NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Ketenangan di Dalam Badai

​Tiga hari berlalu di dalam aula bawah tanah Kota Tua tanpa ada gangguan dari dunia luar. Di bawah lindungan Formasi Pengubah Dimensi kuno, tempat ini menjadi satu-satunya oase kedamaian di tengah Jakarta yang perlahan mulai tenggelam dalam kekacauan global.

​Di sudut aula, suara deru napas yang berat dan ritmis terdengar berulang-ulang. Dani berdiri di tengah ruangan dengan tubuh bertelanjang dada, kulitnya memancarkan pendaran warna tembaga redup yang samar. Setiap kali ia mengepalkan tinju dan melancarkan pukulan ke udara, otot-otot di lengan dan punggungnya berkedut dengan kepadatan yang tidak biasa.

​BUM!

​Pukulan terakhir Dani menciptakan letupan udara kecil. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskan sisa uap panas dari mulutnya. Setetes cairan hitam encer—impuritas terakhir dari tubuh fananya—keluar bersama keringatnya.

​"Gua berhasil, Ka!" seru Dani dengan wajah gembira, menatap telapak tangannya yang kini terasa jauh lebih tebal dan kokoh. "Gua bisa ngerasain energi itu sekarang mengalir di sepanjang otot gua. Kulit gua kalau dipukul pakai pipa besi kayaknya gak bakal memar lagi!"

​Arkana yang sedang duduk bersila di atas altar batu membuka matanya, memberikan anggukan apresiasi. "Selamat, Dan. Lo resmi masuk ke Body Tempering Tingkat Satu. Teknik Sembilan Perunggu itu fokus pada pertahanan fisik luar. Di tingkat ini, struktur tulang dan otot lo sudah setara dengan atlet profesional yang dilatih belasan tahun, plus bonus perlindungan dari benturan fisik."

​Di sisi lain altar, Lisa juga perlahan mengakhiri meditasinya. Di sekeliling tubuh gadis remaja itu, helai-helai aura hijau sejuk berputar lambat sebelum akhirnya terserap kembali ke dalam dadanya. Wajah Lisa tampak semakin jernih, dan tatapan matanya memancarkan kedewasaan yang melampaui usianya. Bakat elemen kayu murninya membuat proses konsolidasi energinya berjalan tanpa hambatan sedikit pun.

​"Bagaimana kondisi lo, Lis?" tanya Arkana.

​"Nyaman banget, Kak Arka," jawab Lisa sambil tersenyum. "Energi di dalam tubuhku sudah gak liar lagi. Malah rasanya sejuk, kayak ada aliran air pegunungan yang selalu muter di dalam dada."

​Arkana tersenyum tipis. Selama tiga hari ini, ia tidak hanya membimbing Dani dan Lisa. Dirinya sendiri telah sepenuhnya menstabilkan fondasi di ranah Spirit Gathering Tingkat Dua. Dengan bantuan Batu Qi murni peninggalan kakeknya, cairan energi di dalam Dantian-nya kini berputar dengan sangat masif dan patuh.

​Namun, yang paling berharga adalah teknik baru yang berhasil dipelajari Arkana dari Jade Slip (Bilah Giok Memori) peninggalan kakeknya: Teknik Kamuflase Napas Kaisar.

​Sesuai dengan peringatan mendiang kakeknya untuk tetap berada di bawah bayang-bayang, teknik ini memungkinkan Arkana untuk memanipulasi fluktuasi energinya sendiri. Di bawah pengaruh teknik ini, alat pemindai teknologi secanggih apa pun atau pandangan batin dari kultivator tingkat tinggi hanya akan melihat Arkana sebagai manusia fana biasa yang memiliki tingkat adaptasi spiritual rendah (sekitar lima hingga tujuh persen), sama sekali tidak menonjol.

​"Dengan teknik ini, aku bisa kembali beraktivitas di permukaan tanpa perlu khawatir memicu alarm radar militer Biro Keamanan," batin Arkana, menyentuh Cincin Kaisar Abadi di jarinya.

​"Dan, coba lo cek jaringan siber di permukaan. Gua mau tahu situasi Jakarta sekarang," perintah Arkana, melangkah turun dari altar.

​Dani langsung bersemangat. Di era modern ini, memisahkan seorang ahli IT dari jaringan data selama tiga hari adalah siksaan tersendiri. Ia segera berjalan menuju sudut ruangan tempat ia meletakkan tas ransel taktisnya, mengeluarkan sebuah komputer jinjing siber (cyber-rig) holografik yang sudah dimodifikasi dengan enkripsi frekuensi radio gelombang pendek.

​Meskipun aula bawah tanah ini mengisolasi seluruh sinyal, kakek Arkana ternyata telah memasang sebuah kabel serat optik fisik kuno yang terhubung langsung ke salah satu tiang rel pemancar bawah tanah milik kementerian komunikasi di luar terowongan. Jalur fisik kuno ini tidak terdeteksi oleh sistem keamanan kecerdasan buatan (AI) modern yang hanya berfokus pada enkripsi nirkabel.

​Dani menghubungkan perangkatnya ke terminal kabel tersebut. Dalam hitungan detik, proyeksi layar holografik biru muda menyembur ke udara, menampilkan ribuan baris data, berita utama, dan rekaman video dari permukaan.

​Begitu data terunduh, wajah Dani yang semula ceria seketika berubah menjadi sangat tegang.

​"Ka... lo harus lihat ini. Jakarta bener-bener berdarah," ucap Dani, suaranya bergetar samar.

