NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangun di Hutan Ilusi dan Sistem

Sreeeeeshhh!

Gerobak sihir milik Lin Mo melayang santai sekitar setengah meter di atas jalanan tanah Hutan Ilusi.

Lin Mo duduk bersila di bagian belakang gerobaknya sambil mengunyah sisa sate daging serigala hasil olahannya sendiri.

"Mmm... bumbu bawaan Sistem ini benar-benar tidak main-main lezatnya," gumam Lin Mo sambil memegangi pipinya yang ketagihan.

[Terima kasih atas pujian Host]

[Bumbu Angkringan Ilahi dibuat khusus menggunakan ekstrak rempah-rempah tingkat mistik dari berbagai dimensi]

"Pantas saja dua orang tadi sampai merem-melek waktu memakannya," sahut Lin Mo terkekeh pelan.

Pria muda itu mengamati area sekitar hutan yang kini mulai terlihat lebih terang.

Pohon-pohon raksasa berdaun ungu keemasan perlahan berganti dengan pepohonan hijau biasa yang makin menipis.

Tanda-tanda kehidupan peradaban manusia mulai terasa lewat adanya bekas jejak roda pedati di atas tanah basah.

"Sepertinya aku sudah makin dekat dengan Kota Perbatasan Valen," bisik Lin Mo pada dirinya sendiri.

PING!

[Misi Sampingan Terdeteksi!]

[Tiba di Kota Perbatasan Valen tanpa lecet sedikit pun]

[Hadiah Misi: Resep Sate Usus Ayam Api dan 200 Poin Arang]

"Resep sate usus? Wah, ini favorit pelanggan angkringanku waktu di Bumi dulu!" seru Lin Mo bersemangat.

Satu hal yang paling dirindukan Lin Mo dari angkringannya adalah aroma gurih usus ayam yang dibakar setengah garing.

Jika ia berhasil mendapatkan resep tersebut, koleksi jualan angkringan terbangnya akan semakin bervariasi.

"Baiklah Sistem, misi ini akan kubereskan dengan sangat mudah," ujar Lin Mo percaya diri.

Namun baru saja Lin Mo menyunggingkan senyum lebar, beberapa bayangan hitam mendadak melompat turun dari atas pepohonan.

Brakkk!

Empat orang pria berbadan kekar langsung memblokir jalanan tanah tepat di depan gerobak melayang Lin Mo.

Pakaian mereka tampak compang-camping dengan rompi kulit murahan dan penutup wajah kain hitam yang kumal.

Masing-masing dari mereka menggenggam senjata tajam mulai dari golok besar, kapak karat, hingga tombak kayu.

"Hei, berhenti di tempatmu, Bocah!" teriak pria berbadan paling besar yang membawa golok berkarat.

Lin Mo menghentikan laju gerobak terbangnya secara mendadak hingga sedikit bergoyang di udara.

"Aduh, ada apa ini? Kenapa gerobakku diadang begini?" tanya Lin Mo sambil menatap empat orang di depannya.

[Peringatan! Kelompok Begal Jalanan Perbatasan mendekat dengan niat merampok]

[Tingkat Ancaman: Sangat Rendah]

Pria bertubuh besar itu melangkah maju dua langkah sambil menyeringai tajam di balik kain penutup wajahnya.

"Gila, lihat itu! Gerobak kayu tua itu bisa melayang di udara tanpa ditarik kuda!" seru begal bertombak di sebelahnya.

"Pasti itu item sihir mahal! Kita beruntung besar hari ini, Ketua!" sahut begal berkapak dengan mata berbinar serakah.

Sang Ketua Begal menatap Lin Mo yang masih duduk santai di atas gerobak tanpa rasa takut sedikit pun.

"Bocah kumal! Turun dari gerobak sihir itu dan serahkan semua koin emas serta barang berhargamu kalau mau selamat!" gertak Sang Ketua Begal keras.

Lin Mo menghela napas panjang lalu mengaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

"Aduh paman-paman sekalian, aku ini cuma pedagang angkringan kecil yang baru saja kena musibah," balas Lin Mo santai.

"Aku tidak punya koin emas. Yang punya cuma sate bekas dan beberapa koin tembaga murahan," lanjutnya jujur.

