Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Mimpi buruk
Vera menoleh kepada sang suami yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, setelah mendengar ucapan Susanto tadi maka mereka tidak melanjutkan makan malam dan Matteo memutuskan untuk menginap di hotel karena dia tidak ingin bertemu lagi untuk sementara waktu dengan pria tersebut, akibat rasa sakit hati dan menganggap ucapan adik ipar Dia sangat tidak sopan.
Meski dulu Mateo memang seorang gigolo namun tetap saja bila masa lalu itu diungkit dia merasa tidak terima, Karena sekarang dia telah berubah menjadi pria yang jauh lebih baik dan membangun rumah tangga bersama dengan Vera, sebab mereka juga telah menjaga keharmonisan rumah tangga ini tanpa ada pertengkaran yang mengarah ke sana.
Vera saja sama sekali tidak mengungkit Bagaimana kejadian itu kepada Matteo, karena dia telah menerima masa lalu dari sang suami dan tidak pernah membicarakan hal itu lagi karena menurut Vera yang lebih penting sekarang Mateo telah berubah menjadi pria yang lebih baik dan tidak akan kembali ke dunia hitam.
Sebab Vera dulu juga menyadari bahwa dirinya bukan gadis baik ketika sedang merantau di kota sehingga dia tidak mau menghujat orang lain, sebenarnya bila sama-sama menyadari bahwa mereka bukan manusia baik maka itu jauh lebih beruntung lagi sehingga tidak akan ada masalah yang akan terjadi dalam hidup mereka.
'' Susanto itu pasti menyimpan sesuatu dan aku bertekad akan mengungkap apa yang telah dia lakukan!'' Matteo berkata dengan penuh rasa geram.
''Sayang, sudah tidak usah diungkit lagi karena itu juga tidak akan ada guna!'' Vera tidak ingin bila mereka terus bertengkar.
''Kamu Bayangkan saja bila tadi dia berbicara seperti itu di depan orang banyak!'' kesal Matteo.
''Dia memang kurang bisa menjaga ucapan seperti itu sehingga tidak menyadari omongan sangat menyakiti hati orang lain!'' Vera juga menyadari hal yang sama.
''Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres dalam diri Susanto itu.'' ujar Mateo dengan sangat yakin.
''Kenapa?'' Vera menoleh kepada sang suami.
Matteo menelan ludah dengan susah payah karena dia tidak ingin mengatakan hal itu terlebih dahulu kepada Vera, Sebab dia merasa tidak enak dan juga masih belum yakin dengan apa yang telah dia lihat kala itu sehingga material memutuskan untuk menyimpan dulu semua rahasia tersebut.
''Sayang!'' Vera kembali menyentuh tangan sang suami karena Matteo malah diam saja.
''Ada Kenzo di belakang jadi aku tidak enak mengatakan.'' Mateo tidak ingin mengatakan sekarang.
''Ya sudah kalau memang begitu karena kita juga belum yakin apa yang terjadi pada keluarga Dina.'' Vera berkata pelan karena sesungguhnya dia juga merasa ada yang tidak beres.
''Kamu juga merasakan hal yang sama terhadap rumah itu kan?'' Matteo menoleh karena dia ingin memastikan terlebih dahulu.
''Iya, suasana yang sama seperti ketika dulu aku baru pertama kali datang ke desa.'' ujar veera dengan sangat lirih sekali.
''Apa ya.'' Matteo berkata pelan karena dia tidak tahu.
Vera menghelai nafas panjang Karena dia juga tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasi masalah yang ada, dia berusaha untuk tetap berpikir positif, namun yang jelas dia memang merasakan ada yang berbeda dengan rumah itu sehingga ada sedikit rasa tidak nyaman dan dia berusaha untuk terus mengabaikan hal tersebut karena tidak enak dengan Dina.
...****************...
''Eeeghh.'' Dina melenguh pelan ketika terbangun dari tidur pulasnya malam.
Tes.
Tes.
Baru saja dia membuka mata dan ternyata malah ada sesuatu yang menetes dari bagian atas sehingga wanita tersebut merasakan ada yang tidak beres, berusaha keras dia membuka mata ini agar bisa melihat dengan jelas karena sejak tadi pandangan dia masih buram seperti terhalang oleh sesuatu.
''Hah!'' Dina tersentak bukan main ketika di atas tubuh dia hadir seorang iblis dengan wajah hancur berantakan.
''Kau menghancurkan aku seperti itu namun sekarang kau malah menganut hal yang sama!'' iblis berwajah hancur seolah sangat marah kepada Dina.
''Eeghhh!'' Dina berusaha untuk membangunkan Susanto yang ada di sebelah dia.
Namun Susanto sama sekali tidak menyadari hal itu karena dia tengah tertidur pulas dan memang selama ini Dina kerap mengalami mimpi buruk semenjak kematian Parto di desa sana, oleh sebab itu dia memutuskan untuk pindah ke kota ini agar semua kenangan bisa hilang begitu saja dari dalam ingatan.
Tapi nasib memang sama sekali tidak ada yang tahu karena sekarang Dina harus berurusan dengan iblis juga akibat Susanto telah menganut pesugihan yang dia sendiri tidak paham itu jenis apa, Padahal selama ini dia telah berusaha keras untuk menghindari ini semua namun kembali lagi bahwa Takdir memang sama sekali tidak ada yang mengetahui.
''Kau menghakimi aku seperti itu tapi sekarang kau menikmati hasil dari pesugihan itu sendiri.'' arwah Parto terlihat sangat marah kepada Dina.
''A.. ayah.'' Dina mengetahui kalau ini adalah arwah dari Parto itu sendiri.
''Kau akan berakhir seperti diriku, Nikmati saja sekarang yang ada dan kau akan menyesal nanti.'' Parto menyeringai sehingga darah kian menetes deras dari mulut dia.
Hueeeeeek.
''Aaaaghhh!'' Dina menjerit antara jijik dan juga takut karena darah beserta dengan kotoran berwarna hitam mengenai tubuh serta wajahnya.
Kalau sudah seperti ini maka Dina akan tegang tidak karuan karena yang dia alami itu sebenarnya seperti mimpi namun Dina sendiri merasakan seperti hal yang sangat nyata, itu tidak pernah dia ceritakan kepada siapapun karena menurut Dina ini adalah kesalahan dirinya sendiri karena dulu tidak berani membantah Vera Untuk menghentikan Apa yang dia lakukan.
Parto seolah menyalahkan mereka bertiga Karena telah mengungkap pesugihan yang mereka anut selama ini, Dina juga agak menyesal ketika dia telah tumbuh dewasa dan mengetahui bahwa ekonomi begitu sulit sehingga dalam hati dirinya membenarkan bahwa Parto yang nekat itu karena dia tidak sanggup hidup miskin seperti itu, terlebih ketika dia dan sang suami telah terlilit hutang ratusan juta.
''Ya tuhan!'' Dina tersentak bangun dan mengusap wajah dia yang terasa begitu dingin sekali.
''Kenapa harus aku yang mengalami teror seperti ini? Vera terlihat biasa saja dan dia menjalani hidup begitu damai, Lalu kenapa aku harus mendapat teror dari ayah!'' Dina rasanya ingin menjerit karena tidak terima dengan nasib yang telah dia alami.
Padahal dari awal Ini semua adalah salah Dina sendiri karena ketika pesugihan itu telah terungkap maka Sebenarnya dia adalah anak yang paling tidak rela, berat rasanya melepaskan harta yang begitu banyak sehingga dirinya merasa ingin terus menguasai harta itu, sementara anak yang lain merelakan dengan lapang dada.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author Novita Jungkook ya.
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