NovelToon NovelToon
Ngumbara Cinta

Ngumbara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nafi'

Semua yang terjadi dalam kehidupan ini tidak pernah luput dari pengalaman masa lalu. Angin bertiup dan musim pun berganti, Andhra telah mencari jati diri yang entah dimana akan dia temui.

Kehidupan suram di masa lalu membuat hatinya dipenuhi oleh dendam.

Ozan yang selalu menemani, juga ada
keluarga yang selalu memberi, adik tiri yang berselimut mendung derita. Andhra mendapatkan semuanya bukan tanpa alasan.


Hingga masanya cinta masa lalu hadir dan membuat hidup Andhra berwarna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Menjadi luar biasa

"Mana ada begitu?" Sarkas Mella.

"Tidak usah mengelak, aku bisa baca isi pikiran kamu." Menunjuk jidat lebar Mella dengan satu jari. Andhra tidak peduli akan suara ribut di depannya, dia memilih duduk santai memeriksa setumpuk berkas, mengabaikan karyawan yang sedang adu mulut tanpa ingin ikut campur.

"Masaaaak!" Ternyata adu mulut belum juga selesai.

"Hai perempuan tak tahu diri. Andhra memang sudah percaya dan mulai memaafkan dirimu. Tapi bagiku, kau tidak akan pernah berubah, mungkin saja hanya sebuah kamuflase. Bunglon!"

"Aku akan membuktikannya, bahwa aku akan semakin lebih baik lagi. Aku tidak akan mengecewakan kakakku." Mella berapi-api.

"Itu harus! Sebab jika sampai kau berbuat ulah, terlebih kau membantu ibumu, maka dengan senang hati akan kubuat Kau menyesal."

"Jika Kalian selesai, silahkan keluar dari ruangan ini." Andhra sudah merasa jengah.

Ozan berjalan cepat  keluar dari ruangan Andhra, sebelum pergi,  kedua jarinya menunjuk mata seakan mengatakan.

"Aku akan selalu mengawasimu."

Mella malah menghentikan langkah, embun di matanya terasa mulai menetes.

"Aku telah berusaha sekuat tenaga. Tidak akan ku ikuti perilaku Mama."

Mella menutup pintu ruangan Andhra dengan sangat pelan.

"Sebaiknya aku fokus kerja saja daripada memikirkan ancaman Ozan yang unfaedah itu. Tapi mengapa hati ini terasa sakit. Mama, mengapa kau membuat kehidupanku begitu rumit."

~

~

Jam makan siang membuat aktivitas di sebuah restoran dekat kantor lebih sibuk. Semua orang bekerja dengan cekatan. Beberapa tahun yang lalu, tempat ini hanyalah sebuah warung dengan menu makanan sederhana. Namun seiring berjalannya waktu, mampu berubah menjadi sebuah restoran yang menyediakan banyak makanan lezat dengan harga yang terjangkau. Anggaplah ini sebagai restoran bokek, dimana semua orang bisa tetap makan meski kantong mereka menipis. Dari sanalah kenapa restoran ini tidak pernah sepi pengunjung.

"Ini pesanan meja nomer 7."

"Siap!" ucap yang lain.

"Tambahan menu untuk meja nomer 5."

"Minta saos tomat, meja dua kehabisan."

"Delivery siap antar," suara demi suara begitu indah di pendengaran. Aktivitas pun mulai meningkat.

"Jam makan siang selalu saja membuat kita kewalahan." Gadis cantik mengelap keningnya. Dia lebih senang mengganggu koki yang tidak lain adalah pamannya sendiri, daripada melayani tamu di depan.

"Jangan diaduk begitu." Pamamnya memberi arahan "tapi gini nih, sedikit goyang wajannya."

"Yah, tumpah paman!" teriak gadis yang selalu mengganggu koki di restoran itu sejak sebulan yang lalu. Sang koki hanya tersenyum melihat cipratan dua sayur yang tergeletak di pinggir kompor. Maklum dengan keponakannya yang suka menghancurkan segala hal.

