NovelToon NovelToon
Dea I Love You

Dea I Love You

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

"Aku ingetin, jangan sampek kamu jatuh cinta! Aku nikahin kamu karena terpaksa!"

"Sorry, pria seperti kamu bukan tipeku!" cetus Dea pada pria yang berdiri di depannya dengan sombong dan angkuh.

"Kamu yang bukan tipeku!" Daniel tidak mau kalah. Sebab Dea benar-benar gadis di bawah standard. Untuk nilai, bagai pria sesukses dirinya, Dea memiliki nilai F.

Yuk kenalan sama penulis, Instagram :
Sept_September2020

Baca juga karya Sept yang sudah Tamat
Rahim Bayaran
Istri Gelap Presdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalap Amatiran

Dea I Love You - Episode 7 (18+)

Oleh Sept

Jengkel begitu membuka mata malah mendapati Daniel tidur satu ranjang dengannya. Dengan kekuatan penuh, Dea mendorong tubuh Daniel dengan kedua tangan. Membuat pria itu mengaduh kesakitan ketika terjatuh di atas ubin yang dingin.

"DEAAA!" teriakan itu tertahan di tenggorokan. Sungguh, pagi ini dia ingin menelan Dea hidup-hidup. Bangun tidur sudah cari gara-gara. Sambil memegangi pinggangnya yang nyeri, entah encok apa salah urat, yang jelas ia mencoba berdiri sambil meringis menahan sakit.

Dengan wajah tanpa dosa, Dea melongok ke bawah. Dilihatnya Daniel, dalam hati ia mengucap syukur tak terkira. Kapan lagi bisa berbuat seperti ini. Wajah yang kusut baru bangun tidur itu langsung mengulas senyum penuh rasa kepuasan.

"Keterlaluan kamu, ini aset! Kalau sampai aku patah tulang, aku tuntut kamu Dea!"

"Mana ada jatoh dari ranjang lalu patah tulang? Idih!" cibir Dea menatap tak percaya. Katanya sih cerdas, IQ di atas rata-rata. Tapi mulai dari sini, Dea malah ragu. Cangkangnya aja yang keren, isinya dodol, pikir Dea. Ia memandang suaminya dengan tatapan meremehkan.

Daniel masih meringis menahan sakit, sepertinya ia salah jatuh atau jatuhnya pada posisi yang nggak bener.

"Jangan pura-pura! Toh tadi aku nggak dorong kenceng loh!" Dea mulai panik.

Daniel diam saja, pria itu sedang menikmati rasa sakitnya.

"Panggil dokter!" ujarnya dengan wajah serius.

"Ini beneran sakit?" Dea yang sudah turun dari ranjang mencoba memeriksa sendiri pinggang suaminya.

"Ish ... sana!" Daniel mendorong kepala Dea yang mulai dekat-dekat.

"Pasti bercanda, kan? Ayolah! Ini sangat konyol!"

"Dea! Panggil dokter! Se ... ka ... rang!"

Melihat betapa seriusnya wajah Daniel, Dea buru-buru meraih ponselnya. Tapi di mana? Di luar kamar! Pasti di atas meja depan TV. Semalam ia ketiduran, gadis itu lantas bergegas ke luar kamar mencari benda pipih tersebut.

Ayah yang sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi hangat, terkejut lantaran Dea nampak panik sambil memencet layar ponselnya.

"Ada apa Dea?"

"Itu ... itu Yah ... Mas Daniel ... dia ... dia ... jatoh!" Dea udah mirip pelawak. Sesaat jadi gagap.

"Hah? Jatuh? Jatuh bagaimana maksudnya?" Ayah langsung menaruh cangkir kopinya di atas meja.

Dea mengigit bibir bawahnya, aduh. Harus bagaimana bilangnya? Masa bilang jatuh dari ranjang karena ia sendiri yang mendorongnya? Nanti Ayah curiga. Dea bingung menyusun jawaban.

Sedangkan Ayah, pria itu langsung masuk ke dalam kamar. Dilihatnya Daniel sudah duduk sambil bersandar pada sandaran ranjang.

"Kok bisa jatuh? Gimana ceritanya?" tanya Ayah penasaran. Dari belakang tubuh Ayah, muncul sosok Dea. Gadis itu menyatukan tangan, membuat simbol permohonan maaf. Berharap Daniel tidak cerita macam-macam pada ayahnya.

"Ranjangnya terlalu sempit, Yah!" jawab Daniel dengan tersenyum canggung.

"Awas kamu, Dea!" batin Daniel sambil melirik istrinya.

Dea sendiri bisa bernapas lega, syukurlah Daniel tidak berkata yang bukan-bukan.

Ayah tersenyum, kemudian kembali berbicara. "Sepertinya Ayah harus pesan ranjang baru untuk kalian!"

Aroma canggung langsung menyeruak di dalam kamar itu.

Beberapa saat kemudian dokter tiba dan Dea tidak menyangka, bahwa suaminya benar-benar mengalami cedera pada punggungnya.

Setelah dokter pergi, dengan menyesal Dea mendekati Daniel.

"Maaf ya!"

Daniel melengos, kemudian otaknya mulai berputar. Ada rencana jahat yang merasuk dalam kepalanya.

"Hari ini kita pulang!" ucapnya dingin.

Karena habis berbuat ulah, dan hampir membuat suaminya celaka. Akhirnya Dea mengangguk. Tidak lagi membantah dan keras hati seperti sebelumnya.

"Iya," jawab gadis itu dengan lirih.

Sebuah senyum mencuat dari bibir Daniel, akhirnya ia bisa membawa pulang Dea. Tidak lagi ketar-ketir bila mamanya menanyakan keberadaan istrinya itu.

Sore harinya.

"Nggak nginap di sini lagi?"

"Nggak, Yah. Lagian besok udah masuk kuliah." Setelah pamit pada ayah, mereka berdua menuju mobil yang terparkir di depan rumah.

"Dea, kamu yang nyetir!"

"Kok aku?"

"Punggungku masih sakit."

Dea pasrah, kemudian bersiap duduk di balik kemudi.

Baru keluar komplek rumah, Daniel sudah berceloteh.

"Lamban bener, berapa tuh kecepatannya? Lebaran gajah baru sampek!" celetuk Daniel yang nggak sabar dengan cara menyetir Dea.

Ekspresi wajah Dea langsung berubah menyeringai jahat. Tanpa pemberitahuan, ia langsung tancap gas. Mengemudi dengan kencang, tidak peduli dengan wajah panik pria di sampingnya.

Wush!!!

Mobil melesat bersama angin, seperti kerasukan setan pembalap professional. Dea mengemudi ugal-ugalan.

"Stop! Stop!"

Huek huek huek

Perut Daniel terasa seperti diaduk-aduk, ia merasa mual karena cara mengemudi Dea seperti sopir bus yang kejar setoran. Urakan dan ugal-ugalan.

Saat mobil berhenti di tengah jalan, Daniel langsung keluar. Pria itu mengeluarkan semua isi dalam perutnya.

Dea yang masih memegang setir bundarnya, hanya melirik ke luar jendela. "Dea dilawan!" batin gadis tersebut sembari tersenyum tipis.

Saat Daniel berbalik dah mengetuk jendela mobil. Dea memasang wajah prihatin.

"Keluar!"

"Hah?"

"Aku aja yang nyetir!"

Dea enggan keluar, ia pindah tempat duduk dengan bergeser saja. Diliriknya lewat ekor mata, betapa masamnya wajah suaminya itu. "Sukurin!" hati Dea bersorak gembira.

***

Apartemen Daniel.

Ini adalah pertama kali bagi Dea menginjakkan kakinya di apartemen Daniel. Ia menatap takjub pada desain interior di sana. Perfecto!

"Itu kamar kamu, kita tidur terpisah." Daniel menunjuk salah satu kamar.

Dea sih senang-senang saja, artinya ia tidak akan satu ranjang dengan pria angkuh nan sombong itu.

"Rapikan barang-barangmu sendiri, Kita tidak punya pembantu. Karena aku tidak suka ada orang asing di dalam rumahku." Daniel terus saja ngoceh, sedangkan Dea. Ia sudah pergi ke kamar barunya.

Mendengar ceramah Daniel hanya membuatnya merasa bosan saja.

Malam harinya.

Mereka kedatangan tamu agung, Mama Rosie datang. Menyatakan akan menginap malam ini.

"Sial!" batin Daniel, ia merutuk tak karuan. Ada Mama di apartemen miliknya malam ini, mau tidak mau ia harus tidur satu ranjang lagi dengan Dea.