"Jangan bohong kamu! Orang yang punya alat sihir melayang tidak mungkin miskin!" teriak begal bertombak kesal.

"Betul! Cepat serahkan gerobak melayang itu atau kami akan mencincangmu jadi adonan roti!" ancam begal berkapak.

Lin Mo memandangi empat begal tersebut dengan pandangan prihatin dari atas gerobaknya.

"Kalian ini kasihan sekali. Sudah jadi begal, penampilannya kotor, mukanya galak, bau badannya juga tidak sedap," gumam Lin Mo pelan.

"Apa kamu bilang?!" Sang Ketua Begal langsung naik pitam mendengar cemoohan Lin Mo.

"Bocah tengil! Jangan salahkan kami kalau kepalamu terpisah dari lehermu sekarang juga!" teriak Ketua Begal ngamuk.

Sreeeechh!

Ketua Begal itu mengayunkan golok besarnya ke arah leher Lin Mo dengan sekuat tenaga.

Kecepatan tebasannya cukup lumayan untuk ukuran manusia biasa di daerah perbatasan.

Namun di mata Lin Mo yang memiliki *Kendali Api Tingkat Mistik*, pergerakan begal itu terasa sangat lambat bagaikan siput.

Settt!

Lin Mo hanya menggeser badannya sedikit ke kiri untuk membiarkan tebasan golok itu meleset menembus angin hampa.

Wushhh!

"Loh? Kok bisa luput?!" seru Ketua Begal kaget setengah mati saat tebasannya hanya menghantam udara kosong.

"Aduh Paman, gerakanmu kaku sekali. Kurang olahraga ya?" ejek Lin Mo sambil menyeringai tipis.

Lin Mo dengan santai meraih kipas bambu tua yang tergeletak di samping panggangan arang gerobaknya.

Saat jemari Lin Mo menggenggam gagang bambu itu, percikan api keemasan langsung menyala di sela-sela lipatan kipas.

Arang kayu di dalam gerobak terbangnya mendadak membara sangat terang hingga mengeluarkan asap tebal berwarna abu-abu pekat.

"Kalian berempat pasti belum pernah merasakan disembur asap panggangan sate kan?" tanya Lin Mo ramah.

"Asap apa? Jangan bertindak aneh-aneh kamu!" teriak ketiga begal lainnya yang mulai panik.

"Jurus Angkringan: Aura Asap Pedas Level 1!" seru Lin Mo sambil mengibaskan kipas bambunya kuat-kuat.

Fwoooshhh!

Gelombang asap hitam bercampur percikan api merah cabai langsung menyembur keluar menutupi tubuh keempat begal tersebut.

Asap itu mengandung ekstrak rempah-rempah pedas tingkat tinggi dari Sistem yang sengaja dirancang untuk melumpuhkan musuh.

"Uhukk! Uhukk! Uhukkk!"

"Aaaarghhh! Mataku! Mataku rasanya seperti disiram minyak mendidih!" teriak Ketua Begal sambil berguling-guling di tanah.

"Pedas sekali! Tenggorokanku terbakar! Ibuuuu!" jerit begal bertombak menangis histeris.

Keempat begal itu langsung melempar senjata mereka ke tanah dan meraba-raba wajah mereka yang terasa sangat panas dan perih.

Asap pedas buatan Lin Mo menembus hidung dan mata mereka tanpa ampun hingga membuat mereka tidak bisa melihat apa-apa.

"Hahaha! Nah, begitu dong! Belajar sopan santun dulu kalau mau menyapa orang di jalan!" tawa Lin Mo terbahak-bahak.

Lin Mo melompat turun dari gerobaknya dan berjalan mendekati Ketua Begal yang sedang tiarap meratapi nasibnya.

Plak!

Lin Mo menepuk pundak pria besar itu dengan gagang kipas bambunya pelan.

"Paman Begal, bagaimana rasa Aura Asap Pedas buatan Lin Mo? Mantap kan?" tanya Lin Mo polos.

"Ampun... ampun Senior! Kami mengaku salah! Jangan panggang kami!" jerit Ketua Begal sambil menyembah-nyembah di tanah.

