NovelToon NovelToon
One Night Stand With TUAN MUDA

One Night Stand With TUAN MUDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Wind Rahma

WARNING AREA 21+
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!
Jian Gabriella.

Wanita berusia 22 tahun itu bekerja di sebuah perusahaan besar milik Ardy Tamajaya. Akibat kecerobohanya dalam bekerja, ia sampai melakukan sebuah keselahan besarnya yang merugikan perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit.

Saat mengetahui hal itu, Ardy marah marah besar padanya. Pria itu akan membawa Jian ke jalur hukum. Jian sempat memohon agar dirinya tidak sampai di penjara dengan bersimpuh di kaki pria tersebut. Dan ia rela melakukan apa saja agar dirinya tidak di penjara.

Akankah Jian menuruti syarat yang di ajukan oleh Ardy untuk One Night Stand bersamanya?

Follow ig @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang

"Kau tidak apa-apa?" Daven bertanya pada wanita yang saat ini jongkok sambil menutupi wajahnya. Ia merupakan orang yang nyaris di tabrak barusan.

"Wanita itu membuka kedua telapak tangan di wajahnya, lalu mendongak. Daven sedikit terkejut sekligus senang melihat siapa wanita di hadapannya. Jian, wanita yang membutnya penasaran.

"Ak-aku ... Aku tidak apa-apa," ucapnya dengan nada gemetar, lantaran kejadian yang menimpanya beberapa detik lalu.

Daven membantu Jian berdiri ketika wanita itu mencoba untuk bangkit.

"Terima kasih, tuan!" ucapnya.

"Ya, sama-sama. Sebagai perminta maafanku, bagaimana jika kau makan siang denganku?" tawar Daven.

"Ta'tapi kan-"

"Sudah. Ikut saja!" Daven membuka pintu samping mobilnya, lalu memberi isyarat pada Jian agar dia segera memasuki mobil tersebut. Wanita itupun menurut.

"Sudah bekerja berapa lama di perusahaan Ardy?" tanya Daven ketika mereka kini sedang makan siang di restoran yang kebetulan tidak jauh dari kantor tempat Jian bekerja.

Mereka sudah berkenalan di mobil tadi sewaktu perjalanan. Dan Daven sedikit terkejut mendengar nama yang pernah ia dengar dari mulut temannya beberapa hari lalu. Tapi pria itu dengan cepat menepis pikiran itu, karena tidak mungkin Jian yang Ardy maksud adalah Jian yang sama dengan Jian yang saat ini bersamanya. Lagipula. Jian yang ini merupakan sebatas karyawan di perusahaan itu. Mana mungkin Ardy mau berhubungan dengan wanita yang tidak selevel dengannya.

"Sekitar 3 bulan," jawabnya setelah terlihat berpikir sejenak.

"Oh," Daven menganggukan kepalanya.

"Ku mengenal tuan Ardy?" tanya Jian dengan wajah polos, sehingga menciptakan senyum di bibir pria yang sedari tadi tidak henti menatapnya.

"Ya. Tentu saja aku mengenalnya. Selain urusan bisnis dengan perusahaannya, kami juga berteman baik sejk lama," jelas pria itu.

Jian menganggukan kepalanya beberapa kali. Lalu kembali menyantap makanannya.

"Aku dengar, seseorang telah membuat perusahaan Ardy rugi besar. Kau tahu sipa orangnya?" Jian langsung tersedak makanannya mendengar pertanyaan Daven. Beruntungnya pria itu segera memberinya minum.

Setelah merasa lebih baik, Jian meminta untuk segera pergi dari sana. Gun menghindari pertanyaan yang mungkin masih banyak akan pria itu tanyakan. Sebenarnya Daven masih ingin mengobrol banyak dengan wanita tersebut. Tapi dengan berat hati, ia menuruti permintaan Jian.

🌷🌷🌷

Sore ini jalanan ibu kota tidak terlalu padat oleh kendaraan yang berlalu lalang. Sehingga membuat Ardy cepat sampai ke Apartemennya.

Pria itu menjatuhkan tubuhnya di sofa, melepas lelah lantaran seharian ini ia menemani Gea jalan. Apapun yang wanita itu inginkn selalu Ardy turuti tanpa ada sedikitpun penolakan, asalkan Gea juga mau memberikan kepuasan untuk hasrtnya kapanpun ia mau.

Bicara sol memuaskan hasrat, tiba-tiba saja dia jadi teringat Jian. Padahal jelas-jelas kekasihnya itu sudah kembali. Tapi entah kenapa, rasanya dia tidak ingin terlepas dari wanita polos itu.

Di rogohnya saku di balik jas navy-nya, mengeluarkan benda pipih dari sana. Lalu ia mendil nomer yang ia beri nama sebatas huruf J di sana.

"Sial! Kenapa dia tidak menjawab telponku?" umpatnya kesal saat tidak ada jawaban telponnya dari Jian.

Kemudian Ardy mengulang panggilannya beberapa kali, namun hasilnya tetap sama.

