NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Panen Raya Angin Merah

Langit di atas Puncak Pedang berangsur-angsur kembali ke warna aslinya. Awan berdarah telah sirna, menyisakan lima puluh kapal perang astral raksasa dari Divisi Matahari Darah yang kini melayang diam tanpa tuan di sekeliling wilayah udara sekte.

Di pelataran bawah, pemandangan yang tak pernah terjadi dalam sejarah ribuan tahun Sekte Angin Merah sedang berlangsung. Puluhan ribu murid bersorak-sorai layaknya merayakan festival panen agung.

"Cepat! Kunci inti formasi kapal ketiga! Jangan biarkan meriam spiritualnya kehabisan energi!" teriak Mo Tian, yang kini bertindak layaknya jenderal besar, memberi perintah kepada para murid inti Pelataran Dalam.

Di sudut lain, Wang Chen memegang sebuah batu giok pencatat inventory sambil berteriak gembira. "Hei! Pedang roh elemen api ini gagangnya sedikit retak, masukkan ke tumpukan barang kelas dua! Dan zirah sutra Benua Tengah ini, bersihkan darahnya dulu sebelum dimasukkan ke perbendaharaan utama sekte!"

Lin Feng memanggul belasan senjata tingkat bumi di bahunya sambil tertawa lebar. "Kakak Mo! Cincin penyimpanan para letnan musuh sudah penuh semua! Kita butuh lebih banyak peti kayu spiritual untuk menampung batu roh tingkat tinggi ini!"

Mu Qingqing menata jepit-jepit rambut spiritual bermata giok dengan senyum berbinar. "Paman Muda benar-benar jenius. Menjarah harta musuh yang datang sendiri ke pintu rumah jauh lebih baik daripada berburu binatang iblis di hutan!"

Melihat kehidupan sehari-hari sekte yang mendadak berubah menjadi markas penjarah kosmik, Ketua Sekte Jiu Feixue di atas paviliun hanya bisa memijat pelipisnya yang berdenyut. Reputasi sekte pedang ortodoksnya telah sepenuhnya hancur, digantikan oleh citra benteng perampok terbesar di Benua Utara.

Sementara para murid sibuk menyortir harta jarahan tingkat rendah dan menengah, Zeng Niu memiliki urusan yang jauh lebih penting di puncak belakang.

Di puncak tertinggi gunung belakang Sekte Angin Merah, Zeng Niu sedang bertelanjang dada. Urat-urat emas kegelapannya menonjol saat ia mengangkat sebuah laras meriam raksasa seberat ratusan ton yang terbuat dari Tulang Naga Besi.

Zeng Niu tidak hanya seorang algojo yang pandai membunuh. Seorang kultivator yang ingin bertahan hidup lama harus memahami jalan pendukung. Menggunakan pengetahuan yang ia rampas dari cincin para jenderal musuh dan Niat Ketiadaan-nya, Zeng Niu sedang bertindak sebagai Master Formasi dan Pandai Besi dadakan.

"Formasi kura-kura pelindung sekte ini terlalu pasif," gumam Zeng Niu. Tangannya memancarkan api Qi berwarna ungu, meleburkan Kristal Esensi Bintang yang ia dapat dari Lautan Bintang, lalu menuangkannya ke atas laras meriam tersebut sebagai rune penguat.

Leluhur Jiu Zui duduk di atas batu tak jauh dari sana, memperhatikan pekerjaan Zeng Niu dengan mata sayu namun tajam.

"Kau berniat menghubungkan lima puluh meriam kapal perang itu langsung ke urat nadi bumi Puncak Pedang?" tanya Jiu Zui, sedikit terkejut dengan ide gila pemuda itu. "Itu akan menguras energi spiritual gunung ini."

"Lebih baik gunung ini gundul daripada kita semua mati," jawab Zeng Niu santai, memukul rune terakhir ke dalam meriam dengan kepalan tangannya. KRAAAK! Meriam itu terhubung sempurna dengan formasi sekte.

Tiba-tiba, mata Zeng Niu dan Jiu Zui menyipit secara bersamaan. Keduanya menoleh ke arah timur.

Fluktuasi ruang beriak. Sebuah kapal terbang berbentuk daun teratai raksasa yang terbuat dari giok hijau melesat membelah awan, mendekati wilayah udara Sekte Angin Merah tanpa izin.

Kapal itu tidak memancarkan niat membunuh yang mengerikan seperti armada Istana Pusat, melainkan memancarkan keanggunan, kemewahan, dan... arogansi yang luar biasa. Di layar kapal tersebut terukir sebuah lambang kompas bintang.

