NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 menjalankan perintah

Erick tetap duduk di tempatnya dengan wajah tenang tanpa ekspresi.

Namun kedua netranya tak lepas terus menatap kepada Biel disana yang seolah tak perduli dengan keberadaannya saat ini.

Sementara Biel,

Ia memang benar benar tak perduli dengan keberadaan Erick saat ini di sana.

Baginya Erick hanya pengunjung tempat ini, tidak lebih.

Jika laki laki itu tidak menghampirinya, itu artinya laki laki itu tidak ada kepentingan dengannya.

Biel melanjutkan perbincangannya dengan dokter Evan tanpa merasa sedikitpun terganggu dengan tatapan Erick kepadanya di sana.

Hingga beberapa waktu berlalu, akhirnya Erick bangkit dan pergi berlalu meninggalkan tempatnya duduk.

Laki laki itu terus melangkah keluar tanpa menoleh sedikitpun kepada Biel yang kini justru menatap tak berkedip kepadanya.

Tanpa ia sadari,

Ada semacam rasa aneh yang tiba tiba menjalar di dalam relung hatinya yang terdalam mana kala ia melihat Erick pergi begitu saja tanpa menemuinya terlebih dahulu seperti biasanya barang sejenak.

Tapi cepat cepat Biel membuang dan menghempaskan perasaan itu jauh jauh.

🍀

Pukul delapan malam,

kafe Paradise,

Biel nampak turun dari sebuah taksi yang ia pesan.

Ia sengaja memesan taksi karena ia yang memang tak merasa nyaman memakai motornya dengan penampilannya saat ini.

Rok jeans bergaya Korean Style yang ia padukan dengan kaos oversize dengan sepatu cads berwarna putih.

Rambutnya yang panjang ia cepol asal keatas, terkesan cuek namun tanpa ia sadari, ia justru terlihat seksi karena itu.

Tak lupa sebuah Sling bag juga menggantung di pundaknya.

Penampilan yang sukses membungkus jati diri Biel yang sebenarnya.

Siapa yang akan menyangka.....

Dengan penampilannya yang terlihat sangat manis seperti itu, ia sebenarnya adalah seorang personil pengedar barang haram.

Sungguh penampilan Biel saat ini sangat berbeda dari biasanya dan sungguh ia merasa sangat tak nyaman karena menurutnya itu bukan gayanya.

Walau sebenarnya,

Jauh di sudut hatinya, ia suka penampilannya saat ini yang terlihat feminim.

Karena hal itu mengingatkannya dengan gaya berpakaian yang selalu sang ibu pakaikan untuknya.

Dulu,

Saat ia kecil....

Sang mama tak pernah sekalipun memakaikannya pakaian tomboy, ia selalu memakai dress dress lucu dan feminim.

Jujur....

Ia suka penampilannya yang feminim itu, tapi apa boleh buat.

penampilan yang ia sukai itu hanya akan mempersulit ruang geraknya juga langkahnya.

Dirinya yang sekarang bukanlah dirinya yang dulu yang coba di bentuk oleh mendiang ibunya.

Hidup yang ia jalani kini terlalu keras baginya hingga ia juga harus berubah menjadi sosok yang keras juga demi bisa bertahan hidup.

Biel melangkah lebar dengan langkah yang berat kearah pintu kafe,

Sampai di sana ia berhenti dan berdiri sejenak di depan pintu.

Biel menarik nafas panjang, menatap kedepan tepatnya kedalam kafe yang padat dengan pengunjung.

" aku tidak bisa menghindar,

untuk saat ini aku hanya bisa menuruti perintah wanita itu.

Tunggu sampai aku bisa membawa Cryssy pergi " ucapnya lirih pada dirinya sendiri.

Gadis itu menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia pun memutuskan masuk kedalam kafe.

Netra Biel mulai mengedar mencari meja yang di katakan Shahnaz.

Ketemu,

Meja nomor tujuh belas, ada di ujung pojok ruangan.

Seseorang nampak duduk di sana dengan posisi membelakanginya.

Mungkin itu adalah laki laki yang di katakan Shahnaz kepadanya.

lebih tepatnya laki laki yang akan di jodohkan dengannya dan akan menikahinya.

Cihhhh...

menikah.....

Desisnya,

Terpikir saja tidak pernah di otak Biel,

Sekali lagi Biel menarik nafas panjang, otaknya kian bergemuruh memikirkan kemungkinan apa dan kenapa Shahnaz melakukan perjodohan ini untuknya.

Biel melangkah kearah meja yang ia tuju, ia memutar dan berhenti tepat di depan seseorang yang duduk di meja itu dan sedang menunduk karena ia sedang sibuk dengan poselnya.