"Aa yang sedang dia lakukan sehingga tidak menjawab telponku?" pikirnya.

"Aku akan memberinya hukumn besok karena telah berani mengabaikan panggilan telponku!" ujarnya sembari menggenggam ponsel erat-erat.

🌷🌷🌷

Mentari pagi sudah mulai menampakkan cahayanya. Seperti biasa, Jian naik angkutan umum untuk sampai ke tempat kerjanya. Sebenarnya ia bisa naik ojek ataupun taksi online. Hnya saja, selain hemat ongkos, juga terasa lebih menyenangkan.

Ia benar-benar merasa lega lantaran telinganya sudah tidak lagi mendengar cemoohan ataupun perkataan yang menyakitkan. Dan yang membutnya masih penasaran, sikap mereka yang samai saat ini masih ramah. Tak jarang dari mereka yang menyapa serta memberi senyuman hangat.

Alana, satu-satunya teman ngobrolnya berjalan menghampiri.

"Jian. Apa kau pun merasa aneh dengan sikap mereka yang seperti itu?"

"Ya, tentu saja, Alana. Aku benar-benar merasakan hal aneh itu. Maka dari itu aku ingin menanyakan hal ini pada tuan Ardy."

"Tuan Ardy?" Alana menatap Jian dengan tatapan bingung.

"Ma-maksudku, aku ingin menanyakan hal ini padanya karena aku pikir ini ada hubungannya dengan kesalahan yang ku buat. Mungkin tuan Ardy tidak mau jika hal ini sampai terdengar orang luar atau media yang akan merusak reputasi terutama perusahaannya. Maka dari itu mungkin tuan meminta mereka untuk bersikap biasa saja padaku," jelas Jian yang dirinya pun tidak begitu yakin jika semua ini karena Ardy.

Alana menatap Jian ragu, tapi alasan wnita itu cukup masuk akal. Akhirnya di memutuskan untuk masuk ke ruang kerjanya lebih dulu, meninggalkan Jian yang kini tengah bernapas lega.

Syukurlah Alana percaya dengan ucapanku. Aku harap dia tidak berpikir yabg macam-macam termasuk hubunganku dengan tuan Ardy. Bodoh, aku memng terlalu ceroboh. Berani mengatakan 'hububgan' dengan pria itu.

Bersambung...

___

Sudah lihat Visual Ardy di YouTube, belum??

Jangan lupa untuk:

👍Tinggalkan Like

📝Komentar

❤Masukan rak buku favorit

📦Beri Hadiah

Jangan lupa untuk follow akun media sosialku:

IG: wind.rahma

1
Darma Wangsah
hei,kenapa pembaca dibawa2 .
Ani Kurniati
bagus
Nimas Kartika
Luar biasa
falea sezi
mending dipenjara lah bdoohh
Gina Savitri
Karma mella tragis banget, dulu nuduh jian jual diri di klub ternyata anaknya sendiri yg jual diri 😏
Gina Savitri
Hadeuh bisa2nya adik kecilnya ardy berdiri di rumah sakit lagi keadaan gawat 😅
Gina Savitri
Jian bodoh mau nyomblangin alana bukan ngomong jadinya daven salah paham di kira jian suka 😏
Eva
Luar biasa
Raka Santhi
seru
semoga lebih hot dan menantang
Nora♡~
Semangat terus thor... dan teruslah berkarya... lanjuutt...
Tira Aneri
bagus..suka👍
Sugiarti
ok
Jihan - polosiyo
bagus
Sunarmi Narmi
Aku aja sore mau lahiran mlm nya msih main jungkat jungkit..aman thor ngak usah puasa lama...
Sunarmi Narmi
So swettt Ardi ❤️Jian 😘😘😘😘😘
Sunarmi Narmi
Kamu sdh besar Jian...sama ibu tiri direndahkan kok mau..ngak pantas seorang ibu bilang sprti itu pda anaknya walau itu anak sambung / tiri..lawan dong..J...I....A...A...gedek aku di dunia halu ada jg 😬😬
Sunarmi Narmi
klo hbs makan jengkol minumnya kopi putih/ hitam...tak jamin ngak bau dn air seni jg ngak bau pesing jengkol
Sunarmi Narmi: Ada...luwak white kopi,cofimix,top kopi...itu nanti pas pipis bau nya kopi boleh di coba
total 2 replies
Sunarmi Narmi
Ok
Jian..saranku..krn kau wanita kuat..lebih baik kau pergi dri kehidupan Bosmu..dan Daven..krn klo ini berlnjut kau akan hamil dn hidupmu rumit..klo kau dgn devan kasian sahabatmu ...dan kau kan sdh main jungkat jungkit dgn bosmu sehrsnya Bosmu yg bertanggung jawab bukan Daven...saran sih..tpi ya tetep manut Mak Thor nya alur nya 🤣🤣🤣🤣
Efi
ketemu jodoh nih si daven...
Efi
tuh kan bapaknya daven
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!