NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Tua Menyebalkan!

Suara pintu yang tertutup rapat menjadi penanda bahwa pembicaraan intens di dalam sana telah usai. Keith melangkah keluar dari kamar Lucian dengan langkah tegap, namun ada sesuatu yang berbeda dari tatapannya seolah beban yang tadi ia bawa sedikit melonggar, meski raut wajahnya tetap sedingin es.

​Begitu ia berbalik, ia menemukan Jeslyn berdiri bersandar di dinding koridor, tak jauh dari pintu kamar Lucian. Wanita itu tampak lebih tenang dari sebelumnya, meski sisa-sisa kesedihan masih terlihat jelas di balik mata cokelatnya yang berkaca-kaca.

​Keith menatapnya datar. "Sudah puas, Jeslyn?"

​Jeslyn terdiam sejenak, lalu perlahan mengangguk. Sebuah senyuman manis, tulus, dan penuh kelegaan terukir di bibirnya.

"Sudah. Sangat puas, Keith."

​"Kenapa? Kamu merasa menang karena berhasil memaksaku masuk ke sana?" sahut Keith dengan nada datar yang sulit ditebak.

​"Bukan soal menang atau kalah," jawab Jeslyn tenang.

"Itu adalah hal yang bagus. Kamu akhirnya membuang egomu. Kamu membuang jauh-jauh tembok yang kamu bangun sendiri. Percayalah, tidak ada yang lebih menyesakkan daripada sebuah penyesalan yang terlambat datang. Kamu baru saja menyelamatkan hatimu sendiri, dan tentu saja, hati Lucian."

​Keith terdiam. Kata-kata itu terdengar sangat sederhana, namun baginya, itu adalah kebenaran yang selama ini enggan ia akui. Ia menatap Jeslyn lekat-lekat, mencoba mencari celah untuk membantah, namun ia tak menemukannya.

​"Aku pergi," ucap Keith singkat, berniat mengakhiri percakapan yang mulai membuatnya merasa rentan.

​Baru saja Keith membalikkan badan, sebuah tangan mungil namun kuat menahan pergelangan tangannya. Keith membeku. Ia menunduk, menatap jemari Jeslyn yang melingkar di lengannya. Pria itu tidak segera menepisnya, malah ada jeda panjang di mana ia hanya memandangi sentuhan itu dengan tatapan tajam dan penuh kebingungan.

"​Tunggu dulu... kenapa aku membiarkannya?" batin Keith. Biasanya, berada dalam satu ruangan dengan Jeslyn saja sudah membuatnya merasa risih dan ingin segera pergi, apalagi dengan sentuhan fisik seperti ini. Namun sekarang, ia justru merasa asing dengan tubuhnya sendiri yang memilih untuk tetap diam dan membiarkan sentuhan itu.

​"Apa lagi?" suara Keith terdengar parau, namun masih menyimpan otoritas yang kaku.

​Jeslyn tidak melepaskan tangannya. Ia justru menatap wajah Keith dengan sorot mata yang penuh perhatian, seolah-olah ia baru saja melihat seseorang yang sangat lapar.

"Kamu sudah makan?"

​Keith mengernyitkan dahi. "Apa urusannya denganmu?"

​"Tentu saja urusanku!" seru Jeslyn, sisi bar-barnya kembali muncul.

"Aku istrimu, meski kamu mungkin sering lupa! Kamu sibuk bekerja sampai tengah malam, pulang dengan wajah lelah, dan aku yakin kamu bahkan belum menyentuh makanan sejak tadi siang, kan?"

​Keith menatap Jeslyn dengan tatapan tajam yang seolah ingin menusuk, namun Jeslyn tidak gentar sedikit pun.

​"Kalau kamu belum makan," lanjut Jeslyn dengan nada yang mulai terdengar sedikit memaksa.

"aku bisa turun ke bawah sekarang dan memasakkan sesuatu untukmu. Aku jamin itu jauh lebih sehat daripada camilan sisa di kantormu yang tidak bergizi itu."

​Keith menatap jemari Jeslyn yang masih menempel di lengannya dengan tatapan yang sangat tajam, seolah sedang memperingatkan wanita itu untuk segera melepaskannya. Namun, jauh di lubuk hatinya, perhatian yang terasa begitu natural ini justru menghantam pertahanan dirinya yang paling dalam.

​Tiba-tiba, Keith menyentak tangannya dengan kasar, melepaskan cengkeraman Jeslyn.

"Aku tidak butuh bantuanmu, Jeslyn. Jangan merasa kamu bisa mengatur hidupku hanya karena kamu berhasil membujukku bicara dengan Lucian."

​Jeslyn terkesiap saat tangannya dihempaskan begitu saja. "Ih, dasar pria tua menyebalkan! Ya sudah, terserah! Mati saja kelaparan di ruang kerjamu sana! Aku juga tidak sudi masak kalau kamu memang keras kepala seperti batu!"

​Jeslyn langsung berbalik dan mulai mengomel panjang lebar, mengeluarkan segala macam makian yang membuat koridor mansion itu menjadi sangat berisik.

"Sudah dibaikin malah jadi sok jual mahal! Pria aneh! Tua, kaku, dingin, dan benar-benar tidak tahu diuntung!"

​Keith yang baru saja melangkah menjauh, mendengar setiap umpatan Jeslyn yang bergema di sepanjang koridor. Langkah kakinya sempat terhenti sebentar.

​Anehnya, alih-alih merasa marah atau tersinggung oleh makian kasar itu, sebuah senyum tipis hampir tak kasat mata muncul di sudut bibir Keith. Ia tidak berbalik, tidak menanggapi, namun dadanya terasa sedikit lebih ringan mendengar ocehan Jeslyn yang selalu saja bisa membuatnya merasa... hidup.

​Keith terus melangkah menuju ruang kerjanya, meninggalkan Jeslyn yang masih berdiri di sana dengan wajah memerah karena kesal. Malam itu, di koridor mansion yang dingin, sesuatu di antara mereka telah bergeser. Keith mungkin belum bisa mengubah sifatnya secara instan, namun malam ini ia telah belajar bahwa ada satu orang yang tidak akan membiarkannya pergi begitu saja, dan entah kenapa, hal itu tidak lagi terasa mengganggu seperti dulu.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!