Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Sarapan Bersama Bunda
Galang yang asyik sedang melihat anak dan ibu sedang bercanda. Tiba-tiba ia di panggil oleh mertuanya.
"Eh mantu bunda sudah bangun." ibunya menghampiri Galang dan Galang mencium punggung tangannya bersalaman. "Iya bun, maaf aku baru bangun. Bunda apa kabar? ayah juga kabarnya gimana bun?"
"Alhamdulillah bunda baik, ayah juga sama Alhamdulillah baik juga nak. Oh ya gimana Felicya selama dua hari tinggal di rumah kamu apa dia sudah bertugas menjadi seorang istri yang baik, nak?" tanya ibu Felicya. Felicya yang mendengarnya menundukan kepala, ia takut belum bisa menjadi istri yang baik.
Namun, siapa sangka. Galang memujinya "Bunda, Felicya itu istri yang baik, bahkan dia juga selalu mengingatkan Galang shalat dan selalu bangun subuh-subuh, dan selalu menyiapkan sarapan untuk Galang dan gak pernah marahin Galang. yah walau baru 2 hari kita menikah, Galang yakin Felicya bukan tipe wanita yang judge suaminya ataupun pembangkang," ucapnya tanpa berlebihan. Felicya merasa senang suaminya memujinya ternyata di depan ibu tercinta.
"Alhamdulillah atuh putri ibu ternyata bisa berperan sebagai istri yang baik," ucap ibunya bangga kepada Felicya.
Felicya pun meminta izin kepada ibu dan suaminya untuk membuat sarapan untuk mereka.
"Ibun, Mas Galang. Felicya mau buat sarapan nasi goreng dulu yah. Ibun sama Mas Galang, ngobrol-ngobrol saja dulu," Katanya.
"Iya hun, aku disini akan temenin ibun ngobrol," ucap galang sambil tersenyum.
Felicya pun melangkah ke dapur.
Galang yang menunggu istrinya sudah lima menit berada di dapur ia segera menyusul ke dapur untuk membantu istrinya. Galang membantu karena ia juga merasa tidak enak dengan ibu mertuanya.
Galang mendekati Felicya dari samping belakang.
"Ayy.. Aku bantu yah biar kamu gak kerepotan," Galang langsung mengambil celemek, ia langsung memecahkan telurnya di atas nasi yang berisi minyak panas. Felicya pun menggeser ke samping. Ia membiarkan suaminya yang melanjutkan mengongseng nasi gorengnya. Felicya berinisiatif membuat teh manis hangat 3. Galang sedang sibuk mengoseng-oseng nasi goreng ala chef di restaurant.
Ibu Felicya ingin melihat seberapa harmonisnya hubungan anaknya dengan suaminya. Saat ibunya mengintip ke dapur. Ia sangat senang suami Felicya sigap membantu anaknya memasak di dapur. Ia merasa terharu ternyata anaknya di cintai oleh suaminya dan di ratukan.
Namun, ibu felicya belum tahu tentang diri Galang yang sebenernya. Yang ia lihat sekarang mantunya ini laki-laki yang baik dan bisa berperan sebagai suami. Ibunya tersenyum di belakang mereka, merasa ada kebanggaan untuk anak semata wayangnya si putri mungil mendapatkan kasih sayang selain dari keluarganya sendiri. Ibunya pun kembali ke meja makan.
Setelah mereka memasak lima belas menit di dapur. Galang membawa nampan piring makan, sedangkan Felicya membawa nampan air teh manis hangat. Mereka membawa nampan masing-masing dengan hati-hati menuju ke meja makan.
Galang memberi nasi goreng pada mertuanya. "Ini bunda nasi goreng buatan Galang dan Felicya," Galang tersenyum dan memberi satu piring untuk istrinya dan satunya lagi untuk dirinya. Begitu pun sama dengan Felicya memberi air teh manis hangatnya kepada ibu tercinta, lalu baru kepada Galang dan Ia duduk di samping suaminya.
Galang yang tahu istrinya ingin duduk di samping dirinya. Ia langsung menggeser kursi istrinya dekat dengan dirinya. Felicyapun mengucapkan, " Terimakasih yah Mas Galang," Felicya tersenyum tipis merasa jantungnya berdebar-debar di perlakukan baik oleh suaminya. Galang yang mendengarnya menjawab, "Iya sama sama hun,"
Felicya pun duduk di samping Galang
Melihat mereka saling perhatian. Ibu Felicya mesam-mesam sendiri melihatnya. Ia teringat bagaimana perilaku suaminya selama ini.
Galang tahu ibu mertuanya sangat senang melihat anaknya diperlakukan baik. Ia langsung mengambil alih sendok di piring Felicya, lalu menyuapi Felicya.
Galang sengaja mencairkan suasana dengan seperti itu kepada Felicya. Agar ibu mertuanya tidak mencurigai siapa dirinya yang sebenarnya.