"Kami cuma begal amatir yang belum makan dua hari! Ampuni nyawa kami, Senior!" tambah begal berkapak sambil merangkak ketakutan.

Lin Mo mendengus pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sudah kuduga. Kalian ini cuma orang-orang kelaparan yang salah jalan," gumam Lin Mo iba.

Sebagai seorang penjual angkringan di kehidupan sebelumnya, Lin Mo sangat paham betul rasa sakitnya menahan lapar.

"Bangun kalian semua!" perintah Lin Mo tegas.

Keempat begal itu dengan tubuh gemetaran dan mata merah berair berusaha berdiri tegak di hadapan Lin Mo.

"Kalian beruntung hari ini bertemu denganku, bukan dengan prajurit kerajaan," ujar Lin Mo sambil berjalan kembali ke gerobaknya.

Lin Mo mengambil empat tusuk sate daging serigala yang masih tersisa di dalam wadah penyimpanannya.

Sssttt... Sssttt...

Ia meletakkannya sebentar di atas arang panas dan mengipasinya dua kali hingga aromanya membumbung lagi.

Aroma gurih yang tiada tanding itu langsung menembus rasa pedas di hidung keempat begal tersebut.

Kruuukkk~ Kruuukkk~

Perut keempat begal itu berbunyi sangat nyaring secara bersamaan.

"Ini, makan!" seru Lin Mo sambil menyodorkan masing-masing satu tusuk sate kepada para begal.

Keempat begal itu menatap tusuk sate di tangan Lin Mo dengan pandangan tidak percaya.

"S-Senior... Anda tidak sedang meracuni kami kan?" tanya Ketua Begal ragu-ragu.

"Banyak bicara sekali! Kalau tidak mau ya sudah, buatku saja!" gertak Lin Mo berpura-pura hendak menarik kembali satenya.

"Mau! Kami mau, Senior!" jerit mereka berempat serentak.

Tanpa peduli lagi dengan rasa takut, mereka langsung melempar sate itu ke dalam mulut masing-masing.

Nyuttt!

Saat kunyahan pertama mendarat di lidah mereka, mata keempat begal itu mendadak membelalak sangat lebar.

Sensasi daging yang sangat empuk, gurih, bercampur dengan manis pedas bumbu rahasia meledak di dalam mulut.

"Enak... ENAK SEKALI!" teriak begal bertombak sampai meneteskan air mata kebahagiaan.

"Bagaimana bisa ada daging selezat ini di dunia?!" seru begal berkapak sambil mengunyah gila-gilaan.

Rasa hangat mengalir deras ke perut mereka yang kosong, memberi energi baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

"Ajaib... rasa lelah dan lapar kami hilang sepenuhnya dalam sekejap!" cicit Ketua Begal terpana.

Keempat begal itu menatap Lin Mo dengan mata berbinar-binar penuh rasa kagum dan hormat yang teramat sangat.

Plak!

Ketua Begal tiba-tiba berlutut dengan kedua kakinya di atas tanah basah di depan Lin Mo.

Ketiga anak buahnya langsung mengikuti tindakan sang ketua tanpa ragu sedikit pun.

"Senior Lin Mo! Mulai hari ini kami berempat berjanji tidak akan membegal orang lagi!" teriak Ketua Begal mantap.

"Kami ingin menjadi pengikut Senior dan memakan sate ini setiap hari!" lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Lin Mo tertegun sejenak memandangi empat pria kekar yang sedang berlutut di depannya ini.

"Ehh? Pengikut? Jangan bercanda, aku ini cuma penjual sate, bukan ketua gengster!" tolak Lin Mo panik.

"Tidak Senior! Makanan buatan Anda telah menyucikan jiwa kami yang penuh dosa ini!" seru begal bertombak dramatis.

Lin Mo menepuk jidatnya pelan sambil menghela napas pasrah.

"Aduh, repot sekali. Ya sudah, kalau kalian mau bertobat, bantu aku petunjuk jalan ke Kota Perbatasan Valen," ujar Lin Mo.

"Siap, Bos Besar! Kota Valen hanya berjarak lima ratus meter lagi di balik bukit itu!" tunjuk Ketua Begal bersemangat.

