NovelToon NovelToon
Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:74.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Baca dulu "CALLIE SI BOCAH GENIUS"

Pergerakannya tidak bisa ditebak. Tingkahnya sangat random seperti remaja lainnya. Namun otaknya hampir 24 jam bekerja untuk membuat senjata dan sistem, meretas, dan melakukan eksperimen. Dunia bawah dan laboratorium khusus yang diwariskan padanya dari sang Opa, membuat gadis remaja itu tumbuh menjadi sosok yang cerdik. Dia adalah Callie Noura Eleanor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kondisi Mika

"Pantas saja kamu tidak mengijinkan Kai untuk datang menjenguk saat ini," bisik Rachel dengan pelan setelah Callie memberitahu tentang kondisi Mika.

"Kita harus kasih alasan biar Kai nggak ketemu dulu sama Mama dan Papanya. Masa kritisnya udah lewat tapi koma," ucap Callie sambil menghela nafasnya pelan.

"Siapa yang nunggu Mika dan Axel di sana?" tanya Rachel dengan tatapan penasarannya.

"Tante sonice dan Om Rifky,"

Rachel menghela nafasnya lega jika yang menunggu keduanya adalah dari keluarga sendiri. Walaupun pengawal sudah terlatih, tapi tetap saja mereka harus waspada terhadap sekitarnya. Bisa saja ada pengawal, dokter, atau perawat yang menyamar atau mengelabuhi untuk menyakiti Mika dan Axel. Callie pun menyandarkan kepalanya pada bahu Rachel. Dia sangat lelah dan mengantuk karena masalah yang datang bertubi-tubi. Kai sendiri saat ini sedang ke dapur untuk mengambil cemilannya.

"Ma, ada surat dari sekolah. Katanya teguran karena Callie jarang berangkat," ucap Callie sambil memejamkan matanya. Rachel yang tengah mengelus rambut panjang anaknya pun langsung menghentikan gerakannya.

"Jangan marah. Callie kan nggak berangkat karena bekerja," lanjutnya yang mengetahui respons Rachel dari gerakan tubuhnya. Terasa jelas jika badan Rachel langsung sedikit kaku.

"Nggak papa. Mama dulu juga sering bolos. Nanti biar Mama yang omelin itu pihak sekolah," ucap Rachel dengan santainya membuat Callie menegakkan badannya.

Emang nih emakku luar biasa,

Rachel tampak santai menanggapi teguran dari sekolah Callie. Dia sudah terbiasa menghadapi surat yang datang dari sekolah. Sedari awal Rachel mendaftarkan Callie di sekolah itu, sudah ada pembicaraan dengan pihak Yayasan. Jika Callie tidak bisa seperti siswa lainnya yang akan berangkat setiap hari ke sekolah. Namun Callie akan berusaha mengikuti apapun kegiatan yang sekiranya bisa mendongkrak nama baik sekolah. Terutama dalam bidang prestasi akademik atau non akademik. Pihak Yayasan pun menyetujuinya karena sudah mengenal keluarga dari Callie. Mungkin ini hanya kurangnya komunikasi pihak Yayasan dengan sekolah saja.

"Hari ini mau berangkat sekolah?" tanya Rachel saat melihat jam masih menunjukkan pukul setengah 7 pagi.

"Ayo belangkat sekolah, Onty Callie. Kai mau ikut sekolah," seru Kai tiba-tiba sambil membawa satu toples biskuit.

"Ngagetin aja sih, Kai. Udah kaya tuyul yang tiba-tiba datang kamu itu," Callie mengusap dadanya karena rasa terkejut. Kai yang tiba-tiba berteriak membuatnya kaget. Sedangkan Kai hanya cengengesan kemudian duduk di depan Callie.

"Onty please... Sekolah yuk. Nanti jajan cilok, telul gulung, dan es cendol." ajak Kai dengan tatapan penuh harap agar Callie berangkat sekolah hari ini.

"Sekolah itu tempat belajar, Kai. Bukan buat jajan,"

Onty ndak sadal dili. Olang setiap mau belangkat sekolah saja jawabannya bukan mau belajal kok tapi jajan,

Jlebb...

Rachel menahan tawanya mendengar ucapan Kai yang menyindir Callie. Salah Callie sendiri setiap ditanya sekolah itu untuk apa selalu dijawab buat jajan. Padahal untuk membeli jajanan yang diinginkan oleh Kai itu, mereka harus membelinya di samping sekolah. Bukan di dalam kantin sekolah yang harga jajanannya lumayan mahal.

"Rasakan. Makanya jangan bilang aneh-aneh sama Kai. Udah tahu kalau dia itu ingatannya sangat kuat," ledek Rachel pada anaknya.

"Kan jajan emang is my life," Callie tertawa sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Ayo, Onty Callie. Kebulu pedagangnya pulang,

Sudah sana berangkat sekolah. Hitung-hitung untuk penghilang stress,

Baik lah. Padahal aku lagi mau buat formulasi obat biar plastik Mika dan Kak Axel segera sadar,

Huft...