​Arkana mendekat, matanya menyapu berita-berita utama yang terpampang di layar holografik:

​[BERITA UTAMA] KEMENTERIAN PERTAHANAN MENGUMUMKAN DARURAT MILITER SKALA SATU DI JABODETABEK.

Seluruh warga yang memiliki hasil skrining adaptasi partikel E-01 di atas 10% diwajibkan mendaftarkan diri ke posko Biro Keamanan Khusus dalam waktu 24 jam. Mereka yang menolak akan dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.

​[FORUM FANA] REKAMAN PERTEMPURAN DI MONAS KEMARIN MALAM.

Sebuah video amatir memperlihatkan pasukan elit militer di bawah komando Mayor Jenderal Aditia Pramono terlibat kontak senjata besar-besaran melawan sekelompok orang berpakaian zirah tradisional. Ledakan energi berwarna merah dan biru menghancurkan beberapa fasilitas siber di sekitar area cagar budaya.

Dani menggeser layar, menampilkan sebuah dokumen internal milik Biro Keamanan Khusus yang berhasil ia retas melalui celah enkripsi tingkat rendah.

"Mereka menyebut orang-orang berjubah hitam atau zirah tradisional itu sebagai Faksi Unregistered (Faksi Tak Terdaftar)," jelas Dani, jarinya menunjuk ke sebuah bagan analisis. "Pemerintah frustrasi karena faksi-faksi kuno ini bergerak sangat agresif menculik anak-anak berbakat tinggi. Tapi yang lebih gila... lihat ini, Ka."

Dani memperbesar sebuah gambar profil pencarian prioritas tinggi milik militer. Gambar itu adalah tangkapan layar buram dari kamera pengintai di distrik Puri Indah tiga malam lalu. Di dalam foto tersebut, tampak sesosok pemuda bertudung hitam sedang melayangkan pukulan perak yang menghancurkan seorang pemimpin berjubah hitam.

Di bawah foto tersebut tertera label merah tebal: TARGET KODE: SILVER FLASH. BASIS KEKUATAN: TIDAK DIKETAHUI. STATUS: SANGAT BERBAHAYA.

"Mereka lagi nyari lo, Ka," bisik Dani, menatap sahabatnya dengan cemas. "Biro Keamanan Khusus maupun Klan Gagak Hitam... keduanya sama-sama mengeluarkan perintah buat memburu 'Silver Flash' di seluruh area Jakarta Barat dan Kota Tua."

Arkana menatap gambar dirinya di layar holografik dengan pandangan yang sangat tenang, seolah-olah subjek yang sedang diburu itu adalah orang lain. Sudut bibirnya sedikit terangkat, membentuk senyuman dingin.

"Biarkan saja mereka mencari bayangan," ucap Arkana datar. "Dengan Teknik Kamuflase Napas yang baru gua kuasai, bahkan kalau gua berjalan tepat di depan Aditia Pramono sekarang, dia gak bakal pernah tahu kalau gua adalah orang yang mereka cari."

Arkana berbalik, menatap ke arah pintu besi kuno aula yang tertutup. "Kita gak bisa terus-menerus mengisolasi diri di sini tanpa sumber daya luar. Batu Qi peninggalan kakek gua jumlahnya terbatas. Untuk menerobos ke ranah berikutnya, gua butuh bahan-bahan herbal spiritual atau Beast Core yang lebih tinggi kualitasnya."

"Tapi Ka, kalau lo keluar sekarang, situasinya lagi ketat banget," sela Dani.

"Gua keluar bukan sebagai Silver Flash, Dan. Gua bakal keluar sebagai Arkana Wijaya, mahasiswa tingkat akhir teknik informatika yang sedang panik mencari pasokan logistik karena darurat militer," jawab Arkana dengan kilatan jenius di matanya. "Gua butuh lo buat memantau pergerakan radar militer dari sini. Gua bakal pergi ke pasar gelap siber di Glodok. Berdasarkan memori dari bilah giok kakek gua, di bawah pasar teknologi Glodok, ada sebuah tempat pertukaran rahasia yang biasa digunakan oleh para praktisi kultivator independen untuk bertransaksi secara sembunyi-sembunyi."

Dani menelan ludah, namun melihat keteguhan di mata Arkana, ia tahu tidak ada gunanya berdebat. "Oke. Gua bakal stand by di depan layar rig ini 24 jam. Kalau ada pergerakan drone militer yang mendekati rute lo, gua bakal langsung kirim sinyal ping darurat ke ponsel siber lo."

Arkana mengangguk. Ia berjalan menuju ranselnya, mengenakan jaket hoodie hitamnya kembali. Kali ini, ia mengaktifkan Teknik Kamuflase Napas Kaisar. Seketika itu juga, aura agung dan tekanan spiritual yang semula memancar dari tubuh Arkana lenyap tanpa bekas, menyusut drastis hingga ia tampak persis seperti pemuda fana biasa yang lemah dan tidak memiliki daya ancam sedikit pun.

"Lisa, jaga tempat ini dari dalam. Jangan buka pintu kecuali gua atau Dani yang minta," ucap Arkana kepada gadis remaja itu.

"Hati-hati, Kak Arka," jawab Lisa penuh rasa percaya.

Dengan satu sentakan kaki yang ringan, Arkana melangkah keluar dari aula kuno, menembus kembali terowongan kolonial yang gelap, siap menyusup ke dalam pusaran badai Jakarta yang sedang mendidih di permukaan. Perburuan sumber daya dan informasi di era baru yang kejam ini telah resmi dimulai.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!