NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 — Makan Malam dengan Serigala

Yao memilih sebuah trattoria kecil di distrik Brera, tempat yang jauh dari sorotan dan lebih personal daripada restoran mewah mana pun yang mungkin dipilih Gerald. Ia ingin melihat versi Gerald yang tidak dikelilingi anak buah dan pengawal — versi yang lebih jujur, atau setidaknya, lebih mudah dibaca.

Gerald datang tepat waktu, mengenakan setelan hitam tanpa dasi, kancing atas kemejanya terbuka. Ia terlihat lebih muda tanpa seragam kekuasaannya, lebih manusiawi — dan itu membuat Yao semakin waspada, karena versi manusiawi dari seorang predator selalu yang paling berbahaya.

"Kau memilih tempat yang aneh untuk kencan pertama," katanya, duduk di seberang Yao, matanya menyapu ruangan sederhana itu dengan rasa ingin tahu yang tulus.

"Saya pikir Anda sudah cukup sering makan di tempat mewah," jawab Yao. "Saya penasaran apakah Don Moretti bisa menikmati sepiring pasta biasa tanpa pelayan yang membungkuk setiap lima menit."

Gerald tertawa, tawa yang mulai terasa akrab bagi Yao meski baru mendengarnya dua kali. "Poin yang adil," katanya, mengambil menu tanpa benar-benar membacanya. "Meski saya harus memperingatkan Anda — saya tidak begitu pandai dengan hal-hal 'biasa'. Konsekuensi dari dunia yang saya jalani."

Trattoria itu kecil dan hangat, dinding-dindingnya dihiasi foto-foto hitam putih pemilik dan keluarganya dari beberapa dekade lalu, aroma bawang putih yang ditumis dan basil segar memenuhi udara. Pemilik trattoria, seorang wanita paruh baya bernama Signora Rosa, menyambut mereka dengan kehangatan yang tidak terpengaruh sama sekali oleh reputasi Gerald — bagi Rosa, ia hanyalah pelanggan tampan yang datang bersama wanita cantik, bukan Don paling ditakuti di Milan.

Mereka memesan, dan percakapan mengalir dengan cara yang mengejutkan keduanya — mudah, tajam, penuh sindiran cerdas yang saling melempar tanpa jeda canggung. Yao belajar bahwa Gerald menghabiskan masa remajanya di sekolah militer di Inggris, dikirim ayahnya untuk "mengeraskan karakternya" setelah ibunya meninggal karena kanker saat Gerald berusia dua belas tahun.

"Sekolah macam apa itu?" tanya Yao, benar-benar penasaran di balik pertanyaan strategisnya.

"Tempat yang membuatmu bangun jam empat pagi untuk lari sepuluh kilometer sebelum sarapan," jawab Gerald, seringai kecil muncul di wajahnya mengenang masa lalu yang jelas tidak sepenuhnya menyenangkan. "Guru-guru di sana lebih tertarik mengajarkan disiplin daripada kasih sayang. Tapi aku belajar satu hal berharga di sana — bagaimana bertahan sendirian, bagaimana tidak membutuhkan siapa pun untuk merasa kuat."

"Kedengarannya kesepian," kata Yao pelan.

"Memang," jawab Gerald jujur, matanya menatap gelas winenya alih-alih wajah Yao untuk sesaat. "Tapi kesepian itu berguna dalam bisnis kami. Orang yang tidak membutuhkan siapa pun tidak bisa dimanfaatkan lewat siapa pun juga."

"Aku pulang sebagai orang yang berbeda," kata Gerald, nada suaranya berubah lebih pelan, lebih jujur dari yang Yao duga akan ia dengar malam itu. "Lebih dingin, kurasa. Ayahku menginginkan seorang prajurit, bukan seorang anak. Dan itu yang ia dapatkan."

Sesuatu di dalam dada Yao terasa sesak mendengar itu — sebuah simpati yang tidak ia inginkan, karena simpati adalah kelemahan yang tidak mampu ia tanggung dalam misinya. Tapi ia tidak bisa menampiknya sepenuhnya; ia mengenal rasa kehilangan orang tua terlalu baik untuk berpura-pura tidak tersentuh.

