NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dobrak Pintunya

"Benar apa yang host katakan bisa-bisanya mereka tertipu hanya dengan kata-kata seperti itu, untung saja kita sudah berhasil lebih dulu menyelamatkan putra mahkota, kalau tidak aku sendiri pun tidak dapat membayangkan apa yang terjadi kedepannya host" ucap Coco yang langsung disetujui oleh putra mahkota di dalam hatinya lalu berpura-pura bangun dan menatap ke arah Elisa Su dengan cukup lama "Cantik sekali" ucapnya di dalam hati sembari masih terus menatap ke arah Elisa Su tanpa berkedip sekali pun.

"Ekhmm" deheman Elisa Su yang berhasil membuat pangeran mahkota pun tersadar "Terimakasih nona telah membantu saya hari, saya pasti akan membalas kebaikan nona" ucap pangeran mahkota sembari menundukkan kepalanya mendengar itu Elisa Su pun hanya menganggukkan kepalanya sembari memberi tanda kepada putra mahkota agar diam karena dia ingin ikut menyaksikan pertunjukan itu "Yang mulia ini tempatnya" ucap pelayan tersebut setelah sampai di depan sebuah paviliun dan terdengar suara desahan dari beberapa orang di dalamnya, mendengar itu semua yang datang ke paviliun itu pun kaget "Cepat dobrak saja pintunya aku mau lihat perbuatan hina apa yang dilakukan oleh anak nakal itu" ucap kaisar dengan suara yang kuat karena sedang berpura-pura marah, mendengar itu beberapa pengawal pun dengan segera maju mendobrak pintu itu dan terlihat ada tiga orang yang berada di dalam ruangan gelap itu "Cepat seret keluar semuanya" ucap kaisar kembali, mendengar itu ketiga orang itu pun dengan segera mengenakan pakaian seadanya sembari berlutut dihadapan kaisar tanpa memperhatikan siapa sebenarnya laki-laki yang bersama mereka, sedangkan laki-laki itu sendiri sengaja menutupi wajahnya karena merasa sangat takut setelah melihat ada begitu banyak orang ditempat itu.

"Yang mulia tolong maafkan hamba, hamba hanya dipaksa oleh pangeran mahkota" ucap kedau pelayan tersebut secara bersamaan mendengar itu Elisa Su pun tertawa di dalam hatinya "Hahaha, benar-benar sangat bodoh mereka saja belum melihat wajah laki-laki itu tapi langsung mengatakan jika laki-laki itu adalah pangeran mahkota" ucap Elisa Su sembari membawa turun pangeran mahkota dari atap paviliun "Pangeran mahkota selanjutnya silahkan anda selesaikan sendiri" ucap Elisa Su yang kemudian langsung pergi dari tempat itu dan segera melompat ke atap paviliun lainnya tanpa menanti jawaban dari pangeran mahkota, melihat itu pangeran mahkota pun hanya dapat menghela napasnya "Sayang sekali padahal aku masih ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersamanya" ucap pangeran mahkota tersebut di dalam hatinya sembari berjalan ke arah keramaian "Salam ayahanda, apa yang terjadi kenapa semua orang berada disini" ucap mahkota sembari menundukkan kepalanya, mendengar suara pangeran mahkota semua orang yang berada di tempat itu pun kembali terkejut terutama kedua pelayan yang tadi sempat mengatakan jika mereka dipaksa oleh pangeran mahkota, semua yang ada ditempat itu pun menatap ke arah pangeran mahkota dan laki-laki yang sedang menutup wajahnya tersebut secara bergantian seolah-olah mengatakan bukankah pangeran mahkota sedang berada disana, jika pangeran mahkota disini lalu siapa laki-laki itu "Pengawal cepat seret laki-laki itu kesini dan tarik penutup wajahnya aku ingin melihat siapa yang begitu berani merusak jamuan malam ini bahkan sampai nekat memfitnah pangeran mahkota" ucap kaisar dengan wajah dinginnya, mendengar itu dua pengawal pun berjalan ke arah laki-laki tersebut dan menarik penutup wajahnya "Ampun ampuni hamba yang mulia saya dijebak" ucap laki-laki tersebut sembari bersujud ke lantai dan membenturkan kepalanya berkali-kali.

