Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Prangg
Cangkir teh tak bersalah itu kembali menjadi pelampiasan kekesalan dan amarah Su Qingyue.
Para selir yang lain bahkan seperti mulai khawatir, kalau Su Qingyue mungkin saat ini sudah dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Selir Li dan Selir Lin bahkan sudah saling pandang. Mereka sungguh ingin pergi secepatnya dari tempat itu. Mereka punya firasat yang tidak baik.
Sementara Bai Ningyuan yang masih berada di pinggiran ruangan, mulai berjalan ke tengah.
"Yang mulia Permaisuri sepertinya tangannya licin sekali! sampai memegang cangkir pun bisa terjatuh seperti itu. Aku sarankan, lebih banyak istirahat dan merenung!"
Kata-kata yang terdengar begitu frontal. Dan diucapkan di depan semua selir istana Harem. Su Qingyue tidak bisa menahan dirinya lagi.
"Bai Ningyuan, berlutut!" pekik Su Qingyue memberikan perintah pada Bai Ningyuan.
Selir yang lain sampai terjingkat. Karena mereka sangat kaget. Permaisuri Su benar-benar berteriak sekuat tenaga. Suaranya melengking sangat keras.
Tapi alih-alih mendengarkan perintah Su Qingyue. Bai Ningyuan hanya menoleh sedikit dan tersenyum.
"Ingin aku berlutut di depan mu? mimpi saja!" ucapnya lantang dan langsung pergi.
Su Qingyue mengepalkan tangannya kuat. Dia hanya seseorang nona muda bangsawan yang terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan dengan statusnya sebagai putri sulung perdana menteri. Dia tidak terima dengan semua bantahan yang dikatakan Bai Ningyuan. Apalagi ucapan itu seolah meremehkan Su Qingyue. Meksi dia seorang permaisuri, tapi bahkan menghukum seorang selir saja dia tidak bisa.
"Pengawal! tangkap dia, paksa dia berlutut!" pekik Su Qingyue lagi.
Dia memerintahkan pengawal yang ada di istana permaisuri itu untuk mencekal Bai Ningyuan. Memaksa wanita itu berlutut padanya.
Dan tentu saja, karena yang berkuasa di istana permaisuri ini adalah Su Qingyue. Para pengawal berdatangan mendekat ke arah Bai Ningyuan. Su Qingyue mungkin lupa, Bai Ningyuan bukan sekedar wanita bangsawan manja seperti dirinya dan selir lain. Bai Ningyuan bahkan pernah maju ke garis depan medan perang ketika usianya 14 tahun.
Begitu pengawal mendekat, Bai Ningyuan mencabut satu pedang dari sarung pedang yang di bawa pengawal itu.
Sringg
Suara pedang tajam itu membuat semua orang yang ada di aula istana permaisuri memperhatikan satu arah saja. Hanya pada Bai Ningyuan saja.
Song Wanqing sampai bersembunyi di balik tubuh Lin Ruoxue. Sedangkan Qao Biyue bahkan tak berani berdiri dari kursinya.
Bai Ningyuan tidak mengarahkan pedang itu pada pengawal yang tadi mau mencekalnya. Dia hanya mencabut pedang itu, lalu menyentuhnya dari pucuk sampai pangkal pedang itu.
"Kalian para pengawal istana, bahkan tidak pernah ikut pelatihan prajurit petarung di Medan perang bukan? dan jika aku menghabisii kalian. Aku hanya tinggal katakan pada yang mulia. Kalian mencoba menyentuh selir mulia Zhao Yuyan!"
Satu persatu pengawal dari istana Permaisuri segera mundur. Ucapkan Bai Ningyuan membuat nyali mereka musnah seketika. Menyentuh wanita milik kaisar, hukumannya sangat mengerikan. Matii mungkin lebih baik.
Dan melihat semua pengawalnya mundur, Su Qingyue tidak terima. Dia maju melangkah ke arah para Bai Ningyuan dengan marah.
"Berani kalian tidak menuruti perintahku! kalian sudah bosan hidup...!"
Wushh
Su Qingyue mematung di tempatnya. Wajah Su Qingyue yang semula tenang berubah tegang. Ia dapat merasakan dinginnya mata pedang itu meskipun belum menyentuh kulitnya.
"Bai Ningyuan..." suara Permaisuri Su terdengar bergetar karena marah. "Berani sekali kau menghunus pedang di Istana Permaisuri!"
"Kenapa aku tidak berani? aku akan katakan pada yang mulia kaisar. Kau sengaja mengajakku berduel!"
"Beraninya...!"
Bai Ningyuan mendorong lebih dekat ujung pedang itu. Kilatan perak itu menyilaukan mata Su Qingyue. Membuatnya langsung membeku di tempatnya.
"Kamu suruh aku berlutut di depanmu? aku katakan sekali lagi! mimpi saja!"
Bai Ningyuan menatap tajam Su Qingyue. Para selir yang lain juga tak bisa membantu Su Qingyue. Pedang itu tidak punya mata, salah-salah mereka akan celaka.
Setelah merasa waktunya tidak baja dia buang-buang lagi di tempat ini. Bai Ningyuan memilih membanting pedang itu dan pergi dari aula istana permaisuri.
Prangg
"Agkkkkk!" pekik Su Qingyue.
Para selir yang lain benar-benar hanya bisa diam.
**
Para selir akhirnya bisa keluar dari istana permaisuri, setelah Su Qingyue mendadak merasa kepalanya sakit.
Para selir bahkan diusir dengan diteriaki oleh Su Qingyue.
"Wanita itu, kenapa dia beruntung sekali? dalam semalam dia diangkat menjadi selir mulia!" keluh Lin Ruoxue.
"Padahal yang melayani yang mulia semalam kan, Qao Biyue?" Gumam Li Yuexin.
Setidaknya, dari ketiga selir yang berkomplot itu. Li Yuexin yang pernah belajar di akademi kekaisaran. Dia sedikit lebih pintar dari yang lain.
"Haihh, Qao Biyue itu sangat tidak berguna. Kalian kan tadi juga sudah mendengar yang sendiri, kalau di bodohh itu bahkan tidak meminta gelar apapun pada yang mulia kaisar. Dia itu pecundang!" kesal Song Wanqing.
Padahal orang yang sedang mereka bertiga bicarakan itu, saat ini juga sedang berjalan di belakang mereka. Namun mereka kelihatannya sama sekali tidak peduli apakah Qao Biyue akan mendengar ucapan kasar mereka itu atau tidak.
Lin Ruoxue menoleh sekilas ke belakang. Qao Biyue bahkan berjalan sambil menunduk dengan langkah yang sangat lambat.
"Dia memang tidak berguna!" ujar Lin Ruoxue kesal.
"Sekarang kita harus bagaimana? menyebalkan sekali kalau kita harus kembali memberi salam dengan penuh hormat pada Bai Ningyuan itu. Dia sudah tidak memiliki dukungan besar dari keluarga bangsawan di belakangnya. Bagaimana bisa di angkat menjadi selir mulia?" keluh Song Wanqing lagi.
Li Yuexin menghentikan langkahnya. Dan itu membuat Song Wanqing dan Lin Ruoxue juga melakukan hal yang sama.
"Apa kalian tidak berpikir, mungkin ada yang sudah berkolusi dengan Bai Ningyuan..."
Ucapan itu terjeda, tapi pandangannya langsung tertuju pada Qao Biyue. Qao Biyue yang melihat ketiga selir di depannya berhenti dan menatapnya curiga jadi merinding.
"A.... ada apa?" tanyanya gemetaran.
"Jangan-jangan kamu berkhianat ya?" tanya Song Wanqing blak-blakan.
Qao Biyue segera melambaikan tangannya dengan cepat berkali-kali.
"Tidak! aku tidak..."
"Lupakan saja! ayahnya bahkan hanya pelayan di mata perdana menteri. Bisa apa dia!" kata Lin Ruoxue sangat merendahkan Qao Biyue.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