"Kehilangan mengubah kita semua," katanya pelan. "Pertanyaannya bukan apakah kita berubah, tapi menjadi apa kita setelahnya."

Gerald menatapnya lama, matanya menyipit sedikit seperti sedang memecahkan teka-teki, tidak segera berkata apa-apa. Ketika akhirnya ia berbicara, suaranya nyaris seperti gumaman. "Kau bicara seperti seseorang yang kehilangan lebih banyak dari yang ingin kau akui, Yao Lindqvist."

Yao tersenyum, senyum yang menyembunyikan seribu kebohongan. "Mungkin kita berdua sama-sama pandai menyembunyikan sesuatu, Signor Moretti."

"Kena aku," katanya, mengangkat gelas winenya sedikit sebagai penghormatan.

Malam itu berlanjut lebih lama dari yang direncanakan keduanya. Saat Gerald mengantar Yao pulang, berdiri di depan pintu apartemennya di bawah lampu jalan yang temaram, ada momen hening yang canggung — momen di mana keduanya tahu sesuatu sedang bergeser, sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar permainan intelijen atau strategi balas dendam.

"Aku biasanya tidak melakukan ini dua kali," kata Gerald pelan, tangannya menyentuh pipi Yao dengan lembut, gerakan yang mengejutkan bagi seorang pria yang dikenal karena kekejamannya. Ia tidak menyelesaikan kalimatnya, membiarkan keheningan itu menyampaikan apa yang tidak sanggup ia ucapkan.

Yao merasakan jantungnya berdegup kencang, dan untuk sesaat, ia lupa bahwa pria di hadapannya adalah bagian dari keluarga yang seharusnya ia hancurkan. "Saya juga menginginkannya," bisiknya, dan untuk pertama kalinya, kebohongan dan kejujuran terasa begitu tipis batasnya hingga ia sendiri tidak bisa membedakannya.

Gerald mencium keningnya — bukan bibirnya, sebuah gestur yang entah kenapa terasa lebih intim dari ciuman apa pun — lalu berbalik pergi ke mobilnya yang menunggu di seberang jalan.

Sebelum masuk ke mobil, ia berhenti sejenak, menoleh kembali ke arah Yao yang masih berdiri di depan pintunya, tidak berkata apa pun untuk beberapa detik, hanya menatapnya dengan senyum jahil yang membuat Yao gelisah. Akhirnya ia berkata, pelan, hampir seperti catatan untuk dirinya sendiri, "Nomor teleponmu yang kau berikan tadi bukan nomor yang sesungguhnya, bukan?" Ia tidak menunggu jawaban. "Tidak apa. Aku cukup pandai menemukan hal-hal yang orang coba sembunyikan."

Kata-kata itu, meski diucapkan dengan nada bercanda, mengirim gelombang dingin di sepanjang punggung Yao setelah pintu mobil Gerald tertutup dan lampu belakangnya menghilang di ujung jalan.

Yao berdiri di depan pintunya lama setelah mobil Gerald menghilang, dadanya bergejolak antara kemenangan strategis dan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: awal dari perasaan yang tidak pernah ia rencanakan. Ia masuk ke apartemennya dengan tangan gemetar, bukan karena ketakutan yang biasa ia kenali, tapi karena sesuatu yang jauh lebih asing — kesenangan. Ia berdiri lama di depan cermin kamar mandi malam itu, menatap wajahnya sendiri seolah mencoba menemukan garis batas antara wanita yang berbohong pada Gerald Moretti dan wanita yang, entah sejak kapan, mulai benar-benar menantikan pertemuan berikutnya.

Ini bagian dari rencana,* ia meyakinkan dirinya sendiri, mengulanginya seperti mantra. *Kedekatan ini hanya alat. Setelah aku mendapatkan apa yang kubutuhkan dari Enzo, semua ini akan berakhir, dan aku tidak akan pernah perlu melihatnya lagi.

Tapi bahkan saat ia mengucapkannya dalam hati, ada bagian kecil dari dirinya yang tidak sepenuhnya percaya pada kalimat itu — dan bagian kecil itulah yang paling menakutkannya malam itu, lebih daripada Enzo, lebih daripada seluruh keluarga Moretti sekalipun.

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!