"Lebih kalem lagi Rossi, dengan perasaan!"

Ya namanya adalah Rossi. Gadis yang baru saja lulus SMA. Dia pergi ke kota ini dengan tujuan melanjutkan pendidikannya. Orang tua Rossi memperbolehkan asal Rossi masih dalam pengawasan pamannya. Jadilah Rossi akan selalu di restoran ini tiap kali memiliki waktu luang.

"Cinta kali paman, pakai perasaan segala."

"Karena itu menu spesial dari hati. Tentu saja harus penuh dengan cinta." Koki mengambil piring dan mulai plating. Rossi memperhatikan dengan seksama, merekam di otak kecilnya segala sesuatu yang dia pelajari dari pamannya.

"Sepertinya menu ini belum ada di buku daftar ya paman?" Rossi menelanjangi menu spesial yang baru saja tertata rapi di meja. Terakhir kali, koki meletakkan sayuran.

"Perfect! Coba cicipi ini. Baru pertama kali paman membuat resep leluhur kita." Rossi mengernyit heran. Orang kampung biasa menyebut ini adalah nasi jagung.

"Enak sih paman, tapi... Apakah akan laku?" Mengunyah nasi jagung yang dilengkapi dengan sayur urap. Rossi mengambil lagi dan mengunyahnya, perpaduan rasa dari gurih, pedas dan nikmat pokoknya. Daging sapi yang dibumbui rempah-rempah alami terasa lebih yummy di lidah.

"Tanya apakah laku, buktinya kamu tidak mau berhenti menyuap tuh." Ejek pamannya. Rossi terkekeh, sadar akan dirinya yang ternyata doyan makanan tradisional itu.

"Tapi tumben paman bikin nasi jagung?" Sebab selain prosesnya yang memakan waktu, membuat nasi jagung yang lezat membutuhkan teori yang pas. Jika tidak, nasi jagung akan persak.

"Ini khusus buat tamu spesial kita. Dia jarang makan di sini, jadi tidak ada salahnya kita puaskan dia dengan menu spesial." Bangga sekali paman mengatakannya. Binar matanya menunjukkan bahwa karyanya begitu luar biasa. Padahal cuma nasi jagung. Bukan menu modern yang di adopsi dari luar negeri.

"Ini hanya menu biasa yang malah di kata orang sebagai menu murah. Apanya yang spesial paman?"

"Jangan menilai sesuatu dari mahal atau murahnya. Tapi, sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa, itu akan lebih terkesan mahal." Rossi melebarkan bibirnya, kedua alisnya tertaut.

"Sudah, jangan dipikirkan. Otak kecilmu itu takkan mampu memuatnya."

"Rossi, meja VIP membutuhkan pelayanan." Teriak sepupunya yang sedari tadi mondar-mandir melayani pengunjung.

"Siap Akang!" Rossi meletakkan sendok ditangannya. Hukum di restoran adalah, jika tamu VIP akan dilayani secara khusus oleh pihak keluarga pemilik restoran.

"Layani dengan benar Rossi, dia adalah bagian penting dalam usaha pamanmu ini." Ucap wanita paruh baya berada di depan ruang tempat penyimpanan makanan. Mencatat stok barang yang mulai menipis.

"Iya Bibi!"

"Kenapa tidak bibi saja yang melayaninya." Gerutu Rossi sambil berlalu ke ruang VIP. Di sana ada kakeknya dan dua orang pelanggan yang tampak akrab. Hal itu terlihat jelas dari guratan wajah tua yang semakin menumpuk. Bahkan bibir keriput itu masih melebar.

"Rossi, bawakan menu spesial kita pada Nak Andhra." Baru saja Rossi mau buka suara. Mulutnya terkunci rapat kembali. Rossi melenggang pergi ke dapur kembali tanpa melihat wajah sang pelanggan. Yang dia tahu hanyalah kakeknya begitu gembira bercengkerama.

"Menu spesial buat pelanggan VIP paman." Koki menyodorkan menu yang sama seperti tadi dicicipi oleh Rossi.

"Ini?"

