NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:891.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja

Ethan masih berdiri di hadapan ibunya ketika pandangannya kembali beralih kepada Ashlyn. Gadis itu sejak tadi berdiri di sampingnya sambil menggenggam ujung lengan jas Ethan. Tatapannya berpindah-pindah antara Ethan dan Aluna, menunggu apa yang akan dilakukan kedua orang dewasa itu setelah percakapan yang tidak ia pahami.

Ethan kemudian teringat sesuatu.

"Ashlyn," panggil Ethan.

"Iya, Suamiku?" Ashlyn langsung menjawab dan menatap sang suami lekat.

"Kamu mau makan es krim?"

Mata Ashlyn seketika berbinar. Perubahan ekspresinya begitu cepat sampai Aluna yang masih tenggelam dalam pikirannya ikut memperhatikan.

"Es krim?" ulang Ashlyn penuh semangat.

Ethan mengangguk. "Kemarin masih ada banyak, kamu belum menghabiskannya, kan?"

Ashlyn langsung menggeleng cepat. "Belum habis, memang masih ada."

"Kalau begitu pergilah makan, setelah itu belajar sebentar lalu tidur."

Ashlyn tersenyum lebar. "Boleh?"

"Boleh."

Ashlyn tampak begitu senang sampai hampir saja kembali memeluk Ethan, tetapi ia mengingat sesuatu yang baru saja dipelajarinya. Ia berhenti sendiri dan tersenyum bangga.

"Ashlyn tidak boleh mengganggu Suami kalau Suami sedang bicara dengan orang lain, termasuk Mommy," ucap Ashlyn, ini juga adalah hasil pelajarannya hari ini.

Ethan terdiam sesaat.

Kalimat itu membuatnya menyadari bahwa apa yang diajarkan para guru kepada Ashlyn mulai benar-benar diterapkan oleh gadis tersebut.

"Bagus," puji Ethan.

Ashlyn semakin tersenyum, kemudian ia menoleh kepada mom Aluna. "Mommy mau es krim juga?"

Aluna yang sejak tadi masih mencoba memahami keadaan langsung tersentak kecil. "Es krim?"

"Iya." Ashlyn mengangguk penuh semangat. "Enak sekali, kemarin Suami kasih Ashlyn banyak eskrim."

"Ethan memberimu eskrim?!" Mom Aluna makin terkejut, hampir tertawa melihat semua keanehan ini. Namun sebelum menjawab, ia lebih dulu melihat Ethan yang berdiri tidak jauh darinya.

Ethan memberikan isyarat kecil dengan kepalanya, menggeleng yang artinya Tidak.

Mom Aluna mengangkat alis, Ia akhirnya memahami bahwa Ethan sengaja tidak ingin Ashlyn berada di sini selama mereka membicarakan hal-hal yang cukup serius.

"Terima kasih, Sayang," jawab Mom Aluna lembut. "Tapi Mommy tidak mau."

Ashlyn tampak sedikit kecewa, tetapi hanya sesaat. "Kalau begitu Ashlyn makan sendiri."

Ethan mengangguk. "Pergilah."

Ashlyn kemudian menoleh ke arah kepala pelayan yang berdiri tidak jauh dari sana. "Bibi, ayo."

"Baik, Nona."

Ashlyn berjalan bersama kepala pelayan menuju pintu samping taman. Namun sebelum pergi, ia kembali menoleh kepada Ethan.

"Suamiku."

"Hm?"

"Ashlyn makan es krim dulu ya."

"Iya."

"Nanti Ashlyn kembali."

Ethan mengangguk. "Hm."

Ashlyn akhirnya pergi dengan langkah riangnya. Bahkan setelah beberapa langkah, suara tawanya masih terdengar samar dari kejauhan.

Begitu sosok Ashlyn benar-benar menghilang dari pandangan, suasana taman mendadak terasa berbeda.

Aluna yang sejak tadi menahan begitu banyak pertanyaan akhirnya mengembuskan napas panjang. Tatapannya masih tertuju pada pintu tempat Ashlyn pergi.

Baru sekarang, ketika gadis itu tidak lagi berada di hadapan mereka, Aluna bisa mengingat kembali setiap hal yang dilihatnya sejak tiba di mansion.

Cara Ashlyn berbicara.

Cara Ashlyn bertanya.

Cara gadis itu menggenggam tangan Ethan dan bahkan duduk dipangkuan Ethan.

Juga caranya pamit untuk makan eskrim.

Semuanya terasa seperti seorang anak yang sedang berkomunikasi dengan ayahnya, bukan suami istri seperti yang ia bayangkan.

Aluna perlahan mengerutkan kening. "Ethan."

