NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saksi

Melihat pakaian dan tas yang tergeletak tak jauh dari jasad meringkuk di depannya, Dadan yakin kalau itu adalah istrinya. Pria itu ingin mendekat tetapi ditahan oleh petugas dikhawatirkan akan merusak TKP.

“NIlaaaan!”

Kembali terdengar teriakan Dadan diiringi tangisnya. Pantas saja semalaman perasaannya tidak enak. Beberapa kali dia mencoba menghubungi istrinya tetapi tidak pernah diangkat. Pria itu terduduk di tanah sambil terus meratapi istrinya.

Tim forensik yang berjumlah sepuluh orang langsung melakukan tugasnya. Fotografer TKP mengambil gambar TKP, korban dari berbagai sudut sebagai dokumentasi.

Ada pula yang bertugas mengumpulkan bukti. Sementara petugas lain mengambil sidik jari korban, sampel darah yang ada di TKP.

Setelah mendapat persetujuan penyidik yang memimpin oleh TKP, jasad Nilan segera dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.

“Nilan … Nilan ….”

Dadan berdiri dan hendak mengikuti petugas yang membawa jasad istrinya. Nino segera menahannya. “Bapak silakan ikut kami ke kantor polisi.”

“Jasad istri saya mau dibawa ke mana?”

“Jasad istri Bapak akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Bapak silakan ikut kami untuk diambil keterangannya. Ada beberapa hal yang harus kami tanyakan.”

Dadan akhirnya setuju untuk ikut dengan Nino ke kantor polisi. Sambil mengikuti Nino menuju mobil, matanya terus tertuju pada petugas forensik yang membawa jasad istrinya.

Sementara itu, Asep menemui Gilang. Melihat jasad Nilan sudah dibawa, pemuda itu merasa tugasnya sudah selesai dan bermaksud pergi.

“Siapa namamu?” tanya Asep yang sudah berdiri di depan Gilang.

“Gilang, Pak.”

“Kamu yang menemukan jasad korban?”

“Bukan, Pak. Saya hanya menunjukkan lokasi korban sama polisi. Suer,” Gilang mengangkat dua jarinya.

“Dari mana kamu tahu lokasi jasad korban?”

“Kan saya sudah bilang tadi, arwah Nilan yang bilang,” jawab Gilang frustrasi.

“Lebih baik kamu ikut saya sekarang.”

“Ke mana, Pak?”

“Ya ke kantor polisi, masa ke mal. Ayo ikut!”

Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melangkah mengikuti Asep yang berjalan di depannya.

Pemuda itu melirik pada Nilan yang ikut melayang di sampingnya. “Gara-gara elo nih, gue jadi berurusan sama polisi,” gerutu Gilang pelan tetapi masih sempat terdengar oleh Asep.

Diam-diam Asep tersenyum. Dulu dirinya dan Nino juga sering terlibat peristiwa kriminal hanya karena mereka didatangi arwah penasaran orang-orang yang menjadi korban.

Saking terlalu sering membantu Miko memecahkan kasus, keduanya memutuskan mendaftar menjadi polisi bagian reskrim setelah lulus kuliah.

Gilang dan Dadan diminta duduk di kursi penumpang belakang. Gilang terpaksa duduk agak jauh dari Dadan karena ada Nilan di antara mereka. Setelah Asep duduk di kursi samping pengemudi, barulah Nino menjalankan kendaraannya.

“Akang,” panggil Nilan pada suaminya. Air mata wanita itu bercucuran melihat wajah suaminya yang terlihat sedih dan linglung.

Sementara Dadan yang tidak bisa mendengar apalagi melihat arwah istrinya hanya diam membisu. Pria itu masih belum percaya kalau istrinya tercinta sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya. Padahal kemarin sore mereka masih berbicara melalui sambungan telepon.

Kurang dari satu jam, mereka sudah tiba di kantor Polda Jabar. Nino dan Asep segera membawa Dadan dan Gilang yang statusnya masih sebagai saksi ke ruang interogasi. Mereka akan menjalani interogasi di ruangan terpisah.

Di ruang satu, Nino duduk bersama dengan Dadan. Dia lebih dulu memberikan segelas air minum pada pria itu agar lebih tenang sebelum menjalani interogasi.

“Nama Bapak Dadan Suwanda?” tanya Nino membuka jalannya interogasi.

“Ya.”

“Apa hubungan Bapak dengan korban?”

“Dia istri saya.”

“Kapan terakhir Bapak bertemu dengan korban?”

“Pagi sebelum dia berangkat kerja.”

