NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ranjang Pengkhianatan

''Kamu serius, mau ke sana? dengan datang ke sana, itu sama saja dengan kamu merendahkan harga diri kamu sebagai seorang perempuan, lho ...!" ucap Zergo, menatap wanita yang sedari tadi ditemani-nya.

''Merendahkan apa? harga diri? aku sudah menjalani hubungan sama dia selama tiga tahun lho, kamu pikir tiga tahun itu waktu yang sebentar, hah ...?'' jawab Milan, menahan pedih di hatinya.

''Ya ... Aku ngerti perasaan kamu, Mil. Tapi tetap saja dia sudah jadi suami orang.''

''Tapi aku juga belum putus sama dia,'' jawab Milan bersikukuh.

''Hmm ...'' Zergo menarik napas panjang.

''Kalau kamu gak mau ngantar juga gak apa-apa, aku bisa pergi sendiri.''

''Oke, aku akan mengantar kamu ke sana, tapi aku ngelakuin itu bukan karena apa-apa, ini semua karena kamu masih punya hutang sama aku, dan aku gak akan ngelepasin kamu, sebelum kamu membayar ganti rugi,'' ucap Zergo berbohong, karena nyatanya hatinya memang tertarik dengan wanita cantik bernama Milannita itu.

''Oke ... Deal.'' Jawab Milan berdiri.

''Uhuk ...! Mobil aku di sana,'' Zergo menunjuk mobil berwarna putih, yang terparkir di tidak jauh dari tempat mereka berada.

Mata Milan nampak membulat sempurna menatap mobil mewah berwarna putih bersih yang pastinya berharga fantastis.

'Apa dia anak orang kaya? hmm ... mobilnya mewah juga ...' ( Batin Milan )

''Ko malah bengong? kita berangkat sekarang?''

''Oh, eu ... Iya ...'' jawab Milan, terbata-bata masih menatap mobil mewah itu.

🍀🍀

Sementara itu, di dalam kamar hotel. Afgan yang sedang dalam keadaan kecewa kepada kekasihnya, kini dia meluapkan rasa kecewanya itu dengan memuaskan hasr*tnya kepada wanita yang baru saja dinikahinya tadi siang.

Wanita yang sebenarnya tidak dia cintai, dan pernikahan yang juga tidak dia inginkan sebenarnya.

'Maafkan aku karena aku mengkhianati janjiku padamu, Mil. Aku berniat untuk tidak benar-benar menjalani pernikahan ini dengan sungguh-sungguh, tapi aku terlanjur kecewa sama kamu, seharusnya aku menikah denganmu dan melakukan malam pertama denganmu, namun, aku harus mengingkari janjiku, di sini, di ranjang pengkhianatan ...' (Batin Afgan)

Perlahan, pria itu mulai, menanggalkan setiap helaian benang yang melingkar di tubuh kekarnya, melemparkannya ke sembarang arah. Sementara itu Alisya hanya terdiam, menatap dada bidang suaminya yang kini terpampang nyata tepat di depan wajahnya.

Gugup dan gemetar, itulah yang dirasakan oleh wanita itu, selain karena ini pertama kalinya dia melakukan hal itu. Dia juga merasakan sesak karena harus menyerahkan keperaw*nannya kepada laki-laki yang sama sekali tidak dia cintai, namun telah sah menjadi suaminya, mau tidak mau dia harus menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, meskipun hal itu bertentangan dengan hati seorang Alisya.

''Kenapa diam saja, mau aku bantu bukakan semua pakaian kamu ini,'' tanya Afgan, menatap wajah Al yang terlihat tegang.

''Hm ... Aku gak tau harus mulai dari mana?'' jawab Al gugup dan gemetar.

''Baiklah, aku yang akan memulainya terlebih dahulu kalau begitu.''

Arfan, mulai mengecup mesra bibir istrinya, pelan tapi pasti dengan luma*an lembut, berbeda dengan apa yang dia lakukan sebelumnya. Tangannya pun kini mulai meraba setiap jengkal raga sang istri yang masih saja terasa tegang.

''Lemas'kan otot mu, tegang banget si. Kayak yang mau di makan aja,'' Afgan melepaskan tautan bibirnya.