"Iya, Mom."

"Dia..." Aluna berhenti sejenak, mencari kata yang tepat agar tidak terdengar menghakimi. "Ashlyn itu sebenarnya seperti apa?" tanya mom Aluna, akhirnya ini adalah pertanyaan pertama yang keluar dari mulutnya.

Ethan tidak langsung menjawab, sementara Aluna menatap putranya lebih dalam. Tak ingin mendapatkan jawaban yang sederhana, dia butuh penjelasan panjang.

"Jangan salah paham, Mommy tidak sedang menilai dia," ucap mom Aluna lagi karena Ethan hanya diam. Suara mom Aluna terdengar begitu lembut, tetapi jelas penuh kekhawatiran. "Hanya saja cara dia berbicara dan bersikap benar-benar seperti anak kecil," timpal mom Aluna kemudian.

Ethan mengangguk perlahan. "Aku tahu."

Aluna menarik napas. "Dia sebenarnya berusia berapa tahun?"

"20 tahun."

Aluna sedikit terkejut. "Benarkah?"

"Iya."

"Kalau begitu..." Aluna menatap ke arah pintu yang baru saja dilewati Ashlyn. "Kenapa dia seperti itu?"

Ethan akhirnya mengajak ibunya duduk di salah satu kursi yang berada di taman. Ia sendiri duduk berhadapan dengan mom Aluna. Sekarang Ethan benar-benar bersiap untuk membuka semuanya pada sang ibu.

"Aku akan menjelaskan dari awal."

Aluna langsung duduk lebih tegak dan Ethan menarik napas perlahan.

"Aku bertemu Ashlyn di perbatasan."

"Di perbatasan?"

Ethan mengangguk, kemudian ia menceritakan semuanya. Tentang bagaimana dirinya pertama kali menemukan Ashlyn dalam keadaan terluka dan ketakutan. Tentang bagaimana gadis itu ditinggalkan oleh keluarganya sendiri. Tentang perlakuan buruk yang diterimanya sejak kecil dan bagaimana keluarganya membuat Ashlyn percaya bahwa Ethan adalah suaminya.

Aluna mendengarkan tanpa menyela. Semakin lama Ethan berbicara, semakin berubah pula ekspresi wajah mom Aluna.

Ketika Ethan menceritakan bahwa Ashlyn bahkan tidak mendapatkan pendidikan yang layak, mata Aluna mulai berkaca-kaca. Bahkan hingga sekarang masih banyak bekas pula di tubuh Ashlyn.

Mom Aluna akhirnya menangis, makin sesak dadanya saat membayangkan Ashlyn yang seperti gadis idiot.

"Ya Tuhan," ucap mom Aluna lirih, hancur sekali hatinya. Mom Aluna baru mengetahui Ashlyn beberapa menit, tetapi mendengar kehidupan gadis itu membuat naluri keibuannya muncul begitu saja.

Ethan kemudian melanjutkan tentang bagaimana Ashlyn terus menganggap dirinya sebagai suami hingga sekarang. Bagaimana gadis itu tidak memahami batasan hubungan seperti orang dewasa pada umumnya. Bagaimana Ashlyn begitu yakin bahwa Ethan adalah orang yang harus melindunginya.

"Karena itu aku memutuskan untuk membawanya ke mansion. Memanggil dokter dan psikiater untuk menyembuhkannya," jelas Ethan pula.

Aluna menatap putranya dalam-dalam. Ada sesuatu yang berbeda dalam suara Ethan ketika membicarakan tentang Ashlyn. Bukan sekadar rasa kasihan, tapi ada ketulusan yang tidak bisa disembunyikan.

Ethan melanjutkan, "Ashlyn harus belajar dari awal seperti anak kecil, membaca, menulis, mengenali angka, memahami lingkungan, bahkan melatih kemampuan motoriknya. Semuanya akan dilakukan secara bertahap."

Aluna mengusap sudut matanya yang sejak tadi sudah basah. "Kasihan sekali."

Ethan diam.

"Kenapa kamu membiarkannya terus memanggil mu suami? Kenapa tidak dijelaskan sejak awal?" tanya mom Aluna.

"Aku tidak ingin membuatnya semakin bingung."

Aluna mengangguk perlahan. "Jadi selama ini semua orang mengira kalian benar-benar menikah?"

"Hm, hanya orang-orang tertentu yang tahu keadaan sebenarnya."

Aluna terdiam lagi, dalam diamnya masih begitu banyak hal yang menggangu di hatinya. Ashlyn benar-benar butuh bantuan, bahkan rasanya mom Aluna ingin turun tangan sendiri untuk membatu gadis itu sembuh.

