NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Wahai para dewa di langit, dengarkanlah rintihanku. Bagaimana nasibku selanjutnya? Kalian membuat hidupku penuh penderitaan, apakah setelah mati pun aku masih harus menderita?" ucapnya sinis sambil menengadah, seolah menantang langit itu sendiri.

Sudah setahun berlalu sejak kematiannya, namun tak ada satu pun sosok yang datang menjemputnya ke alam baka. Jiwa Clark mengembara tanpa tujuan, terombang-ambing di dunia fana yang tak lagi menganggapnya ada.

Yang paling membuatnya kesal adalah harus melihat betapa hancurnya Dante setelah kepergiannya. Sebenarnya ia tak ingin peduli, namun jiwanya tak mampu menjauh dari pria itu. Ia bagaikan bayangan yang tak bisa lepas darinya.

"Hei! Apa kau tidak bosan duduk diam di sana selama setahun ini?" tanya Clark pada Dante yang tenggelam dalam kesedihannya. Tentu saja tak ada jawaban, pria itu bahkan tak bisa mendengar suaranya.

"Astaga! Bangunlah! Keluar dari kesedihanmu ini! Aku lelah terperangkap di sini hanya melihatmu merana!" Clark mondar-mandir sambil mengomel.

Tanpa diduga, Dante tiba-tiba bangkit. Ia berjalan ke kamar mandi, mencukur jenggot yang mulai menumbuhi wajahnya. Clark mendekat perlahan.

"Nah, begitu dong. Rapikan dirimu. Teruslah hidup, jangan biarkan kepergianku menghancurkanmu. Aku jadi merasa sangat bersalah," bisiknya lirih.

Selama ini Clark mengira kekalutan Dante adalah penyesalan karena gagal menyelamatkannya. "Aku tak pernah menyalahkanmu. Mungkin memang sudah takdirku. Jangan kau hukum dirimu lagi."

Setelah merapikan penampilan, Dante melepas pakaiannya. Segera Clark menembus dinding ke luar, ia tak ingin mengintip. Ia masih menjaga kesucian hatinya, karna menurutnya mereka yang mati dalam keadaan suci akan mendapatkan balasan istimewa di alam sana, dan Clark tak ingin merusak kesempatannya itu.

Tak lama kemudian, Dante muncul kembali dengan setelan jas hitam yang rapi. Kali ini ia menyetir sendiri, dan Clark duduk di sampingnya, tersenyum seolah anak kecil yang diajak berkeliling.

"Kita mau ke mana?" tanyanya lagi, meski tahu tak akan dijawab.

Mobil itu berhenti di sebuah toko bunga. Clark langsung cemberut. "Pasti dia mau menemui wanita lain, Ah, kenapa aku ikut saja? Padahal aku tak bisa menjauh darinya..."

Dante keluar sejenak dan kembali membawa buket mawar merah, warna kesukaannya. Cemberut Clark makin terlihat.

"Baru keluar sedikit saja sudah sibuk menyenangkan hati orang lain," gerutunya, membayangkan adegan mesra yang akan ia saksikan nanti sendirian.

Namun saat mobil kembali melaju, arah yang diambil justru membuat Clark tertegun. Itu bukan jalan menuju tempat yang ia duga. Dante berjalan tegap menuju sebuah bukit yang sangat ia kenal, membawa buket itu dengan hati-hati. Clark mengikuti di belakangnya, penuh kebingungan.

"Maaf... baru bisa datang menemuimu sekarang."

Dante mengusap pelan batu nisan yang terukir nama istrinya. Ternyata hari ini adalah genap satu tahun kepergiannya, hari yang bahkan Clark sendiri sudah lupa.

Mata Clark seketika berkaca-kaca melihat buket mawar merah itu diletakkan tepat di atas makamnya. Dante tak lagi bersuara, namun raut wajahnya kini tampak begitu rumit, sesuatu yang tak sanggup Clark artikan.

Sudah lebih satu jam ia berdiri diam di sana, tak berniat beranjak sedikit pun. Langit senja perlahan memucat, dan kepingan putih mulai turun perlahan menyelimuti bumi, menyatakan bahwa hari ini adalah salju pertama musim ini. Clark menatapnya cemas.

"Bangunlah... kau harus pulang. Salju sudah turun, kau akan membeku jika terus berdiri di sini!" serunya gemas. Namun Dante masih terpaku menatap batu nisan itu.

"Astaga! Apa yang kau tunggu? Kumohon pergilah... jangan buat aku merasa semakin berdosa karena kelakuanmu yang konyol ini!" Clark semakin tak tenang.

"Dante! Bangun! Kenapa kau begini? Ini bukan dirimu! Kau yang kukenal bukan orang yang lemah seperti ini! Katakan padaku... kenapa kau melakukan semua ini?! Jangan hukum aku lewat penderitaanmu, karena jika kau terus begini, para dewa takkan pernah membiarkanku beristirahat dengan tenang!"

Sia-sia. Seribu kata terucap, namun tak satu pun yang sampai ke telinga pria itu.

"Dasar bodoh! Cepat bangun dan pergi! Apa kau benar-benar ingin mati di sini?!"

Salju makin lebat turun, sementara Dante hanya mengenakan kemeja tipis berlapis jas yang tak cukup melindunginya dari dingin yang menusuk tulang. Clark tahu betul tubuh pria itu pasti sudah gemetar kedinginan.

"Berhenti! Kenapa kau melakukan ini semua?!"

"Aku mencintaimu."

Setelah sekian lama bungkam, kalimat itu meluncur pelan namun tegas dari bibir pucat Dante. Clark terpaku tak percaya.

Apa maksudnya? Bagaimana mungkin? Mereka tak pernah saling mengenal dengan baik, tak pernah berbicara layaknya suami istri, tak pernah dekat satu sama lain... bagaimana bisa ada perasaan sedalam itu tersimpan di hati pria yang selalu bersikap dingin padanya?

Dante mengelus cincin pernikahan mereka dengan penuh kasih, lalu perlahan mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. Mata Clark terbelalak ngeri. Isi hatinya berteriak menolak apa yang sedang ia lihat.

"Tidak! Apa yang kau lakukan?! Berhenti! Jangan lakukan kebodohan ini!" Clark meraung sekuat tenaga, berusaha mencegahnya meski tahu ia tak mampu menyentuhnya. "Jangan... kumohon jangan lakukan itu!"

DORR!!!

Suara tembakan membelah kesunyian malam yang dingin. Tubuh Dante merosot perlahan jatuh ke tanah, tepat di atas makam Clark. Darah segar memancur deras, persis di tempat yang sama di mana peluru dulu menembus tubuh Clark.

Clark jatuh terduduk, histeris tak mampu menerima kenyataan itu. Di hari peringatan kematiannya, Dante memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama persis seperti yang menimpa istrinya.

Air mata mengalir deras dari mata Clark. Ia mencoba merangkul tubuh yang mulai dingin itu, namun tangannya hanya menembus begitu saja.

"Tolong... siapapun itu, tolong aku! Dia masih bisa diselamatkan... kumohon selamatkan dia..." isaknya parau dalam keputusasaannya karna ia tahu bahwa tidak akan ada orang yang akan mendengar teriakkannya.

"Ya Tuhan... kenapa kau jadikan hidupku seperti ini? Kenapa kau biarkan dia mati karenaku?!"

Clark meronta dalam tangisnya melihat tubuh yang ia cintai perlahan tertutup salju putih, tak bergerak lagi.

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!