NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baby Sitter Arwah

Nino dan Asep kembali ke kantor setelah hari gelap. Mereka cukup sibuk mendatangi semua orang yang berkaitan dengan kasus yang ditangani.

Apalagi mereka menangani dua kasus sekaligus. Keduanya langsung menemui Miko untuk melaporkan hasil penyidikan mereka.

“Apa yang kalian dapat?” tanya Miko.

“Belum banyak yang kami dapatkan. Kami sudah mendatangi semua orang yang berhubungan dengan Nilan, tapi mereka semua memiliki alibi yang jelas di malam pembunuhan kecuali satu orang,” terang Nino.

“Siapa?”

“Rama. Kami masih mendalami tentangnya,” jawab Asep.

“Lalu kasus bunuh diri di kampus?”

“Menurut keterangan arwah, dia tidak bunuh diri. Aku juga sudah masuk ke ingatan terakhir dia. Perilakunya memang tidak menunjukkan kalau dia berniat bunuh diri. Bahkan dia sempat berbicara dengan pacarnya di telepon sebelum kejadian itu.”

“Apa dia menemui seseorang sebelum bunuh diri?”

“Dia berkumpul dengan teman-temannya. Setelah itu dia ke kamar mandi. Di sana dia berbicara dengan pacarnya. Selesai bicara, dia segera keluar dari kamar mandi dan langsung menuju rooftop. Selanjutnya seperti yang dilihat para saksi, dia terjun dari rooftop.”

“Aneh,” gumam Miko.

Suasana hening sejenak. Untuk kasus Nilan, sudah jelas wanita itu dibunuh. Namun wajah dan jejak sang pembunuh masih belum diketahui sampai sekarang.

Sementara kasus Prisa jauh lebih membingungkan. Tiba-tiba saja gadis itu terjun dari rooftop tanpa diketahui penyebabnya.

“Kami sudah menemui teman-temannya. Prisa tidak menunjukkan tanda-tanda putus cinta, stres atau depresi. Dia terlihat normal saja. Makanya kasus ini agak membingungkan.”

“Di mana pacar Prisa sekarang?”

“Kami belum tahu. Kami sudah bertanya pada teman-temannya tapi mereka juga tidak tahu. Prisa masih merahasiakan kekasihnya dari semua temannya. Kami sedang menunggu tim forensik digital selesai menganalisis ponsel Prisa.”

Miko terdiam sesaat. Pria itu melirik jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.

Sudah hampir sebulan ini pria itu selalu pulang terlambat ke rumah. Walau Yara tidak mengeluh, tapi Miko yakin istrinya pasti ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengannya.

Miko juga jarang menghabiskan waktu dengan anaknya yang baru berusia empat tahun. Untung saja Yara selalu memberi pengertian pada anaknya.

Akhir-akhir ini kesibukan Miko memang bertambah. Angka kriminalitas terus meningkat setiap harinya. Apalagi dia bekerja di Satuan Reskrim Polda Jawa Barat.

Jadi yang harus ditanganinya bukan hanya kasus di Kota Bandung dan sekitarnya, tapi juga seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat.

“Ke depannya kita akan lebih sibuk. Aku sudah menyiapkan seseorang untuk membantu untuk kalian.”

“Dari satuan mana?”

“Tambahan anggota bukan dari personel kepolisian. Dia berasal dari sipil. Dia punya kemampuan di bidang IT yang baik. Dia bisa membantu mencari jejak pelaku melalui rekam digital.”

“Dia mengajukan diri secara sukarela?”

“Tidak juga. Sebenarnya dia itu tersangka kasus peretasan database di departemen sosial beberapa bulan lalu.”

“Oh … yang mengungkap data-data rahasia ke publik, termasuk kasus korupsi orang-orang di belakangnya?” tanya Nino. Kasus itu memang viral beberapa bulan yang lalu.

“Iya. Peretasan yang dilakukannya melanggar UU ITE, karenanya dia tetap dikenakan tuntutan. Aku mengubah hukumannya, yaitu dengan membantu kalian mengungkap kasus kejahatan.”

“Dia berarti nggak digaji dong.”

“Nggak usah digaji juga uangnya sudah banyak. Terakhir dia jebol akun judol dan dapat duit banyak dari sana. Lagian mana ada orang dihukum digaji.”

“Hehehe ... iya juga. Tapi hebat juga tuh orang.”

“Namanya Pradipta, biasa dipanggil Dipta. Nanti alamatnya aku kirim ke kalian. Lebih baik kalian pulang sekarang. Besok saja menemuinya.”

“Baiklah.”

Nino dan Asep bersiap untuk pulang ke rumah. Sekarang keduanya sudah mengontrak rumah yang ditinggali berdua. Tentu saja biaya sewanya juga dibagi dua.

Setelah Nino dan Asep pergi, Miko juga bersiap untuk pulang.

***

Sudah sejak dua jam lalu Gilang sibuk mengerjakan tugasnya. Selama mengerjakan tugas, pemuda itu ditemani Nilan dan Prisa yang asyik bergosip. Gilang menolehkan kepalanya ke dua arwah yang duduk santai di pojok ruangan.

Ck … nggak manusia, nggak arwah gentayangan, kalau urusan gihibah jalan terus.