***

"Maaf, untuk adiknya tidak bisa masuk area sekolah saat proses belajar mengajar sedang berlangsung." ucap seorang satpam yang mencegah Callie membawa Kai.

Setelah diminta Rachel dan Kai untuk sekolah, Callie langsung berganti seragam. Dia sudah mandi tadi di rumah sakit memakai ruangan milik Ronand. Namun saat sampai sekolah dan hendak masuk sambil menggandeng Kai, satpam tidak mengijinkan membawa anak kecil. Pasalnya peraturan dari sekolah memang tidak boleh ada keluarga terutama anak kecil masuk area sekolah saat pelajaran berlangsung. Bahkan guru pun juga begitu.

"Ya udah nih, Pak. Bawa anaknya ke pos satpam. Bapak yang jaga dan urus ya selama Callie sekolah," ucap Callie sambil menarik tangan Kai agar mendekati satpam itu.

Eh...

"Ya nggak bisa gitu dong, Neng. Masa Bapak jadi babysitter," Satpam itu terkejut saat Kai akan dititipkan kepadanya.

"Ngawul lah Onty Callie ini main titip anak kecil sama olang. Kalau satpam ini penculik dan penjual nanak kecil gimana?" seru Kai dengan tatapan sinisnya.

"Saya bukan penculik ya," seru satpam itu tidak terima.

"Kalau, Pak satpam. Belum tentu benal itu. Kalau Pak satpam melasa, jangan-jang..."

"Sudah sana masuk. Bawa ini bocah," sela satpam itu yang kesal karena dituduh sebagai penculik anak.

Tos...

Plakk...

Callie dan Kai melakukan tos ria setelah melihat satpam frustasi dengan keduanya. Callie pun kembali menggandeng tangan Kai. Keduanya melompat-lompat kecil seperti tengah bermain. Padahal Callie saat ini sedang berada di sekolah. Wajah Kai juga lebih ceria walaupun pada dahinya terlihat masih ada memar. Naura, Rose, dan Vita yang melihat kedatangan Callie bersama Kai pun sangat terkejut.

Callie...

Kai...

"Halo, Tante-Tante." seru Kai membuat Naura, Rose, dan Vita mengerucutkan bibirnya sebal. Padahal mereka masih muda tapi dipanggil Tante.

"Panggil Kakak aja sih, Kai." ucap Rose sedikit keberatan.

"Ndak cocok," Kai terlihat acuh dengan protes dari Rose. Keduanya segera duduk di kursi kecuali Kai. Pasalnya Kai duduk di atas meja milik Callie karena di sana tidak ada kursi tambahan.

"Tambah lucu banget sih kamu, Kai. Udah lama nggak ketemu kok makin gembul kaya bola bekel," ceplos Naura membuat Kai menatapnya sinis.

"Dilalang..."

Body cemong...

Hahaha...

Naura, Rose, dan Vita malah jadi ikut-ikutan Callie yang mengatakan body cemong jika sedang dikatai tentang fisiknya. Mereka pun malah tertawa, merasa lucu dengan ucapan yang menirukan Callie. Mereka seakan tak peduli dengan semua orang yang pandangannya mengarah pada Kai. Apalagi hampir semua siswa juga tahu kalau anak kecil tidak boleh masuk area sekolah saat pembelajaran berlangsung.

Tak... Tak... Tak...

"Callie, kenapa kamu bawa tuyul masuk kelas? Setelah sekian lama nggak masuk sekolah kok sekarang malah datang-datang bawa tuyul," seru seorang guru bernama Ibu Sasmi. Bahkan beliau terkejut melihat Kai duduk di atas meja sambil minum susu dengan botol dotnya.

"Ini buat jimat biar sekolah lancar dan sukses karir, Bu." ceplos Callie dengan asal.

"Kai bukan tuyul ya, Bu gulu. Kai ini bayi teltampan seluluh dunia," seru Kai dengan mata memelotot.

Tampan menurut...

Menulut Onty Callie dong,

Hahaha...

Astaga... Bisa stress aku,

1
Tang Bin
jos kali mambu
Sani Srimulyani
gapapa kai, dulu juga onty mu pernah ikut mamamu ke sekolah.
Atik Kiswati
gk ada lawan...🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kena mental ama Kai🤣
Ita Xiaomi
Jd baby sitter Pak Satpam🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Fania ngapa pula kepo ama org yg lg di rumah sakit. Kan jd dpt masalah. Mending pulang bobok di rmh.
Novita Sari
kau titisan callie kecil
ririen handayani
gooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tang Bin
gantinya kali mambu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 emang onty mu stressss
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 menurun
Ita Xiaomi: Benar Kk🤣
total 1 replies
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
pantas anaknya somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enaknya jg somplak
Dewiendahsetiowati
darah mafia opa dolar begitu kuat di kali mambu
Sani Srimulyani
ya ampun dalangnya aja belum ketemu, ini malah mereka koma......cepet sadar dong, kasian KAI.....
Novita Sari
penasaran siapa orang jahat sama plastik mika...
tia
thor keluarga mika tidak ada yang tau
Rai Gojess
siapa biang masalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!