Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Budayakan like sebelum baca...
Happy reading
.
.
.
Akhirnya berita tentang Aileen dan Vano reda juga setelah hasil lab yang membuktikan bahwa Aileen tidak hamil. Ya meskipun masih ada beberapa siswa yang masih tidak puas dan terus menggunjing Aileen di belakang. Tapi apa Aileen peduli? Tidak! Buang-buang waktu saja jika ia kembali meladeni mereka. Yang terpenting Aileen sudah punya bukti.
Hubungan pertemanannya dengan Rena pun belum membaik. Apalagi gadis itu kini sedang ke luar negeri bersama orang tuanya. Mereka pun sama sekali tak ada kontek-kontekan. Seakan mereka berad di zaman dulu yang tidak ada teknologi canggih.
Aileen menjalani hari-harinya dengan biasa. Sekolah dan bekerja. Ia pun jarang bertemu dengan Vano kecuali di kafe semenjak mobilnya yang telah keluar dari bengkel. Di kafe pun Vano tidak selalu terlihat. Maklumlah, pemilik kafe mah bebas!
Seperti biasa Aileen sudah berada di kafe untuk bekerja. Tapi entah kenapa Aileen mulai merasa bosan. Lelah. Aileen rindu ingin shopping di mall. Hang out . Tapi ia kan harus bekerja. Jika tidak bekerja, bagaimana ia bisa membiayai hidupnya?
"Gue bosennnnn. Ngantukkann jadinya!" Batin Aileen sambil menopang dagunya sambil melihat pelanggan yang sedang menyantap pesanan mereka.
"Ikut saya!" Ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berada di depannya.
"Kemana? Ngapain?" Tanya Aileen malas sesekali menguap.
"Kamu maunya kemana?" Tanya seseorang itu lagi yang ternyata Vano.
"Mall," jawab Aileen dengan mata berbinar. Ngantuknya langsung hilang seketika.
"Yaudah ayo kita ke mall," ajak Vano.
"Tapi kan gue harus kerja. Gak usah deh," tolak Aileen dengan muka cemberut. Bagaimana tidak cemberut jika Vano mengajaknya ke tempat yang diinginkannya? Namun ia tak bisa karena tanggung jawabnya untuk bekerja di kafe. Ia tak mau makan gaji buta. Entar kena azab. Ihh ngeri.
"Kamu sudah bekerja sejak tadi. Apalagi kafe ramai banget tadi. Anggap saja ini bonus buat kamu. Pulang lebih cepat + refreshing. Kita ke mall dan saya yang traktir," ujar Vano dengan panjang. Semenjak kenal dengan Aileen, Vano memang selalu berkata dengan panjang atau bisa di bilang cerewet. Tapi tentu dengan pembawaannya yang tenang.
"Beneran?" Tanya Aileen memastikan. Ia tak boleh langsung senang sampai terbang dong. Kalau jatuh kan bisa sakit.
"Sure!" Jawab Vano dengan senyumnya.
"Yaudah tunggu. Gue ganti baju dulu!" Ucap Aileen tanpa menunggu balasan dari Vano langsung ngacir begitu saja. Dasar tidak sopan dengan atasan.
Tapi Aileen punya alasan. Ia harus gerak cepat sebelum bossnya itu berubah pikiran. Bagi Aileen kesempatan tidak boleh disia-siakan. Karena kesempatan belum tentu datang dua kali. So, Aileen tidak salah kan?
xxx---
Vano dan Aileen kini telah sampai di mall sejak tadi. Kini mereka sudah berada di time zone. Atas keinginan Aileen tentunya. Vano sebenarnya ingin menolak tapi melihat wajah Aileen yang dipaksakan agar terlihat imut itu membuatnya mengiyakan saja.
Tawa bahagia tak pernah luntur di wajah Aileen. Ia benar-benar semangat memainkan permainan yang ada. Sedangkan Vano hanya pasrah ditarik-tarik oleh Aileen hingga cewek itu lelah. Karena ia sendiri yang mengajak cewek itu untuk refreshing. Dan mungkin inilah cara Aileen refreshing.
"Duh capek!" Keluh Aileen.
"Mau makan tidak?" Tanya Vano sembari menyampirkan rambut Aileen yang lengket akibat keringat cewek itu sendiri.
"Mau. Tau aja kalau gue lagi laper. Lo cenayang ya?" balas Aileen dan segera menggandeng tangan Vano menuju salah satu restoran di mall itu.
