Acha adalah seorang siswi yang hobi berpetualang, dia memiliki sahabat bernama Sahira, Nur & Revi.
Suatu hari mereka memutuskan kembali bertualang ke sebuah pulau misterius yang sama sekali belum pernah dijelajahi oleh siapapun itu.
Yup mereka pun berangkat kesana bersama-sama...
Sesampainya disana, mereka dibuat terkejut karena pulau tersebut sudah dipenuhi oleh ratusan orang dari berbagai daerah.
Rupanya orang-orang itu tertarik pada hadiah yang akan diberikan bagi siapapun yang berhasil menjelajahi pulau tersebut dengan selamat.
Acha dan kawannya pun makin tertantang dengan adanya berita tersebut, dan ya tentu saja mereka mulai memasuki pulau itu tanpa rasa takut sedikitpun.
Tiba-tiba saja seseorang datang dan mengatakan jika mereka semua harus membuat kelompok berisikan 13 orang untuk dapat memenuhi syarat mendapatkan hadiah.
Mereka semua langsung membentuk kelompok masing-masing dan bersama-sama menjelajahi pulau tersebut.
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Yuk langsung cus baca aja..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06 (Maaf ada hati yang harus dijaga)
...HALO SEMUANYA..!!!...
...SELAMAT DATANG DI NOVEL BARU AKU!...
...SEMOGA KALIAN SUKA YA..!!...
...•...
HUMAN'S ADVENTURES EPS. 06
...•...
...Happy reading..🎉🎉🎉...
...✨✨✨...
Acha sendirian menunggu jemputan di halte sekolah, ia hanya bisa pasrah menunggu disana karena handphonenya sampai sekarang masih disita sama Bu Risma, ya tentunya dia tidak bisa menghubungi supirnya ataupun orang tuanya.
"Hadeh mana sih pak Joko? Perasaan biasanya kalo jemput gue gak selama ini, apa jangan-jangan dia mikir kalo gue gak minta dijemput ya karena gak kirim pesan ke dia? Ish gimana dong kalo dia mikir gitu? Bisa-bisa gue disini terus sampe besok, mana duit gue juga udah abis buat jajan di kantin!" gumam Acha yang kakinya tidak bisa diam terus menginjak-injak jalanan disana.
Lalu, datanglah seorang pria dengan motor kawasaki ninja H2 miliknya dan berhenti tepat di hadapan Acha.
Yap pria itu membuka kaca helmnya lalu berbicara pada Acha, dia tampak mengajak Acha untuk pulang bareng bersamanya.
"Ca, lu belum dijemput? Udah bareng gua aja yuk! Mumpung gua lagi pulang sendiri, biasanya kan selalu ada orang di belakang gua!" ujar pria itu.
"Sorry Al, ada hati yang harus gue jaga! Jadi gue gak bisa pulang bareng lu, udah mending lu duluan aja gue bisa naik angkot kok pulangnya!" ucap Acha dengan wajah juteknya.
"Ohh oke Ca gua duluan ya, hati-hati lu jangan sampe kenapa-napa di jalan..!!" ucap pria itu kemudian menutup kembali kaca helmnya dan langsung menancap gas pergi meninggalkan Acha.
Sesudah pria itu pergi, tampak penyesalan di wajah Acha karena sudah menolak tawarannya.. Bahkan dia sampai berlari ke jalan dan melihat ke arah motor pria tadi walau tak berani memanggilnya.
"Lu kenapa sih Ca? Seharusnya lu gak nyesel, ini emang harus lu lakuin supaya lu bisa moveon cepet dari Aldi! Iya iya gua gak nyesel kok..!!" gumam Acha bermonolog di dalam hatinya.
Acha pun kembali duduk di halte dan terus menunggu entah sampai kapan.
...•••...
Sementara itu, para siswa SMA Radena dan juga SMK Talasan masih terus bertarung satu sama lain untuk mencari yang terhebat diantara mereka.
Yup tampak Nuril berduel satu lawan satu dengan Dans, mereka memang tak suka diusik saat sedang bertarung karena ingin menunjukkan kualitas mereka sebagai seorang panglima tempur sekolahnya.
Memang saat duel menggunakan senjata Nuril lebih unggul dari Dans, tapi saat tangan kosong seperti sekarang tampak Nuril kesulitan menghadang pukulan-pukulan dari Dans.
Dia bahkan lebih sering menutupi wajahnya menggunakan kedua lengannya untuk bisa menahan pukulan dari Dans yang datang bertubi-tubi.
Akhirnya Nuril lengah dan Dans dapat memukul wajahnya, ya kali ini pukulan Dans tepat mengenai pelipis kanan Nuril hingga tampak warna ungu keluar dari sana disertai sedikit darah.
"Udah gue bilang sampai kapanpun Radena gak akan pernah menang lawan Talasan, bahkan dari sejak pertama kali sekolah kita didirikan Radena selalu jadi pecundang di hadapan Talasan..!!" ucap Dans menyombongkan diri.
"Jangan sombong dulu! Karena gua belum kalah, baru satu pukulan aja udah sombong!" ujar Nuril yang bangkit kembali lalu mengambil ancang-ancang untuk menyerang Dans.
Yap Nuril langsung melayangkan pukulan ke arah wajah Dans, namun dengan cepat berhasil ditahan dan malah saat ini Dans memelintir tangan Nuril hingga dia berteriak kesakitan.
Kemudian Dans menendang kaki belakang Nuril yang membuat Nuril kini seperti berlutut, ya selanjutnya Dans memukul wajah Nuril dengan keras sampai air liur nya muncrat keluar.
Nuril pun tergeletak di aspal, Dans kembali menghampirinya dan menarik tubuh Nuril agar dia bangkit.
Setelah itu, Dans memukul perut Nuril berkali-kali kemudian diakhiri dengan sebuah pukulan kencang di wajahnya lalu tendangan yang membuat Nuril terpental jatuh ke aspal lagi.
Melihat panglimanya sudah tergeletak, sontak teman-teman Nuril yang sedang bertarung merasa cemas akan mengalami kekalahan.
Namun dengan semangat yang menggebu-gebu, Alan masih terus menghajar lawannya tanpa henti.
Satu demi satu pasukan Radena juga tumbang menyusul Nuril, hingga kini hanya tersisa Alan & Rizqy yang masih kuat bertarung.
Alan sudah dikepung oleh 5 orang, sedangkan Rizqy harus menghadapi 6 orang sisanya... yup mereka dikurung di sebuah lingkaran yang dibentuk siswa SMK Talasan tersebut.
"Hahaha nyerah aja kalian, karena kalian gak akan mampu melawan kita semua..!!" ujar Elargano.
"Demi nama SMA Radena tercinta, gua gak akan pernah nyerah! Lebih baik gua mati disini daripada harus menyerah sama kalian..!!" ucap Alan dengan keras lantang mengagetkan para siswa SMK Talasan.
Sontak para siswa Radena bangkit kembali walau kondisinya masih sakit-sakit, tapi tak sesuai dugaan mereka bangkit untuk melarikan diri bukannya menolong Alan dan juga Rizqy yang masih dikepung.
"Hahaha kalian lihat tuh, temen-temen kalian lari ninggalin kalian disini! Bahkan panglima kalian si Nuril juga ikut lari terbirit-birit! Ayo kita masih kasih kalian kesempatan untuk nyerah!" ucap Ajim.
"Cih gua gak sudi nyerah..!!" ujar Alan meludah ke arah Ajim.
Sontak Ajim merasa kesal dan langsung menyerang Alan, begitu juga dengan yang lainnya...
...•••...
Disisi lain, Imeh menemui seorang pria di ruangan kerjanya.. Tampak mereka saling menyapa dan kemudian berpelukan disana.
"Bagaimana hari pertama kamu sekolah? Apa kamu sudah menemukan calon-calon peserta yang ingin mengikuti tantangan ini??" tanya pria itu sambil tersenyum.
"Sabar kak ini baru hari pertama, perlahan-lahan pasti aku bakalan bisa bujuk mereka semua untuk datang ke pulau itu!" jawab Imeh.
"Hahaha baguslah jangan kecewakan saya! Ayo-ayo duduk, minum dulu minuman itu pasti kamu haus kan!" ujar pria itu menyuruh Imeh duduk dan juga menawarkan minuman pada Imeh.
"Thanks kak, iya nih aku haus banget soalnya di luar panasnya gak kira-kira..!!" ucap Imeh lalu duduk disana dan langsung menenggak minuman nya sampai habis tak tersisa.
Setelahnya mereka meneruskan obrolan mengenai tantangan yang diadakan si pria tersebut.
...•••...
Sahira datang ke rumah Acha bersama Nur yang selalu setia menemaninya, mereka berharap dapat bertemu Acha karena tadi di sekolah memang mereka hanya bertemu Acha sebentar saja.
Yap mereka pun langsung disambut oleh mamahnya Acha yang cantik jelita itu, lalu mereka dipersilahkan masuk bahkan juga disediakan minuman.
"Ada apa nih kalian berdua kesini??" tanya Sari alias mamahnya Acha.
"Eee begini tante, kita tuh mau ketemu sama Acha! Kira-kira Acha nya ada di rumah gak tan?" ujar Sahira sambil tangannya mencomot cemilan yang ada di meja.
"Acha? Waduh gak tahu nih daritadi dia belum pulang-pulang, udah tante telpon sama sms tapi handphone nya gak aktif! Tante juga bingung nih sekarang dia dimana.. Emangnya tadi pas pulang sekolah kalian gak bareng sama Acha?" ujar Sari.
"Eee begini tante, tadi tuh di sekolah Acha sempet ketahuan ngelive di kelas pas lagi jam pelajaran! Nah jadi aja hp nya Acha disita sama guru, maka dari itu sampe sekarang Acha gak bisa dihubungin! Terus dari abis istirahat juga kita gak ketemu Acha tan, soalnya dia bolos gak masuk kelas.." jelas Sahira sambil terus memakan cemilan disana.
Sontak wajah Sari berubah jadi penuh amarah, ia tidak menyangka anaknya masih saja berulah saat di sekolah padahal sudah seringkali dinasehati.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
Awas aja agus kalau kamu ngikutin si Ragil
Eh! Ragil singkatan dari apa thor? 😅🙏
Eh! Zaki kamu itu siapanya Acha pake mau dipeluk segala
Kasihan kamu Aldi, Kenapa atauh gak ikut si Agus aja?