PING!

[Misi Sampingan Selesai!]

[Anda berhasil tiba di Kota Perbatasan Valen tanpa lecet]

[Hadiah Misi Diterima: Resep Sate Usus Ayam Api & 200 Poin Arang]

Lin Mo tersenyum puas melihat notifikasi layar biru yang muncul di depannya.

Total Poin Arang yang ia miliki sekarang sudah mencapai 350 poin, jumlah yang lumayan untuk modal awal pedagang.

"Baiklah paman-paman sekalian, aku berangkat dulu ke kota. Jangan membegal orang lagi ya!" pesan Lin Mo.

"Siap, Bos Besar Lin Mo! Kapan-kapan kami akan mampir ke angkringan Anda di kota!" teriak keempat mantan begal itu kompak sambil melambaikan tangan.

Gerobak sihir terbang milik Lin Mo kembali melaju melewati jalanan bukit kecil.

Begitu melewati puncaknya, pemandangan sebuah kota benteng yang sangat megah dan sibuk langsung terhampar di depan mata Lin Mo.

Tembok kota yang terbuat dari susunan batu hitam tebal berdiri gagah setinggi belasan meter.

Ratusan orang dengan berbagai jenis pakaian—mulai dari pedagang, petualang berarmor, hingga warga biasa—tampak mengantre di depan gerbang utama.

Panji-panji bendera bergambar simbol pedang dan jam pasir berkibar megah di atas menara benteng.

"Itu pasti lambang Kerajaan Aethelgard," gumam Lin Mo membatin.

Di masa lalu, kerajaan ini dipimpin oleh dua sosok legenda yang sangat ditakuti sekaligus dihormati.

Kaisar Waktu Lin Dan yang memimpin dengan aturan kaku dan ketat, serta Kaisar Penjaga Lin Fan yang sangat protektif.

Meskipun zaman kaisar tersebut telah berlalu, sisa-sisa pengaruh dan kejayaan mereka masih terasa pekat di setiap sudut bangunan kota.

"Kota Valen... tempat yang cocok untuk memulai bisnis angkringan konyolku ini," kata Lin Mo sambil menyeringai.

Lin Mo menurunkan ketinggian gerobak terbangnya hingga roda kayunya menyentuh tanah tepat di barisan belakang antrean gerbang.

Ia tidak ingin membuat kegaduhan terlalu dini dengan terbang melintasi penjaga gerbang kota.

"Halo Paman, antrean ini menuju pintu masuk utama ya?" tanya Lin Mo pada seorang pedagang sayur di depannya.

Pedagang sayur itu menoleh dan menatap pakaian jubah kumal Lin Mo serta gerobak kayunya yang aneh.

"Iya, anak muda. Tapi kamu bawa gerobak apa itu? Kok tidak ada kuda penariknya?" tanya pedagang sayur itu heran.

"Oh, ini gerobak dorong manual. Saya ini penjual angkringan keliling," jawab Lin Mo santai sambil tersenyum ramah.

"Penjual angkringan? Makanan jenis apa lagi itu?" dahi pedagang sayur itu berkerut bingung.

Sebelum Lin Mo sempat menjelaskan lebih jauh, suara bentakan keras tiba-tiba terdengar dari arah gerbang depan.

"Hei! Bayar pajak masuk sepuluh koin perak atau angkat kaki dari sini!" teriak seorang penjual gerbang berkulit kasar dengan zirah besi.

Penjaga kota itu tampak memeras seorang pedagang miskin yang tidak sanggup membayar biaya masuk yang terlampau mahal.

Lin Mo menyipitkan matanya memandangi penjaga gerbang yang tampak sangat menyebalkan itu.

"Sepertinya urusan perizinan dagang di kota ini bakal agak merepotkan," bisik Lin Mo dalam hati.

Namun Lin Mo tidak berkecil hati sedikit pun.

Dengan bakat kendali api mistik dan bumbu ilahi di tangannya, tidak ada penjaga kota yang tidak bisa dilunakkan oleh aroma sate bakar.

Babak baru petualangan Lin Mo di Kerajaan Aethelgard kini resmi dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!