NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:676.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Numpang mandi?

Cahaya senter itu bergerak perlahan menyapu dinding gudang, bunyi langkah kaki berat terdengar mendekat satu per satu. Mereka semua menahan napas sekuat tenaga, dada mereka sesak rasanya namun tak ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun.

Jeremy masih menatap tajam ke arah Claire seolah mengingatkan gadis itu untuk benar-benar diam, sementara tangannya merangkul pinggang istrinya erat seolah takut gadis itu akan melakukan hal konyol lagi. Damian tetap menutup mulut Talia, sementara tangan lainnya sudah bersiap di pinggang jika sewaktu-waktu diperlukan. Dia tidak takut mereka ketahuan polisi, tapi sebaiknya tidak karena akan merepotkan. Belum lagi istrinya ada di sini, si pengacau yang lebih berbakat membuatnya pusing daripada menghadapi polisi. Malah nambah istri Jeremy yang kemungkinan lebih parah pula.

Langkah kaki itu berhenti tepat di depan pintu gudang yang tertutup rapat. Mereka semua diam. Cuma Jeremy, Damian dan Ryan yang tenang. Yang lain menahan nafas. Terdengar suara benda bergesek di luar sana, seolah petugas itu sedang memeriksa pintu tersebut. Namun tak lama kemudian suara langkah kaki itu kembali menjauh perlahan, lalu hilang sama sekali digantikan keheningan yang mencekam.

Jeremy baru melepaskan pelukannya perlahan setelah memastikan suasana benar-benar aman.

"Mereka sudah pergi. Kita harus segera bergerak sebelum ada yang kembali lagi," bisiknya singkat namun tegas. Damian mengangguk setuju, lalu membuka pintu gudang sedikit demi sedikit dengan sangat hati-hati memastikan tak ada siapa pun di sekitar sana.

Mereka pun menyelinap keluar satu per satu menuju jalan belakang yang sepi dan remang. Di sana, tepat di bawah bayangan pohon besar yang rimbun, terparkir sebuah truk pengangkut berwarna gelap yang tampak tak mencolok. Itu milik Jeremy, isinya adalah senjata yang hilang beberapa hari lalu.

Jeremy berjalan mendekati kendaraan itu dengan tatapan tajam sambil melihat kanan kiri, jemarinya menyentuh bodi truk yang masih terasa dingin karena baru saja diparkirkan tak lama sebelumnya. Dia benar-benar tidak menduga di tempat yang seharusnya menjadi tempat menjaga keamanan, justru dijadikan sarang kejahatan. Senjata-senjata yang hilang itu di curi oleh salah satu petinggi polisi di tempat ini.

Jeremy memeriksa bagian luar truk sebentar sebelum membuka pintu bak kendaraan itu dengan kunci yang sudah disiapkan Ryan dari jauh. Di dalamnya tertata rapat ratusan senjata api lengkap beserta amunisi yang dicuri, semuanya masih utuh dan tertutup terpal rapi seolah tak ada yang pernah menyentuhnya. Jenis senjatanya pun beragam, mulai dari senjata jarak dekat hingga senjata canggih yang harusnya hanya ada di bawah pengawasan ketat anak buahnya yang terlatih.

Ryan yang ikut memeriksa segera melaporkan dengan suara rendah,

"Semua barang lengkap, bos. Tak ada satu pun yang hilang atau rusak. Dan ada dokumen tambahan di kabin sopir yang menyebutkan nama Komisar Aldo yang memerintahkan penyimpanan sementara sekaligus pengalihan kepemilikan ke kelompok musuh utama kita, pasukan bayaran yang selama ini mengganggu wilayah operasi kita."

Jeremy tersenyum miring penuh amarah yang tertahan saat membaca lembaran kertas itu. Tulisan tangan dan stempel resminya tak bisa disangkal lagi, bukti nyata pengkhianatan yang dilakukan oleh orang yang justru seharusnya menegakkan hukum. Benar kata Damian, hampir semua polisi tidak dapat di percaya. Untung masih ada Arsen, saudara ipar Damian yang melakukan tugasnya sebagai polisi dengan benar.

"Mereka pikir dengan menyimpannya di kantor polisi di bawah kekuasaan, tak ada yang berani mencari atau menemukannya? Dia mengira dirinya jauh lebih pintar dan berkuasa dari siapa pun, mengira tempat ini adalah benteng tak tertembus yang akan melindunginya selamanya? Hah, naif sekali." ucap Jeremy.

"Orang itu belum cukup hebat untuk melawan kita," sambung Damian dingin sambil meremas secarik kertas bukti yang diambilnya, matanya menatap tajam seolah bisa melihat langsung sosok si pelaku di hadapannya.

