NovelToon NovelToon
Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dosen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.8
Nama Author: KAY_21

Harap bijak memilih bacaan.
Perhatikan bacaanmu❗️


Opsesi dan cinta. Dua kata yang tampak sederhana tetapi mengandung pengertian yang begitu dalam.

Sakia Shen, atau kerap kali dipanggil Kia. Hari itu suasana sangat cerah. Wanita cantik itu dengan gembira mendatangi rumah sang pacar untuk bertemu calon mertua. Namun, ekspetasi tak seindah realita.

Kia yang jengkel datang ke Bar untuk menghilangkan penat. Tanpa disangka, ia mengalami hal yang tak terduga.



Ikuti terus kisahnya
Jangan lupa untuk tingalkan jejak berupa Like

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Jet pribadi mewah tengah mengudara di langit Etiopia. Melesat dengan kecepatan 460 sampai 602 mill per jam. Fasilitas di dalam juga lengkap. Mulai dari singel seat yang bisa berputar 360 derajat. Sofa panjang dengan led televisi di depannya. Meja bartender kecil lengkap dengan beberapa jenis minuman, semua itu, tentu saja milik keluarga Lee.

Kenneth tengah duduk di sofa panjang dengan santai. Seorang wanita bergaun merah bergelayut manja di pangkuannya. “Kenapa berhenti?” Suara merdu terdengar lirih di telinganya. Kennt menarik kembali tangannya yang sejak tadi bersembunyi di balik gaun merah.

“Milikmu, sudah basah!” Kennt mengambil tisu basah lalu mengelap tangannya.

“Kalau begitu, kita bisa beralih posisi.”

Wanita itu berjongkok dengan helsnya, jemari lentik yang nakal bermain menuruni perut Kennt. Kenneth menghentikannya, “Tidak! Tidak!” Ia mengulurkan tangan, mengangkat dagu wanita itu. “Aku tidak ingin bermain lebih!” serunya.

“Come on, Kennt. Aku ingin kamu!” rengeknya memohon.

“Jangan pernah memaksaku, Hera!” Kennth menatap tajam. Ia berdiri merapikan bajunya, lalu berjalan ke toilet untuk mencuci tangan.

Stefa yang baru saja dicampakan untuk kesekian kalinya, hanya bisa mengigit bibir bawah. Ia berdiri dengan kesal, lalu duduk kembali ke kursinya dan bersikap manis. Wanita cantik berambut pirang itu seakan tahu dengan sikap dingin Kennt.

...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

Kenneth pov

Dari dulu memang sudah suka bermain wanita. Hanya menikmati, menyentuhnya dengan bebas, tapi tak mau disentuh. Entah kenapa, aku sama sekali tidak tertarik untuk melakukannya. Bahkan si kecil juga menolak dan tetap tidur.

Jangan pernah berpikir aku g*y. Gunung kembar atau menjelajah lembah, aku masih suka. Jiwa adventure ku bergejolak, suka menjelajah tapi tidak suka dijelajah. Mungkin aku akan berubah pikiran jika itu dia.

“Astaga!!” seruku kaget.

Baru keluar dari toilet, Tania menatapku dengan tatapan sinis sembari melipat kedua tangannya. Wanita itu seperti kerasukan setan. Dia selalu seperti itu saat melihatku bermesraan dengan wanita lain.

Apa dia menyukaiku?

Jangan sampai itu terjadi.

“Kenapa?” tanyaku dengan nada sedikit ketus.

Tania menghela napas, “Pendaftarannya sudah selesai. Anda bisa mulai masuk besok lusa!”

Ia menyandarkan punggungnya, lalu membuang pandangan melihat ke jendela.

Senyum puas lolos dari bibirku. Tania memang selalu dapat diandalkan kapan pun. Dengan santai aku berjalan mendekat, meletakkan tangan kanan di pundaknya lalu mencodongkan tubuhku ke depan.

“Kenapa harus lusa? Aku ingin besok!” sahutku lirih.

Tania meloleh dengan cepat, membuat wajah cantiknya berada persis di depanku. “Kau bercanda denganku, Kennt?” sunggut Tania.

Aku menegakkan kembali tubuhku, menyimpan telapak tangan ke dalam saku celana. “Kapan aku bercanda denganmu?” ucapku sedikit mengejek.

Wanita itu memanyunkan bibir, menatapku tajam seperti seekor elang yang mendapatkan mangsa. Aku tahu betul, bagaimana cara membuat wanita ini kesal sampai berekspresi seperti itu.

“Aku ngak ada waktu mengurusi kisah asmaramu!” Tangan Tania mengepal kuat. Sepertinya dia benar-benar kesal.

Hela napas yang ku buang cepat, sebelum akhirnya menoleh ke sisi lain. Melihat sosok Stefa yang sedang duduk menonton drama sembari menyesap anggur. Tidak lama, mungkin hanya lima detik, lalu kembali melihat Tania.

