NovelToon NovelToon
Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Dikelilingi wanita cantik / Romansa Fantasi
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: maminya nathania bortum

Tina dan Vivi adalah saudara kandung, anak dari
pak Budi dan bu Lasma. Kehidupan mereka cukup teramat susah dan menderita. Dikarenakan ketidak mampuan mereka, pada akhirnya mereka hanya tinggal disebuah gubuk
kecil tepat diarea persawahan. Bukan hanya itu saja, mereka tinggal disebuah desa yang sangat
pelosok sekali, jauh dari kecamatan apa lagi dari kota. Bayangkan saja, sekolah SMP dan SMA
saja harus menempuh jarak waktu sekitar 3 jam lebih dari desa mereka. Hingga anak pedesaan itu, setelah lulus dari SD harus ngekos dikecamatan demi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka diusia dini sudah harus mandiri dan rela berpisah dengan orang tua, tetapi mengabdi pada pemilik kos yang terkadang pemilik kosnya tidak memiliki perasaan.
Budak, iyah budak, kata-kata itulah cocok dirasakan dan dialami Tina selama ngekos dikecamatan. Dirinya sungguh menderita dan tidak hentinya mengerjakan pekerjaan rumah,
dan malah sering dapat hinaan dan omelan.
Semua itu terjadi demi dikarenakan ngekos gratis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maminya nathania bortum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part7 Seperti Babu

"Tina turun, kita beres-beres sekarang!" seru bu kost dari lantai bawah dengan suara melengking.

"Waduhhh kok pagi sekali, baru jamberapa ini?"

gumam Tina dalam hatinya sambil meraih jam kecil yang ada dimeja kamarnya.

Ya ampun baru jam 4 pagi, masih ngantuk malas gerak, biasanya juga saya bangun jam 5.30 setiap paginya.

Ibu gimana ini ? Tina masih ngantuk. Biasanya dirumah ibu tidak izinkan kami bangun terlalu pagi, takut masuk angin. Tetapi ini ibu kost suruh bangun masih jam segini.

Tina, oo..ooo..Tina buruan, sebentar lagi kita keteter nih banyak kerjaan, sebentar lagi ibu akan datang lho.

"Ya kak, tunggu sebentar, waduh gawat nih bentar lagi nenek sihir datang, bisa kacau semuanya mendingan buru-buru turun nih", gumam Tina sembari merapikan tempat tidurnya.

Tinapun turun kebawah dan melihat ibu kostnya

sudah sibuk beres-beres warung, sambil memasak

bumbu dan menggoreng ikan untuk menu warung

yang akan dijual.

Tina itu kain diember besar rendam dulu! setelah itu kumpulin semua piring dan gelas-gelas kotor yang dimeja lalu bersihkan semua meja-meja.

"Baik kak", sahut Tina sembari dengan cepat melaksanakan yang diperintah ibu kosnya.

Buruan ya Tin, setelah mejanya bersih, sapu semua ruangan, ambil dari semua kolom-kolom, kumpulkan sampahnya, lalu buang di tong sampah depan. Setelah itu kamu langsung pel semua ruangan rumah dengan bersih.

Bersyukur Tina sudah terlatih dari rumah, sehingga dirinya tidak terlalu kesulitan mengerjakanya semua yang diperintah ibu kostnya. Tinapun mengerjakanya dengan tulus dan penuh semangat. Tidak memerlukan waktu lama semua ibu kostnya perintahkan sudah diselesaikan.

Kak sudah beres semuanya yang kak perintahkan.

Baiklah Tina, sekarang rebus air minum di dandang panci besar itu, setelah mendidih isi semua teko minum yang dimeja lalu dimasak kembali.

Sebelum air minumnya masak sambil menunggu, sekalian cucikan semua gelas dan piring-piring kotor, setelah itu kain yang kamu rendam tadi dicucikan dengan bersih. Dan jangan lupa siap nyuci, tong air dan kamar mandinya dibersihkan yah! biar tidak licin.

Aduh kalo begini, kapan istirahatnya?

pusing, pada cucian banyak, piring juga banyak.

Sementara saya punya tangan dua, tetapi saya harus bisa apa?

"Ini bukan rumahku, saya disini hanya menompang dengan gratis", gumam Tina dan memulai menyuci piring dan kain yang disuruh ibu kostnya.

******************

Selamat pagi, nak.

Oh ibu, sudah datang, salam pagi juga ibu.

Tina udah bangun?

Sudah bu, dari tadipun.

Terus Tinanya lagi ngapain?

Kamar mandi bu, lagi nyuci piring kotor dan nyuci pakaian.

Oh begitu, apa itu saja kerjanya?