" permisi...." ucapnya sopan, seseorang itu segera mendongak.

Bersamaan dengan itu, wajah Biel seketika berubah terkejut.

matanya mengerjap berkali kali,

( Erick.....!!

kenapa dia.....) pekik Biel di dalam hati ketika ia melihat Ericklah orang yang duduk di meja itu.

Sementara Erick sendiri,

Sama seperti Biel, ia juga sangat terkejut melihat gadis itu.

Sang ibu memerintahkannya untuk menemui seorang gadis yang akan di jodohkan dengannya.

( untuk yang pertama kalinya mommy minta padamu,

turuti permintaan mommy.....)

pinta sang ibu dalam pesannya kemaren.

Dan satu lagi,

Bukan hanya keberadaan Biel yang membuatnya sangat terkejut, tapi juga penampilan gadis itu yang sangat berbeda dari biasanya.

Jantung Erick kian berdetak kencang, kedua netranya bahkan terasa seperti tak mau di kedipkan barang sebentar.

Penampilan Biel benar benar membuatnya terpesona.

Biasa memang....

tapi di mata Erick, Biel terlihat sangat cantik dan selayaknya wanita pada umumnya.

" maaf...." cicit Biel sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah,

Malu, salah tingkah dan entah rasa apalagi tiba tiba memenuhi relung jiwanya.

Bertemu Erick dengan dandanannya yang seperti ini......?!

Akhhh....

memalukan sekali....

Biel sungguh berharap ia salah meja.

" aku salah meja, aku sedang....." cicitnya lagi, tapi cicitannya hanya bisa menguap di udara karena Erick yang lebih dulu memotong ucapannya itu.

" kafe paradise meja nomor tujuh belas hari Sabtu jam delapan malam "

ucap Erick memotong ucapan Biel tanpa mengalihkan sedikitpun tatapannya dari sosok gadis di hadapannya itu.

Mendengar ucapan Erick, Biel sontak menatap lurus kepada kedua manik mata laki laki itu.

rasanya ia tak percaya dengan apa yang ia dengar,

Tapi itu nyata......

Kening Biel segera mengerut seiring dengan tatapannya yang kian menajam kepada Erick.

( siapa sebenarnya kamu ?! ada hubungan apa kamu dengan nyonya Shahnaz ?!

kenapa dia ingin menjodohkan aku denganmu......?! )

Segera pertanyaan demi pertanyaan seputar hubungan Erick dan Shahnaz terus berputar di otak Biel,

namun bibirnya seolah terkunci hingga tak ada satupun pertanyaan tentang apa yang ia pikirkan meluncur dari bibirnya kepada Erick.

Sementara Erick,

Sama sepertinya,

Laki-laki itu juga memikirkan hal yang sama kenapa sang ibu mau menjodohkan ia dengan gadis di hadapannya itu.

Dan.....

Siapa Biel sebenarnya ?! Kenapa sang ibu dan gadis itu bisa saling mengenal... ?!

" duduklah....

aku pesankan makanan untukmu " ucap Erick kemudian setelah ia bangkit lebih dulu dan menyeret kursi untuk Biel.

Biel tak menolak,

Saat ini sungguh ia masih berada dalam mode terkejut, selain itu...

ia pun merasa tak memiliki alasan untuk menolak ucapan Erick barusan.

hanya menawarkan makanan....

bukankah itu hal yang biasa bagi orang yang saling mengenal.

Meski pertanyaan tentang siapa Erick masih terus memenuhi kepalanya,

ia benar benar tak berniat untuk bertanya.

Ia hanya diam menunggu pesanan yang di ucapkan Erick datang.

Sedangkan Erick,

Meski tadi kepalanya penuh memikirkan siapa Biel,

Tapi semua seolah sirna ketika Biel duduk di hadapannya.

Rasa berat yang tadi ia rasakan saat memenuhi perintah sang mommy pun kini tiba tiba hilang entah kemana.

Berkali kali ia mengajak Biel makan berdua, tapi gadis itu selalu menolak.

Namun sekarang....

Gadis itu justru datang dan duduk di hadapannya dengan penampilan seperti itu. Erick tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya.

hatinya berbisik,

Jika benar Biel adalah gadis yang di pilihkan sang ibu untuknya....

Ia tidak akan menolak.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪" 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘮
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘺𝘨 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘳𝘢🤭😂😂
khitara
makasih udah selalu mau komen kakak🙏😍
Tuti Tyastuti: 𝘴𝘢𝘮𝘢" 𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢
Tuti Tyastuti
𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘨𝘹 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪" 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘤𝘢𝘳𝘪" 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯😁
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘰𝘤𝘬𝘺 𝘱𝘶𝘴𝘪𝘯𝘨😂
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!