NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengumuman

Aku menggunakan kereta ke Istana, hujan turun dengan lebat.

Aku turun ke Kediaman Permaisuri Raja untuk menerima pengumuman.

Raja, Permaisuri, Pangeran Fang, seluruh juri Istana, kedua orang tua calon Permaisuri Pangeran Fang juga hadir.

Aku mengenakan pakaian polos berwarna putih dan bawahan orange pakaian dengan warna yang sama dengan Putri Nay.

"Hari ini adalah hari yang ditunggu seluruh masyarakat di Negeri ini, pengumuman hasil seleksi Permaisuri Kerajaan" ucap Raja.

Aku dan Putri Nay duduk berlutut di tengah-tengah orang banyak menantikan titah.

"Saya akan membacakan titah ini, bahwa dari kandidat yang ada tidak ada satupun yang lolos seleksi, untuk itu akan di umumkan kembali jika ada seleksi tahun depan" kata Raja.

Semua hadirin terkejut, Putri Nay menoleh kecewa ke arahku, aku tau pasti dia sudah berjuang sekuat tenaga untuk menang.

Raja melanjutkan ucapannya, "Oleh sebab itu dua calon yang sekarang akan diberi hadiah dan penghargaan karena sudah mengikuti seleksi".

Permaisuri Raja menyerahkan masing-masing sekotak giok hiasan rambut yang indah dibawa pulang sebagai hadiah.

Mentri Pertanian tersenyum, memandang Putri Nay.

Aku menoleh ke kedua orang tuaku.

Mereka juga tersenyum menerima hasil.

Aku biasa saja, melihat tatapan Pangeran Fang jelas meremehkanku.

**

Hujan di luar istana, aku berlari ke kereta karena basah.

Kulihat dengan jelas Pangeran Fang di dorong kembali ke Istananya.

Aku sempat menunduk memberi hormat namun tidak di perdulikan.

Aku dan dayang may satu kereta,

"syukurlah tidak ada pernikahan" kataku

"justru dengan tidak ada seleksi Pangeran Fang berhak dengan bebas memilih istri" kata Dayang May.

"benarkah?" kataku

"Benar sekali, kita tidak lama akan menunggu titah raja untuk menikahkan Pengeran dengan siapapun" kata Dayang.

"Syukurlah Nona tidak jadi menikahi Pangeran yang kejam" kata Dayang May.

Aku mengangguk pasrah, mungkin aku merubah nasib Xiu Ren.

**

Tiga bulan berlalu,

Aku dan dayang sedang duduk menikmati teh di kebun belakang.

"Xiu Ren, ada utusan dari Istana menemui ayahmu, pergilah ke perpustakaan" kata Ibu Xiu Ren

Aku datang ke perpustakaan, ada Ayah Xiu Ren sendiri disana.

"Ayah..." kataku.

"Xiu Ren, ayah menerima surat dari istana, satu bulan kedepan kau harus tinggal di Istana menemani Pangeran Fang" kata Ayah Xiu Ren.

"ke..kenapa begitu?" tanyaku

"Raja memintanya, karena dia tau kau anak yang patuh, pasti bisa membantu Pangeran untuk sembuh" kata Ayah Xiu Ren.

"Tapi...ayah..." kataku.

"Baik-baiklah di Istana" kata Ayah Xiu Ren.

**

Aku berangkat ke Istana, diantar dengan kuda, tinggal di samping kediaman Pangeran Fang.

Di samping kamarku ada beberapa bunga bougenville berwarna warni di tiup angin.

Seorang dayang datang ke kamar untuk memberitahukan aku di panggil ke Istana Pangeran.

Aku tau di dalam cerita, kaki Pangeran tidak sakit, ini adalah bagian konspirasi istana.

Aku harus lebih berhati-hati.

"Pangeran memanggil hamba?" tanyaku dari luar pintu.

"Masuklah" kata Pangeran Fang mengenakan jubah putih duduk di kursinya.

Aku masuk berdiri di hadapannya juga tidak di tawarkan duduk.

"Kenapa kau bersedia datang kemari?" tanya Pangeran Fang.

"Aku tidak punya kegiatan di rumah, jadi aku mendapat titah" jawabku asal-asalan.

Pangeran Fang menertawakan jawabanku.

Pintu di tutup, dan Pangeran berdiri mondar mandir di depanku,

"Baguslah kalau begitu,aku menugaskan kau tinggal disini selama aku pergi, kau membohongi semua orang di Istana bahwa aku ada di kamar ini, lakukan ini dengan benar dimulai hari ini" kata Pangeran Fang.

Aku diam menatap Pangeran Fang.

"Bicaralah, atau kau terkejut?" kata Pangeran Fang.

Ternyata dia memilihku karena aku bisa diatur dan diam.

Terakhir aku dengar akan ada pemberontakan di luar Istana dipimpin Pangeran Hong, apakah itu benar adanya?

"Baiklah" jawabku.

"Duduk dan minum teh denganku" kata Pangeran Fang terlihat senang dengan rencananya yang berhasil.

Aku duduk tapi tidak menyentuh sedikitpun cangkir teh itu.

"Aku akan buat perjanjian denganmu, aku akan memilihmu sebagai selir kalau kau terbukti patuh padaku sampai urusanku selesai, dan jangan berharap lebih, seperti katamu aku tidak akan jatuh cinta denganmu.

Tidak ada perasaan apapun antara kita Pembawa Lentera" kata Pangeran Fang.

"Pangeran, aku punya nama, namaku Xiu Ren" kataku tersenyum, memanggil namaku pun tidak sudi.

"Aku lebih senang memanggilmu dengan nama Itu" kata Pangeran Fang.

Terserah apa maumu kataku dalam hati.

"aku pergi dulu, kau boleh disini sampai aku kembali" kata Pangeran Fang.

**

Pangeran Fang meninggalkan aku dan pengawalnya, aku menunggu di ruangan kediamannya melihat-lihat apa saja yang ada di ruang baca.

Ternyata Lenteraku tersimpan di salah satu rak buku.

Aku melihat-lihat tulisan dan membacanya sampai ketiduran.

Aku terbangun mendengar ketukan pintu.

Aku membuka pelan, dayang mengantarkan makanan dan menyajikannya di meja.

Aku mencicipi makanan Pangeran belum juga kembali.

Akhirnya aku makan duluan.

Menutup makanan, aku menutup pintu dan pergi mandi, setelah mandi aku kembali lagi ke kediaman Pangeran belum juga datang.

Pintu diketuk lagi aku pikir itu adalah dayang,

"Ada apa?" tanyaku.

Aku keluar dan menutup pintu.

Pengawal Kerajaan dan seorang Kasim datang, "kami ingin bertemu pangeran" kata Kasim.

"Pangeran baru saja beristirahat, berpesan tidak bisa di ganggu kakinya sedang sakit" kataku berbohong.

"Ini penting nona" kata Kasim.

Aku membuka sedikit pintu menengok ke dalam.

"Lihat Pangeran sedang tidur, kembalilah nanti...apa ada pesan akanku sampaikan" kataku.

Kasim menengok ke celah pintu.

Memandang selimut dan kursi roda yang kosong di samping kasur.

"Baiklah kami akan kembali, sampaikan Raja ingin segera bertemu" kata Kasim.

Aku mengangguk.

**Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!