Tina sudah siap beresin dan ngepel semua ruangan bu, setelah itu ngerebus air minum sambil nyuci piring dan kain.

"Tina, masih banyak kah cucianmu?" Tanya nenek itu sembari tolak pinggang.

Masihlah nek, cucianya juga kan banyak.

"Kerja itu jangan terlalu lelet, kerjain dengan cepat, tetapi harus bersih juga dan setelah itu pakaianya dijemur dibelakang dengan rapi! perintah sinenek sembari mengawasi cara kerja Tina.

"Ibu, kemarilah! tidak usah terlalu berlebihan begitu mengatur Tina. Terpenting itu, kita sudah kasih tau apa-apa saja yang harus dikerjakan. Lain hal hasilnya kurang memuaskan, baru di nasihati dengan baik-baik", ujar ibu kost sembari rempong kesana kemari dan masak beberapa menu untuk dijual diwarungnya.

Kak, cucian saya sudah selesai dan saya sudah jemur juga pakaianya dibelakang, saya udah bisa sarapan dulu kan kk ?

Hey Tina, kata siapa kamu bisa makan duluan?

Begitulah Tin, kamu itu masih kurang pemikiranya,

kita semua belum ada makan lho. Masa ya, kamu yang duluan makan. Mandikan dulu cucu-cucu nenek, lalu suapin setelah itu hidangkan makanan

kami dimeja, baru kamu bisa makan juga.

"Sudahlah bu, kalo Tina memang mau makan biar saja makan. Apa ada yang salah? Tina juga sudah banyak bantu saya pekerjaan rumah, Tina juga

mau berangkat sekolah, takutnya bisa telat dirinya",

ujar ibu kost berusaha menenangkan amarah ibunya.

Dibantu kamu bilang, sudah seharusnya dirinya membantumu nak, dia juga sangat terbantu disini. Coba kalo dirinya masak sendiri dan bayar uang kost, sudah berapa duit yang harus dikeluarin orang tuanya dari desa sana? lebih terbantulah dirinya semua digratiskan dirumah ini.

"Nak dengarkan ibu! Jika kamu turutin kemauanya lama-kelamaan anak itu melonjak disini, tidak ada jalanya dia sarapan duluan dari pada pemilik rumah. Emangnya dirinya siapa? seharusnya itu, setelah semuanya sudah selesai kamu sudah

bisa istirahat dan suruh dia yang jaga warung dikala dirinya pulang sekolah! Harus begitu lho anakku manfaatkan tenaganya", imbuh si nenek berusaha mempengaruhi anaknya.

"Ibu apaaan sih, kerja sama ajalah, toh dia juga perlu istirahat", jawab ibu kost sembari kasihan

melihat Tina dengan berurai air mata.

Kata siapa begitu nak, kamu terlalu bodoh, hidup ini semua ada aturanya, jika tidak ada aturan namanya tidak tahu etika.

Nek, Tina sudah terbiasa makan pagi pkl 07.10 wib, saya juga bukan langsung makan nek, saya sudah bereskan semua yang diperintahkan, saya mengejar waktu mau sekolah juga. Lantas harus bagaimana lagikah Tina nek?

Ohhh bagus sekali, beraninya kamu menjawab nenek. Kamu sudah mulai hitung-hitung tenaga yah? trus anak saya juga bisa donk hitung-hitung

uang belanjamu di rumah ini.

"Cukup, ibu memang benar-benar keterlaluan, dimana hati nurani ibu yang tega melarang orang makan yang sedang lapar? ibu tolong dengarkan saya ! Karena disini saya yang sebagai kepala keluarga dan ini juga rumah saya, jadi saya yang lebih berhak atas peraturan dirumah ini", ujar pak kost yang keluar dari kamarnya hendak mau mandi.

"Apa? lagi-lagi kamu menyakiti hati ibu mertuamu sendiri, demi membela orang laen yang menompang hidup gratis dirumah ini. Kamu benar-benar tidak menghargai dan menghormati saya sebagai mertuamu", celetus nenek dengan mata berkaca-kaca.

"Ibu, jika ibu ingin dihargai tolong ibu juga harus

menghargai orang lain!" ujar pak kost dengan

nada tinggi.

"Cukup pa, saya tahu ibu saya memang salah,

tetapi tidak seharusnya papa merendahkan ibuku seperti ini, saya kecewa denganmu pa", ujar ibu kost sembari menangis.

"Ma, ibu itu sudah benar-benar keterlaluan.

Kalo kamu sayang sama ibu, jangan sekali-kali

kamu biarkan ibu suka menindas orang, supaya ibu

sadar yang dilakukan adalah salah", jawab pak kost

sembari memandang tajam istrinya.

