Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Bersantai bersama karyawan yang akan diajak untuk kunjungan kerja besok dan bahas pekerjaan bersama, membuat Farhan fokus sama lembaran kertas yang dibawa karyawannya untuk bahan diskusi bersama.
"Kalian ngopi dan bahas pekerjaan harus banget iya sewa perempuan kesini, apa tidak ada tempat lain untuk mereka temani kalian tidak harus sekarang?" tanya Farhan tidak suka melihat karyawannya seenaknya ajak perempuan seksi saat ketemu dirinya.
"Maaf Pak, mereka cuman temani saja kok tidak ganggu kita juga jadi tidak masalah kan Pak?" tanya Dion santai tidak merasa bersalah apa lagi setelah mendapatkan teguran tidak merasa takut sama sekali.
"Mereka pergi atau kalian saya pecat karena tidak sopan, selama bahas pekerjaan sama saya dilarang keras ajak perempuan diluar rekan kerja apapun alasannya mengerti!" tegas Farhan tidak suka, urusan pekerjaan harus ada orang lain yang tahu apa saja yang dibahas.
"Jangan Pak Farhan baik lah, kalian tunggu diluar saja setelah selesai rapat kita jalan bareng." lanjut Dion panik karena melihat atasannya semakin marah bahkan ancam dirinya dipecat.
"Sudah dewasa harus bisa bedakan mana urusan pribadi dan pekerjaan, saya tidak mau kita gagal fokus karena ada mereka disini." lanjut Farhan tidak suka melihat penampilan perempuan yang temani karyawannya.
"Baik kita akan pergi." ucap Wanita bayaran Dion pasrah dari pada Dion dipecat, bisa repot bisa-bisa dirinya ditinggalkan Dion karena dirinya.
Setelah melihat wanita bayarannya Dion dan karyawan lainnya pergi baru Farhan kembali fokus bahas pekerjaan besok bersama karyawannya.
Andaikan tahu atasannya pria baik-baik tentunya Dion akan menolak perintah Raka untuk sewa perempuan setiap kali ketemu sama Farhan, bahkan Farhan terlihat tegas dan tidak main-main sama ucapannya tentunya Dion takut kehilangan pekerjaannya karena paksa Farhan membiarkan wanita bayarannya tetap menemani dirinya selama rapat.
**
Sinis melihat adik iparnya baru pulang dari jualan dan terlihat sangat lelah membuat Gendis langsung berdiri dan melipat kedua tangannya untuk melihat Mila jalan masuk kedalam rumah.
"Perempuan muka tembok sudah pulang, sepertinya dagangannya sudah habis iya." ucap Gendis sinis melihat Mila.
"Alhamdulillah Kak sudah habis, iya sudah saya mau masuk kedalam kamar mau istirahat sebentar sebelum siapin adonan untuk jualan besok." ucap Mila santai tidak mau tanggapi ucapan sinis Kakak Iparnya.
"Istirahat kata lo? Heh sadar diri lo disini ngumpang enak sekali tidak melakukan apapun, bantuin Bibi beberes sana udik!" lanjut Gendis dengan tegas tidak ingin dibantah.
"Saya disini bukan ART dan status istri bukan ngumpang tinggal dirumah suami, saya tahu rumah ini milik Farhan dan saya tidak ada kewajiban untuk melaksanakan itu." lanjut Mila berusaha untuk tidak membuat kakak iparnya tersinggung, Mila tahu ketiga Kakaknya Farhan tinggal bareng Farhan karena orang tuanya sudah meninggal saat mereka remaja kecil dan Farhan lebih sukses dari Kakak-kakaknya bahkan mampu memiliki rumah sendiri membuat Farhan mempersilahkan Kakak-kakaknya untuk tinggal bareng.
"Dasar tidak tahu diri lo, pergi sana sial perempuan kampung!" bentak Gendis kesal karena Mila selalu saja bisa jawab ucapannya dan tidak ada rasa takut sama sekali.
Merasa cukup bicara sama kakak Ipar membuat Mila langsung jalan menuju kamarnya dan tidak sabar melihat handphonenya apa suaminya memberikan kabar atau menceritakan kegiatan suaminya yang baru tiba di balikpapan.
Melihat Mila jalan menuju kamarnya membuat Gendis menyusun rencana untuk usir Mila dari rumah adiknya, rasanya sudah tidak betah tinggal terlalu lama bersama perempuan kampung yang selalu membuat dirinya kesal setiap saat.
**
Dua jam bahas pekerjaan bersama karyawannya di cafe membuat Farhan langsung pulang ke apartemen dan siap-siap mandi untuk istirahat karena besok mulai bekerja dan meninjau beberapa pembangunan yang sudah dijalankan perusahaannya.
"Segar rasanya sudah mandi padahal tadi sudah mandi sebelum pergi, baiklah waktunya tidur untuk besok mulai bekerja." ucap Farhan sambil merapihkan kertas-kertas yang ada diatas kasur dan dimasukan kedalam tas kerjanya.
**
Setelah sampai di rumah Dion langsung telefon Raka untuk membatalkan tugas yang diberikan Raka, karena takut dengan ancaman Farhan yang tidak suka bahas pekerjaan ditemani wanita wanita cantik dan seksi.
"Saya sudah transfer uang yang anda berikan Pak, maaf saya masih butuh pekerjaan ini dan takut membuat Pak Farhan semakin marah dan akhirnya saya kehilangan pekerjaan ini." ucap Dion saat sambungan teleponnya terhubung.
"Huh payah, dikasih uang tambahan banyak untuk bersenang-senang tidak mau, baik lah gue tidak akan memberikan lo uang lebih diluar gaji lo dasar payah!" protes Raka diseberang sana dengan kesal, karena lagi-lagi rencananya gagal untuk jebak adiknya dan membuat Farhan selingkuh.
"Biar lah payah dari pada jadi pengangguran susah hidup Pak, saya mau jadi karyawan yang baik dan benar Pak dan selamat malam Pak Raka dan terimakasih atas pemberian anda tapi saya tidak butuh." lanjut Dion langsung matikan teleponnya, merasa cukup bicara sama Raka ditelepon.
Rasanya lega mengambil keputusan mengembalikan jumlah uang yang diberikan Raka, lebih baik kehilangan pemberian Raka dari pada kehilangan pekerjaan sumber rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
**
Satu jam membuat adonan kue membuat Mila langsung ambil handphone miliknya yang sengaja disimpan diatas meja untuk melihat chat dan berharap suaminya menghubungi dirinya.
"Sampai jam segini tidak ada kabar, sesibuk apa Mas sampai tidak memberikan kabar apa lagi ini hari pertama Mas disana." ucap Mila pelan, sedih rasanya memiliki suaminya yang tidak pernah memprioritaskan dirinya sama sekali.
"Mungkin disana Tuan sibuk Nyonya, berfikir positif saja Nyonya supaya hati tenang." ucap Bik Sumini mengerti kesedihan yang dirasakan majikannya.
"Mungkin Bi, baik lah saya mau istirahat dulu soalnya sudah ngantuk juga." lanjut Mila berusaha percaya sama ucapan ART nya.
Jalan menuju kamarnya dan berusaha berfikir positif jika memang benar suaminya sibuk sampai tidak bisa memberikan kabar sama sekali dan berharap besok Farhan memberikan kabar dan berbagi cerita kegiatan selama kerja jauh.