IG @Amisari
Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir dari cerita
..." Jika dari awal yang kau cari adalah ridho Allah, pasti kau takkan pernah percaya pada selain ya. Lihatlah akibatnya, akhirnya kau akan terpuruk."...
Prov Aisha
Sekitar jam empat setelah aku selesai melaksanakan sholat Ashar, memulai proses di dandan oleh MUA terkenal di kota ini, ya ini sesuai request Mas Andra.
"Wah adek abang sudah cantik banget nih," goda bang Reza yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
" Abang pastikan suami mu gak akan keluar kamar," lanjutnya menggoda.
" Apa sih bang," pukulku pada lengan tangan nya pelan.
" Bikin adek malu aja,"
" Udah siap belum buat nanti malam?" bang Reza melanjutkan pertanyaan nya sambil tersenyum
" Emang nanti malam ada apa bang?"
Bang Reza mendekati ku sambil menaik turunkan alis nya.
" Nanti malam itu akan ada gempa bumi, karena lembah yang dalam bertemu ular berbisa, akan terdengar nyanyian mendesis yang membuat terbang," ucap nya lagi serius
" Apa sih bang,"
" Doain ada gempa bumi segala,"
" Coba abang jelas kan gimana abang bisa tahu ada gempa bumi?" aku bertanya masih dengan kepolosan.
Bang Reza menggeleng-gelengkan kepala nya
Kemudian dia menyatukan mulutnya dengan telingaku yang telah di alasi jilbab,
" Polos kamu itu keterlaluan dek,"
" Nanti malam Kamu harus siap-siap buat malam pertama bareng suami mu," jawab nya sambil lari langkah seribu.
"Abanggggg," teriakku jengkel
Terdengar azan yang menandakan masuk nya waktu sholat magrib, aku segera melaksanakan kewajiban. kebetulan sebelum di dandan tadi aku sudah berwudhu.
Selesai sholat aku lanjutkan dengan berdzikir, dan menadahkan kedua tangan meminta kepada sang pemilik kehidupan agar Allah maha kuasa memberi kelancaran pada acara malam ini.
"Assalamu'alaikum,"
berbalik melihat ke arah suara, ternyata dua sahabat ku yang kompak memakai baju berwarna cream dan jilbab berwarna gold.
"Walaikumsalam," Jawabku sambil memeluk mereka.
" Ya Allah lue cantik banget sih say, bikin gue pangling," ucap Sita.
" Emang nya hari-hari biasa gue gak cantik ya?" aku tersenyum balik menggodanya.
" Siapa bilang lue gak cantik,"
" Lue itu cantik plus manis, maka nya besok itu bakalan jadi hari patah hati di rumah sakit,"
" Secara cowok-cowok yang pada naksir lue kan banyak," sekarang gantian Ainun yang menggoda.
" Ya udah biar mereka gak patah hati gimana kita bagi dua aja yuk Ai," jawab Sita sambil tertawa.
Di saat kami asyik bercanda, ibu menghampiri, memberitahu bahwa rombongan mempelai laki-laki telah datang.
Aku merasa sedikit grogi saat ini.
" Sebentar lagi status ku akan berubah,"
" Aku akan menjadi nyonya Andra." batinku sambil ter senyum.
Beberapa rangkaian acara telah terlewati, sampai terdengar MC meminta mempelai laki-laki untuk duduk di kursi depan, karena ijab qabul akan segera di laksana kan.
Hati ku semakin berdetak kencang,
" Ya Allah lancar kan calon imam ku melafalkan Ijab Qabul,"
" Dan semoga dia adalah jodoh terbaik buat hamba." Doa ku pelan.
" Kok ada yang ribut-ribut sih di bawah?" ucap Sita dengan wajah penasaran.
Aku yang juga penasaran langsung keluar dari kamar, dari lantai atas jelas terlihat seorang wanita yang berusaha memaksa untuk masuk.
" Andra.. Andra...,"
" Kamu tidak bisa menikahi wanita itu,"
" Kamu harus bertanggungjawab atas perbuatan mu,"
" Aku hamil anak kamu Andra," teriak wanita itu histeris.
Andra langsung berdiri menghampiri wanita itu untuk menariknya keluar.
Terlihat bang Reza yang mengepal tangannya ke atas dengan terus mengejar Andra.
Ayah pun terlihat kalut, beliau berteriak,
"Andra siapa wanita itu, tolong jelas kan semua ini."
Sedangkan 500 tamu undangan yang memenuhi dalam dan luar rumah, sudah mengeluarkan ucapan-ucapan yang sangat menyakitkan untuk di dengar.
Aku yang sudah tidak kuat melihat semua drama ini, merasa kepala yang pusing, pandangan gelap, sesaat berikut nya aku sudah tidak sadar kan diri.
.
.
.
Kasian Ais😭
♥️♥️♥️♥️♥️
happy reading
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya