Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Suasana makin hening,Karina terdiam mendengar penjelasan itu dan merasa jika Leo benar-benar ingin menunjukkan keseriusannya.
Pagi hari
Karina bangun dengan perasaan campur aduk,ia masih mengingat dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
"Bulan madu." Kata-kata yang membingungkan dan seperti bom atom yang siap meledak.
"Ya Tuhan...." Gumamnya dengan helaan nafas pendek.
Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.
"Karina." Panggil Leo yang sudah berdiri didepan pintu kamar.
"Iya?" Tanya Karina yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
Leo masuk dengan kemeja putih Tengah terbuka di bagian lengan,"Ayo kita turun kebawah, sudah waktunya kita sarapan pagi." Leo menarik tangan Karina dengan pelan.
Karina akhirnya mengikuti langkah Leo untuk turun ke bawah.
Mereka berdua langsung menuju ruang meja makan, setelah selesai sarapan Karina sesekali melirik kearah Leo.
"Apa ada sesuatu?"tanya Leo yang merasa sedari tadi Karina terus melirik kearah kirinya.
"Sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan."Leo hanya terdiam dan sedikit menganggukkan kepala mendengar apa yang ingin dijelaskan oleh Karina.
Karina mengungkapkan semua keinginannya dan Leo hanya menganggukkan kepala mengerti apa keinginan dari Karina.
"Jika itu keinginanmu,besok kita akan kesana." Mendengar jawaban itu Karina menatap melotot kearah Leo.
"Beneran?"
"Iya, untuk apa aku bohong.Besok pagi kita pergi kesana tapi kita tidak menginap mungkin sore kita harus pulang.Bagaimana?" Tanya Leo yang langsung menawarkan permintaan itu.
"Aku mau,janji besok ya." Sekali lagi Karina memastikan hal itu.
"Iya ,sayang." Jawab Leo dengan senyuman hangat untuk Karina, istrinya.
Ekspresi Wajah Karina langsung memerah, setelah Leo menunjukkan senyumannya dengan sapaan sayangnya untuk dirinya.
Siang hari
Leo sudah disibukkan dengan pekerjaan yang ada dimeja kerjanya.Semaunya pekerjaan harus ia selesaikan,apalagi besok dia harus pergi menemani Karina pergi mengunjungi ibu angkatnya.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari ruang kerjanya."Masuk."
"Tuan,ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan." Leo langsung menghentikan pekerjaannya.
"Siapa?" Tanya Leo.
"N-nona Berlin tuan." Mendengar nama itu disebut ekspresi Leo berubah dingin mendengar nama wanita itu.
"Dia mau apalagi." Batin Leo terlihat begitu kesal dengan kehadiran wanita itu.
"Bagaimana tuan?" Tanya Risma yang saat itu kebingungan menghadapi wanita itu yang awalnya pernah membuat onar di kantor.
"Suruh wanita masuk." Jawab Leo yang akhirnya menghadapi wanita itu.
Risma, sekretaris Leo segera menemui Nona Berlin.
Saat Berlin masuk,tampak suasana terasa dingin."Masih berani kamu menampakkan wajahmu." Leo menatap dingin Berlin yang datang di hadapnya.
"Leo,aku datang kesini hanya untuk..." Belum selesai bicara Leo langsung memotongnya.
"Apa tidak malu dirimu bermain dengan pria tua itu." Ucapan itu langsung membuat Berlin membeku.
"Apa kau kira aku tak tahu,dirimu harus menyadari itu.Beraninya kamu datang ke rumahku dan membuat masalah denganku." Leo menatap tajam kearah Berlin.
"Maksudmu?"
"Kamu diam-diam tanpa sepengetahuanku datang ke rumahku ,dan menemui istriku.Apa kamu ingat kesalahanmu terletak dimana.Tapi sayangnya istriku memilih diam dan aku yang harus mencari apa yang sebenarnya yang terjadi. Ternyata itu ulahmu sendiri." Berlin mulai gugup tak bisa membalas perkataan dari Leo.
"Leo aku hanya..."
"Video yang tersebar sudah menjadi bukti,apalagi akulah orang pertama yang melihat video itu." Seketika Berlin terdiam.
"Maksudmu orang pertama?" Tanya Berlin yang di dihantui rasa penasaran.
