Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
...Dua jam berlalu dalam keheningan yang mencekam. Perlahan-lahan, jemari tangan Ratri yang berada di dalam genggaman Devandra mulai bergerak. ...
...Kelopak matanya mengerjap pelan, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya lampu ruangan....
...Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya adalah wajah Devandra. ...
...Pria itu masih setia berlutut di samping amben, sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya yang hangat....
...Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, memori tentang ucapan Bibi Ningsih langsung menghantam dada Ratri. ...
...Napasnya kembali memburu di balik masker oksigen....
..."Dev... anak-anakku... di mana mereka, Dev...?" bisik Ratri dengan suara yang teramat serak. ...
...Air matanya langsung meleleh membasahi pipi. Ia menangis sesenggukan, merasakan kehampaan dan kerinduan yang luar biasa sebagai seorang ibu yang baru sadar telah kehilangan darah dagingnya sendiri selama belasan tahun....
...Melihat penderitaan putrinya, Bapak dan Ibu segera mendekat ke sisi tempat tidur. ...
...Ibu mengusap kepala Ratri dengan penuh kasih sayang. ...
..."Nduk... sing sabar, Nduk. Bapak lan Ibu bakal bantu kowe nggoleki anakmu sing asli. Kowe ora dewekan," ucap Bapak dengan suara yang bergetar namun penuh ketegasan seorang ayah. ...
...(Nak... yang sabar, Nak. Bapak dan Ibu akan membantumu mencari anakmu yang asli. Kamu tidak sendirian.)...
...Bibi Ningsih yang sejak tadi tidak beranjak dari lantai langsung merangkak maju. ...
...Ia meraih tangan Ratri yang bebas dan menciumnya berkali-kali sembari menumpahkan air mata penyesalan. ...
..."Nyuwun ngapunten ingkang kathah, Nduk... Maafkan Bibi, Nduk..." ...
...(Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Nak...)...
...Ratri yang berhati emas menggelengkan kepalanya pelan di tengah tangisnya. Ia menatap asisten rumah tangganya dengan pandangan sayu. ...
..."Bibi mboten salah... Bibi dipun ancam Mas Indra," bisik Ratri, menenangkan wanita tua itu karena ia tahu betul seberapa licik dan kejamnya mantan suaminya jika sudah mengancam orang lemah. ...
...(Bibi tidak salah... Bibi diancam Mas Indra.)...
...Melihat kondisi ruangan yang terlalu sempit dan sirkulasi udara yang kurang baik untuk pemulihan, Devandra memutuskan untuk memindahkan Ratri ke tempat yang lebih nyaman....
..."Ratri, kita pindah ke rumah Bapak dan Ibu ya, supaya kamu bisa istirahat lebih tenang," ucap Devandra lembut namun penuh perlindungan....
...Devandra meminta perawat untuk mengamankan sementara selang infus Ratri. ...
...Dengan gerakan yang sangat hati-hati dan penuh kasih sayang, Devandra kembali membopong tubuh rapuh Ratri ke dalam pelukannya. ...
...Ia membawa sang kapten berjalan keluar dari rumah Bibi Ningsih, melintasi jalan setapak, dan membawanya masuk ke dalam kamar masa kecil Ratri di rumah utama orang tuanya. ...
...Di ranjang yang lebih empuk dan nyaman itu, Devandra menidurkannya kembali, bertekad dalam hati untuk mengerahkan seluruh kekuasaannya demi menemukan anak kandung Ratri dan menghancurkan Indra sampai ke akar-akarnya....
...Di dalam kamar masa kecilnya yang bernuansa tenang, Ratri berbaring dengan tatapan kosong yang mengarah lurus ke langit-langit rumah. ...
...Air matanya terus mengalir tanpa suara, membasahi bantal rajut tua yang dulu sering menemaninya bermimpi menjadi seorang penerbang....
..."Aku seperti orang bodoh, Dev," bisik Ratri, suaranya terdengar begitu kosong dan patah. ...
..."Selama belasan tahun ini aku menghidupi anak-anak wanita lain dengan taruhan nyawaku di angkasa. Dan aku sendiri, bahkan tidak tahu di mana darah dagingku berada sekarang."...
...Ratri meremas seprai kasurnya, dadanya naik turun menahan spekulasi mengerikan yang mendadak berputar di kepalanya. ...
..."Apakah mereka hidup dengan bahagia? Atau mereka terlantar di jalanan? Dan... aku takut, Dev. Tasya dan Gabriel adalah anak kandung Indra dan Imelda. Bagaimana kalau anak-anakku yang asli... bagaimana kalau mereka juga dirawat bersama oleh mereka tanpa tahu status aslinya? Aku takut kalau mereka tumbuh bersama lalu menikah sedarah dan..."...
...Ratri tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Bayangan buruk itu membuat seluruh badannya bergetar hebat. ...
...Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "Dev, aku ibu yang buruk. Ibu macam apa yang tidak tahu kalau anaknya ditukar saat lahir?"...
...Melihat kehancuran mental wanita yang dicintainya, Devandra langsung duduk di tepi ranjang. ...
...Ia menarik kedua tangan Ratri dari wajahnya, menggenggamnya erat dengan kedua tangannya, lalu menatap manik mata Ratri dengan pandangan yang teramat dalam dan penuh penekanan....
