🌺Felysia Inez Gianina * Bara Gustav Sgevano🌺
Bagaimana jika dirimu dinikahi hanya dijadikan sebagai istri keberuntungan?
Itulah yang dialami oleh Fely gadis polos yang rela dinikahi oleh Bara sang pengangguran abadi yang gila judi.
Simak kisah kocak mereka🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alergi Pesawat
🌸🌸🌸
Seminggu kemudian
Paspor dan visa Fely sudah jadi, dengan kekuatan koneksi dan uang yang Bara miliki semua itu bisa dia dapatkan dengan mudah. Walaupun bangkrut Bara masih memiliki sejumlah tabungan tapi jika mengingat sifat Bara yang tidak mau bekerja keras dan selalu berfoya-foya bisa dipastikan uang itu hitungan sebulan juga habis.
Tapi, demi membantu gadis kecil yang lugu nan polos yang sudah ditampungnya seminggu ini dia rela saja. Entah apa yang ada di pikiran Bara saat ini biasanya dia tidak peduli dengan urusan orang sama sekali tapi saat melihat Fely rasa ingin menolongnya begitu tinggi. Apalagi melihat mata polosnya sungguh membuat siapa saja iba jika melihatnya.
Yah, walaupun kadang Bara harus geleng kepala dengan kelakuan savage gadis kecil itu.
"Selamat tinggal tinggal, Olaf. Terimakasih lima tahun ini sudah menjagaku," ucap Bara pada asistennya saat sudah berada di Bandara.
"Selamat jalan, Bos," Olaf berkata dengan mata berkaca-kaca. Tidak menyangka jika perusahaan yang dibangun dari nol itu hancur ditangan Bara dan justru orang itu tanpa dosa meninggalkannya begitu saja.
"Aku tahu kau berat jauh dariku yang gagah dan ganteng ini tapi aku harus pergi," ucap Bara tak tahu malu.
Lalu Bara mendelik ke arah Fely yang dari tadi hanya diam saja.
"Cil, pamitan dengan paman Olaf dulu."
Fely tersenyum pada Olaf dan berkata," Let it go.. Let it go.. "
Mereka berdua akhirnya berjalan masuk ke dalam untuk menunggu pesawat.
"Kau kenapa?" tegur Bara.
"Ini baru pertama kali aku naik pesawat, Bang," sahut Fely.
"Ck, jangan terlalu menyusahkanku! Aku tidak mau ada drama muntah dan sebagainya. Aku sudah banyak mengeluarkan uangku untuk membantumu!"
"Ma-maaf Bang, pasti nanti aku ganti kalau sudah kerja dan mendapat uang disana," jawab Fely dengan wajah tertunduk.
"Jangan menyusahkan itu saja yang ku minta! Aku sudah tidak punya uang yang banyak lagi tapi nanti disana aku akan menyekolahkanmu. Kejarlah semua ketinggalanmu agar kau pintar sedikit," terang Bara.
Fely langsung berbinar mendengar kata sekolah, itulah yang dari dulu dia inginkan bisa bersekolah kembali.
"Terimakasih, Abang," ucap Fely seraya memeluk Bara.
"Jangan peluk sembarang, Cil."
"Aku terlalu bahagia, Abang." Fely tetap tidak mau melepas pelukannya dan diam-diam Bara juga membalas pelukan gadis kecil itu.
Setengah jam menunggu akhirnya Fely dan Bara naik ke dalam pesawat.
Walaupun bangkrut tapi Bara sudah terbiasa dengan fasilitas mewah jadi pria dengan rahang tegas itu tetap memilih pesawat dengan kelas bisnis.
Fely gemetaran saat pesawat hendak lepas landas, merasa kasihan Bara meraih tangan Fely untuk dia genggam.
Gadis kecil itu sontak menoleh ke samping dimana pria yang dianggapnya sebagai penyelamat itu menggenggam tangannya tanpa menoleh ke arahnya. Ditatapnya lekat wajah itu.
Deg!
Tiba-tiba jantung Fely bergetar hebat, tubuhnya seperti terkena serangan listrik. Dengan cepat dia menarik tangannya.
"Kenapa? bukannya kau takut?" tegur Bara.
Kini Bara menoleh ke arahnya yang mana membuat jantung Fely makin berdebar tak karuan.
"Ngh, Abang sepertinya aku alergi pesawat," ucap Fely.
"Alergi pesawat?"
"Iya ternyata efeknya bisa membuat orang punya penyakit jantung."
"Ini pesawat Ucil bukan rokok yang bisa menyebabkan penyakit jantung!"
"Tidak Bang, ini lebih parah!"
"Apa lagi?"
"Mataku juga tertular!"
"Matamu jantungan?"
"Bukan bang! mataku melihat Abang bercahaya!"
"Itu karena aku tampan," Bara mulai menyombongkan diri.
Fely menggelang," Kurasa Abang titisan malaikat."
Bara tersenyum bangga mendengarnya, ternyata ada yang menyadari juga ketampanannya yang sempurna.
"Malaikat pencabut nyawa maksudnya!"
"Apa?"
"Habisnya buat jantungan, kan bisa cepat mati!"
🌸🌸🌸