Gilang segera menyelesaikan tugasnya. Setelah mengirimkan tugas ke e-mail dosennya, pemuda itu segera mematikan laptopnya. Kemudian dia mendekati Nilan dan Prisa yang masih mengobrol.

“Maaf nih, bukan maksud ganggu. Tapi sekarang kan udah malam, gimana kalau kalian pindah ghibahnya? Aku ngantuk, mau tidur. Besok ada kuliah pagi.

Bukannya aku ngusir, tapi aku nggak nyaman kalau tidur dilihatin dua perempuan cantik pada masanya. Jadi, nggak keberatan kan kalau kalian pindah?”

Gilang mengatakan itu dengan gaya bicara yang sangat sopan dan nada suara lembut. Dia takut perkataannya akan menyinggung dua arwah penasaran itu. Kalau sampai mereka tersinggung dan marah, bisa-bisa kejadian seperti di kampus tadi terulang.

“Kita pindah ke mana?” tanya Nilan.

“Kalian bisa ke ruang tengah. Di sana nggak akan ada yang bisa lihat dan dengar kalian. Bebas aja sih mau ke mana aja, asal masih di seputar kos.”

“Ya sudah.”

Sedetik kemudian Nilan dan Prisa menghilang. Gilang mengembuskan napas lega. Setidaknya dia bisa tidur nyenyak tanpa merasa diawasi keduanya.

Pemuda itu segera mematikan lampu kamar lalu merangkak naik ke ranjang. Dia langsung merebahkan punggungnya seraya memejamkan mata.

Nilan dan Prisa memilih pindah mengobrol di atas genting. Mereka tidak mau pindah ke ruang tengah karena suasana di sana berisik.

Teman satu kos Gilang sedang asyik bermain game online. Perbincangan yang sempat terputus akhirnya disambung kembali.

Nilan sedang mengenang kehidupan rumah tangganya dengan Dadan yang harmonis. Sementara Prisa menceritakan kekasihnya yang statusnya masih dirahasiakan sampai sekarang.

Ketika sedang asyik mengobrol, seorang pria melintas di depan kos Gilang. Keisengan terlintas di benak Nilan.

Arwah wanita itu menggerakkan tangannya seperti hendak memukul. Ranting pohon rapuh segera jatuh dan tepat menimpa kepala pria yang melintas.

Refleks pria itu melihat ke atas. Matanya membelalak ketika melihat sosok Nilan sedang berjoget-joget di atas genting.

“Setaaaaaann!!” sambil berteriak, pria itu lari terbirit-birit.

Tawa Nilan dan Prisa seketika lepas melihat tingkah pria tadi yang terlihat menggelikan bagi mereka. Keduanya kembali mengobrol sambil menunggu orang lain melintas dan menjadi korban kejahilan mereka.

***

Keesokan harinya, Prisa dan Nilan terus mengikuti Gilang yang pergi ke kampus. Mereka ikut ke kampus, ke kantin atau menemani Gilang nongkrong dengan teman-temannya. Hanya ke toilet saja keduanya tidak ikut.

Setelah jam perkuliahan selesai, Prisa mengajukan permintaan pada Gilang.

“Lang … jalan-jalan dulu yuk ke mal.”

“Hah? Mau ngapain?”

“Windows shopping aja. Lihat-lihat siapa tahu ada barang baru.”

“Lah percuma juga. Biar ada barang baru, tetap aja nggak bisa beli.”

“Pokoknya aku mau ke mal!”

Tak mau Prisa mengamuk seperti kemarin, akhirnya Gilang mengabulkan permintaan Prisa. Pria itu pergi ke mal menggunakan sepeda motornya. Setelah Gilang menaiki sepeda motor, Nilan langsung duduk di belakangnya, sementara Prisa duduk di bagian depan.

“Buset, jalannya kagak kelihatan ini,” protes Gilang.

“Ya terus aku duduk di mana?”

“Ngejar aja dari belakang.”

“Nggak mau, capek! Pokoknya aku mau di sini!”

Gilang hanya mengembuskan napas kasar. Mau tidak mau pria itu menyalakan motornya juga. Kendaraannya terasa lebih berat karena ada dua makhluk astral yang diboncengnya.

Gini amat nasib baby sitter arwah penasaran. Mudah-mudahan pembunuh kalian cepat tertangkap.

Sesampainya di mal, Prisa tampak begitu bahagia. Tubuhnya melayang-layang ke sana, ke mari. Nilan tak mau kalah. Dia juga ikut melayang-layang. Gilang hanya menggelengkan kepalanya saja.

“Sabar Gilang, sabar. Orang sabar pasti kesel,” gumam Gilang sambil mengusap dadanya sendiri.

Saat sedang melayang-layang, mata Prisa tertuju pada seorang pria yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Matanya langsung berbinar saat melihat pria yang dicintainya. Secepat kilat dia masuk ke dalam tubuh Gilang.

Tubuh Gilang bergetar sebentar. Sedetik kemudian dia berjalan menghampiri pria tampan tadi. Gilang berhenti tepat di depan pria itu.

“Bang Rian, aku kangen!” seru Gilang yang tengah kerasukan Prisa. Pemuda itu langsung mendekati pria bernama Rian itu lalu memeluknya erat.

***

Gilang lebih sial dari Nino dan Asep😂

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!