Claire dan teman-temannya berdiri terpaku melihat semuanya. Ketika suaminya dan temannya yang dia belum tahu siapa itu berbicara dengan serius, Claire dan teman-temannya justru terpukau dengan senjata yang di lihatnya di dalam truk tersebut.

"Gila bro! Senjata ini, senjata!" Serunya pelan. Ketika tangannya hendak menyentuh, Jeremy langsung menggeplak tangannya sambil menatapnya tajam.

"Jangan sentuh apapun, aku belum membuat perhitungan denganmu. Jangan pikir kau sudah lolos dengan apa yang kau lakukan hari ini." katanya terdengar galak. Claire langsung manyun. Teman-temannya ikut menunduk takut pada Jeremy.

Tapi penampilan mereka yang hitam semua itu membuat mereka tertawa dan saling meledek lagi karena lucu sekali saat mereka saling melihat. Jeremy mendengus kasar melihat tingkah mereka yang tak kapok-kapok meski dalam situasi seperti ini. Ia hendak bicara lagi tapi istri somplaknya itu lagi-lagi mengatakan sesuatu di luar dugaan.

"Mister Jem, aku bisa numpang mandi bentar gak sebelum pergi? Badan aku hitam semua ini kayak baru keluar dari cerobong asap. Nanti kalau ketemu orang di jalan, malah dikira hantu gentayangan, terus malah disuruh doain lagi, gimana dong? Kan aku bukan ahli baca doa!"

Jeremy menatapnya dengan rahang yang mengeras, antara ingin marah atau ingin tertawa mendengar alasan konyol itu.

"Mandi? Di sini? Kau pikir kita lagi piknik? Ini bukan waktunya untuk bersih-bersih, Claire."

"Tapi gatal lho... Debunya nempel di mana-mana, sampe selangkangan aku gatal," rengeknya sambil menggaruk bagian selangkangannya yang gatal tanpa malu-malu. Astaga gadis ini. Jeremy malu sekali pada Damian dan yang lain, ia segera menarik Claire ke belakangnya dan menggenggam kedua tangan itu yang masih sibuk menggaruk bagian terlarang tersebut.

"Aduh, gatel ini... Memangnya kamu mau bantu garukin?"

Wajah Jeremy makin memerah. Damian, Ryan dan yang lain menahan senyum mereka karena tingkah bar-bar Claire.

"Kalo gatal di situ gak enak loh Jeremy, aku juga pernah gatal di situ langsung di garuk sama suami aku. Masa kamu kejam gitu sama istri sendiri, beda sama Damian aku. Garukin dong."

Okey. Kali ini Damian ikut kena. Ia lupa mulut istrinya tidak kalah randomnya.

Jeremy menghela napas panjang, rasanya ingin menutup telinga sekaligus menenggelamkan wajah ke tanah. Ia mendekap kedua tangan Claire erat-erat di depan perut gadis itu agar tak bergerak lagi.

"Ayo, kita harus keluar dari sini sekarang juga." itu kata Damian.

Yang lain mengangguk. Ryan masuk lebih dulu ke dalam truk, di ikut Damian dan yang lain, lalu Lordan, Kean dan Kiara. Terakhir Jeremy dan Claire yang masih mengeluh gatal.

"Ayo,"

"Sabar, aku masih mau garuk," tak menunggu lama, Jeremy langsung mengangkat istrinya naik ke bagian belakang truk.

1
wahyu widayati
aduhhhh jgn sampai ketahuan....ayo mister jem tolongin istrimu....# thank you othor udah double up....🤗
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 somplak
ririen handayani
ya jelas lah... kn emas murni coy🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sablengnya itu yg gk kuati
Santi Sukmawati
next
NUR..8537
good job kak mae👍 makasih unt up..jya🙏😘
NUR..8537
sabar ya mister Jeremy🤭tuh istri..mu msh blum puas main..nya😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘮𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯🤭
Riska Baelah
baru x ini ad orng ngaku serakah🤣😄🤣😄😄🤭🤭🤭 claeir2 ad2 aj tingkah bahasa mu yg buat ngakak🤣😄🤣😄😄👍👍👍
mister jem ayo dtng, kaya ny claeir cs dlm bhaya/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
......bunga
semangat thor ❤️
......bunga
mantap 🔥🔥🔥
Atik Marwati
lebih sadis dari talia
Atik Marwati
kapok...
Rita
jeremy ayo peka balik Claire butuh kamu
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥betul👍👍👍👍
Rita
pinjem alat doraemon senter pengecil😁
Bagus Rahmad
gila,,gila bisa ngamuk Jeremy kalau istrinya kenapa2
Hanima
oo 😡😡
rose🦋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!