Mom Aluna tak bisa membayangkan bagaimana jika Ashlyn sendirian di luar sana, alangkah banyaknya kejahatan yang akan menghampiri.

Mom Aluna kemudian menatap Ethan sekali lagi, baru kali ini ia melihat Ethan begitu peduli pada seorang wanita. Kemudian sebuah pertanyaan muncul begitu saja di dalam pikiran mom Aluna.

"Kalau begitu, kenapa tidak kamu nikahi sungguhan saja," ucap mom Aluna.

1
Kar Genjreng
jawabannya pasti sampai kiamat dan sampai menutup mata bersama sama kelak bila sudah renta 🤣 saking tidak tahan di. pandangi terus dan selalu berkata SUAMI KU. ,,ganteng sekali dadanya keras sekali dan tangan juga mana lagi yang mengeras Ashlynn,,,coba tanya kan lagi kepada sang SUAMI,,,,
pasti jawaban Hem. Suami Ku ga kebayang nanti bila Mommy Aluna datang dan bertemu Ashlynn apa akan murka atau menerima Ashlynn,,, Ethan usianya sudah mau kepala Empat Mommy setuju' ya dengan pilihan putranya,,
Kar Genjreng
biarpun sudah kelewat tapi ceritanya bagus
Kar Genjreng
jangan ngelunjak ya,,, jangan jangan bilang iya boleh jadi favorit nya Ashlynn,,, boleh apa yang ga buatmu 🤣🤣
Kar Genjreng
apa itu jatuh pas terkena sesuatu 😂 bisa jadi wahhh pantas Ethan tidak bisa bergerak tetapi Ashlynn tidak paham apa yang di rasakan Ethan hihi seruuu
Kar Genjreng
apakah Ethan dan Evan saudara nya Alicia dan Anine,,, berarti abangnya ya,,,kan mommy namanya Aluna 👍👍
Kar Genjreng
Ashlynn istri nya ,,siapa ya mirip namanya ,,,,lama memandangi wajah Ashlynn pasti lama lama jatuh cinta ya ke
pada gadis kumuh di perbatasan,,,ternya sangat penurut dan tidak pura pura polos dan ambisius,,
Kar Genjreng
kayanya kenal sama nama pemeran nya Dokter Aresha istri Raiden Anaknya Nicholas kah lupa lupa ingat,,,harus baca yang lalu tentang keluarga Daddy Raiden biar ingat ya,,
neng ade
bikin jantungan kepala pelayan dan semua pelayan yang ada 😂
Kar Genjreng
pasti Jendral karena Kau adalah Suamiku,,, bersyukur ucapan orang orang tidak sesuai dengan perlakuan Jendral terhadap Ashlynn. sungguh di luar dugaan,,,ternya di balik siksaan ternya ada malaikat yang bisa menerima semua luka yang ada di tubuh gadis polos itu,,,, Tuhan memang adil di hadapan orang lain mungkin jendral Ethan menyeramkan tetapi tidak dengan Ashlynn,,, sangat mengayomi dan melindungi,,,
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩𝘩 𝘢𝘴𝘩𝘭𝘺𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪🤭😂😂
ollyooliver
panggil suamiku cocok untuk ashlyn yang polos tapi dah gk terlalu polos lagi..jadi mulai kurang srek..trus panggil ethan kurang romantis. cocoknya hubby, trus buat ashlyn baby. klop dah tuh😁
Kar Genjreng
astaga naga di suruh menemani mandi kah. ya nanti Suami lihat semuanya dong sayannng Ashlynn masyaallah tabarakallah,,,,aduhh puyeng dah sang jendral bagaimana menghadapi perang ga masalah lah menghadapi gadis tanggung sangat menguras energi 😂
Naufal Affiq
gak jelas kamu ethan,istrimu masih mengigau akibat gempuran hebatmu
Kar Genjreng
kasihanilah. gadis baik dan memang tidak tau apa apa di buang pun mau di anggap Anak pembawa sial,,, sebenarnya bukan Anak nya yang membawa sial anak lahir sangatlah suci dan tidak membawa dosa justru yang harus di pertanyakan adalah orang tua nya bukan Anak nya tapi ya sudah dah di buang semoga kedepannya hidup nya lebih makmur dan jangan iri kelak orang tua nya dan adeknya yi dianggap membawa keberuntungan,,,
Syavira Vira
🥰👍🏻🙏🤭😬
Felycia Fernandez
sampai terbawa mimpi ya Ashlyn 🤣
Tika
guru..ampun guru...guru...sudah guru....🤣🤣🤣
Ardiansyahsasa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rita
seneng😂😂😂
Rita
😂😂😂😂bener
daniah88
ih manis sekali pengantin baru ini 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!