"Klan Formasi Kuno Gongsun," gumam Jiu Feixue yang baru saja tiba di puncak, wajahnya berubah sedingin es. "Mereka adalah klan terisolasi di perbatasan Timur Laut Benua Utara. Mereka jarang ikut campur urusan duniawi, kecuali jika ada pusaka formasi atau artefak kosmik tingkat tinggi yang muncul."

Zeng Niu mengusap dagunya, membersihkan debu arang dari tangannya. "Biar kutebak. Mereka merasakan ledakan dari pertarungan tadi, mencium bau lima puluh kapal perang luar angkasa tingkat tinggi, dan memutuskan untuk datang bertamu?"

Kapal daun teratai itu berhenti di atas pelataran utama Sekte Angin Merah. Dari atas geladaknya, melangkah keluar seorang pemuda tampan berpakaian sutra hijau yang disulam dengan benang emas. Ia memegang sebuah kipas giok, matanya memandang rendah ke arah puluhan ribu murid Angin Merah yang sedang memilah harta.

Pemuda itu adalah Gongsun Yun, Tuan Muda dari Klan Gongsun. Kultivasinya berada di Nascent Soul Puncak, bersiap melangkah ke Setengah Langkah Soul Transformation. Di dunia fana Benua Utara, dengan usianya yang masih muda, ia dianggap sebagai salah satu jenius formasi nomor satu.

Di belakang Gongsun Yun, berdiri dua pria tua berjubah abu-abu. Fluktuasi mereka berada di ranah Soul Transformation Tahap Awal. Mereka adalah Tetua Pelindung (Dao Protectors) dari klan tersebut.

"Sekte Angin Merah," suara Gongsun Yun bergema ke seluruh penjuru gunung, diiringi Niat spiritual yang mencoba menekan para murid di bawah. "Kalian benar-benar bodoh. Memancing kemarahan Armada Matahari Darah dari Istana Pusat... kalian baru saja menyeret seluruh Benua Utara ke dalam jurang kiamat!"

Gongsun Yun menutup kipasnya dengan bunyi klik yang angkuh. "Namun, Langit berbaik hati. Klan Gongsun kami bersedia memberikan perlindungan formasi tingkat tinggi untuk menyembunyikan sisa-sisa sekte kalian sebelum pasukan utama Kaisar tiba."

Di pelataran, Mo Tian mengerutkan kening. "Kami tidak meminta bantuan kalian!"

"Diam, murid rendahan! Kau tidak punya hak bicara dengan Tuan Muda Klan Gongsun!" hardik salah satu Tetua di belakang Gongsun Yun, melepaskan tekanan Soul Transformation-nya. Mo Tian dan yang lainnya terpaksa mundur beberapa langkah, dada mereka sesak.

Dari atas puncak gunung belakang, Zeng Niu tertawa pelan. Tawanya terdengar seperti dua besi berkarat yang saling digesekkan.

WUSSSH!

Zeng Niu melesat dan melayang di udara, persis sepuluh tombak di depan kapal teratai Klan Gongsun. Auranya sengaja ia tekan agar terlihat seperti kultivator biasa, namun matanya memancarkan kedinginan sang algojo.

"Bantuan dari Klan Gongsun?" Zeng Niu menyeringai. "Menarik. Di dunia ini tidak ada makan siang gratis. Apa harga dari 'bantuan' kalian, Tuan Muda?"

Gongsun Yun memandang Zeng Niu dari atas ke bawah. Melihat pakaian Zeng Niu yang berantakan dan tubuhnya yang penuh debu arang, Gongsun Yun mengiranya hanya sebagai salah satu tetua kasar dari sekte pedang ini.

"Sederhana," ucap Gongsun Yun arogan, menunjuk ke arah lima puluh kapal perang astral yang sedang dibongkar oleh murid Angin Merah. "Sekte pedang barbar seperti kalian tidak mengerti cara menggunakan formasi meriam astral. Menaruh benda-benda surgawi itu di tangan kalian sama saja dengan memberi mutiara pada babi."

"Serahkan kelima puluh kapal perang itu kepada Klan Gongsun kami," lanjutnya dengan dagu terangkat. "Sebagai gantinya, kami akan memasang Formasi Ilusi Delapan Trigram untuk menyembunyikan gunung ini. Ini adalah kesepakatan yang luar biasa adil. Kapal-kapal itu dan nyawa kalian... pilihlah."

Mendengar tuntutan konyol itu, Jiu Feixue yang berada di bawah nyaris tertawa saking marahnya. Di tengah kiamat yang membayangi, masih ada lalat-lalat arogan yang mencoba mencari untung di dalam kesempitan!

Zeng Niu tidak marah. Ia justru mengangguk-angguk pelan, seolah sedang mempertimbangkan tawaran itu secara mendalam.

"Lima puluh kapal astral kelas Ascendant... ditukar dengan satu formasi ilusi pengecut?" Zeng Niu bergumam, lalu menatap lurus ke arah Gongsun Yun. "Tuan Muda Gongsun, apakah ibumu tidak pernah mengajarimu cara menghitung, atau kepalamu memang pernah terbentur batu saat kecil?"

Wajah tampan Gongsun Yun seketika memerah karena amarah. "Lancang! Beraninya seekor tetua rendahan menghina Klan Gongsun! Tetua Li, tampar mulutnya dan paksa Ketua Sekte mereka keluar!"

Salah satu pria tua di belakang Gongsun Yun mendengus dingin. "Sekte Angin Merah benar-benar tidak tahu diuntung."

Tetua Li melangkah maju. Sebagai ahli Soul Transformation Awal, ia merasa bisa menindas siapa pun di sekte kelas menengah ini. Tangan kanannya bermanifestasi menjadi cakar raksasa yang terbuat dari Qi emas, melesat ke arah wajah Zeng Niu.

"Berlututlah!" raung Tetua Li.

Para murid Angin Merah di bawah sana tidak ada yang panik. Mereka justru menggelengkan kepala, menatap Tetua Li dengan pandangan kasihan. Apakah orang tua ini tidak melihat pertarungan melawan Ascendant beberapa jam yang lalu? Sayangnya, kapal Gongsun baru tiba setelah pertarungan selesai, sehingga mereka mengira kapal-kapal Istana Pusat itu jatuh karena anomali ruang atau senjata rahasia, bukan karena kekuatan perorangan.

Zeng Niu membiarkan cakar emas raksasa itu mendekat hingga berjarak satu inci dari wajahnya.

Lalu, ia hanya menghembuskan napas.

Huuuh...

Seiring dengan hembusan napas itu, Niat Jurang Ketiadaan dari ranah Soul Transformation Tahap Akhir meledak.

Cakar Qi emas itu hancur menjadi debu seketika. Namun, tidak berhenti sampai di situ. Gelombang tekanan fisik dan Qi yang seratus kali lebih padat dari milik Tetua Li menghantam tubuh lelaki tua itu!

KRAAAAK!

"UAAAAK!" Tetua Li menjerit histeris. Tulang rusuknya remuk hanya karena tekanan udara. Ia terpental mundur, menabrak tiang kapal teratai hingga batuk darah, kultivasinya goyah seketika.

Suasana menjadi sunyi senyap.

Wajah arogan Gongsun Yun membeku. Kipas gioknya terlepas dari tangannya dan jatuh ke geladak. Tetua pelindung satunya lagi langsung menghunuskan pedang formasi dengan tangan gemetar, menatap Zeng Niu layaknya melihat iblis purba.

"S-Soul Transformation Akhir?!" Gongsun Yun tergagap, mundur perlahan. "T-Tidak mungkin! Benua Utara tidak memiliki ahli setinggi itu!"

Zeng Niu melangkah perlahan di udara, mendekati kapal teratai tersebut. Senyumnya luar biasa ramah, yang berarti sesuatu yang sangat buruk akan terjadi.

"Tuan Muda Gongsun," ucap Zeng Niu lembut. "Tadi aku sedang kekurangan tenaga kerja yang ahli di bidang formasi untuk memodifikasi meriam-meriam itu. Dan secara kebetulan... kau membawa sekelompok master formasi langsung ke depan pintuku."

"A-Apa maksudmu?!" Gongsun Yun berkeringat dingin. "Aku adalah pewaris Klan Gongsun! Kakekku adalah—"

BAM!

Zeng Niu menghilang dan langsung muncul di geladak kapal, mencengkeram leher Gongsun Yun dan mengangkatnya ke udara. Sisa Niat Asura-nya langsung menyegel meridian pemuda arogan itu.

"Aku tidak peduli kakekmu itu kaisar langit atau kura-kura dewa," bisik Zeng Niu tepat di telinga Gongsun Yun.

Zeng Niu menoleh ke arah dua Tetua Pelindung yang kini berlutut ketakutan.

"Dengar baik-baik. Kapal giok kalian disita. Mulai hari ini, Tuan Muda kalian dan kalian berdua adalah pekerja paksa Sekte Angin Merah. Kalian akan bekerja siang dan malam merakit formasi meriam itu tanpa bayaran. Jika kalian berani malas..."

Mata Zeng Niu menyala hitam pekat. "...aku akan menguliti Tuan Muda kalian dan menjadikannya alas di depan kamarku."

Dalam waktu kurang dari lima menit, konflik yang seharusnya memicu perang antar sekte diselesaikan secara biadab oleh Zeng Niu. Klan Gongsun yang datang untuk memeras harta kini berakhir menjadi pekerja gratis untuk membangun pertahanan Angin Merah!

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!