NovelToon NovelToon
The Alpha'S Secret Girl

The Alpha'S Secret Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:824
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

“Rangga Dewantara Aldebaran menguasai sekolah ini, tapi Keisha Zahra Aurellia menguasai jantungnya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bab 26: Mentari Pagi dan Janji yang Menguat

Fajar menyingsing perlahan di ufuk timur, mengusir sisa-sisa malam yang basah oleh rintik hujan. Semburat jingga keemasan memantul di kaca jendela kamar, membawa kehangatan yang merambat pelan ke dalam ruangan tempat Rangga dan Keisha tidur. Di atas ranjang berukuran sedang itu, Keisha perlahan membuka matanya. Rasa pusing dan ngilu di persendian yang semalam mendera tubuhnya kini telah jauh berkurang, menyisakan rasa nyaman berkat kompres air hangat dan dekapan penuh perhatian yang diberikan suaminya sepanjang malam.

Ia menoleh ke samping. Rangga tidak terlihat di atas tempat tidur, namun suara gemercik air dari kamar mandi menandakan pria itu sudah bangun lebih dulu. Tidak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Rangga yang keluar dengan mengenakan kaos oblong abu-abu muda dan celana training hitam, wajahnya terlihat segar meski sorot matanya menyiratkan kurang tidur karena semalaman berjaga.

Melihat Keisha sudah terbangun dan duduk bersandar di kepala ranjang, langkah kaki Rangga langsung bergegas mendekat. Ia menempelkan telapak tangannya di dahi sang istri dengan penuh kehati-hatian.

"Gimana perasaanmu pagi ini, Keish? Demamnya udah agak turun?" tanya Rangga langsung dengan nada suara yang sarat akan kekhawatiran.

Keisha tersenyum hangat, menepis pelan tangan Rangga lalu menggeleng perlahan. "Udah jauh lebih baik, Kak. Badannya udah nggak terlalu panas, kepala juga udah nggak pusing lagi. Berkat obat dan kompresan telaten dari suami siaga semalam."

Rangga menghela napas lega, bahunya yang tadinya tegang kini mengendur. Ia menarik kursi kecil di sebelah tempat tidur lalu duduk, menggenggam jemari tangan Keisha erat-erat. "Bikin jantungan aja semalam. Kalau tau badanmu drop gitu, dari kemarin-kemarin aku bakal larang kamu jalan sendirian ke pasar."

"Iya, Pak Direktur... ampun, bos galak," balas Keisha terkekeh pelan, meski suaranya masih sedikit parau. "Janji deh, habis ini bakal lebih jaga kesehatan dan nggak bakal bandel lagi."

"Bagus kalau sadar," ucap Rangga tersenyum tipis, lalu mencium punggung tangan istrinya lama-lama. "Hari ini kamu istirahat total di rumah ya. Nggak usah pusingin kuliah dulu, nanti aku yang urusin izin ke dosen pembimbingmu. Aku juga udah minta izin cuti setengah hari ke kantor buat nemenin kamu sampai siang."

Meskipun Keisha sempat ingin menolak karena merasa sudah cukup kuat, tatapan tegas bercampur sayang di mata Rangga membuat wanita itu mengangguk pasrah. Ia tahu, ketika Rangga sudah memutuskan sesuatu demi kebaikan orang yang dicintainya, tidak ada celah untuk membantah.

Pukul delapan pagi, aroma bubur ayam hangat mengepul di atas meja dapur. Rangga dengan telaten menyiapkan semangkuk bubur hangat yang dimasaknya sendiri sejak subuh tadi—hasil belajar kilat dari internet demi memastikan istrinya bisa makan makanan yang lembut dan bergizi.

Ia membawa mangkuk tersebut ke kamar, lalu membantu Keisha duduk bersandar dengan nyaman.

"Nih, dicoba dulu bubur buatan koki dadakan," kata Rangga sambil meniup pelan sesendok bubur hangat sebelum menyodorkannya ke hadapan bibir Keisha.

Keisha tersipu malu sekaligus terharu. "Kak Rangga repot-repot banget... aku kan bisa makan sendiri."

"Udah, nurut aja sama suami. Tinggal mangap, Nyonya Aldebaran," ledek Rangga dengan senyuman jail yang sukses membuat rona merah merona di pipi Keisha.

Dengan telaten, suapan demi suapan bubur itu berpindah ke mulut Keisha. Suasana kamar terasa begitu hangat, dipenuhi oleh tawa kecil dan percintaan sederhana yang jauh lebih berharga daripada kemewahan dunia luar. Di saat-saat seperti inilah Keisha menyadari betapa jauhnya transformasi pria di hadapannya itu—dari seorang ketua geng motor jalanan yang penuh luka dan amarah, kini menjelma menjadi sosok suami paling lembut, penyayang, dan dapat diandalkan di dunia.

Menjelang siang hari, ketika kondisi Keisha benar-benar sudah pulih dan tertidur kembali dengan nyenyak, Rangga memutuskan turun ke ruang tamu untuk merapikan beberapa berkas kantor yang sempat tertunda kemarin malam.

Di tengah kesibukannya memeriksa laporan di depan laptop, tiba-tiba suara dering ponsel di atas meja bergetar nyaring. Layar ponsel menampilkan nama Danendra Aldebaran—sang ayah.

Rangga langsung mengangkat panggilan tersebut. "Halo, Pa?"

"Rangga, bagaimana kabar Keisha? Kemarin asisten pribadi kantor sempat dengar dari salah satu kolega kalau istrimu sempat sakit demam di rumah," suara berat Danendra terdengar di seberang sambungan telepon, menyiratkan perhatian seorang ayah mertua yang tulus.

Rangga tersenyum tipis, merapikan duduknya. "Udah mendingan, Pa. Demamnya udah turun sejak tadi subuh, sekarang lagi istirahat di kamar."

"Baguslah kalau begitu," balas Danendra bernapas lega. "Kalau butuh bantuan dokter keluarga buat periksa ke rumah, bilang saja pada Papa, nanti Papa utus dokter pribadi kesana."

"Nggak usah repot-repot, Pa. Cuma demam kecapekan biasa, udah ditangani kok," jawab Rangga tenang.

Setelah berbincang sejenak mengenai perkembangan proyek mesin industri di kantor, sambungan telepon pun ditutup. Rangga kembali menatap layar laptopnya, namun pikirannya melayang sejenak ke masa lalu. Siapa sangka, hubungan keluarganya yang dulunya hancur berkeping-keping akibat ego dan kekerasan kini bisa berubah menjadi sehangat ini. Semua itu berkat kesabaran Keisha yang tidak pernah lelah menuntunnya kembali ke jalan yang benar.

Menjelang sore hari, ketika jarum jam menunjukkan pukul tiga sore, Keisha melangkah turun dari tangga dengan mengenakan pakaian rumah yang rapi. Wajahnya sudah terlihat jauh lebih segar, dan rona merah alami kembali menghiasi pipinya.

Rangga yang melihat istrinya berjalan turun langsung bergegas menghampiri, memegang kedua lengan Keisha posesif. "Eh, mau ke mana? Kenapa turun? Istirahat aja dulu di kamar kalau masih pusing."

Keisha tertawa kecil, melepaskan tangan suaminya lembut. "Kak... aku udah sehat, bukan orang lumpuh. Badanku udah enteng, bosen seharian cuma rebahan di kasur terus."

Melihat senyuman cerah dan gerak-gerik istrinya yang kembali lincah, Rangga akhirnya menghela napas menyerah. "Ya udah, tapi duduk di sofa ya. Jangan capek-capek dulu."

Mereka akhirnya menghabiskan waktu sore hari duduk berdampingan di sofa ruang tamu, menikmati secangkir teh hangat sambil menonton tayangan televisi ringan. Angin sore berhembus sepoi-sepoi melalui jendela kaca yang sedikit terbuka, membawa kedamaian yang menyelimuti seluruh sudut rumah mungil itu.

Keisha menyandarkan kepalanya nyaman di atas bahu bidang Rangga, sementara lengan kokoh sang suami merangkul pinggangnya erat-erat.

"Kak..." panggil Keisha lembut memecah keheningan.

"Hmm? Ada apa, Keish?" sahut Rangga menunduk, menatap rambut istrinya.

"Makasih ya... buat semuanya. Buat semalam, buat bubur bikinannya, buat perhatian yang nggak pernah ada habisnya," ucap Keisha tulus dengan suara bergetar lembut.

Rangga mengeratkan rangkulannya, mengecup puncak kepala istrinya penuh kasih sayang. "Harusnya aku yang bilang makasih, Keish. Karena kamu, aku tau artinya rumah. Karena kamu, aku bisa jadi pria seperti sekarang."

Di bawah langit sore kota yang perlahan berubah warna menjadi jingga temaram, dua insan itu duduk bersatu dalam dekap kehangatan. Ujian kecil berupa sakit demam kemarin bukanlah melemahkan, melainkan semakin mempererat akar cinta dan komitmen di antara mereka—sebuah janji suci untuk saling menjaga, mencintai, dan membersamai sampai akhir waktu.

1
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak tetap semangat berkarya ya kak jangan patah semangat oh ya kak aku punya novel baru yang berjudul cinta tiada ujungnya tolong mampir ya kak terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!