Vano jadi tertawa mendengarnya. Ada saja pemikiran Aileen seperti itu. "Seriously? Kamu bertanya seperti itu? Uhh you're so funny!"
"Gue serius! Soalnya ya lo tuh selalu tau keinginan gue! Atau lo jin ya?"
"Jangan berpikiran aneh!" Vano segera mencari tempat untuk didudukinya bersama Aileen. Setelah mendapatkan tempat, mereka langsung memesan makanan untuk mereka berdua.
Akhirnya setelah beberapa menit menunggu, Aileen dan Vano kini tengah menyantap makanan mereka. Aileen begitu lahapnya makan. Seperti orang yang belum makan selama seminggu. Bibirnya pun sampai belopotan sisa-sisa makanan.
"Makannya pelan-pelan aja," ujar Vano sambil membersihkan bibir Aileen yang belopotan dengan tissue. Hal yang dilakukan Vano membuat Aileen memandang Vano dengan intens. Jantungnya pun sudah dag dig dug serrr sejak tadi.
"Ehmm abis makanannya enak sih. Apa lagi gue laper," balas Aileen melanjutkan makannya yang tertunda.
"Tapi pelan-pelan saja. Nanti kamu tersedak. Makanannya tidak akan lari."
"Iyalah gak bakal lari. Kan gak punya kaki."
"Yang bilang punya kaki siapa?"
"Ya elo."
"Saya tidak bilang begitu."
"Lupa peraturannya?"
"Peraturan apa?" Tanya Vano heran.
"Peraturan bahwa cewek selalu benar!" Jawab Aileen.
"Emang kamu cewek?" Balas Vano yang langsung mendapat tabokan indah oleh Aileen.
"Nyebelin!" Kesal Aileen membuang mukanya tak mau menatap Vano.
"Ngambek?"
"Lo nyebelin!" Balas Aileen masih tak mau menatap Vano. Akhirnya Vano menarik dagu Aileen hingga cewek itu menghadapnya.
"Saya minta maaf ya Aileen yang cantik," ucap Vano dengan senyumnya sambil mengusap pipi chubby Aileen yang kian lama memerah.
Sungguh Aileen makin merasa dag dig dug serrr lagi sekarang.
"Duhhh melting gue lama-lama!" Batin Aileen ketar-ketir.
"Ehhmm iya iya. Tapi abis ini gue mau belanja," balas Aileen.
"Baiklah."
"Lo yang bayar."
"Iya."
"Waaahh maacih!" Balas Aileen memeluk lengan Vano.
"Lo emang yang terbaik!" Lanjut Aileen.
"Yaudah lanjut makan gih."
"Iya. Ehh tapi boleh pesen dessert gak?" Tanya Aileen yang langsung dijawab anggukan oleh Vano.
Dengan segera Aileen memesan dessert yang diinginkan. Benar-benar ya Aileen, gak ada malunya sama Vano. Ia memesan dessert begitu banyak. Ternyata Aileen perut karet.
"Kalau boleh tau orang tua kamu masih hidup?" Tanya Vano pada Aileen yang kini telah menyantap dessertnya.
"Masih. Emang kenapa?"
"Kalau orang tua kamu masih hidup, kenapa kamu tinggal sendiri dan bekerja part time?"
"Emang lo sendiri gak kerja?" Tanya balik Aileen.
"Ya karena saya ingin mandiri. Bisa berpenghasilan sendiri."
"Nah gue juga gitu."
"Tapi kenapa kamu harus tinggal sendiri? Kamu itu cewek. Gak baik tinggal sendiri. Kalau ada yang ngapa-ngapain gimana?" Ucap Vano.
"Yyyaaa pengen aja," balas Aileen terbata.
"Atau jangan-jangan kamu kabur dari rumah?" Tebak Vano.
"Kan gue udah bilang tadi. Gak percayaan banget sihh!" Balas Aileen yang semakin gugup.
"Iya saya percaya."
"Nah gitu dong. Ehh gue udah selesai nih?"
"Yaudah kita pergi belanja."
"Horeeee!" Balas Aileen girang sambil bertepuk tangan.
"Anak kecil."
"Biarin wleeee!"
Akhirnya Aileen dan Vano berjalan hendak keluar dari restoran setelah membayar makanan mereka. Namunnn.....
"Aileen!!!" Panggil seseorang.
"Mama?!" Kaget Aileen begitu melihat siapa yang memanggilnya.
"Anjirrr gue ketahuan!" Batin Aileen.
-TBC-
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin