NovelToon NovelToon
Namaku Aya

Namaku Aya

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:290.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Judul : Namaku, Aya

Author : Mamak_A

Sinopsis :

Inginnya menikah dengan pria yang kita cintai, bersama hingga menua dan menuju surga.

Tapi perjalanan hidup tak bisa diduga. Semua rencana bisa saja tak sesuai. Karena sesungguhnya, skenario-Nya lah yang terbaik.

Lika liku perjuangan hidup yang hebat, harus dilalui seorang Ayatul Husna. Sejak sang ayah mengalami kecelakaan kerja, ketika dirinya duduk di kelas 1 SMA, membuat Aya harus menjadi asisten rumah tangga paruh waktu, demi melanjutkan pendidikannya.

Bahkan setelah lulus SMA, dirinya bekerja sebagai cleaning service di sebuah gedung perkantoran, untuk membiayai kuliahnya.

Selesai menempuh pendidikan di universitas, Aya pun mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak. Dia meminta ibunya untuk tidak bekerja lagi sebagai asisten rumah tangga. Aya pun menjadi tulang punggung kala itu. Hidup mereka menjadi sedikit mudah, setelah Aya menjadi seorang karyawan di perusahaan besar.

Namun, takdir seolah mempermainkannya. Ayahnya harus meninggalkan mereka untuk selamanya. Dan satu minggu setelah kepergian sang ayah. Aya harus menanggung beban yang selama ini tertutup rapi. Membayar hutang sang ayah yang jumlahnya tidak sedikit.

Aya juga harus membuat banyak keputusan penting dari dilema hidupnya, sekarang. Termasuk soal harus menikahi pria yang tidak dikenalnya demi membayar hutang sang ayah. Pria dengan usia yang terpaut 19 tahun.

Aya pun berkali-kali dihadapkan dengan pilihan menyerah atau bertahan. Bisakah gadis itu bertahan? atau, dia malah memilih menyerah?

. . .

Namaku, Aya. Ayatul Husna. Semoga kalian menyukai kisahku.


©2021, Maya Asviana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 6

Ketika hari kerja tiba, Aya masuk ke ruangan manajer dan menanyakan mengenai peminjaman uang untuk karyawan.

"Karena kamu sudah menjadi karyawan tetap, kamu bisa mendapatkan soft loan sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah)" ucap pak Sigit, manajer Aya di kantor.

"Apa tidak bisa kalau saya pinjam empat puluh juta, Pak?"

"Tidak bisa Aya, untuk grade sebelas seperti kamu, pinjaman yang bisa diberikan oleh perusahaan hanya sebesar dua puluh juta. Itupun harus kamu lunasi dalam jangka waktu lima tahun dengan bunga flat dua persen."

Aya pun menghela napas berat, "seperti itu ya Pak?" ucapnya lesu.

Pak Sigit pun mengangguk, "untuk apa kamu pinjam uang sebesar itu?" tanya pak Sigit penasaran.

"Untuk membayar hutang, Pak," jawab Aya jujur. Pak Sigit pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Aya pun keluar dari ruangan itu dengan wajah lesu. Aya terus memikirkan bagaimana caranya memiliki uang sebesar empat puluh juta rupiah. Sementara tenggat waktu yang dimilikinya pun hanya tinggal dua hari lagi. Aya bahkan sampai tidak berselera makan. Namun dia memaksakan diri untuk tetap menjaga asupan makanannya. Karena gadis itu tidak mau sampai jatuh sakit dan malah semakin merepotkan sang ibu.

Di sepertiga malam, Aya pun membentangkan sajadahnya, "ya Allah, tolong beri aku jalan keluar terbaik," ucap Aya disela isak tangisnya. Aya terus bersimpuh meminta pertolongan penciptanya.

.

Hari yang dijanjikan pun tiba. Hari ini Aya dan bu Retno harus melunasi hutang-hutangnya kepada pak Sunandar. Dengan senyum sumringah, pak Sunandar dan Lutfi memasuki rumah kecil itu. Aya pun kembali menghidangkan teh dan camilan untuk mereka.

"Bagaimana Aya? Kamu sudah membuat keputusan?" tanya pak Sunandar.

"Pak, apa boleh kalau saya membayar hutang itu separuh dulu. Saya dapat pinjaman dari kantor, tapi hanya dua puluh juta," pinta Aya.

Pak Sunandar pun menghela napas. Dia tau jika Aya tidak menginginkan pernikahan itu. "Maaf Aya, saya benar-benar menginginkan kamu menjadi menantu saya. Jadi saya tidak bisa memberikan toleransi seperti itu," ucap pak Sunandar.

"Lagian, jika kamu meminjam uang dari kantor, setiap bulan kamu harus membayar cicilannya, sudah pasti berikut bunga tho?" Aya pun menganggukkan kepalanya.

"Berarti kamu harus membayar double cicilan. Cicilan hutang ke kantor, dan cicilan hutang kepada saya. Apa kamu sanggup?"

Aya hanya terdiam. Dia pun sudah memikirkan hal ini sebelumnya. "Apa cicilan hutang ke Bapak, tidak bisa saya bayarkan, setelah cicilan hutang saya di kantor sudah lunas?"

"Sudah saya bilang kan, saya sangat menginginkan kamu menjadi menantu saya. Lutfi juga begitu," ucap pak Sunandar.

"Tapi, apa bisa mereka hidup bahagia, jika menikah tanpa didasari cinta?" tanya bu Retno.

"Saya mencintai Aya, Bu," tegas Lutfi.

Aya hanya terdiam. Dan mereka semua saling diam beberapa saat, sebelum akhirnya Aya angkat bicara. "Aya tidak mau menikah dengan pria yang tidak Aya kenal. Aya butuh berkenalan lebih jauh dengan mas Lutfi terlebih dulu," ucap Aya kemudian.

"Aya ...," lirih bu Retno. Ibunya Aya itu pun menggelengkan kepalanya. Rasanya dia tidak tega, jika Aya harus menikah dengan pria yang usainya hampir dua kali usia anaknya itu.

"Ya, aku juga mau mengenal kamu lebih dekat."

Bibir pak Sunandar pun langsung melengkung sempurna. Dia sudah merasa bahagia hanya mendengar Aya mau membuka hati untuk Lutfi.

Dan akhirnya mereka berjanji untuk menjadi lebih dekat dalam kurun waktu satu bulan. Setelah itu, mereka akan bertunangan dan langsung menikah.

.

Sepulang pak Sunandar dan Lutfi dari sana. Bu Retno pun mengguncang pelan lengan anaknya. "Kenapa kamu mau menikah dengan anaknya pak Sunandar yang tua itu, Ya?"

"Habisnya kita bisa dapat uang dari mana lagi, Bu?" ucap Aya pasrah.

"Ibu sudah memikirkannya. Gimana kalau kita gadai sertifikat rumah ini," ucap Bu Retno.

Aya pun menggelengkan kepalanya, "enggak Bu. Ini satu-satunya peninggalan ayah. Kalau suatu saat kita tidak bisa membayar cicilannya, kita akan kehilangan rumah ini," ucap Aya.

"Biar Aya mengenal mas Lutfi lebih jauh, Bu. Tapi, jika dalam waktu satu bulan ini, Aya tidak melihat kebaikan dalam dirinya, Aya setuju untuk menggadaikan rumah ini." Bu Retno pun setuju dengan usul itu.

Sejak hari itu, Lutfi pun selalu mengantar dan menjemput Aya setiap bekerja. "Makasi ya Mas, sudah mau mengantar Aya ke kantor."

Lutfi mengangguk sambil tersenyum, "setelah kita menikah, aku akan melakukan hal yang sama, Ya," ucap Lutfi. Aya pun tersenyum tipis.

Setiap pulang bekerja, Lutfi pun selalu membelikan makan malam untuk Aya dan ibunya. Dan mereka terkadang makan malam bersama.

Selama satu bulan ini, hubungan Aya dan Lutfi pun semakin dekat. Dan Aya pun merasa jika Lutfi merupakan pria yang cukup baik.

"Bu, Aya memutuskan untuk menikah dengan mas Lutfi," ucap Aya.

...****************...

.......

.......

.......

...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan...

...BERI HADIAH & VOTE yaaa .......

...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...

...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan....

1
Alfa Hana
kok umur aya semakin muda di bab sebelumnya umur 27 sekarang 26,
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
Tetap semangat Aya
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
Aih seneng nya,ayah bikin baper aja
Masdayani Sidauruk
masih mengganjal
Kadek Bella
terima kasih thoor;;;tetep smangat
Aiswarahhhh
panas banget jam segini k sekolahhh......
Aiswarahhhh
👍👍👍👐
Lin
pemikiran yg bagus
Lin
keren Aya
Lin
😍😍😍
Anisa Putri
🤧🤧😭
Anisa Putri
ya Allah si buruk 😤
Anisa Putri
🤧🤧🤧
Anisa Putri
Aya 🤧
Anisa Putri
mudah2an Aya hamil
Anisa Putri
ada aja yaolo
Anisa Putri
haduh buruk 😤
Anisa Putri
hajar trus 🤭
Anisa Putri
haduuu 🤭
Anisa Putri
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!