PROSES REVISI
Ini menceritakan seorang wanita cantik bernama Violeta Arelia Izabella. Dia keturunan dari keluarga terpandang di Italia.
Waldo Donzello itu namanya, banyak orang sangat tunduk, menghormati bahkan orang-orang sangat takut jika menyebut nama keluarga Donzello dan tidak mau mencari masalah dengan keluarga Donzello.
Pada suatu hari, mereka dipertemukan dengan cara yang sangat kejam dan menorehkan luka hati.
Lantas bagaimana kisah mereka? Dan apa yang terjadi antara Violeta dan Waldo? Langsung simak ceritanya
HAPPY READING
Follow IG : @Vanesaefkm_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanesa Mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
...💜 HAPPY READING 💜...
Delapan tahun kemudian semenjak Violeta melahirkan kedua bayi kembarnya. Kini mereka sudah beranjak besar. Mereka saat ini sudah berusia delapan tahun dan berada di kelas dua sekolah dasar.
Nardo sangatlah genius di usai nya yang masih belia. Bahkan Nardo pandai dalam bidang IT hacker. Violeta juga meleskan kedua anaknya untuk bela diri supaya suatu saat nanti bisa melindungi dirinya sendiri. Dan tanpa sepengetahuan Violeta, mereka pun juga ikut les privat cara penggunaan senjata api sejak kelas satu bersama guru bela dirinya yang ternyata mantan anggota militer.
Violeta pun telah menyelesaikan studi hingga lulus sarjana. Bahkan dirinya membuka sebuah butik yang cukup terkenal di Berlin, Germany yang saat ini sedang dihandle oleh sahabatnya Victoria.
"Mom, kita jadi pindah ke Germany?" Tanya Naela yang sudah tidak sabar pergi.
"Jadi dong."
"Yuhuuuu."
"Diamlah, Nae! Aku sedang berkemas ganggu konsentrasi." Pekik Nardo.
"Dasar balok kering!" Gerutu Naela.
Keluarga kecil Violeta akan pindah ke Germany dikarenakan adanya urusan mengenai bisnis butik yang dibukanya. Urusan ini berlangsung lama, maka dari itu Violeta berpikir untuk pindah sementara waktu di Germany agar tidak bolak-balik.
Mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga mengemasi semua keperluan mereka saat berada di Germany.
"Oh ya, mom, Apa nanti kita lanjut sekolah di sana?" Tanya Nardo sambil mengemasi barang-barangnya.
"Tentu, sayang. Mom, sudah daftarkan kalian."
Dua hari kemudian, Violeta beserta anaknya sudah berangkat ke Germany. Estimasi waktu perjalanan mereka sekitar dua jam sepuluh menit. Memang negara itu saling berdekatan tidak terlalu jauh jaraknya.
Pesawat umum yang dikendarai mereka pun telah mendarat dengan selamat di bandara Berlin Brandenburg Airport.
Akhirnya sudah sekian tahun lamanya Violeta kembali menginjakkan kakinya di Berlin, Germany. "Huh, ternyata tidak terlalu ada yang berubah. Welcome back." Gumam nya dalam hati sambil menghela nafas.
"Wah mom, aku sangat suka Germany." Girang Naela yang baru saja tiba.
"Iya sayang." Ucap Violeta.
"Mom kita akan tinggal dimana?" Tanya Nardo.
"Di sebuah Mansion yang kebetulan dekat dengan perusahaan D'Zello." Jelas Violeta.
Mansion Violeta memang dekat perusahaan D'Zello karena tempat nya sangat bagus, strategis, dan cocok untuk anak-anak.
Kini mereka dalam perjalanan menuju mansion, menggunakan taksi umum. Selama di perjalanan Nardo dan Naela sangat takjub dengan bangunan Germany yang masih kental dengan sejarah. Hingga tak terasa mereka telah tiba disebuah mansion cukup besar untuk mereka bertiga.
"Huaaaa aku sangat menyukainya." Takjub Naela saat melihat mansion yang akan ditempatinya.
"Masuk sayang." Violeta mempersilahkan anak-anaknya untuk masuk ke dalam mansion.
"Iya, mom." Ucap secara bersamaan Nardo dan Naela.
***
Sedangkan di sebuah mansion yang sangat besar sedang ada perseteruan antara ibu dan anak perihal seorang ibu yang ingin anaknya segera menikah di umur yang sudah mau memasuki kepala empat lebih tepatnya sih tiga puluh tujuh tahun.
"Mah, pokoknya jangan jodohkan aku lagi." Kesal Waldo karena dirinya tidak suka dijodohkan dengan wanita yang menurutnya seperti ja-lang dan materialisme. Mamahnya itu sering sekali menjodohkannya. Namun, Waldo selalu menolak wanita-wanita itu.
"Sayang, mamah hanya ingin terbaik buat kamu. Mamah juga ingin menggendong cucu. Lihat pah anakmu." Cemberut Fionnuala.
"Anak kita mah. Papah setuju dengan Waldo biar ia tentukan sendiri pilihannya. Kita doakan saja yang terbaik." Pungkas Amedeo.
"Terserahlah." Gerutu Fionnuala dengan kesal dan langsung pergi begitu saja.
"Mulai deh." Batin Waldo dan Amedeo.
"Pah, aku pulang dulu." Pamit Waldo. Dia memang sudah tidak tinggal bersama orang tuanya di mansion Donzello. Dirinya sudah punya mansion yang tidak kalah besar dari mansion utama keluarga Donzello.
"Baiklah. Hati-hati."
"Hmm." Jawab Waldo dengan berdehem.
"Astaga anak itu, kalau bukan anakku sudah aku gibeng." Batin Amedeo.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭
THANK YOU
gk ada hormat2 nya sm suami...wlu pun kau tak mencintai suami mu se enggak nya hargai lh suami mu...