"Akulah orang yang menyebar video dan berita diluar sana,karena kesalahan fatal yang kau perbuat pada istriku menjadi hukuman terakhir untukmu bahkan aku dengar beberapa agensi sudah menolakmu." Leo menatap dingin Berlin dengan senyuman sinis.
"J-jadi kamu dalangnya?"
"Iya Berlin ,akulah orang yang menyeret mu di tepi jurang.Bagaimana ,apa kamu merasa puas?" Tanya Leo yang tersenyum sinis melihat kehancuran dari Berlin.
"Keterlaluan kamu Leo,kenapa kamu melakukan itu!" Teriak Berlin yang terpancing emosi.
"Sepertinya kamu tidak sadar dengan apa yang kamu perbuat,mengusik istriku sama saja berani mengusik kehidupanku.Seperti hari ini,kamu muncul seolah meminta tolong padaku tapi kamu tak tahu siapa malaikat pencabut nyawamu." Leo tetap bersikap dingin bahkan lebih parahnya Leo tak akan main-main dengan apa yang ia ucapkan.
"LEO!" Teriak kencang Berlin.
"Sepertinya cukup aku bicara denganmu, sudah saatnya kamu keluar." Leo segera menghubungi asisten yang ada diruang sebelah.
Muncul seorang pria menghampiri tuannya,"Ada yang saya kerjakan tuan?" Tanya pria itu ,yang tidak lain Asisten pribadinya sendiri.
"Rehan,usir wanita ini.Kamu peringatan pada penjaga untuk tidak memperbolehkan wanita ini menginjak perusahaan ini lagi." Pesan Leo pad Asisten Pribadinya.
"Baik tuan." Akhirnya Berlin diseret keluar oleh pria itu yang tak lain Asisten pribadinya Leo.
Berlin meronta-ronta tak terima,"Lihat saja Leo,kamu sudah menghancurkan hidupku.Kini giliran hidupmu akan aku hancurkan dengan menyingkirkan istrimu itu." Batin Berlin yang tak pernah berpikir jika dibalik kejadian itu ulah dari Leo.
Malam hari
Karina sudah ada di kamar duduk ditepi ranjang bersamaan Leo juga duduk disampingnya dengan arah pandangan fokus ke ponsel miliknya, Karina menoleh pelan.
"Ada apa?" Tanya Leo yang sedari tadi merasa dirinya di lirik olehnya.
"Kamu janjikan,besok akan mengantarkan ku pulang menemui Ibuku?" Tanya lagi Karina yang sekedar memastikan.
"Iya besok akan aku antar, sekalian aku ingin bertemu dengan beliau langsung." Mendengar jawaban itu nampak terlihat wajah bahagia dari Karina
Keesokkan harinya
Leo mendengar laporan dari Rehan hingga Leo terdiam menanggapinya."Apa hanya itu?"tanya Leo yang sedari tadi mendengar penjelasan dari Asistennya.
"Iya tuan,bahkan dokumen sudah saya kirimkan kini tinggal menunggu jawaban dari perusahaan itu."
"Kamu selesaikan semuanya,jika nantinya ada masalah mengenai dokumen lainnya kamu atasi apa saja yang membuat proyek ini melambat." Pesan Leo pada Asistennya.
"Baik tuan." Jawab Rehan yang mengerti tugas apa yang akan dia lakukan.
Di posisi Karina
Dia terlihat begitu bahagia akhirnya dirinya bisa pulang menemui Ibu angkatnya.Karina berpakaian santai dengan riasan tipis yang membuat semakin cantik Karina.
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memeluk dirinya,"Cantiknya." Ternyata itu ulah dari Leo.
"Lepas,cepat kita berangkat sekarang." Karina tak sabar ingin pulang sekarang.
"Iya sayang." Leo langsung mencium kepala Karina ,dan ia segera berganti baju.
Akhirnya mereka berangkat berdua tanpa ada Asisten,Karina begitu antusiasnya ingin bertemu dengan mereka.
Sudah lebih dari seminggu, Karina belum menghubungi Ibu angkatnya sekaligus adik-adiknya yang di Panti asuhan.
Ini waktunya yang tepat untuk menunggu mereka, sekaligus mengenalkan kepada mereka.
Tiba-tiba saja, pandangan Karina beralih kepada sebuah toko untuk pinggir jalan.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif