NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:167.2k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Kontrak Baru

“Kenapa dia terus bilang Ibu akan kembali bersamanya?”

Pertanyaan Elden membuat langkah Mireya terhenti.

Arven yang baru saja hendak membuka pintu mobil ikut diam.

Mireya berjongkok di hadapan Elden. “Dia hanya orang dari masa lalu Ibu.”

Elden mengerutkan kening. “Masa lalu itu seperti apa?”

“Seperti orang yang pernah ada dalam kehidupan Ibu, dulu.”

“Oh…” Elden tampak berpikir.

“Jadi dia teman Ibu dulu ya?”

“Bukan.”

“Musuh?”

Mireya hampir tertawa. “Bukan juga.”

“Terus siapa?”

Arven yang sejak tadi diam akhirnya menjawab, “Dia mantan suami Ibumu.”

Mata Elden langsung membesar. “Mantan suami?” Lalu ia menunjuk Arven. "Kalau ayah suami Ibu, berarti Ibu punya suami dua?"

Mireya mendelik menatap Arven. “Mas…? Ulahmu nih?”

“Apa?”

“Tidak perlu menjelaskan sesuatu yang tak penting.”

“Dia kan bertanya.”

Elden langsung mengangkat tangan. “Aku mau tahu!”

Mireya mengusap kepalanya. “Kamu tidak perlu memikirkan masalah orang dewasa.”

“Tapi aku kan sudah besar.” Elden tak mau kalah.

Arven menatap putranya. “Umurmu berapa?”

“Lima.”

“Baru lima tahun," ucap Arven dengan penuh penekanan.

Elden melirik Arven dengan mata sedikit menyipit. “Sebentar lagi enam,” tambahnya tak mau kalah.

“Kalau sudah sepuluh tahun, baru bisa disebut sudah besar," ucap Arven lagi.

Elden langsung memasang wajah cemberut.

Mireya menahan tawanya.

Raut cemberut itu hanya beberapa detik. Kemudian anak itu kembali bertanya.

“Ayah kan sudah menikah dengan Ibu. Berarti Ayah suami Ibu. Orang tadi juga bilang suami Ibu. Tapi Ibu tidak boleh tinggal dengan orang itu."

Mireya tidak tahu lagi harus menjelaskan seperti apa. Ia mengela nepas melirik Arven.

Arven hanya memperhatikan reaksi Mireya yang tampak padanya. “Tidak ... ibumu tak akan kemana-mana. Ibumu tetap bersama kita.”

Elden langsung tersenyum lega. “Horeeee.”

Mireya menatap Arven sekilas. Pria itu membuka pintu mobil. “Masuk.”

Mireya hanya diam dan mengangguk. Lalu masuk ke dalam mobil, memutar kepala kembali. Syahzan terlihat melipat kedua tangan di dada.

Arven melirik Syahzan melalui kaca spion.

“Masih belum move on?” gumamnya.

Mireya pura-pura tidak mendengar.

“Pak Can?” panggilnya, sengaja mengalihkan pembicaraan.

“Ya, Nyonya?”

“Biarkan dia pulang sendiri. Dia juga membawa mobil.”

.

.

Pada malam harinya, rumah Zarretti terasa begitu tenang.

Setelah makan malam, Mireya mengantar Elden ke kamar. Anak itu tidak lagi bertanya tentang kejadian siang tadi. Ia hanya sibuk menceritakan rencana mereka untuk menanam semangka keesokan harinya.

Setelah Elden tertidur, Mireya hendak mematikan lampu bersiap untuk tidur juga. Saat itu juga terdengar ketukan pintu dari luar.

Tok. Tok.

Mireya membuka pintu. Arven berdiri di depan sana.

Tangannya memegang beberapa lembar kertas. “Ada apa, Mas?”

“Baca ini.” Arven menyerahkan kertas tersebut.

Mireya mengerutkan kening. “Kontrak? Untuk apa? Kan kemarin udah."

“Kontrak baru.”

Mireya menatapnya beberapa saat, lalu menyalakan lampu kembali. “Kenapa tiba-tiba diganti?”

Arven tidak langsung menjawab. Ia masuk dan duduk di kursi meja rias. “Kontrak sebelumnya sudah tidak sesuai.”

“Tidak sesuai?”

“Banyak hal yang berubah.”

Mireya menunduk membaca lembar pertama. Matanya bergerak perlahan mengikuti setiap pasal.

Tidak ada lagi kalimat yang melarang mereka saling bertanya. Tidak ada lagi batasan bahwa mereka hanya perlu berhubungan karena Elden.

Sebaliknya, ada beberapa aturan baru.

Pertama.

Mireya tetap menjadi istri Arven Zarretti seutuhnya dan ibu bagi Elden. Keduanya akan tinggal dalam satu kamar sebagai suami istri.

Kening Mireya langsung berkerut. 'Satu kamar?'

Ia perlahan mengangkat wajah. “Mas... ini bagian mana yang berubah?”

Kedua.

Keduanya diperbolehkan melakukan kegiatan bersama sebagai keluarga.

Ketiga.

Jika berada di rumah pada waktu makan, mereka diharapkan makan bersama.

Mireya berhenti membaca.

Ia menatap Arven. “Kenapa ada aturan makan bersama segala?”

“Supaya kita benar-benar seperti keluarga sesungguhnya.”

“Bukankah kita bisa makan sendiri-sendiri?”

“Bisa.”

“Lalu untuk apa ditulis?”

Arven diam.

Mireya menyipitkan mata. Sudut bibirnya naik sebelah. Namun ia memilih melanjutkan membaca kembali.

Keempat.

Mireya diperbolehkan bertanya mengenai keadaan Arven selama tidak menyangkut urusan bisnis yang bersifat rahasia.

Kelima.

Jika ada seseorang dari masa lalu yang mengganggu atau mengancam Mireya, ia wajib memberitahu Arven.

Mireya terdiam lebih lama. Ia langsung teringat Syahzan. “Ini karena kejadian tadi?”

“Sebagian.”

Mireya kembali membaca.

Keenam.

Segala keputusan penting mengenai Elden akan dibicarakan bersama.

Ketujuh.

Mireya diperbolehkan mengelola lahan yang selama ini ia rawat dan meminta bantuan pekerja apabila diperlukan.

Mireya langsung mengangkat wajah. “Ini juga?”

“Kau kan suka berkebun.”

“Saya memang suka.”

“Kalau begitu, lanjutkan.”

Mireya tersenyum kecil. Ia kembali membaca sampai bagian terakhir.

Kedelapan.

Keduanya tetap memiliki ruang pribadi.

Namun tidak boleh menggunakan isi kontrak sebagai alasan untuk sengaja menjauh satu sama lain.

Mireya berhenti. Ia menatap kalimat itu cukup lama. Kemudian perlahan mengangkat wajah.

“Mas.”

“Hm?”

“Kenapa rasanya kontrak ini justru membuat kita lebih dekat?”

“Tidur di kamar yang sama, makan bersama, berkegiatan bersama... Mas sebenarnya sedang mengubah kontrak ini menjadi apa?”

*bersambung*

1
Erna Masliana
tamat... bagus ceritanya
Erna Masliana
ya tujuanmu apa .. awalnya kan anak.. kenapa tiba-tiba serakah.. balik lagi cuman anak aja jangan ganggu rumah tangga orang gak baik
Erna Masliana
Pendem terus sampe bisulan
Erna Masliana
kamu pernah menikah juga bedanya kamu beneran putus hubungan dg mantan.. yang ini mantan serakah ingin merebut posisimu.. jadi kamu harus lebih pintar
Erna Masliana
baguslah Mireya mulai pinter
Erna Masliana
s serakahnya
Erna Masliana
Nindy pengangguran apa lagi cuti
Erna Masliana
kamu jebak Arven biar sampe hamil punya anak berharap jadi nyonya tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi mu gitu... kenapa tidak move on..
Erna Masliana
dari sekian banyak murid..aneh banget bisa semuanya terpengaruh.. padahal anak anak tuh biasanya ngeyel loh
Erna Masliana
mamvus... kalo mau bertemu anak ..ya baik baik bertamu dg benar.. ini mah niatnya udah bukan anak lagi tapi keserakahan
Erna Masliana
maksa.. inti na mah..teu bogoh..teu hayang..bogohna ka Mireya
Erna Masliana
ganggu bae s Mireya
Erna Masliana
heh..jauh y
Erna Masliana
Pak Can bijak 👍
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!