NovelToon NovelToon
Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Dijebak oleh kakak tiri dengan seorang pemuda pada malam ulang tahun teman. Siapa sangka, orang yang satu kamar dengan dia ternyata seorang tuan muda yang paling berpengaruh di kota itu.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Merlin tersenyum mengejek saat melihat wajah panik Mita. "Kenapa gak jadi? Takut?"

Hal itu semakin membuat Mita merasa kesal. Kesal akan sikap Merlin yang selalu menantang jika dia tidak bisa melakukan apa yang ia inginkan. Walau tertindas, Merlin masih tetap melawan. Hal itu yang membuat Mita semakin merasa kesal juga sakit hati semakin besar pada Merlin.

"Jika aku tidak bisa memukul kamu sekarang, maka aku akan buat papamu yang akan membalaskan rasa sakit hati ini padamu," ucap Mita sambil menatap tajam Merlin.

"Jenny! Ambilkan mama sapu itu!"

"Untuk apa, Ma?"

"Ambilkan saja, Jenny. Jangan banyak tanya. Cepat!"

Jenny mendengarkan apa yang mamanya katakan. Ia ambil sapu yang ada di samping jendela kamar itu, lalu, ia serahkan pada Mita secepat yang ia bisa.

"Cepat, Jenny! Cepat!"

"Mama mau ngapain? Jangan bilang mama mau mukul Merlin dengan sapu ini ya, Ma. Mama gak lupakan kalau papa mungkin sudah masuk rumah sekarang?"

"Mama gak akan lupa. Lihat dan diam saja kamu."

"Kamu akan lihat bagaimana papamu memberikan pelajaran padamu, Merlin." Mita tersenyum menyeringai sambil memegang sapu.

Merlin menatap Mita dengan raut bingung. Namun, meskipun ia tidak memahami apa maksud Mita sekarang. Tapi setidaknya, Merlin tahu kalau saat ini, Mita sedang berusaha menjebaknya.

Merlin berusaha meninggalkan Mita dan Jenny. Namun, tangan Mita lincah menahan tangan Merlin agar tidak kabur dan tetap berada di tempat itu.

"Apa-apaan sih? Lepaskan aku!"

"Aku tidak akan melepaskan kamu. Karena kamu harus tetap berada di sini agar papamu melihat apa yang kamu perbuat padaku."

"Jenny, tahan dia!"

Tanpa bicara, Jenny melakukan apa yang mamanya katakan. Sementara Mita, ia memukul kakinya sendiri dengan batang sapu dengan sangat kuat sehingga menimbulkan bekas merah akibat pukulan itu.

"Aggh .... "

Teriakan kesakitan itu sontak membuat Bondan yang baru saja ingin masuk ke dalam rumah dengan langkah santai, jadi terkejut. Bondan langsung mengubah langkah santai dengan langkah besar menuju asal suara yang sedang berteriak.

"Mama!" Jenny berteriak keras sambil menghampiri mama yang kini terjatuh di atas lantai.

"Mita! Apa yang terjadi?" tanya Bondan dengan suara panik.

"Pa ... Merlin memukul mama dengan sapu itu," kata Jenny sambil mengarahkan telunjuknya pada sapu yang tergeletak di atas lantai tak jauh dari tempat Merlin berdiri.

"Apa! Aku? Kenapa kalian mengatakan aku yang memukul dia?" tanya Merlin sangat kesal dan begitu emosi namun berusaha ia tahan.

"Merlin!" Suara keras papanya menggelegar memenuhi ruangan. Tatapan tajam yang di penuhi amarah, begitu terasa menakutkan.

"Kenapa kamu begitu lancang, hah! Kamu ini anak manusia atau anak bina*tang, Merlin! Kamu benar-benar bikin aku sebagai papamu kecewa. Mamamu tidak sekasar kamu, Merlin!"

Pupil mata Merlin rasanya menghangat. Cairan bening itu tidak mampu ia bendung lagi. Orang tua kandungnya sendiri bicara kasar dan bahkan tega membandingkan dirinya dengan binantang.

"Kamu tidak pantas jadi anakku, Merlin. Kamu benar-benar membuat aku kecewa karena tingkah mu yang liar itu."

"Jika saja aku bisa memilih, aku juga tidak akan sudi punya papa seperti kamu, pak Bondan. Kamu orang tua yang sangat tidak bijaksana!"

Merlin menentang sekarang. Karena hatinya sungguh sangat tidak kuat lagi untuk bersabar. Ia menjawab, melawan apa yang papanya katakan sambil menangis.

"Kurang ajar kamu! Berani melawan kamu sekarang ya Merlin!" Bersamaan dengan kata-kata yang diucapkannya, Bondan berniat untuk memukul Merlin. Namun, niatnya itu tertahan karena panggilan dari bik Ima.

"Tuan! Jangan pukul non Merlin." Suara bik Imah sangat lantang. Sampai-sampai, dia yang dibawah berucap, Bondan yang berada di lantai dua tertahan niatnya.

"Imah! Jangan berani ikut campur kamu. Wajar jika seorang papa memberikan pelajaran pada anaknya yang sudah tidak bisa diajari dengan kata-kata," ucap Mita sambil berusaha bangun dari duduknya.

"Benar, Imah. Kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan keluarga kami. Jika kamu masih ingin tetap bekerja di rumah ini, maka kamu diam dan jangan berani-berani membela Merlin."

Bondan menatap bik Imah dengan tatapan tajam. Membuat bik Imah bergidik ngeri. Ia sayang dengan Merlin, cuma ia juga perlu ingat dengan status yang ia miliki. Dia cuma seorang asisten rumah tangga yang tidak punya hak besar dalam membela seorang majikan.

"Bik Imah. Jangan bela aku lagi. Karena aku cuma majikan ketika mamaku masih hidup. Setelah mamaku meninggal dan tiada lagi di sini, maka status kita dalam rumah ini sama. Sama-sama bukan siapa-siapa di sini."

"Nona ...."

"Cih ... pintar sekali kamu bicara, Merlin. Kamu yang membuat dirimu bukan siapa-siapa di rumah ini. Sedangkan orang lain tidak. Kamu berpikir kalau kamu bukan siapa-siapa, itu karena kamu tidak bisa menerima kenyataan, kalau mamamu sudah tidak ada lagi. Dan kamu juga tidak bisa menerima Mita sebagai mamamu sekarang."

"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menganggap wanita ****** itu sebagai mamaku."

Plak! Sebuah tamparan mendarat di pipi Merlin sekarang. Merlin merasakan rasa panas yang teramat sangat di bagian pipi itu. Membuat dia tidak bisa menahan tangannya untuk menyentuh bekas tamparan tersebut.

"Kamu semakin kurang ajar saja sekarang, Merlin! Benar-benar anak yang tidak bisa didik kamu ternyata!"

Seakan tidak ada air mata lagi yang bisa Merlin tumpahkan untuk mewakili rasa sakit dalam hatinya. Ia kini menatap papanya dengan tatapan tajam seolah ingin ia terkam orang tua itu.

"Tampar saja aku sekarang. Jika anda masih belum puas menampar aku, maka tampar lagi saja. Karena setelah hari ini, aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa menampar aku lagi, tuan Bondan."

"Aku pastikan, setelah aku keluar dari keluarga ini, aku dan kalian sudah bukan siapa-siapa lagi. Kita tidak ada hubungan setelah aku keluar dari rumah ini. Hubungan keluarga yang pernah terjalin, aku putuskan."

Setelah berucap seperti itu, Merlin beranjak meninggalkan papanya yang terdiam entah memikirkan soal apa. Mungkin rasa menyesak, atau bahkan rasa takut karena tidak bisa memanfaatkan Merlin setelah ia memutuskan hubungan dengan keluarga mereka.

1
Santi
Luar biasa
Rani: makasih buanya💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
Uwie Yanti
cerita yg bagus buat remaja, Sama sekali tidak ada adegan fulgarnya.... cocok buat remaja. sesuai umur ceritanya....
Rani: uhuk.... makasih banyak yah
total 1 replies
Uwie Yanti
cih.... pengen ku bejek2 si Tora...😤😤😤😤😤
Uwie Yanti
jangan2 itu intan lagi si Mak mertuanya si Merlin...
Uwie Yanti
teman tidur Merlin.....
Uwie Yanti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qorie Izraini
roman2 ny kang Tio bakslan jd nech
nikah muda ny
dpt jodoh putri cengeng lagi 😁😁😁
Qorie Izraini
o..oo..
siapa dia...
Qorie Izraini
ingat batasan mu Inta..
wlu pun kau serang nyonya,
tapi kau terlalu Egois, ingin ter lalu mengatur hidup nak mu
Qorie Izraini
owalah Tora...
picik sekali pemikiran mu
toh yg buat kepurltusan dan bunuh diri kan adek mu sendiri.
tich dicky blom nogmong ke adk mu.
kenapa hrs dicky yg di salah kan atas kematian ny .
Qorie Izraini
holang kaya klu ngomong suka benar y..
uang 20 M, gak ada apa2 ny buat mereka...
ah..awaq wong misqin iki 100 rebu sdh sangat berarti 😁😁😁
Qorie Izraini
ngarep banget y ..
klu hdp Meelyn bakal sengsara
dasar emak sana anak sama aja.
sama2 gak tau diri
ini lg papa Merlyn kok bisa nuta y mata hati ny, pada anak kandung Sendiri
Qorie Izraini
kacian y...siluman eubah.
target ny salah sasaran ..😀😀😀
Dewi Ruli
baguuus...👍👍👍 bikin penasaran...semoga happy ending yaaa..😘🥰❤🌷
Ida Yato
ceritanya g monoton
pipi gemoy
waduh anak SMP Lo ini
malah bunuh diri 😱
Qaisaa Nazarudin
Kamu gak perlu merasa berdosa seperti itu Merlin,Orang seperti mereka itu mmg harus kamu lawan,Jangan jadi lemah..Ayo Merlin kamu pasti bisa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menyalahkan orang lain atas kekonyolan dan kebegoan adek kamu sendiri..!!🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Astaga hanya karena cinta ditolak dan hanya karena lelaki sampai segitunya,Kamu itu masih kecil dek,harusnya kamu itu mengejar impian dan cita2 kamu,Bukan malah mengejar cinta 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh ternyata bukan salah Dicky nih,udah ditolak secara halus,Tora dan adeknya yg ngenyel dan maksa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!