***

Di dalam sebuah kamar, terlihat wajah Dea yang masam.

"Jangan perlihatkan wajah jelek itu! Kamu pikir aku suka tidur satu kamar denganmu?" ejek Daniel.

"Awas kalau nanti aku bangun, kamunya peluk-peluk!" ancam Dea.

"Ya ampun Dea, harus berapa kali aku bilang. Kamu bukan tipeku!" ucap Daniel, lagi-lagi dengan nada yang mengejek.

"Kita lihat! Apa kata-kata itu bisa dipercaya."

"Cih! Jangan terlalu PD! Kamu nggak pakai apa-apa aja, aku juga nggak bakalan nafsu!"

Kesal karena Daniel mengajak debat terus, Dea langsung mengambil guling dan bantal, menyusunnya di tengah. Gadis itu kemudian memilih memejamkan mata. Besok ia ada kuliah pagi.

Kring kring kring

Jam beker membuat tidur nyenyak Dea terusik. Gadis itu mengosok mata kemudian mencari ponselnya.

"Jam berapa ini?"

Ia memindai seluruh ruangan dan kamarnya kosong. "Ke mana pria sombong itu?" gumamnya.

Ketika menatap layar ponsel, ia langsung bergegas. "Ya ampun! Telat!" pekiknya. Dea pun langsung keluar kamar.

"Sudah bangun?" sapa Mama mertuannya yang sedang menyiapkan sarapan.

"Hehehe!" Dea hanya nyengir bak onta Arab.

Beberapa saat kemudian.

Dea sudah rapi dengan tas punggung dan buku besar di tangannya.

"Hari pertama, biar Daniel yang antar ya, Sayang!"

Daniel menahan kesal, padahal ia ada agenda meeting. Meskipun agak siang sih, hanya saja ia malas bila harus mengantar istrinya ke kampus. Tapi, karena Mama yang minta, Daniel tidak bisa menolak.

Sedangkan Dea, ia tadi sudah merasa senang. Mau ke kampus dengan mobil baru. Tapi kebahagiaan Dea sepertinya harus tertunda saat ini.

***

Kampus Biru

"Udah, stop di sini saja!" tanpa mengucapkan kata-kata lagi. Dea langsung turun dari mobil suaminya.

Daniel tak ambil pusing, begitu Dea sudah turun, ia pun berniat putar balik. Akan tetapi, ketika matanya melirik spion. Tangannya malah mencengkram kemudi dengan erat. Tiba-tiba hatinya panas. Bersambung.

Visualnya enakan di sini apa di Instagram ya?

1
juwita
gila si kuda istri sendiri di kasih obat laknat🤣🤣
juwita
kudaniel cicing wae di tium" coba klo istri nya yg ky gitu dgn laki" lain apa g tantrum dia
juwita
jgn mau di ajak tidur dl dea. seblm kudaniel lepas dr pacanya
juwita
klo kita mah dr pabaliut sm buat perut. ada buat perawatan g ada buat mkn. ya mending perut dl yg utama🤣🤣
juwita
jatuh cinta sm istri ato suami sendiri gpp thor asal jgn jatuh cinta sm suami org apa lg sm suami temen sendiri🤭🤭
juwita
giliran dea sm cwok km panas. trs km sm dara patok" gmn sadar g klo km udh pny istri
juwita
bagus lawan dea laki" arogan angkuh sombong ujung"nya bucin akut🤣🤣
Aluh Alvrida
Akhirnya.tamat dengan hepy end😍😍
Aluh Alvrida
Hihihi..mau ngakak teruss..Zensetx Danile manyala nyala teruuss/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
hahahahahaaaa
Aluh Alvrida
Maleezz bilang kudnil/Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
Tower douwer../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
Bagus ceritax bikin ngakak melulu😂😂
Aluh Alvrida
Kim ..Kim..lagiii/Joyful//Joyful//Joyful/
Aluh Alvrida
Simili miliiiniyi pidimi diiieeeaa/Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
Aku tertawa..Kusuka..Kusuka ceritax...🤣🤣🤣🤣🤣
Maryam Renhoran
Alhamdulillah,,,
happy ending, senang bacanya 😍😍
Ida Saidah
Lumayan
Ida Saidah
Biasa
Putu Noviia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!