"Tina, lanjutkan makanya tidak perlu takut, biar ada tenagamu membantu kakakmu", ujar pak kost sembari melangkah masuk menuju kamar mandi.

"Tin, tolong dulu bantu kakak suapin adik-adikmu

setelah itu kita makan sama", ujar ibu kost sembari

melanjutkan pekerjaanya.

"Aaaaaaaa!

kurang ajar semua, tidak guna saya disini, tidak anak, menantu, anak kost sama saja, tidak pernah nurut perkataan saya, semua berontak terhadap saya!" seru nenek dengan nada tinggi sembari memukul meja.

Ibu tolonglah jangan bicara seperti itu, saya tetap sayang sama ibu dan saya juga akan pikirkan apa yang ibu katajan", ujar ibu kost sembari memeluk tubuh ibunya hangat.

Pak kos Tina pun keluar dari kamar mandi dan buru-buru masuk kekamarnya. Setelah itu pak kost berpakaian rapi dan memegang tas kerja.

" Sudahlah pa, minta maaf sama ibu. Kamu tidak boleh bicara begitu pada ibuku, biar kita sarapan sama di meja makan", imbuh ibu kost berusaha menenangkan suaminya.

"Tidak ma, selera makan saya hilang, saya mau berangkat saja kekantor, biar saya makan diluar

saja nanti bersama teman kantor", sahut pak kost

sembari mencium kening istrinya dan buru-buru

langsung keluar dari rumah untuk berangkat.

Setelah pak kost tidak terlihat lagi, nenekpun langsung memanggil Tina untuk menyiapkan

makanan di meja makan. Tinapun menyajikan makanan dimeja sambil menahan lapar, sesekali Tina menelan air sivernya, saat menghidangkan

berbagai macam menu di meja makan itu.

"Saya disini sudah benar-benar seperti babu,

hari ini pertama saya masuk sekolah, saya tidak

tahu harus senang atau sedih. Bagaimana juga saya bisa konsen belajar sudah kelelahan, belum lagi mendapat tekanan-tekanan begitu berat dirumah ini. Saya harus dipaksa menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Ntahlah, saya harus seperti apa dan bagaimana lagi, sepertinya saya serba salah dan sangat buruk dimata nenek itu", gumam Tina sembari tidak

bisa lagi membendung air matanya.

bersambung******

1
Rey Nababan
lanjut thor
sungguh menarik ceritanya
pagi menyapa tur
Julia Asyura
crta nya bgs Thor tapi lebih bgus lagi pakai tanda petik agar memudahkan pembaca,dan Masi bnyak sekali kesalahan ketik
Sihotang Naulilagu
wao luar biasa tur alur ceritanya mengandung bawang juga😭
Maminya Nathania Bortum: terima kasih ito
total 1 replies
Tondi Tondiku
penasaran part berikutnya thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob, mohon ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pak Tuakeladi
kasihan Vivibdan Tina adiknya Vivi, bagaimana kabarnya thor?
Maminya Nathania Bortum: Di episode berikutnya, akan ada cerita Tina sob, ditunggu ya🙏
total 1 replies
Mas Bro
sepertinya saya lagi nonton didunia drama perfiliman sungguh ikut terbawa suasana thor pas saat baca
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mas
total 1 replies
Pratama Yahoi
hebat karyanya thor, i like
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Derita Deritamu
alur ceritanya bagus dan sangat berbeda dari novel lainya
Derita Deritamu
penasaran part selanjutnya thor agak gimana gitu
Maminya Nathania Bortum: ok ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pratama Yahoi
ada-ada saja musibah menimpa gadis malang itu
Mychael Butar-butar
lanjut...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih nak
total 1 replies
mom mimu
semangat terus Mamih... satu iklan mendarat untukmu mam...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mom
total 1 replies
Rita Loho
antap ceritanya
good job dekq
seperti sinetron ahhhh
Maminya Nathania Bortum: terima kasih kk
total 1 replies
Valen Tino
ceritanya bagus dan menarik bikin baper dan mengandung bawang.
Valen Tino
ceritanya ringan tapi kwalitasnya bagus, lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Susanty Armaida
baru kali ini dapat cerita novel berbeda daribyang lainya, pertahankan thor kesederhanaan ceritanya akan tetapi menarik dan bikin baper
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mbak
total 1 replies
Delvin
lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Ungkapan dan Suarahati
lanjut thor👍
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Didit Pratama
hmmm, makin naik episode ceritanya makin seru thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Boru napogos Situmorang
ditunggu up selanjutnya thor
Maminya Nathania Bortum: ok, terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!