''Aku bilang, aku gugup, Afgan ...''

Untuk mengobati kegugupan istrinya, kini pria itu menc*umi leher sang istri, lembut dan juga halus membuat Al perlahan mulai merasakan sesuatu yang berbeda di dalam tubuhnya, namun, hal itu belum cukup untuk membuat tubuhnya rileks.

Afgan yang menyadari hal itu, kini dia mulai melepaskan setiap helaian kain yang masih melingkar di raga sang istri, masih dengan bibir yang ******* tiada henti membuat Al benar-benar merasakan darahnya mulai berdesir, dan hampir saja bibirnya itu mengeluarkan suara des*han, namun, dia segera menahannya, dan lebih memilih mengigit bibir bawahnya keras.

Kini, raga Alisya benar-benar polos, hawa dingin mulai menyapu kulit putihnya, Al pun mencoba menarik selimut yang sudah tidak beraturan namun, dengan segera tangan Afgan melempar benda itu begitu saja, membuat Al sontak meringkuk'kan tubuhnya yang terasa semakin menegang.

''Rileks, Al.'' Bisik Afgan, hembusan napasnya terasa menyapu telinganya.

''Akh ...'' suara itu akhirnya lolos juga dari bibir Al.

Mendengar suara des*han sang istri yang terdengar lirih dan se*si, membuat Afgan semakin berg*irah, kini dia mulai turun menjamah gunungan kembar yang terlihat bulat sempurna dan begitu indah di pandang.

Afgan menatap benda bulat itu, membuat Al sontak kembali meringkuk merasa malu.

''Jangan diliatin kayak gitu, malu tau ...'' Lirih Al dengan napas yang terlihat tidak beraturan.

''Hmm ... Baiklah.''

Afgan segera melahap gunung kembar itu, memainkan puncak berwarna pink kecil dengan sesekali menggigitnya, membuat tubuh Al meremang dengan darah yang terasa semakin mendidih, hingga suara desa*an kembali meluncur begitu saja dari bibir mungilnya.

''Argh ... Sayang ... pelan-pelan ... hmm ...'' lirih Al, meremas sprei yang mulai tidak beraturan.

Afgan mengabaikan lirihan istrinya itu, kini dia beralih ke gunung yang satunya lagi lalu melakukan hal yang sama, kali ini tangannya pria itu mulai turun menjamah bukit di bawah sana, membuat Al sontak merapatkan kedua kakinya.

''Kenapa?'' tanya Afgan.

Al hanya terdiam, mengigit bibir bawahnya keras, semakin merasakan ketegangan di dalam tubuhnya.

''Ya sudah, kita langsung saja,'' ucap Afgan, membuka kedua kaki istrinya.

Al memejamkan matanya kini, saat merasakan sesuatu yang keras dan berotot perlahan memasuki bukit miliknya, dan Afgan sedikit kesulitan untuk masuk ke dalam sana, karena bukit itu benar-benar rapat membuatnya senjata miliknya harus berusaha lebih keras agar benar-benar bisa masuk ke dalam sana.

''Argh ... sakit ... hmm ...'' lirih Al memejamkan mata. Merasakan nyeri di bagian inti.

''Tahan, dulu sebentar, ini juga belum masuk semua, milikmu ini benar-benar masih rapat, Al.''

''Itu karena aku masih vir*in,'' jawab Al masih menahan rasa nyeri.

Semakin benda itu memasuki lembah miliknya, maka sesuatu di dalam sana semakin terasa nyeri, sampai akhirnya sesuatu di dalam sana benar-benar robek, seiringan dengan darah segar yang mulai mengalir, begitupun dengan kelopak mata indah Alisya, yang kini mulai mengeluarkan air mata.

'Akhirnya bukan padamu aku menyerahkan kesucian aku, Vincent. Di sini ... Di ranjang ini aku mengkhianati janji kita, mengkhianati janjiku yang seharusnya melakukan malam pertama ini bersamamu,' ( Batin Alisya )

Tanpa mereka sadari bahwa ada sepasang mata yang sedari tadi menatap keduanya dari balik pintu yang memang lupa di kunci oleh Afgan, menatap dengan tatapan pilu dan linangan air mata.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Nara
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!