"Iya, buat pelanggan khusus tamu VIP." Meski cukup tercengang sebab pelanggan VIP memesan nasi jagung, Rossi tetap membawanya.

Bukankah pelanggan VIP biasanya banyak duit, mengapa hanya memesan nasi jagung?

Kini sampai di ruang VIP suasana yang tadinya hangat kini hening oleh kehadiran dirinya. Jadinya Rossi salting, Rossi memilih menundukkan pandangan. Dengan cekatan Rossi menata makanan dan minuman di meja.

"Silahkan Nak, ini sengaja dibuat khusus untukmu." Rossi tetap fokus pada meja, sesekali melirik pelanggannya yang nampak sumringah.

"Wah, ini sungguh rezeki yang patut disyukuri. Sudah lama saya tidak makan ini." Rossi melirik dengan ekor matanya. Nampak sekali kedua orang ini sangat antusias menyantap menu yang tersedia.

"Wah, terakhir kali kita makan ini di desamu ya, Bos." Rossi masih bergeming, melirik piring yang sudah mulai berkurang isinya. Mereka makan seperti orang yang kelaparan berhari-hari.

Ganteng dan menyukai produk lokal. Batin Rossi. Kemudian berlalu.

"Bagaimana? Apakah mereka suka?" Paman seperti orang yang tengah menunggu kabar dari kekasihnya.

Sayangnya, ponsel Rossi bergetar sebelum dia menjawab. "Ibu menelpon paman."

"Angkat dulu," titahnya, namun wajah menunjukkan kekecewaan.

"Iya, Ibu!"

"Besok!"

"Sendiri! Paling juga motornya dibawa oleh teman sampai di terminal terdekat. Seperti biasa. Aku naik bis. Ke kampung baru naik motor."

"Iya!"

Beberapa menit panggilan selesai.

"Bagaimana?"

"Ibu menyuruhku pulang, disuruh bawa motor nanti sore!"

"Bukan itu?" Berharap Rossi paham.

"Lahab banget mereka makan!" Paham akan apa yang dimaksud sang paman. Ternyata paman lebih perhatian pada pelanggannya.

"Nanti sore aku pulang paman, setelah dhuhur."

"Iya, hati-hati di jalan. Dan jangan ngebut!"

"Ibu menyuruhku naik bis dulu."

"Bagus itu, jalan raya bukanlah tempatmu mengendara." Membersihkan meja dapur yang kotor.

"Kalian selalu meragukan kemampuan ku?"

"Justru kami sayang, makannya kamu nurut saja. Biar si Bejo yang bawa motormu. Dia izin pulang juga sore ini. Nanti sampai terminal X kau bisa mengambilnya.

To be continued

1
Keyboard Harapan
keren
Keyboard Harapan
semangat kakak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
wadduh...
ozan dilema donk,mw nolong yg mana dulu...
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
kapan Anggun palsu dapat karmanya
R.F
semangat synk
R.F
bru up lg
R.F
semangat kak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
anggun bukannya si hasna ya,yg udah operasi plastik?
aq agak amnesia😊😊😊
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
waddduuhh...ceroboh nya Ryoki
Nafi' thook: huum. ...nggak ngerti apa kalau selama ini dia diawasi
total 1 replies
𝓓𝓮𝓪
next salam my husband is master devil
𝓓𝓮𝓪
salam ceo kejam pilihan papa
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
aq tahu apa yg Alan n cewek itu lakukan....
abis malam jumatan khan
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖: hahahhahahaaha
total 2 replies
Yukity
semangat 🆙😍
Yukity
Hai Thor mampir nih..
Salam dari
SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
IG: Saya_Muchu
semangat update thor
Hum@yRa Nasution
aku mampir kak...

🙏🙏🙏

salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏 by. Sri Ghina Fithri
Nafi' thook: terima kasih, Kak
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
semoga pernikahan Andhra n Rossi lancar ya...
Nafi' thook: amiin, terima kasih 😊
total 2 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
lanjuuuuuttt
Lee
Semangat lanjut up lgi ka othor..
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
siapa????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!