"Kenapa aku mencintai nya, banyak laki-laki di dunia ini. Psychopath." Ucap Lisa yang tidak habis pikir dapat mencintai seorang Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abs
"Dia benar-benar seperti Psychopath, aku takut tapi aku sangat tertarik dengan nya. Ah apa seorang Lisa jatuh cinta dengan pria." Batin Lisa yang senyum-senyum sendiri.
Lisa berjalan ingin keluar dari kampus tapi ia melupakan sesuatu yang harus membuat nya kembali masuk ke dalam kampus.
"Semoga saja tas ku di dalam ruangan Evans, aku ingin melihat wajah tampan nya walaupun sangat menyeramkan." Batin Lisa.
Tanpa mengetuk pintu Lisa langsung masuk ke dalam ruangan Evans kembali. Tapi ia sangat kecewa karena Evans tidak ada di ruangan itu.
"Ah kemana dia." Ucap Lisa dan langsung mengambil tas nya yang tertinggal di atas meja Evans.
"Sedang apa." Tanya Evans yang membuat Lisa terkejut dan menyenggol vas bunga di samping nya.
Dengan cepat Evans menangkap nya dan meletakkan nya kembali di atas meja.
"Ceroboh." Bentak Evans.
"Wow primitif." Lisa terpesona dengan bentuk tubuh Evans yang luar biasa. Evans sedang tidak menggunakan atasan memperlihatkan otot-otot yang terbentuk sangat rapi, Dada bidang nya tertutupi rambut tipis membuat Lisa sulit menelan air liur nya.
Mata Lisa turun tertuju pada Abs milik Evans, ntah keberanian dari mana tangan nya bergerak ingin menyentuh Abs itu. Sontak Evans menipis tangan Lisa yang membuat Lisa sangat malu.
"Maaf." Ucap Lisa.
Tanpa memperdulikan Lisa Evans mengambil baju yang tergantung dan langsung memakainya. Mata Lisa tidak lepas dari tubuh Evans yang perlahan mulai tertutup.
"Ambilkan aku pisau." Ucap Evans.
"Untuk apa." Tanya Lisa.
"Mencongkel mata mu." Jawab Evans.
"Glek." Lisa menelan air liur nya secara kasar.
"Kenapa kamu kembali." Tanya Evans.
"Saya mengambil tas yang tertinggal." Lisa menunjukkan tas nya agar tidak di kira modus oleh Evans.
"Oh." Evans duduk di kursi nya.
"Krekkkkk." Terdengar suara perut Evans yang lapar.
"Kamu lapar, bagaimana makan bersama ku." Ucap Lisa.
"Tidak." Tolak Evans.
"Aku yang akan mentraktir mu." Lisa menarik tangan Evans dengan paksa.
Karena memang sudah lapar Evans hanya bisa ikut berjalan ketika di tarik tangan nya oleh Lisa. Lisa wanita pertama yang berani melakukan hal itu.
Annita melihat tangan Evans di pegang oleh Lisa merasa sangat cemburu, dengan cepat Annita berjalan menghampiri Evans dan Lisa.
"Siapa kau berani memegang tangan Evans." Tanya Annita.
"Aku, hmm pacar nya." Lisa menempelkan kapala nya di bahu Evans.
"Apa, jangan bohong." Ucap Annita.
"Kami tidak ada waktu, ayo sayang." Kata Lisa sambil menarik Evans pergi dari tempat itu.
"Berterimakasih lah pada ku karena telah menyelamatkan mu dari jalang itu." Ucap Lisa.
Sesampainya di mobil Evans langsung melepaskan tangan Lisa dari tubuh nya.
"Saya dengan dia berteman, jadi kamu tidak menyelamatkan apapun." Ucap Evans.
"Hey Evans sadar lah, dia memilki perasaan lebih pada mu."
"Bagaimana dengan mu." Ucap Evans sambil mengambil kunci dari tangan Lisa dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Dia satu mobil dengan ku, hmmm aku pikir dia tidak mau satu mobil dengan ku." Lisa ikut masuk ke dalam mobil.
"Evans aku minta maaf dengan perkataan ku tadi." Kata Lisa.
"Hmmm." Ucap Evans.
Evans menghentikan mobil nya ke salah satu restoran mewah di kota ini.
"Ternyata kamu pintar juga." Kata Lisa.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam restoran dan memesan makanan. Lisa menahan tawa nya saat melihat Evans memainkan HP nya.
"Apa kamu ketinggalan teknologi." Ucap Lisa.
"Kenapa." Tanya Evans.
"HP mu jadul sekali." Lisa tertawa dengan sangat puas.
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 😘😘
𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮..