NovelToon NovelToon
Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Sang kekasih yang dinanti Ternyata mengingkari janji. Kesetiaan Cempaka hanya berbuah duka berbunga nestapa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syarat dari Bunga

"Bunga!... Kembali nak!... Jangan tinggalkan ibu!... Bunga!... " Bu Sekar berteriak histeris memanggil-manggil nama anak keduanya itu.

"Pak... Susul Bunga!... Suruh dia pulang pak!... Cepat!.. Susul dia mungpung masih belum jauh. Ibu enggak mau dia pergi dari rumah ini kita dengan cara begitu. Cepat pak!.. " Bu Sekar berteriak sambil menangis, dia menyuruh suaminya agar segera menyusul anak nomor duanya itu.

"Ibu sendiri gimana? kalau bapak menyusul Bunga. Bapak khawatir sama ibu" Pak Jati malah kebingungan tak karuan tingkahnya. Dia jadi bingung sendiri.

"Cepat susul anak kita pak!!!" Teriak bu Sekar lagi sambil melotot kepada suaminya.

"Iya pak, biarin ibu sama aku di sini. Bapak hati-hati ya" Ucap Cempaka sambil memapah ibunya supaya duduk di kursi.

"Iya... Iya... Bapak berangkat dulu. Cempaka, tolong jagain ibu ya!... Assalamualaikum..." Pak Jati segera menaiki sepeda motornya, lalu menghidupkannya. Dan diapun lalu melesat meninggalkan rumahnya untuk menyusul Bunga.

"Waalaikumsalam... Hati-hati pak!" Seru Cempaka.

Bu Sekar terus menangis tak berhenti. Meratapi kepergian anaknya yang tengah emosi.

"Bunga... Uhuk... Uhuk... Kenapa kamu begitu nak?... Kenapa?"

Bu Sekar terus meratap dalam isak tangisnya.

"Bu... Sudah bu!... Kak Bunga pasti kembali lagi. Dia kan sayang sama kita, enggak mungkin dia meninggalkan kita begitu saja" Cempaka mencoba menenangkan ibunya.

Dia merasa tak percaya kalau kakaknya akan marah begitu. Padahal persoalannya sepele saja, kenapa mesti di perumit begini? pikirnya.

Sudah hampir satu jam pak Jati yang berniat untuk menyusul Bunga, masih belum pulang juga.

"Kok lama ya?... Apa bapakmu tidak menemukannya? Kemana engkau nak?..." Gumam bu Sekar dengan lirih.

Sementara itu, pak Jati telah menemukan Bunga yang tengah berjalan sendirian. Emosinya seperti belum mereda, itu terlihat dari caranya dia berjalan.

Pak Jati segera menepikan kendaraannya, tepat di hadapan anaknya. Kemudian dia turun dari motornya dan meraih tangan anaknya yang berjalan acuh di depannya.

"Lepaskan pak!..." Bunga menepiskan genggaman tangannya pak Jati dengan kasar.

"Assalamualaikum..." Pak Jati mengucapkan salam sambil mencoba untuk meredakan emosi anaknya itu.

"Waalaikumsalam!" Bunga membalasnya dengan ketus. Dia melangkahkan kakinya kembali, sepertinya dia ingin berlalu dari hadapan bapaknya.

"Mau kemana neng?... Apa kamu tidak kasihan sama ibumu?... Dia berteriak-teriak hingga jatuh pingsan karena melihat kamu pergi meninggalkannya" Pak Jati sedikit berbohong, dia ingin tahu sampai dimana rasa sayang dan pedulinya Bunga kepada ibunya.

"Aku mau pergi saja, kemana saja kakiku ini membawanya. Bapak sama ibu tidak perlu sok perhatian sama aku. Biarkan aku pergi sesuka hatiku. Kenapa ibu mengkhawatirkan aku?... Kan ada Cempaka yang lebih ibu sayangi" Dengan muka masam dan nada bicaranya yang kasar, Bunga mengungkapkan kekesalannya.

"Semuanya kan bisa di bicarakan dengan baik-baik nak. Kabur dari rumah itu bukan jalan yang terbaik. Coba kau pikir dengan akal yang sehat, dengan penuh ketenangan. Kau ini sudah salah faham sayang. Kita pulang yu!... Kita bicarakan lagi masalah ini dengan hati yang tenang. Kau tahu kan kalau emosi dan nafsu itu selalu di ikuti oleh syetan?... Kamu tidak mau kan menuruti ajakannya syetan?" Pak Jati dengan sabarnya menasihati anaknya yang tengah emosi itu.

Bunga nampak diam, seperti tengah merenung atau tengah berpikir.

"Ayo naik!... Kita pulang yu, kita temui ibumu" Pak Jati menyuruh Bunga untuk naik ke motornya.

Harapannya anaknya itu pasti akan mau di ajak pulang olehnya.

Namun, sangat jauh dari harapan.

"Aku tidak mau pulang pak. Aku mau ke kontrakan temanku, disana sepertinya lebih tenang. Sudahlah bapak saja yang pulang, jangan khawatirkan aku.

Aku mau ngontrak dengan temanku, Assalamualaikuum..."

Bunga tetap dengan keegoisannya.

Dia langsung berjalan lagi dengan tidak mempedulikan Orangtuanya.

Wajahnya nampak kusut bermuram durja, tak sedap di pandang mata hingga menimbulkan tanda tanya, semua orang yang melihatnya.

"Neng... Jangan begitu neng!... Malu di lihat orang!... Ayo!... Kita bicarakan dengan baik-baik di rumah yu!" Walaupun dalam hatinya kesal, pak Jati terus berusaha dengan lembut.

