NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Malam perlahan menyelimuti Kediaman Keluarga Shen. Di halaman belakang...

Lin Xue berdiri membelakangi Shen Yu. Angin malam meniup lembut rambut putihnya.

"Yuer. Hari ini aku ingin melihat seberapa besar perubahanmu."

Shen Yu melangkah maju.

"Baik, Nenek."

Lin Xue mengangkat satu jari.

"Serang aku."

Shen Yu tidak ragu.

Boom!!

Aura spiritual meledak dari tubuhnya. Tanah di bawah kakinya langsung retak. Mu Xueyi yang berdiri di kejauhan langsung membelalakkan mata.

"Tekanan ini..."

"Jauh lebih kuat dibanding saat beberapa hari yang lalu sebelum dia ke istana."

Shen Yu melesat.

Kecepatannya berubah menjadi bayangan. Tinju berlapis energi emas menghantam ke arah Lin Xue.

Namun...

Lin Xue hanya mengangkat satu tangan.

Tap.

Tinju Shen Yu berhenti begitu saja. Seolah seluruh kekuatannya menghilang dalam sekejap.

Shen Yu terkejut.

"Bagaimana mungkin?"

Lin Xue tersenyum tipis.

"Kau memang berkembang sangat cepat. Tetapi..."

Tatapannya berubah tajam.

"Kau masih belum tahu cara menggunakan seluruh kekuatanmu."

Boom!!

Hanya dengan satu kibasan lengan...

Shen Yu terpental puluhan meter hingga menghancurkan tiga batu besar.

Mu Xueyi menutup mulutnya.

"Suamiku!"

Shen Yu perlahan bangkit. Bukannya marah...

Matanya justru berbinar.

"Nenek...jadi ini kekuatanmu yang sebenarnya?"

Lin Xue mengangguk.

"Selama ini aku hanya bermain-main denganmu. Mulai hari ini tidak lagi."

Ia perlahan melepaskan segel giok yang selalu tergantung di pinggangnya.

Retak...

Retak...

Retak...

Begitu segel itu hancur...

Langit malam berubah.

Awan di atas Kota Qinghe berputar membentuk pusaran raksasa. Seluruh burung di pegunungan beterbangan ketakutan.

Di dalam kota...

Para kultivator serentak menoleh ke arah Kediaman Shen.

"Apa yang terjadi?"

"Aura siapa itu?"

"Tekanan ini... bahkan membuatku sulit bernapas!"

Di istana kekaisaran...

Long Zhenyi yang sedang berkultivasi tiba-tiba membuka mata.

Wajahnya dipenuhi keterkejutan.

"Aura ini..."

"Bukan Shen Yu."

Sementara itu...

Di sebuah kuil yang dipenuhi kabut hitam. Pria berjubah gelap yang disebut Raja Kegelapan perlahan membuka matanya. Ia menoleh ke arah selatan. Tatapannya berubah serius.

"Mustahil, masih ada orang sekuat itu yang hidup?"

Ia perlahan berdiri.Untuk pertama kalinya...

Senyum di wajahnya menghilang. Kembali ke Kediaman Shen. Shen Yu menatap neneknya dengan wajah penuh keterkejutan.

Aura Lin Xue kini terasa seperti lautan tanpa batas. Ia bahkan tidak mampu melihat ujung kekuatannya. Lin Xue memandang cucunya dengan tenang.

"Yuer. Selama bertahun-tahun aku menyegel kultivasiku agar tidak menarik perhatian musuh. Tetapi sekarang sudah waktunya kau mengetahui siapa nenekmu sebenarnya."

Ia mengangkat tangan kanannya.

Dalam sekejap...

Bayangan seratus senjata legendaris muncul memenuhi langit.

Pedang.

Tombak.

Tombak naga.

Busur.

Dan puluhan senjata lain memancarkan cahaya ilahi.

Mu Xueyi sampai berlutut karena tekanan yang luar biasa.

Shen Yu mengepalkan tangan. Darahnya mendidih karena semangat.

Lin Xue tersenyum tipis.

"Mulai besok aku akan mengajarimu seluruh warisan yang bahkan belum pernah ku tunjukkan kepada siapa pun. Kalau kau berhasil menguasainya bahkan pemimpin Kuil Kegelapan pun tidak akan mampu menghentikanmu."

Di langit...

Seratus bayangan senjata bersinar semakin terang. Babak latihan yang sesungguhnya akhirnya dimulai.

Shen Yu menarik napas panjang.

"Nenek... apakah semua senjata itu benar-benar nyata?"

Lin Xue menggeleng pelan.

"Tidak ini adalah Manifestasi Kehendak. Setiap bayangan mewakili satu warisan yang telah ku kuasai sepanjang hidupku."

Mu Xueyi yang masih membelalakkan mata.

"Seratus warisan itu mustahil."

Lin Xue tersenyum tipis. Ia kemudian memandang Shen Yu dengan tatapan serius.

"Yuer. Kau memiliki bakat yang bahkan melampaui ku. Ditambah lagi kau telah memperoleh Tubuh Roh Bulan dan Tubuh Naga Suci sebagai fondasi. Kalau kau gagal menjadi orang terkuat di benua ini, berarti kaulah yang menyia-nyiakan anugerah langit."

Shen Yu mengepalkan tangannya.

"Aku tidak akan mengecewakan Nenek."

Lin Xue mengangguk puas.

"Bagus, tetapi sebelum mempelajari teknik apa pun kau harus menghancurkan batas tubuhmu terlebih dahulu."

Shen Yu sedikit mengernyit.

"Menghancurkan batas tubuh?"

Lin Xue mengangguk.

"Fondasimu memang sangat kuat. Namun tubuhmu masih belum mampu menampung seluruh kekuatan yang akan kau miliki nanti."

Ia lalu mengangkat telapak tangannya. Di atas telapak itu perlahan muncul sebuah butiran cahaya berwarna emas.

Cahaya itu kecil.

Namun saat muncul...

Tanah di sekitarnya mulai retak. Udara terasa semakin berat. Shen Yu merasakan jantungnya berdebar.

"Apa itu?"

Lin Xue menjawab dengan tenang.

"Setetes Esensi Naga Purba. Dulu aku mendapatkannya dari sebuah reruntuhan kuno. Aku menyimpannya selama puluhan tahun karena tidak ada seorang pun yang sanggup menahannya."

Tatapan Shen Yu langsung berbinar.

"Nenek ingin memberikannya kepadaku?"

Lin Xue mengangguk.

"Tentu. Namun kalau tubuhmu gagal menahannya kau akan mati."

Suasana mendadak menjadi sunyi. Mu Xueyi langsung berdiri dengan wajah cemas.

"Nyonya... bukankah itu terlalu berbahaya?"

Lin Xue tetap tenang.

"Kalau dia ingin menghadapi Kuil Kegelapan, jalan yang aman tidak akan pernah cukup."

Ia kembali menatap Shen Yu.

"Jadi apakah kau masih berani menerimanya?"

Shen Yu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya melangkah maju. Lalu mengulurkan tangannya. Senyum penuh percaya diri muncul di wajahnya.

"Kalau hanya karena takut mati lalu berhenti melangkah aku tidak pantas menjadi cucu dari seorang pendekar hebat seperti nenek."

Mendengar jawaban itu...

Sudut bibir Lin Xue perlahan terangkat. Ia mengangkat jarinya. Butiran emas itu perlahan melayang menuju dada Shen Yu. Begitu menyentuh tubuhnya...

BOOOOM!!

Ledakan aura keemasan menembus langit malam.

Seluruh Kota Qinghe kembali berguncang. Bahkan di tempat yang sangat jauh, seseorang perlahan membuka matanya dan tersenyum tipis.

"Akhirnya..."

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!