NovelToon NovelToon
Dihianati Setelah 20 Tahun

Dihianati Setelah 20 Tahun

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: husna_az

Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.

Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Pagi-pagi sekali ketenangan di rumah Kenanga kembali terus. Kali ini bukan karena kedatangan Azka, tapi kedatangan mantan menantu. Siapa lagi kalau bukan Bima, laki-laki yang sudah berkhianat. Entah kenapa para pria itu tidak membiarkan kehidupan putrinya tenang dan damai. Padahal hubungan mereka semua sudah berakhir.

"Biar Mama saja yang menemuinya. Kamu di dalam rumah saja," ujar Salma saat pembantu memberi tahu kedatangan Bima.

"Jangan, Ma! Nanti malah ribut. Ini masih pagi, takutnya nanti mengundang perhatian banyak orang. Biar aku saja yang menemuinya. Bima juga tidak akan menyerah sebelum bicara denganku. Aku yakin kalau ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganku," sahut Kenanga.

"Kamu yakin?"

"Iya, Ma. Lanjutkan saja sarapannya."

Kenanga pun keluar untuk menemui mantan suaminya. Entah jam berapa Bima pergi ke sini, kenapa sampai di sini pagi-pagi sekali padahal perjalanan juga cukup jauh. Jika dilihat dari sifatnya, pasti ini berhubungan dengan saham. Tidak mungkin tentang status mereka yang baru disandang. Bagi Bima pasti status itu sudah tidak penting lagi.

Begitu sampai di teras rumah, Kenanga melihat Bima yang sudah duduk di sana. Kenanga pun juga ikut duduk di kursi yang telah terhalang sebuah meja.

"Ada apa, Mas Bima datang ke sini? Apa ada sesuatu yang penting sampai mengganggu waktu sarapan orang lain?" tanya Kenanga sarkas.

"Aku ingin bertanya mengenai permintaanku waktu itu."

"Permintaan yang mana?"

"Mengenai saham milikku yang diambil Papa Halim."

Kenanga tertawa dan berkata, "Saham milikku? Tidak salah? Bukankah sebelumnya sudah aku bilang aku tidak akan pernah menyetujui apa yang kamu katakan. Kalau kamu ingin saham itu kembali, kembalikan uang-uang Papa yang sudah diberikan padamu. Papa mendapatkan uang itu juga bukan cuma-cuma. Beliau bekerja keras dengan berbagai pekerjaan yang dijalaninya."

"Tapi saat itu papamu sendiri yang memberikan uang itu padaku, kenapa jadi sekarang papa minta saham?"

"Kamu sendiri yang menjanjikannya itu. Semuanya terjadi juga karena kamu telah menghianatiku. Harga itu juga tidak seberapa dibandingkan dengan pemberian papa selama ini, jadi kamu tidak usah terlalu berdrama seolah kamu di sini yang banyak kehilangan."

"Aku bukan berdrama. Aku memang benar-benar kehilangan sahamku. Apalagi saham yang diambil papa juga tidak main-main. Bagaimana jika nanti perusahaan bangkrut?"

"Bangkrut? Itu tidak mungkin! Kamu bukan takut perusahaan bangkrut, tapi kamu takut jika posisimu saat ini digantikan oleh orang lain yang memiliki saham lebih tinggi daripada kamu. Iya 'kan?"

Bima terdiam karena memang benar kenyataannya seperti itu. Sejak beberapa hari yang lalu, Bima khawatir jika para pemegang saham mengetahui sahamnya sudah diambil alih orang lain, pasti mereka akan menuntut untuk pergantian pemimpin.

Apalagi sejak perusahaan dipegangnya, sama sekali tidak ada kemajuan, hanya berjalan di tempat. Jika ada kemajuan juga tidak seberapa, tidak seperti dulu saat perusahaan dipegang oleh kakeknya. Memegang kendali atas perusahaan memang tidak mudah. Bisa tetap bertahan saja Bima sudah bersyukur sekali.

"Kamu jangan bicara sembarangan! Perusahaan baik-baik saja dan posisiku akan sama, tidak akan berubah sama sekali."

"Kamu bisa membohongi orang lain, tapi tidak denganku. Kita sudah hidup selama dua puluh tahun dan aku sangat mengenal bagaimana sifat kamu. Percuma kamu membohongiku."

Bima tidak berkata apa-apa lagi. Namun, Bima merasa tersakiti oleh kata-kata Kenanga. Seperti apa pun yang terjadi Halim tidak akan mengembalikan saham yang diambilnya. Halim harus berpikir sesuatu bagaimana caranya untuk mengambil kembali saham tersebut.

"Sebaiknya kamu segera pergi dari sini. Apa pun yang terjadi. Papa tidak akan pernah mengembalikan saham itu karena itu sudah menjadi hak milik papa, setelah apa yang sudah dia berikan padamu," ujar Kenanga seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh mantan suaminya.

Bima mendengus kemudian berdiri dan berkata, "Kali ini aku pergi, tapi lain kali aku akan datang lagi untuk mengambil saham itu."

Pria itu segera beranjak di sana. Dia harus memikirkan cara bagaimana untuk mengambil saham tersebut. Apa pun caranya akan dilakukannya demi masa depan keluarganya.

Kenanga menatap kepergian mantan suaminya dengan menghela napas panjang. Ternyata apa yang dipikirkan papanya benar. Sebaiknya saham itu segera dijual agar Bima tidak lagi mengganggu ketenangan hidupnya, tapi pada siapa saham itu dijual.

