NovelToon NovelToon
Duren Sawit

Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adisty Rere

DUREN SAWIT (duda keren sarang duwit)


Menceritakan seorang duda yang mati-matian mengejar cinta seorang remaja delapan belas tahun yang bernama Rianti. Gadis sederhana yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang sang istri.

Hayu kepoin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisty Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bronis (Revisi)

Rianti dan Shinta sudah tiba di depan toko tempat mereka bekerja. Hari ini penampilan Rianti sedikit berbeda. Ia menggunakan atribut yang tidak pernah ia gunakan sebelumnya.

Terlihat bandana simpul twist elastis ala Korea berwarna merah muda menghiasi rambut pendeknya. Sedangkan di kaki, ia menggunakan high heels yang berwarna senada dengan bandana yang ada di kepala.

Shinta heran dengan perubahan penampilan dari sahabatnya itu. Karena Rianti yang selama ini bersamanya bukanlah tipe orang yang mementingkan penampilan. Ia akan memilih menghilang dan bersembunyi dari pada menjadi pusat perhatian khalayak ramai.

Kesambet apa yah ni anak? Kok bikin aku takut, sih. Gak biasanya seperti ini? Tanya gak ya? Tapi, ntar kalo aku tanya dia tersinggung gimana?

Shinta berpikir sejanak. "Ri, kamu kenapa? Gak biasanya dandan kaya gini," tanya Shinta keheranan.

"Bukannya aku gak suka. Malah aku seneng banget, kamu jadi makin cantik. Tapi kamu kelihatan gak nyaman pake high heels," terang Shinta lagi.

Menggeleng seraya mengukir senyuman. Rianti berucap penuh keyakinan. "Gak kok, aku cuma pengen coba aja, udah lama gak pake heels. Lagian, kemaren aku baca di Google, katanya dengan menggunakan high heels bisa meningkatkan kepercayaan diri kita. Makanya aku coba."

"Lagian kamu aja bisa pake heels, masa aku gak," tutur Rianti seraya tertawa kecil hingga nampaklah gigi putihnya yang tersusun rapi.

Shinta hanya diam dan mengangguk pelan.

Tapi tetap saja ia merasa khawatir melihat Rianti yang kurang stabil dalam melangkah.

"Tapi kamu tetap hati-hati, ya. Make heels itu gak mudah lho," ujar Shinta sambil menggandeng lengan Rianti.

Di dalam toko sudah ada karyawan yang lainnya. Mereka sedang melakukan tugas sebelum toko di buka, seperti membersihkan debu, menyapu, dan menyusun barang-barang agar terlihat rapi.

Tiba-tiba pintu terbuka, dan masuklah seorang remaja yang mengenakan seragam putih abu-abu menghampiri Rianti yang sedang sibuk dengan aktivitasnya. "Hai, apa kabar?"

Rianti melongo sesaat. Mencoba mengingat siapa gerangan orang yang ada di hadapannya. "K-kamu yang kemaren?" Menggeram, Rianti menegepalkan tangan. Ternyata orang yang ada di hadapannya sekarang adalah orang yang mempermalukannya kemarin sore. Remaja labil yang mengungkapkan cinta di depan orang ramai.

"Iya, itu aku." Tersenyum, murid yang bertag nama Davin Setiawan itu meraih tangan Rianti. "Kamu cantik banget hari ini. Sengaja dandan demi aku, ya." Berucap lirih, kemudian mencium punggung tangan Rianti.

Merinding, Rianti langsung menarik tangannya. Mendapat godaan receh itu mendadak darah Rianti mendesir.

Ngapain sih manusia aneh ini ke sini. Bikin kesel aja. Menyebalkan! Rutuk Rianti dalam hatinya.

"Gak tuh," ucap Rianti singkat, menggosok kuat meja kasirnya dengan kain lap. Ia begitu tidak senang akan kehadiran Davin hingga membayangkan meja adalah wajahnya Davin yang bisa ia sikat dengan kekuatan penuh.

"Ayolah ... terima perasaanku, ya?" kata Davin dengan tatapan penuh harap. Ia pengang paksa kembali tangan Rianti yang sedang memegang kain lap dan menciumnya lagi dengan lembut.

Menarik tangan, Rianti memutar malas bola matanya. "Aku gak mau, kamu bukan tipeku!" tolak Rianti secara blak-blakan.

"Masak sih, coba kamu lihat baik-baik, tidakkah kamu merasakan aura ketampananku ini yang sudah mencapai angkasa. Dan juga, banyak yang bilang aku ini mirip Stevan William, lho," ucapnya penuh kebanggaan. "Aku janji, deh. Aku akan bikin kamu bahagia. Aku hanya akan setia kepadamu seorang. Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku yang masih murni ini," imbuhnya lagi, menatap wajah Rianti tanpa berkedip.

"Alamaakkk, meleleh hati adek, Baaaang," celetuk Shinta sambil cekikikan di meja kasirnya. Hatinya serasa digelitik setelah mendengar rayuan tak bermutu dari mulut Davin. Dan tentu saja direspon dengan lirikan tajam dari Davi dan Rianti.

"Jadi gimana? Terima aku, yah." pinta Davin lagi.

Dasar gila!!! Terbuat dari apakah makhluk yang menyebalkan ini?"

"Gak bisa! Aku udah punya pacar!" jawab Rianti dengan suara naik satu oktaf.

Rianti berharap kebohongan kecilnya itu menghentikan tingkah konyol Davin dan segera pergi dari hadapannya.

"Ya, ga apa-apa kalo kamu punya pacar, aku juga udah punya pacar," ucap Davin asal.

Ya Tuhaaaan. *Bo*lehkan kucekik salah satu makhluk astral ciptaanMu ini? Ingin rasanya ku bejek-bejek, ku injek-injek lalu kubuang ke lautan. Rianti kembali mengumpat dalam hati. Ia kesal dan bingung bagaimana caranya mengusir Davin. Bahkan kebohongannya saja, tidak mempan.

Memandang Shinta yang ada di sampingnya. Rianti begitu berharap Shinta mau bekerja sama. Tapi sayang, yang dimintai tolong malah sengaja membuang wajah ke sembarang arah.

Perlu kepastian. Davin yang melihat rona kesal dari wajah sang calon pacar kembali melayangkan pertanyaan. "Jadi gimana? Kita udah mulai pacaran, kan?" Memencet-mencet kalkulator yang tersedia di atas meja. Davin makin membuat Rianti makin geram.

"Enggak!"

Tidak berapa lama Haikal pun tiba.

"Ada apa ini?" tanya Haikal yang kebingungan akan kehadiran Davin, adik sepupunya sendiri.

Sementara Davin, menjadi salah tingkah di depan sang abang. Ia merasa seakan telah kepergok mencuri mangga milik tetangga sebelah. "Gak apa-apa, Bang. Cuma mampir aja," jawabnya sambil memaksakan senyum. Ia pun pergi tanpa bisa meyakinkan Rianti.

Menggelang heran, Haikan rapikan kemejanya yang sedikit berantakan. Tak terlalu memikirkan Davin yang memang selalu membuat ulah. "Ya sudah. Kalian lanjut lagi kerjanya," ucap Haikal, melemparkan senyuman pada Rianti dan juga Shinta. Tapi sayang, Shinta membalas senyuman dan pandangannya dengan tatapan yang tidak biasa. Ada sedikit perubahan dari tatapan dan raut wajah Shinta kepada dirinya.

"Kenapa dengan anak itu? Biasa senyumnya sangat manis, senyuman yang begitu menggoda. Ah, andai saja aku belum menikah, sudah pasti dia yang kujadikan istri," ucap Haikal lirih. Ia pun berlalu menuju ruang kerjanya.

Setelah Haikal pergi, Shinta pun mulai berjalan menuju meja kasir Rianti.

"cie ... cie ... sepertinya gak lama lagi bakalan ada yang melepas status jomblo, nih," goda Shinta sambil menahan tawa.

"Kalo kamu mau, kamu aja yang ambil," sahut Rianti dengan nada sedikit tinggi. Ia masih marah karena tadi Shinta sama sekali tidak mau menolongnya.

***

Pukul satu siang.

"Ri, kamu di panggil pak Haikal. Disuruh keruangannya sekarang," ucap Kelly yang baru turun dari lantai dua gedung.

Rianti yang mendengar perintah itu hanya mengangguk paham, kemudian beranjak dari meja kasirnya menuju ke ruangan kerja si bos yang ada di lantai dua gedung.

Rianti mengetuk pintu ruangan kerja Haikal.

"Masuk!"

Melangkah dengan hati-hati, Rianti berjalan mendekati Haikal yang duduk di balik meja. "Ada apa, Pak?" tanya, gugup.

"Kamu dan Shinta sudah enam bulan kerja di sini. Apa kalian berdua gak mau ambil cuti?" tanya Haikal tanpa memandang Rianti. Matanya masih tertuju pada laptop yang ada di hadapannya.

"Iya Pak, kami berdua memang ingin mengajukan cuti," jawab Rianti cepat.

Mengangguk, Haikal hentikan pekerjaannya. Menatap Rianti yang sedang meremas-remas jemarinya sendiri. "Ok, kapan kalian akan ambil cuti?"

"Sabtu, Pak," jawab Rianti.

"Baiklah, kalau hari sabtu kalian cuti, berarti hari selasa kalian masuk kerja kembali."

Mengangguk senang, ada jejak kebahagiaan di wajah Rianti. "Iya Pak, kalau begitu saya pamit." Memutar tumit hendak melangkah pergi. Namun langkah terhenti saat Haikal memanggil namanya sebelum sempat keluar dari sana. "Kenapa, Pak?"

"Tunggu sebentar, bisa kamu antar cat ini kepada Pak Edo?" tanya Haikal sambil memberikan ember kecil yang ada di tangannya.

Pak Edo adalah pemilik toko bangunan yang ada di seberang jalan.

1
Muna Dziroh
ahhh mas Ardi gombal biar ntar malem bisa belah duren🤭🤭
Heryta Herman
si ardi sakit mental...kasihan rianti hanya di jadikan wanita bayangan stela..
Qaisaa Nazarudin
Ckk BAIK apanya thor..gak sesuai dengan ekspetasi aku..akhir dr Shinta mau pun Rianti..🙇🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk gak rela banget aku Shinta dapat barang bekas,teh celup,apapun alesannya..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok jadi pahlawan utk menarik perhatian sinta,Sinta juga pasti gampang banget luluhnya
,Heran aku..Gitu aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Shin..jangan mau lagi terjebak dgn TEH CELUP,BARANG BEKAS tuh(VENO)..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Halu mu thor,terlampau berlebihan..
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA SAJA SHINTA MENJADIKAN APA YG TLAH BERLAKU KEPADA RIANTI SEBAGAI PENGAJARAN,MENDING MENJAUHI VENO JANGAN LAGI PERNAH BERHUBUNGAN DGN ORANG2 KAYA,MEREKA MELAKUKAN APAPUN SEENAKNYA,YG PENTING MEREKA BAHAGIA..
Qaisaa Nazarudin
Mahendra kamu juga bersenkokol dgn anak mu,membohongi Rianti..Tgu aja setelah besan kamu dtg..
Qaisaa Nazarudin
Mending Rianti Amnesia kekal,biar dia tdk bisa mengingat lagi kehidupannya yg penuh luka,kasian banget Rianti..Pasti Amnesia karena jatoh tangga kan..
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL..DARI AWAL RENCANA MU MENJEBAK RIANTI AKU UDAH KU BILANG,KAMU GBAKAN PERNAH BAHAGIA,KALO NIAT MU DARI AWAL AJA UDAH SALAH,MENJADIKAN RIANTI PELAMPIASAN MU, KARENA DIA MIRIP STELLA..NAH SEKARANG BENAR KAN...
Qaisaa Nazarudin
Rianti udah sekarat tuh jatoh dari tangga,Sial banget nasib Rianti setelah menikah dgn mu..
Qaisaa Nazarudin
Kabur aja lah,ngapain madih di situ ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pikiran kita sama Shin..CINTA BOLEH,BODOH JANGAN..BUCIN BOLEH TAPI PAKE OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Ckk sekarang aja kek gini,Ntar saat di pujuk2 Oleh ortu dan Ardi sendiri malah dgn gampangnya kamu maafin,Biasanya alur novel kan kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Rianti keguguran,KARMA untuk Ardi..Dengan apa yg tlah Rianti lalui,kalo dia madih mau memaafkan Ardi,Rianti emang Bodoh,Ardi itu cuman mikir jebahagiaannya sendiri,gak pernah mikir perasaan mu Rianti..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang kamu udah tau kan alesan Ardi nikahin kamu..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Rianti akan kecewa dan terluka banget saat itu alesan Ardi menikahinya.. Pernikahan seperti ini biasanya gak akan bertahan lama,..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk dasar Bodoh,Kamu itu ternyata salah paham,Dia tau kamu itu si Cassanova,Jadi dia bisa jadiin kamu kambing hitam nya,utk menutupi hubungan lesbiannya dr ortunya..
Qaisaa Nazarudin
OMG SUSI LESBIAN KAH??😳😳😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!