NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:360.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

💔

💔

💔

💔

💔

Waktu pulang pun tiba...

Demir seperti biasa dijemput oleh supir dan pengasuhnya, sedangkan Gilsya duduk sendirian di pos satpam karena menunggu Oma Tasya yang belum datang.

Livia pun keluar dari ruangan guru dan hendak menghentikan taksi tapi Livia melihat kalau salah satu muridnya sedang duduk ditemani satpam.

"Gilsya, kamu belum pulang?"

"Belum Bu, Oma Gilsya belum sampai."

"Oh kamu dijemput sama Oma kamu, pasti Mama dan Papa kamu sibuk kerja ya sampai-sampai tidak bisa jemput kamu?"

"Gilsya sudah ga punya Mami, Bu."

Livia tersentak dengan jawaban Gilsya, Livia pun duduk disamping Gilsya.

"Ga punya Mami?"

"Iya...kata Papi, Mami Gilsya sudah bahagia diatas sana," sahut Gilsya.

"Ya Alloh, jadi Mami Gilsya sudah meninggal?"

"Iya Bu."

Livia langsung memeluk anak cantik itu dan mengusap punggungnya dengan penuh kasih sayang.

"Kasihan sekali kamu, Nak."

"Gilsya...."

Livia melepaskan pelukannya. "Oma...."

"Maaf sayang Oma telat jemputnya soalnya barusan jalanan macet banget," seru Oma Tasya.

"Iya tidak apa-apa Oma, Gilsya juga ditemani Bu Livia kok."

"Maaf, apa anda guru baru disini? soalnya saya baru melihat anda?"

"Iya Bu, kenalkan nama saya Livia saya guru baru Gilsya."

Livia mengulurkan tangannya kepada Oma Tasya dan Oma Tasya membalas uluran tangan Livia dengan ramahnya.

"Oh...saya Omanya Gilsya. Sayang, ayo kita pulang di rumah sudah ada Mami Nasya loh."

"Asyiiikkk...ayo buruan Oma, Gilsya sudah rindu sama Mami Nasya."

Gilsya pun menarik tangan Oma Tasya dengan tidak sabaran.

"Bu Livia, Gilsya pulang dulu!" teriak Gilsya.

"Iya, hati-hati ya."

Gilsya dan Oma Tasya pun segera masuk ke dalam mobil kemudian segera meninggalkan sekolah, sedangkan Livia cepat-cepat menghentikan taksi.

Saat ini Livia tinggal disebuah kontrakan, Livia lebih memilih tinggal dikontrakan daripada kembali ke Panti karena Livia sudah tidak mau menyusahkan Bu Lastri apalagi sekarang penghuninya sudah bertambah lagi jadi tidak mungkin Livia tinggal di Panti.

Sementara itu...

Demir sampai disebuah rumah megah dan mewah, Demir segera berlari ke dalam rumah tanpa menghiraukan siapapun yang ada disana.

"Demir, kamu kebiasaan kalau pulang sekolah langsung main pergi saja tidak pernah menyapa Nenek dan Kakek, sungguh tidak punya sopan santun," ketus Nenek Noni.

"Sudahlah Ma, Demir kan masih kecil jangan selalu bersikap keras kepada Demir," sahut Kakek Mukhlis.

Demir yang hendak naik ke kamarnya langsung menghentikan langkahnya, anak gembul itu seakan benci kepada Kakek dan Neneknya.

"Tidak bisa seperti itu Pa, dia seperti yang tidak diajari tata krama saja persis seperti Mamanya."

Demir langsung berlari menuju kamarnya dengan deraian airmata, anak sekecil itu harus mendapatkan tekanan dari sana-sini tanpa memikirkan perasaannya.

Sesampainya dikamar, Demir langsung mengacak-ngacak tempat tidurnya.

"Demir benci sama Mama, Demir benci sama Nenek dan Kakek, pokoknya Demir benci kalian semua!" teriak Demir dengan terus menangis.

Nenek Noni yang mendengar teriakan Demir langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Demir dan disusul oleh Kakek Mukhlis.

"Astaga, dasar anak nakal tidak tahu diri!" bentak Nenek Noni dengan menjewer telinga Demir.

"Mama hentikan, jangan seperti ini kasihan Demir!" bentak Kakek Mukhlis.

"Papa tidak lihat apa kelakuan anak ini kalau dibiarkan semakin menjadi-jadi, Mama heran kenapa sifatnya menurun kepada Monica dibandingkan kepada Damar."

Kakek Mukhlis menarik Demir kedalam dekapannya.

"Mama boleh saja membenci Monica tapi Mama tidak boleh melampiaskan kebencian Mama kepada Demir, Demir tidak salah apa-apa."

Nenek Noni akhirnya keluar dari kamar Demir dengan emosi yang memuncak.

"Demir sayang, sekarang Demir ganti baju ya setelah itu makan. Mbak, tolong bawa makanan untuk Demir."

"Baik Tuan."

Pengasuh Demir pun segera mengambilkan makanan untuk Demir, sedangkan Kakek Mukhlis memilih keluar dan menyusul istrinya itu ke kamar.

"Mama itu kenapa sih? selalu bersikap kasar kepada Demir? bukannya dulu Mama yang ngebet banget ingin Damar menikah dengan Monica? karena Monica mampu memberikan cucu untuk Mama dibandingkan Livia, tapi kenapa sekarang Mama justru membenci Demir?" seru Kakek Mukhlis.

"Awalnya Mama memang senang Damar menikah dengan Monica tapi setelah Monica meninggalkan Damar dan Demir dengan tidak tahu dirinya, Mama jadi sangat membenci Monica bahkan setiap kali melihat wajah Demir, Mama selalu ingat wajah Monica dan itu membuat Mama emosi."

