NovelToon NovelToon
Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:218.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewiluna

HIATUS

"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."

Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?

Season 1 sudah tamat.

Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.


Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.

"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Bye, dear my first kiss

"Puas kalian?!" Suara Luna bergetar menahan tangis yang sedari tadi ingin pecah. Dia marah, tapi lebih banyak kecewa. Adik-adiknya sendiri mencoreng namanya dan melukai perasaannya. Keterlaluan. Memangnya apa kesalahannya selama ini, sampai-sampai mereka tega melakukan hal seperti itu.

"Kak, kita cuma--

"Dek,,, pleaseeeeee,,,,, biarin kakak pacaran sekali ini aja!" Luna memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

Sebenarnya selama ini Luna sudah curiga, kenapa dirinya selalu gagal kalau hendak pacaran. Padahal dia enggak jelek-jelek amat, enggak terlalu bodoh juga. Luna sempat merasa ada yang salah dengan dirinya. Tapi detik ini dia yakin, adik-adiknya lah yang ikut ambil bagian. Bagian dalam menggagalkan siapapun yang hendak menjalin hubungan dengannya, membuat ia menjomblo sampai di tahun terakhirnya sekolah.

Arga, Arka dan Arsya saling tatap. Belum berani menjawab dan memang tidak tahu harus mengatakan apa. Mereka cuma berdiri dan diam membisu.

"Kakak cuma mau ngerasain hidup normal!" pekik Luna frustasi. Dia benar-benar ingin seperti itu. Bermain, berteman, punya pacar... Hal-hal normal seperti yang teman-temannya lakukan selama ini. Sesederhana itu saja, sepertinya tidak mungkin terjadi.

Keadaan hening, tapi suara penonton di sekitar semakin ramai. Mereka mulai berbisik dan bergumam, memberikan pendapat dan komentar yang saling bersahutan satu sama lain. Luna tentu saja bisa menangkap suara di sekelilingnya, bahkan mendengar beberapa ucapan yang menyakiti hatinya.

"Kak..." Arsya mencoba maju selangkah mendekat ke tempat Luna berdiri. Tapi Luna menyambar tasnya kasar dan berlari pergi, bahkan sebelum Arsya melangkah sekalipun.

Perduli setan! Gue udah muak!

Luna menghentakkan kakinya marah. Emosinya sudah memuncak sampai ke batas yang paling tinggi. Dia hampir tidak bisa mengendalikannya.

"Kak!!" Arga menyusul Luna dan berhasil menghadang di depannya. Arka dan Arsya menyusul di kanan-kirinya, mencoba menghalangi kakaknya pergi. Berusaha menenangkan Luna yang sudah terselimuti amarah karena apa yang baru saja mereka lakukan. Mereka harus menjelaskan dan meminta maaf. Luna belum pernah bersikap seperti sekarang.

"Minggir..." Luna mengucap pelan dengan kepala tertunduk. Ia mencoba memberikan peringatan agar adik-adiknya tidak mencampuri urusannya lebih jauh lagi. Sampai sini saja itu sudah sangat melanggar privasinya.

"Kak..." Arga sudah sangat mengiba. Mukanya sudah memelas dan penuh rasa bersalah. Wajah Arka dan Arsya pun tak kalah kusut. Mereka sekarang terlihat seperti sekelompok kucing yang berkerumun meminta jatah makanan, hanya melihat tapi belum berani mendekat. Menatap lekat dalam diam.

"Minggir..." Luna mengulang ucapannya dengan kepala masih tertunduk, tak ingin melihat wajah adik-adiknya. Arga, Arka dan Arsya tidak bergeming. Mereka tentu saja tidak ingin Luna pergi kemanapun, apalagi dengan amarah seperti ini. Keadaan ini harus dijelaskan secepatnya.

"Minggir atau gue ga bakal pulang ke rumah..." Suara yang pelan tapi terdengar jelas oleh mereka bertiga. Luna sudah menegakkan kepalanya dan menatap tajam tiga laki-laki di depannya.

"Minggir sekarang..." ucap Luna dengan geraman yang tertahan. Menunjukkan bahwa ia benar-benar sedang meredam apapun yang berusaha meledak dalam dirinya.

Arga perlahan menurunkan tangannya, pasrah. Arka hanya bisa diam mematung. Sementara Arsya sudah gemetaran dari tadi. Belum pernah dia melihat kakaknya semarah ini. Belum pernah juga kakaknya menggunakan kata 'gue' selama hidupnya pada mereka, adik-adiknya. Mereka selalu berbicara dengan 'aku', atau 'kakak'.

Luna melangkah pergi melewati mereka yang masih shock, dengan langkah secepat yang ia mampu. Dia tidak mau kalau ketiga adiknya sampai berubah pikiran sebelum ia bisa keluar dari tempat ini, bebas dari tatapan yang menghakiminya, padahal ia tidak mengenal orang-orang itu sama sekali.

Gue ga tahan lagi sama tingkah mereka. Gue bakal ngaduin semuanya ke Bunda. Semua yang selama ini mereka lakuin ke gue. Salah. Percuma. Bunda lebih sayang sama mereka. Anak laki-laki. Anak emas.

Luna meraih ponsel dari saku roknya, kemudian mencari aplikasi pesan. Ia mengetikkan beberapa kata disana dan mengirimkan pesan itu ke satu-satunya orang yang bisa menghiburnya saat ini.

Yah, aku ke kantor ayah sekarang.

Pesan terkirim. Luna cuma terpikir satu orang, ayahnya. Ayah yang satu-satunya bersikap adil. Sambil tetap menunduk, menghindari perhatian dari sekeliling, Luna mencari kendaraan umum menuju kantor ayah di pusat kota. Dia mengabaikan orang-orang yang menatapnya bingung bahkan melihatnya iba karena noda minuman yang sekarang sudah terlihat jelas di kemejanya yang berwarna putih bersih.

Setelah satu jam berkendara sambil menahan malu serta isak tangis. Luna akhirnya sampai. Dia sudah kebal dengan tatapan orang sekitar yang melihat seragamnya yang kotor dan rambutnya yang lepek.

Luna melapor ke satpam untuk bertemu ayahnya dengan senyum yang dipaksakan, kemudian ia dipersilahkan menuju lobi. Saat akan meraih dompetnya mencari KTP untuk daftar tamu, ponselnya bergetar. Secepatnya ia mengeluarkan ponsel itu dan mengeceknya. Ia tersenyum senang saat melihat pengirimnya, namun kecewa setelah melihat isi pesan itu.

✉️ Ayah sudah pulang. Tadi pulang lebih awal. Kamu pulang sendiri saja.

Bahkan Ayah juga ga ada di pihak gue!

Hati Luna langsung mencelos. Udara seakan mencekiknya dengan isak yang sudah ia tahan daritadi. Sekarang sudah tidak ada siapapun di pihaknya. Sudah jauh-jauh dia kesini tapi ternyata sama saja. Takdir tidak berpihak padanya malah seolah-olah menertawakan dirinya. Luna mengambil kembali KTPnya, tidak jadi menuliskan data di buku pengunjung itu. Dia mengucapkan maaf dengan sopan lalu mulai mundur beberapa langkah. Luna membalikkan badannya, berjalan menuju pintu keluar.

Air matanya mulai menggenang dan penglihatannya menjadi buram. Sebentar lagi akan ada aliran air di pipinya. Dia tidak ingin dilihat oleh orang lain, maka ia mempercepat langkahnya dan kemudian mulai berlari sampai--

BRUK!!

Saat Luna tersadar, bibirnya sudah menempel dengan bibir orang lain. Luna langsung bangkit dan terduduk lemas. Ia menabrak seseorang yang tak dikenalnya sama sekali bahkan mencium orang tersebut. Seorang laki-laki dengan pakaian rapi.

First Kiss gue...

"Hiks..." Luna mulai terisak. Dia tidak menghiraukan tatapan orang sekitar. "Huhu..." Tangisnya mulai pecah tak terbendung lagi.

Kisah cinta gue...

Luna menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Tangisnya semakin menjadi, membuat lelaki di depannya mulai panik dan menatapnya bingung.

Masa SMA gue.. Semuanya berantakan.

Luna semakin kehilangan akal sehat. Dia menangis sekencang-kencangnya. Mengeluarkan semua yang ia tahan seharian ini. Hari yang sangat buruk. Hari terburuk yang pernah ia alami.

"Cup.. cup..." tanpa disadari sepasang lengan memeluknya erat.

Luna tidak menghindari lengan yang merengkuhnya. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan itu dan melampiaskan semuanya di sana.

Bersambung...

1
Devi Ratna Sari
😂😂😂😂😂😂
Devi Ratna Sari
Membangongkan 🤣🤣🤣
👊🅼🅳💫
udh nugu seAbad gk crazy up jugs 😭😭😭 kpn lnjut lagi nihh....
Sinta Vidia
q padamu thor 💋💋💋
Sinta Vidia
karyamu keren thor q ketwa terus 👍👍👍👍👍👍
Dhina ♑
Luna, aku ingin mengatakan sesuatu
Linda Lindha
kak el 😍kangen banget
Yulia Aurel Alvaro
sekian lamanya akhirnya up juga 😘
Yulia Aurel Alvaro
kapan up Thor?
👊🅼🅳💫
seruuu thor, tiap hr g sabar nugu next eps nya😊😊😊👍
👊🅼🅳💫
luna g th perjuangan el buat bahagiain dia😣😣😣
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
👊🅼🅳💫
kpn luna bahagia seutuhnya, thor. tidak ckp kah dia khilangan org2 terkasih, nyesekkk😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
blm jg jelasin alasanya main putus tlp aj....
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒
👊🅼🅳💫
ayo ambil,lun.kesempatan g dtg 2x...sma untuk masa dpn mu
👊🅼🅳💫
kenapa pd pergi semuaaa... tegaaaa amaat yaa😭😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
emak durjana kena batunya 😒😒😒
👊🅼🅳💫
Luna mo pensiun jd kakak 😂😂😂
👊🅼🅳💫
ternyata udh jodoh dr lahir
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Waahh jadi pen ikut mojok ini cerita nya maah
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Sa ae.. Krupuk kulit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!