti solikah
nanti kalau ada ayu dan Andra jadi berubah lagi hatinya
Siti solikah
syukurin kau adam
Siti solikah
pergi saja yang jauh binar,mulai lah kehidupan baru ditempat yang baru
Siti solikah
duh laki2 macam Adam ini pantas di bumi hanguskan
Siti solikah
jadi pusing sendiri kan
Siti solikah
bagus
Siti solikah
bagus binar
Siti solikah
punya jantung tapi tak punya hati itu memang pantas untukmu adam
Siti solikah
bagus binar
Siti solikah
sedih thor
Soraya
karyanya👍
Soraya
Adam sama Binar salah harusnya dia nanya langsung sama Aldri soal obat itu
Soraya
Ayu slalu bilang mertua pdhl blm nikah aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!