Bunga menatap wajahnya pak Jati, seperti ada yang tengah di carinya.

"Baiklah, aku akan ikut bapak untuk pulang ke rumah. Tapi, dengan satu syarat" Katanya.

"Syarat apa itu? Ayo!... Coba jelaskan sama bapak!" Ucap pak Jati dengan wajah yang sumringah.

"Aku mau pulang ke rumah,,dan tidak akan pernah kabur lagi dari rumah, asal Buana membatalkan

lamarannya. Jadi, Cempaka jangan dulu menerima lamarannya Buana sebelum aku punya Suami" Dengan tegasnya dia menyampaikan permintaannya.

"Haaah!... " Pak Jati terperanjat kaget setelah mendengar persyaratan dari anaknya itu.

Untuk beberapa sa'at pak Jati diam mematung. Dia bingung harus memberikan saran dan nasihat apalagi untuk anaknya yang tengah emosi itu.

"Bapak tidak rela kan kalau Cempaka menolak lamarannya Buana?... Bapak merasa keberatan kan?... Ya sudah, kalau begitu biarkan aku pergi sekehendak hatiku, bapak jangan mencoba menghalangi aku" Ucap Bunga dengan tegasnya.

Pak Jati tidak bisa berkata-kata lagi, dia merasa bingung dengan dilema yang tengah di hadapinya itu.

"Hemh..." Pak Jati menarik nafasnya kuat-kuat, kemudian di hembuskan nya kembali.

Dia seakan ingin melepaskan sedikit beban yang memenuhi pikirannya.

"Ya sudah bapak akan bicarakan persyaratan darimu itu, bapak akan membujuk Cempaka agar jangan dulu menerima lamarannya Buana sebelum kamu punya suami. Ayo!... Sekarang naiklah!... Kita pulang, ibumu pasti bahagia melihat kau pulang dengan bapak" Ucapnya sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum.

"Naaah... Gitu dong!...Bapak memang seorang ayah yang baik dan mengerti akan anaknya. Terimakasih pak, aku sayang banget sama bapak" Ucapnya sambil naik ke boncengan motor pak Jati.

Pak Jati terpaksa menyanggupi persyaratan yang di ajukan oleh Bunga. Walau di dalam hatinya hancur sehancur-hancurnya.

Demi kakaknya, pak Jati harus mengorbankan perasaan anaknya yang lain, yaitu Cempaka. Tapi, kalau dia tidak mengambil tindakan itu dan tidak menyanggupinya pasti tidak bakalan bisa dia membawa Bunga pulang kembali ke rumahnya.

Dengan perasaan yang tidak menentu dan pikiran yang kacau,

pak Jati menjalankan motornya Perlahan.

Kini dia dihadapkan oleh pilihan yang serba sulit.

Dia harus memilih diantara dua anak gadisnya itu.

Kalau dia menuruti apa yang di inginkan oleh Bunga, berarti Cempaka yang pasti menderita.

Cintanya harus kandas hanya karena kakaknya tidak mau mengerti dan karena kesalahpahaman semata.

"Pak... Pak... Kenapa bapak sepertinya tengah melamun?... Hati-hati pak bawa motornya!" Bunga berseru mengingatkan pak Jati, yang hampir saja motornya terperosok masuk ke dalam sawah yang baru beberapa hari di tanami oleh pemiliknya.

"Ya Allah... Astaghfirulahaladziiim" Spontan pak Jati tersadar dengan lamunannya.

Diapun kembali menjalankan motornya Perlahan menuju ke rumahnya.

1
Altafun Nisa
cempaka kok bego bgt si bikin kesel aja
Altafun Nisa
cempaka kok bego bgt si bikin kesel aja
Rosananda: Makasih sudah mampir 🙏🌹
total 1 replies
Roy Roy
biar malam pertama pengantin Karmin dengan Kenari
Rosananda: Makasih kakak dukungannya 🙏🌹
total 2 replies
Roy Roy
kenari kahwin saja dgn karmin baru seru...
Rosananda: makasih komen nya.
total 1 replies
Roy Roy
Cempaka kau kenapa mahu terus diperbodohkan kau lari saja dari rumah tu..biar kenari kahwin dengan karmin.thor aku pengin Cempaka dapat jodoh yang terbaik.
Rosananda: maunya sih begitu, tapu Cempaka anak yang sayang sama orangtua... Makasih selalu mampir.
total 1 replies
Goe Soka Cara Loe
salam kenal thor
Rosananda: Salam kenal kembali thor
total 1 replies
Mom FA
aku hadirr lagi tor🤗🤗
Rosananda: makasih.
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Semangat Thor
Rosananda: makasih sudah mampir
total 1 replies
Yukity
semangaat🆙😍
Rahma AR
salam dari me and ypu😊😊
Rosananda: Salam kembali thor.
total 1 replies
Lee
Teruskan thor!!
Rosananda: Ma"af mandeg ceritanya. Saya nya baru sembuh. Terimakasih sufortnya 🙏.
total 1 replies
Lee
cinta pandangan pertama emg sllu jedug-jedug ser...
Lee
My ice girl sarangahe mampir nih thor..
Like n koment mendarat !
semamgatt yaa..
Rosananda: makasih.
total 1 replies
Realpcy_Cyl
mampir lagi kak
Putri Handayani
semangat selalu kak💪💪💪💪
Rosananda: makasih kak🌹
total 1 replies
Yukity
semangat🆙😍
Yukity: sama2😍
total 2 replies
Viana
semangat thor
Rosananda: makasih kak 🙏
total 1 replies
Viana
first like and comment 🤫
Viana
semangat up Thor 💪💪👍👍😁😁
Rosananda: makasih 🌹
total 1 replies
Putri Handayani
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!