“Oh ayolah! Kamu yang paling tahu diriku, Baby!” Aku menaruh tubuhku di singel seat yang berada di depannya. “Jelas-jelas aku tak pernah mengejar wanita. Mereka saja yang terus menempel padaku.”

Aku mendengar jelas, dengus wanita itu yang tengah mengejekku lengkap pandangan sinisnya. Ia berdiri, berjalan ke sebuah bartender kecil, kemudian mulai meracik minuman. Tak beberapa lama, dia kembali dengan dua gelas coctail.

“Minum! Aku lebih suka melihat wajah seriusmu yang tengah mabuk.” Tania meletakkan gelas dengan kasar di hadapanku.

Aku mengambil gelas, menyesap isinya sembari melihat awan dari balik jendela.

Menikmati segelas coctail di ketinggian 36 ribu kaki, dengan fasilitas lengkap di dalam jet pribadi. Hidup yang seperti ini, aku cukup bosan.

Keesokan harinya. Kia datang seperti biasa, tidak terlalu awal, juga tidak terlambat. Dengan bush putih yang memperlihatkan belahan dada, di mix dengan jaz berwarna senada. Berjalan sedikit angkuh dengan beberapa buku tebal dalam dekapannya.

“Selamat pagi!” sapa Kia yang menaruh tumpukan buku di atas meja.

“Pagi, Miss.”

Kia menyalakan proyektor, mengambil spidol hitam dan menorehkannya di atas papan putih. Hanya menuliskan beberapa kata, lalu menjelaskannya sebentar dengan proyektor.

Bahasa yang lugas, pembawaan tegas berwibawa. Seperti itulah pembawaan Kia yang sedang serius mengajar.

“Pelajari dalam sepuluh menit. Silakan bertanya jika sulit memahaminya.” Kia melepas jaz lalu menyeret kursi dan duduk di atasnya. Menghela napas yang sedikit berat, lalu menyandarkan punggungnya di kursi.

Kia menutup mata, membayangkan pertarungan sengit yang terjadi semalan dengan Jenny. Rasa lelah yang menumpuk membuat lingkaran matanya terlihat jelas. Baru beberapa menit ia menutup mata, tiba-tiba bulu kudunya berdiri hingga membuatnya terbangun.

Ia menoleh mengawasi keadaan, melihat para murid yang masih tenang melihat layar. Ada perasaan aneh yang tak bisa di jabarkan. Ia merasa ada seseorang yang tengah mengawasinya.

Siapa itu? Siapa yang sedang mengawasi Kia?

...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

*Jangan lupa Likenya *👍🏻👍🏻

*Terima kasih *

1
zeus
Umur g Bisa bohong
Kebijaksanaan orang yg sdh berumur jgn di banding Kan ma anak muda berangasan model kenneth
zeus
Klo gini semua g blh mentingin ego
Berikan Jenny ke pemilik sahnya.. Toh Ayahnya Jenny jg korban
zeus
Knp g jujur saja
Sesuatu klo di mulai dari ke tidak jujur an jalan ya biasanya g bener
zeus
Ingusan? Bknnya usiia Ken 1 tahun lbh tua?
Klo ken ingusan Kia bocil donk
zeus
Udh blokir saja no maknya.. Toh dulu Dia sdh di usir Kan? Jgn tll bodoh dg Bahasa berbakti.. Jgn2 Kia itu bkn anak kandung si lampir
zeus
Korek trs ken
Racun saja nenek lampir kyk gitu
zeus
👍
zeus
Bakti itu g membabi buta kyk gitu.. Kasih ja syarat, suruh Ceraikan suaminya mama ya Soal biaya hidup Kia bantu.. Lelaki model parasit kyk gitu lbh Baex di buang ke sampah
zeus
Biasanya Ada ikatan bathin antara anak dan orang Tua... Laah, ini Jenny ma Ken spt ga Ada ikatan apapun? Satu lg klo emg Jenny anak Ken masak ga Ada kemiripan Sama sekali? G mgk donk..
zeus
Kok spe skrg ga Ada interaksi Ken ma Jenny?
zeus
Agak ribet bacanya krn Pov gonta ganti
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Triana Oktafiani
Kerennn 👍
Santimehasari Nst
Luar biasa
uhuuyyyyyy
lhaahhhhh
uhuuyyyyyy
pie too kiiihhh
uhuuyyyyyy
apakah ayah nya jenny
uhuuyyyyyy
cincang ajaaaa...yg punya ndek depan mu Miss Kiaaa😂😂
pikhacu
🅑🅐🅖🅤🅢
remoncxx
endingnya kurang thor, kia blm bls ungkapan cinta nya kent
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!