“Apa ada hal mencurigakan saat berangkat kerja?”

“Tidak ada. Dia hanya bilang mungkin akan pulang malam karena harus lembur.”

“Setelah pagi itu, Bapak tidak bertemu lagi dengannya?”

“Iya. Tapi saya sempat menelponnya saat sore.”

“Bisa saya lihat ponsel Bapak?”

Dadan mengambil ponsel di saku celana lalu memberikannya pada Nino. Pria itu kemudian memeriksa catatan panggilan di sana. Terdapat catatan panggilan Dadan pada Nilan. Kemudian ada juga panggilan tidak terjawab sebanyak enam kali.

“Bapak kembali menghubunginya sebanyak enam kali,” ujar Nino sambil mengembalikan ponsel pada Dadan.

“Iya, saya hanya ingin menanyakan apa dia sudah sampai rumah. Mendadak perasaan saya tidak enak semalam.”

“Kenapa Bapak tidak menjemputnya di tempat kerja?”

“Kemarin saya harus bekerja double shift, Pak. Harusnya saya pulang pukul sebelas malam. Tapi berhubung teman ada yang sakit, saya terpaksa menggantikannya.”

“Di mana Bapak bekerja?”

“Hotel Cendana. Saya bekerja sebagai front office.”

“Dari mana Bapak tahu kalau jasad istri Bapak ada di kebun jagung?”

“Saya baru pulang kerja dan mendengar obrolan tetangga yang bilang ada mayat di kebun jagung. Karena Nilan tak kunjung menjawab panggilan, saya pun berinisiatif pergi ke sana untuk melihat apakah korban itu Nilan. Dan ternyata ….”

Dadan tak bisa menahan tangisnya. Hatinya hancur saat tahu jasad di kebun jagung yang dibicarakan tetangganya adalah jasad istri tercintanya.

Sementara itu di ruang interogasi dua, Asep sedang berhadapan dengan Gilang. Pemuda itu kembali diminta menceritakan bagaimana dirinya bisa tahu di mana jasad Nilan berada.

Gilang menceritakan semua yang dialaminya. Mulai dari arwah Nilan yang mendatanginya saat tidur, sampai terus mengikutinya dan memintanya menemukan jasadnya agar dimakamkan secara layak.

“Sumpah, Pak, saya nggak bohong. Saya tahu dari Nilan langsung kalau jasadnya di sana. Saya ini emang indihome … eh indigo maksudnya. Saya bisa lihat makhluk astral, tapi baru sekarang saya kena sial kayak gini.”

Gilang mengusap wajahnya kasar. Harusnya dia tidak berpura-pura tidak melihat ketika arwah Nilan mendatanginya.

Namun wanita itu muncul saat dirinya sedang tertidur pulas. Siapa juga yang tidak terkejut melihat wajah menyeramkan saat membuka mata.

“Apa Nilan mengatakan siapa yang membunuhnya?”

“Nggak, Pak. Dia cuma bilang tolong temukan jasadku, aku kedinginan. Gitu aja.”

“Sekarang di mana arwah Nilan?”

“Nggak tahu, Pak. Lagi ngintilin suaminya kayaknya. Eh bentar … emang Bapak percaya kalau saya bisa lihat hantu?”

Akhirnya Gilang sadar jika sedari tadi Asep tidak pernah menyangkal pernyataannya soal arwah Nilan yang mendatanginya.

Asep masih terdiam ketika Ahqam muncul di belakangnya. Gilang yang melihat itu langsung dibuat terkejut. Ahqam sengaja memakai wujud menyeramkan untuk menakuti Gilang.

“HWUAAAAA SETAAAN!”

Saking panik dan takutnya, Gilang bergeser dari duduknya hingga kursi yang didudukinya ikut terjungkal.

Pemuda itu terjatuh ke lantai dan langsung kehilangan kesadarannya. Pingsan bukan karena terjatuh, tapi karena takut melihat penampilan Ahqam.

Asep refleks menoleh ke belakangnya. Pria itu mendengus kesal melihat penampilan Ahqam. Pantas saja kalau Gilang dibuat ketakutan.

Ahqam mengubah penampilan dirinya tanpa kepala dan tangannya memegang kepalanya yang tengah menjulurkan lidahnya.

“Maneh mah euweuh gawe! Tingali tah, budakna pingsan (Kamu tuh nggak ada kerjaan. Lihat tuh, anaknya pingsan). Tanggung jawab!”

“Males banget,” jawab Ahqam tanpa merasa berdosa sama sekali. Setelah itu dia langsung menghilang.

***

Ahqam tambah ngelunjak😂

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!