Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!
Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.
Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi Sinta
Dalam tidurnya Sinta begitu gelisah, dia menggeleng kan kepalanya, dengan keringat dingin yang terus membasahi wajah cantik nya.
“Aaaagghh.....tidakkkkk aaagghh.”
Tangan nya menggapai-gapai seperti ingin mengambil dan menarik sesuatu yang terlepas, tiba-tiba Sinta terbangun langsung terduduk dari tidurnya, nafasnya yang memburu sedangkan pikiran nya mulai tidak karuan lagi.
“Ceklek... pintu kamar Sinta dibuka dari luar, nampak ini ibu masuk berjalan mendekati nya, dan duduk disamping Sinta yang terlihat masih berusaha mengumpulkan kesadarannya dari mimpi buruk barusan.
“Kamu kenapa nak?”
“Sinta habis Mimpi buruk Bu.” Jawabku sambil mengusap keringat yang membasahi tubuh dan pipiku, perlahan aku usap dan tersenyum melirik ibu, menyembunyikan kegelisahan bahkan pikiran ku sekarang tidak lepas dari mas Dani.
“Ooo...cuma mimpi, ibu pikir kamu kenapa-napa. Ya sudah minum dulu nak.” Ibu mengambil air putih yang terletak di atas meja kecil yang terdapat disudut ruangan kamar, samping tempat tidurku.
Mimpi buruk barusan, membuat ku hampiri menghabiskan satu gelas air putih, sedangkan detak jantung ku yang semula masih berpacu perlahan-lahan mulai mereda dan kembali normal. seiring dengan mulutku yang terus beristighfar, menyebut kalimat-kalimat ilahi.
“Sinta, kamu tidur lagi ya nak. Jangan Kepikiran mimpi buruk. Makanya sebelum tidur berdoa dulu nak, pasti kamu lupa ya.”
“Iya Bu, mungkin karena kecapekan sehabis perjalanan jauh, Sinta langsung tidur aja, dan lupa berdoa.”
“Ya, sudah. Ibu balik ke kamar dulu ya nak.”
Sinta tersenyum membalas perkataan ibu, yang kembali beranjak dari kamar putrinya itu, setelah ibu menutup pintu kamar perlahan, kembali Sinta merebahkan tubuhnya, tapi tidak bisa memejamkan mata sedikit pun, mimpi buruk yang barusan, kembali melintas dipikiran wanita cantik ini.
"Dalam mimpiku, Aku melihat mas Dani diseberang sungai. aku ingin menyebrang tapi sungai yang memiliki arus cukup kencang dan deras itu malah menghanyutkan barang-barang kesayangan ku, termasuk gaun dan perhiasan mahal pemberian mas Dani.
Aku berteriak-tetiak meminta tolong, agar ada seseorang yang mampu untuk menyelamatkan barang-barang kesayangan ku tersebut, namun tidak satupun yang mendengar teriakan ku, termasuk mas Dani yang terlihat malah mengabaikan ku, hingga akhirnya aku hanya bisa pasrah dan menangis sambil melihat barang-barang kesayangan ku hanyut terbawa arus tersebu, hingga menghilang jauh."
“Ya Allah, pertanda apakah mimpi ku ini. sebaiknya aku sholat malam, dan berdoa agar pikiran ku tenang kembali.” Aku berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat malam, berusaha menyingkirkan pikiran burukku.
Ditengah-tengah kegelapan malam, menjelang pagi aku habiskan untuk berzikir dan memohon pada Allah agar aku dan keluargaku selalu dilindungi.
***
Pagi-pagi sekali aku keluar kamar, ku lihat yang duduk di kursi goyang sambil menyaksikan berita televisi, kesehatan bapak semakin membaik. mungkin juga setelah kepulanganku ini, benar kata orang, kedua orang tuaku sangat merindukan kepulanganku, mengingat akhir-akhir ini aku sangat sibuk ikut membantu salah satu perusahaan mas Dani, sehingga aku jarang mempunyai Waktu untuk menjenguk kedua orang tua dikampung.
"Pagi bapak, bagaimana kesehatan bapak sekarang.”
“Sudah agak mendingan Sinta, mungkin bapak kemaren sakit karena merindukan mu. Makanya jika ada waktu sempetin ya untuk jenguk bapak dan ibu pulang.”
“Iya bapak, maafkan Sinta. Insya Allah untuk kedepannya Sinta akan usahain untuk sering pulang bersama mas Dani.”
“Baguslah nak, tapi bapak punya satu keinginan.”
“Apa pa?”
“ Sinta, berhentilah untuk bekerja, dan fokuslah pada urusan rumahtangga mu, agar kalian bisa mendapatkan seorang penerus, agar rumahtanggamu terasa semakin lengkap, nak.”
“Iya, nanti Sinta akan bicarakan hal ini dengan mas Dani lagi. Sinta juga ingin mencoba dan berusaha lagi untuk tetap dirumah dan fokus kembali seperti dulu pada keluarga, seperti pesan bapak dan ibu.”
apa nti ada season 2 kah ??
Lanjuut tor,, semangaatt..