"Iya, tapi Mama tidak berhak melampiaskan kemarahan Mama kepada Demir dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa."

Nenek Noni terlihat termenung, benar apa yang dikatakan suaminya kalau dia tidak sepantasnya melampiaskan kemarahannya kepada Demir. Nenek Noni menerawang jauh mengingat kejadia 5 tahun lalu disaat semuanya berawal.

5 tahun lalu, Nenek Noni sangat terkejut mendengar Livia menggugat cerai Damar dan ia lebih terkejut mendengar apa alasan Livia memutuskan untuk menggugat cerai Damar. Tapi setelah itu, Nenek Noni sangat bahagia karena mendengar Monica hamil hal yang tidak bisa Livia berikan kepadanya.

Monica dan Damar akhirnya menikah, tapi Damar merasa sangat terpaksa. Damar sama sekali tidak mau menikah dengan Monica tapi karena desakan kedua orang tuanya dan juga tuntutan kedua orang tua Monica, akhirnya dengan terpaksa Damar menyetujui menikahi Monica.

Selama menikah, Damar sama sekali tidak mau menyentuh Monica bahkan Damar sering tidur di kantor demi menghindari Monica. Hingga sampai melahirkan pun, Damar tidak mau menemani Monica dan itu membuat Monica yang awalnya sangat mencintai Damar berubah menjadi sangat membenci Damar.

Hingga pada akhirnya, Monica memutuskan untuk meninggalkan anaknya dengan Damar dan Monica dibawa pergi oleh kedua orang tuanya ke luar negeri dan sampai sekarang Monica bagaikan hilang ditelan bumi tidak ada kabar sama sekali bahkan dia tidak tahu seperti apa wajah anaknya itu.

***

Malam pun tiba...

Damar baru saja pulang dari kantor, seperti biasa Damar akan melihat ke kamar anaknya terlebih dahulu dan ternyata Demir sudah tertidur karena waktu memang sudah menunjukan pukul 21.00 malam.

Damar mengusap kepala Demir, kemudian mencium kening Demir.

"Maafkan Papa sayang, Papa selalu sibuk," gumam Damar.

Damar pun perlahan meninggalkan kamar Demir dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Damar membuka laci dan mengambil sebuah foto yang selalu dia lihat saat pulang dari kantor.

"Livia, dimana kamu sekarang? bagaimana keadaanmu sekarang, apa kamu hidup dengan baik? maafkan aku sudah melukai hatimu, aku berharap aku masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu denganmu, aku sangat merindukanmu Livia," gumam Damar.

Damar merasa sangat bersalah, ia terus saja memikirkan Livia bahkan saat Monica pergi dan menghilang pun tidak ada perasaan sedih justru Damar sangat bersyukur akhirnya Monica memilih pergi dari hidupnya karena selama ini memang itu tujuan Damar.

Berbeda dengan Damar, Gibran pun yang baru pulang kantor langsung menuju rumah mertuanya karena Gilsya memang masih ada disana.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Gilsya mana Mom?"

"Gilsya sudah tidur dikamarnya Nasya."

"Nasya? dia pulang?"

"Iya, dia pulang tadi siang. Lebih baik kalian menginap saja disini, sudah malam lagipula sepertinya Gilsya juga sudah tidur," sahut Oma Tasya.

"Baiklah Gibran akan menginap disini, tapi Gibran akan memindahkan Gilsya karena Gibran ga bisa tidur kalau tidak sama Gilsya."

"Ya sudah, kamu ke kamar Nasya saja sepertinya dia belum tidur."

"Oke..Gibran ke atas dulu Mom."

Gibran pun langsung menuju kamar Nasya yang berada tepat disamping kamar Alsya.

Tok...tok..tok..

Tidak lama kemudian, Nasya pun membuka pintunya.

"Kak Gibran."

"Mana Gilsya?" tanyanya dingin.

"Gilsya sudah tidur, Kak."

Tanpa permisi, Gibran pun masuk ke kamar Nasya membuat Nasya terkejut. Gibran langsung menuju ranjang dan hendak mengangkat tubuh mungil Gilsya.

"Kakak mau bawa Gilsya kemana? kasihan Kak, biarkan dia tidur disini saja."

Gibran menatap tajam kearah Nasya. "Stop perhatian kepada Gilsya, aku tidak mau sampai Gilsya menganggapmu sebagai Maminya karena sampai kapan pun Mami Gilsya hanyalah Alsya dan itu tidak akan pernah berubah," seru Gibran dingin.

Gibran pun mengangkat tubuh Gilsya dan mulai melangkahkan kakinya.

"Apa salah aku perhatian kepada keponakanku sendiri? kenapa Kakak sangat membenciku? apa salahku?" tanya Nasya yang langsung menghentikan langkah Gibran.

"Aku tidak melarang kamu perhatian kepada Gilsya, tapi yang aku ga suka kamu memberikan perhatian yang sangat berlebihan bahkan kamu tidak menolak saat Gilsya memanggilmu dengan sebutan Mami. Asalan kamu tahu, aku tidak suka Gilsya memanggil Mami kepada orang selain Alsya jadi mulai sekarang bersikaplah sewajarnya antara Tante kepada keponakannya jangan berlebihan," sahut Gibran tanpa melihat kearah Nasya.

Gibran pun akhirnya keluar dari kamar Nasya, tanpa terasa Nasya meneteskan airmatanya ucapan Gibran sungguh sangat menyakitkan hatinya. Tapi itulah Gibran, semenjak istrinya meninggal Gibran berubah menjadi pribadi yang dingin dan kadang-kadang ucapannya pun sangat menyakitkan.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!