..."Ratri, tenang dulu. Tatap aku," ucap Devandra dengan suara baritonnya yang menenangkan, mencoba mengalirkan kekuatan pada jiwa Ratri yang sedang terguncang....
...Devandra mengusap air mata di sudut mata Ratri dengan lembut. ...
..."Jangan pernah melabeli dirimu sebagai ibu yang buruk. Kamu adalah korban dari kekejaman manusia yang tidak punya hati. Semua kasih sayang, perhatian, dan fasilitas yang kamu berikan selama ini adalah bukti nyata bahwa kamu adalah ibu yang luar biasa hebat. Hanya saja, ketulusanmu telah dimanfaatkan oleh iblis."...
...Pria itu mendekatkan wajahnya, memastikan Ratri mendengar setiap kata yang diucapkannya dengan jelas. ...
..."Ada aku di sini, Ratri. Dan ada Ibu serta Bapak yang tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu tidak sendirian menghadapi badai ini."...
...Devandra menjeda kalimatnya sejenak, memberikan senyuman tipis yang menenangkan sebelum memberikan kepastian. ...
..."Mulai detik ini, aku akan mengerahkan seluruh jaringan dan orang-orang terbaikku untuk mencari si kembar. Aku akan melacak setiap rumah sakit bersalin belasan tahun lalu, mencari tahu ke mana Indra membawa bayimu pergi. Aku janji, kita akan menemukan mereka, hidup atau mati. Jadi, tolong kuatkan dirimu demi anak-anak kandungmu yang asli, Ratri."...
...Melihat Ratri yang mulai agak stabil setelah ditenangkan oleh Devandra, pintu kamar perlahan diketuk dari luar. ...
...Bibi Ningsih melangkah masuk dengan tangan yang gemetar. ...
...Di dadanya, ia mendekap erat sebuah kotak kayu tua yang tampak kusam. ...
...Kotak itulah yang selama belasan tahun ini ia simpan rapat-rapat, disembunyikan di tempat paling aman dari segala ancaman dan jangkauan Indra....
..."Mbak Ratri..." panggil Bibi Ningsih lirih. Ia duduk bersimpuh di sisi ranjang, lalu membuka kotak tersebut dengan hati-hati....
...Dari dalamnya, Bibi Ningsih mengeluarkan selembar kertas foto yang sudah agak menguning di bagian sudutnya. ...
..."Niki... niki satu-satunya foto bayi kembar sejati riyin ingkang saget kula foto dhelik-dhelik, sadurunge dipun beto kesah kaliyan Pak Indra," ucap Bibi Ningsih dengan suara serak, menyerahkan foto itu kepada Ratri. ...
...(Ini... ini satu-satunya foto bayi kembar sejati dulu yang bisa saya foto sembunyi-sembunyi, sebelum dibawa pergi oleh Pak Indra)....
...Ratri menerima foto itu dengan tangan yang bergetar hebat. ...
...Di sana, tampak dua bayi mungil yang sedang tertidur lelap berdampingan. ...
...Air mata Ratri kembali meluncur deras menetes di atas permukaan foto tersebut....
..."Cobi dipun pirsani walikipun, Mbak..." bisik Bibi Ningsih lagi. ...
...(Coba dilihat baliknya, Mbak...)...
...Ratri membalik foto tua itu. Di sana terdapat catatan kecil dengan tulisan tangan Bibi Ningsih yang sudah agak memudar. ...
...Namun, yang paling mengejutkan dan membuat jantung Ratri berdegup kencang adalah konfirmasi fisik yang tertulis di sana: kedua bayi kembar itu memiliki tanda lahir unik yang identik—berbentuk seperti kupu-kupu kecil. ...
...Satu bayi memilikinya di pergelangan tangan kanan, dan kembarannya di pergelangan tangan kiri....
...Ratri langsung menangis tersedu-sedu, mendekap foto itu erat-erat di dadanya. Ingatannya berputar pada malam kelam belasan tahun lalu. ...
...Saat melahirkan si kembar, Ratri mengalami pendarahan hebat hingga tak sadarkan diri berhari-hari dalam kondisi kritis. ...
...Ia bahkan belum sempat melihat wajah mereka secara jelas, apalagi memberikan nama untuk kedua darah dagingnya....
...Rupanya, kelengahan dan kondisi kritis itulah yang dimanfaatkan dengan sangat keji oleh Indra. ...
...Pria itu menukar bayi kembar asli Ratri dengan Tasya dan Gabriel—anak kandungnya sendiri hasil hubungan gelap dengan Imelda yang lahir di waktu yang hampir bersamaan—lalu membuang si kembar entah ke mana....
...Devandra yang ikut melihat foto dan catatan tersebut langsung menajamkan pandangannya. ...
...Ibu jari tangannya bergerak mengusap pundak Ratri, sementara otaknya langsung bekerja cepat....
..."Tanda lahir berbentuk kupu-kupu di pergelangan tangan..." gumam Devandra, mencatat petunjuk emas itu di dalam kepalanya. ...
...Ia menatap Ratri dengan tatapan yang kini dipenuhi keyakinan baru. ...
..."Ratri, dengar aku. Ini petunjuk yang sangat besar. Dengan adanya foto ini dan tanda lahir yang begitu spesifik, pencarian kita tidak akan buta lagi. Si kembar telah memberikan tanda pada tubuh mereka agar kita bisa menemukan mereka."...
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