"Seret mereka bertiga dan juga pelayan yang memberikan kabar ini, pukul tiga puluh kali lalu masukkan ke penjara, setelah tiga hari hukum mati semuanya" ucap kaisar yang langsung membuat keempat pelayan tersebut pun menggigil ketakutan bahkan keempatnya pun berteriak sangat kuat untuk meminta pengampunan saat diseret secara paksa oleh para pengawal.

Setelah kejadian tersebut selesai semua yang ada di tempat itu pun kembali mendengar ada suara desahan yang berasal dari paviliun lain yang tidak jauh dari tempat mereka berada saat itu, mendengar itu wajah kaisar pun menjadi merah karena marah dengan segera dia pun berjalan ke arah sumber suara yang diikuti oleh yang lainnya, semakin dekat mereka kearah sumber suara semakin kuat pula suara yang mereka dengar hingga membuat para wanita yang ikut menyaksikan pertunjukan itu pun tersipu malu sembari diam-diam menundukkan kepalanya "Pangeran, memang luar biasa sekali" ucap seorang wanita yang berhasil membuat semua orang yang berada disana pun, sangat terkejut namun setelah itu mereka pun dengan segera menenangkan diri mereka sendiri karena bisa saja seperti kejadian yang baru saja mereka alami tadi yang mana katanya putra mahkota yang berada di dalam namun kenyataannya hanya seorang pelayan "Kenapa suara wanita itu terdengar tidak asing bagiku" ucap perdana menteri kiri Hu di dalam hatinya sembari teringat suara putri kelimanya Sasa Hu.

"Tunggu apalagi segera dobrak pintunya dan seret mereka keluar, aku ingin melihat siapa lagi orang yang berani berbuat begitu lancang diistana ini" ucap kaisar dengan penuh amarah, mendengar itu beberapa pengawal pun segera mendobrak pintu tersebut hingga membuat kedua orang yang berada di dalam pun terkejut dan tanpa sadar segera menutupi tubuh mereka masing-masing dengan seprei dan selimut yang mereka lihat, "Ini dia pertunjukan utamanya hari ini, selamat menyaksikan" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari tersenyum miring, lalu dia pun menyaksikan bagaimana kedua orang yang berada di dalam ruangan itu pun diseret dengan paksa hingga tiba dihadapan kaisar "Kau" ucap kaisar dengan wajah terkejut juga di penuhi amarah yang semakin meluap sembari menunjuk ke arah pangeran ketiga, melihat siapa kedua orang tersebut semua orang yang ada disana pun sangat terkejut "Ternyata benar-benar seorang pangeran" ucap mereka di dalam hati masing-masing.

"Ayahanda ampuni saya, ini semua terjadi karena wanita ini menggoda saya" ucap pangeran ketiga sembari menunjuk ke arah Sasa Hu, mendengar itu Sasa Hu pun sangat terkejut karena tak menyangka jika pangeran ketiga akan menyalahkannya dengan segera dia pun bersujud "Ampuni saya kaisar, ini semua bukan hanya salah saya tapi juga salah pangeran ketiga bagaimana mungkin saya yang hanya seorang wanita muda dari keluarga bangsawan bisa memasuki paviliun yang ada diistana ini dengan leluasa tapa ada seseorang yang membawa saya" ucap Sasa Hu sembari membenturkan kepalanya kelantai seolah-olah dia sedang meminta pengampunan, melihat itu Elisa pun menggelengkan kepalanya tak percaya "Ck ck ck, benar-benar nona muda yang penuh perhitungan juga tipu muslihat, karena tau pangeran ketiga menyalahkannya maka dia pun tak segan-segan lagi untuk ikut menyeretnya jatuh bersamanya, paling buruknya keduanya akan mendapatkan hukuman pukulan beberapa puluh kali namun jika beruntung dia pun dapat menjadi istri dari pangeran ketiga" ucap Elisa Su sembari menatap keduanya dengan tatapan mencela, mendengar itu perdana menteri kiri Hu pun mengepalkan tangannya erat bahkan wajahnya pun sudah memerah "Dasar anak sialan berani-beraninya dia mempermalukan kediaman perdana menteri kiri, tunggu saja aku pasti akan membereskannya sekali dengan ibunya" ucap perdana menteri kiri Hu sembari menatap lekat kearah putri kelimanya itu.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!