Kenanga memang mengenal beberapa pemilik saham di perusahaan Bima karena dia juga selalu hadir saat ada acara penting di perusahaan. Namun, dirinya tidak tahu nomor mereka. Saat bertemu dulu juga hanya sebatas saling menyapa saja, tidak pernah mengobrol panjang lebar, bahkan dengan para istri mereka. Kenanga jadi menyesali sikapnya dulu. Andai dirinya bersosialisasi dengan mereka, pasti mudah untuk menghubungi salah satunya.

Kenanga masuk ke dalam rumah dan bergabung dengan kedua orang tuanya di meja makan.

"Dia sudah pergi?" tanya Salma.

"Sudah, Ma." Kenanga beralih menatap sang papa dan bertanya, "Papa sudah menemukan pembeli saham yang papa dapatkan?"

"Belum. Memangnya kenapa?" tanya Halim balik.

"Sebaiknya Papa segera menjual saham itu agar kehidupan kita lebih tenang. Aku tidak mau lagi berurusan dengannya."

"Iya, Mama juga setuju. Sebaiknya Papa segera menjualnya," sela Salma.

"Papa sudah menghubungi pengacara yang di kota. Dia yang akan mengurus semuanya. Papa juga sudah menyerahkan surat kuasa padanya. Mudah-mudahan saja secepatnya ada kabar tentang penjualan itu."

"Mudah-mudahan saja secepatnya."

"Menjual saham juga tidak mudah, banyak prosedur yang harus dilewati, tapi kamu tenang saja. Papa juga tidak akan mempersulit pembeli jika sudah ada yang tertarik. Papa juga tidak terlalu peduli berapa harganya, asal saham itu sudah terjual, sudah cukup bagi Papa. Bagus jika setelah penjualan saham itu Bima jadi terpuruk karena kehilangan jabatannya. Selama ini itu 'kan yang dia bangga-banggakan, bahkan sampai mantan istrinya ingin kembali dengannya. Padahal pria itu sudah tidak memiliki apa-apa. Hanya dengan saham kecil yang dia miliki, itu tidak seberapa. sudahlah, Pa, tidak usah membahas mereka. Yang penting Papa harus segera menjual saham itu."

"Iya, Papa mengerti. Setelah ini Papa akan menghubungi pengacara kembali untuk menanyakan perkembangan penjualan saham itu."

Kenanga mengaggukkan kepala. Hidupnya tidak akan bisa tenang sebelum sesuatu yang berhubungan dengan Bima lepas sepenuhnya. Padahal Kenanga datang ke tempat kelahirannya ini untuk menenangkan pikiran, tapi kenapa masalah datang silih berganti. Apakah mungkin dirinya harus pergi ke tempat lain yang lebih tenang, tempat yang tidak akan bisa berhubungan dengan orang-orang dari masa lalunya?

Kalau dirinya pergi pasti orang tuanya tidak akan bisa tenang. mereka pasti akan terus kepikiran tentang kehidupannya di sana nanti. Kenanga jadi dilema harus bagaimana.

1
Kembarr Kembaarr
heran hari gini rasa empati terhadap sesama sdh mati. hati nurani pun mati antar sesama. hari gini gitu looo.....
Kembarr Kembaarr
yg ngasih obat itu berarti alycia. dasar wnita murahan hati nurani dah mati itu
Kembarr Kembaarr
menurun dr mama nya yg sangat2 mrk banggakn. kehidupannya bebas dn liar. tak terkendali. jg hukum karma untuk bpknta yg tdk mau anak dr kenanga
Kembarr Kembaarr
kenapa bima hrs menutupi keadaan nya yg sdh bangkrut. davina itu kalau disuruh sprt kenanga gak mungkin bisa. dr bibitnya saja sdh kelihatan
Kembarr Kembaarr
davina cuman di begoin temanya saja. dasar otak kosong
Kembarr Kembaarr
shrsnya anak di usia 22thn lebh itu sdh dewasa dn bisa menekn egonya. yg msh labil dn agak suah di kendalikn itu anak usia 17san thn.
Kembarr Kembaarr
davina itu ternyata bodoh. bknnya jd baik dn buktikn pd kenanga bahwa dia bisa hidup dngn baiktanpanya tp mlh sebaliknya
Kembarr Kembaarr
davina itu ternyata bodoh. bknnya jd baik dn buktikn pd kenanga bahwa dia bisa hidup dngn baiktanpanya tp mlh sebaliknya
Chrissy
Cerita yg bagus
Niza Neza
aneh yaa dimana2 orang yg sdh memiliki cucu psati akan senang dn sangat sayang. tp heran dngn ortu bima. gak ada perhatin2nya. seolah keluarga nya tdk terhubung sama sex
Niza Neza
itu balasan untuk bapak dn anak yg tdk tau diri dn tdk tau bertrima kasih pd orang yg sdh menemani dn mengurusinya dr bayi
Sayekti 0519
ceritanya sangat bagus
Sayekti 0519
udah sah cerai, waktunya tenangkan pikiran.keluar negeri kyknya bagus
Kale
siapakah DIA??,, apa jodohnya yg tertunda?
Kale
harus tegas dn kuat ya kenanga,,jng lembek,,ingat ,,20 thn mengabdi jdi istri setia,jadi ibu sambung yg mencurahkn sgla kasih syng,,semua untuk kluarga,tp penghianatan yg kmu dptkn
Kale
waaoow,,,20 thn sdh berbohong trntang pernikahan ,,pintar banget bima dn kluarganya menutupi,,menyimpan bangkai serapat apapun,akan tercium jga bau busuknya,,ayo kenanga,hempaskn kluarga toxic itu,,kmu kuat.
awal cerita bagus thor,,jng dibuat lemah tokoh utamanya ya thor
Suk Ma
jangan balik ke masa lalu kenanga
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 , jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 , mampir ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Umi Fitriani
greget dehhh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!