NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Rahasia di Tubuh Tetua Su

"Feng Wuchen, bagaimana kau tahu?"

Suara Tetua Su membuat seluruh arena mendadak sunyi.

Orang-orang yang beberapa saat lalu berteriak meminta Feng Wuchen berlutut kini mematung di tempat.

Tetua Su menatapnya tajam.

"Bagaimana kau tahu ada racun dingin di tubuhku?"

Suasana langsung meledak.

"Apa?"

"Jadi Feng Wuchen benar?"

"Tetua Su benar-benar terkena racun?"

Wajah para anggota Keluarga Mo dan Keluarga Yang berubah kaku.

Bahkan Mo Qianshan yang tadi begitu bersemangat menekan Keluarga Feng kehilangan kata-kata.

Feng Zhengxiong diam-diam menghela napas lega.

Ia mengenal putranya.

Feng Wuchen mungkin keras kepala, tetapi bukan orang bodoh yang sengaja mencari mati dengan menyinggung seorang tetua Akademi Tianyan.

Feng Wuchen berjalan mendekati Tetua Su.

"Racun itu sudah berada di tubuh Anda selama bertahun-tahun."

Tetua Su mengerutkan kening.

"Benar."

"Akademi Tianyan tidak memiliki Alkemis Tingkat Lima?"

Pertanyaan itu membuat Tetua Su semakin terkejut.

"Tetua Agung Akademi adalah Alkemis Tingkat Empat."

Ia menghela napas.

"Beliau sudah beberapa kali mencoba mengobatiku, tetapi tidak pernah berhasil membersihkannya sampai tuntas."

Feng Wuchen mengangguk seolah jawaban tersebut memang sudah ia perkirakan.

"Masalahnya bukan hanya racunnya."

"Apa maksudmu?"

"Teknik kultivasi yang Anda gunakan tidak sempurna."

Tetua Su membeku.

Feng Wuchen melanjutkan,

"Setiap kali Anda berkultivasi, sebagian hawa dingin tidak dapat dialirkan dengan benar. Awalnya sedikit, tapi setelah bertahun-tahun menumpuk, racun itu mulai menyerang meridian."

Ia menatap Tetua Su.

"Belakangan ini serangannya semakin sering, bukan?"

Tetua Su menarik napas.

"Dua jam sekali."

Kerumunan kembali gempar.

"Dia tahu lagi!"

"Bagaimana mungkin?"

Feng Qianyang pun terlihat tercengang.

Sebagai Alkemis Tingkat Satu, bahkan dirinya tidak mampu menemukan sedikit pun kejanggalan pada tubuh Tetua Su.

Sedangkan Feng Wuchen...

hanya melihat beberapa kali.

Xiao Qingqing menatap putranya dengan bingung.

"Sejak kapan Chen'er memahami hal seperti ini?"

Tak seorang pun mampu menjawab.

Tetua Su sendiri kini tidak lagi memandang Feng Wuchen sebagai pemuda biasa.

"Bisakah kau mengobatinya?"

Feng Wuchen tidak langsung menjawab.

Ia memperhatikan Tetua Su beberapa saat.

"Aku bisa membantu mengeluarkan sebagian."

Mata Tetua Su langsung berbinar.

"Tapi kultivasiku terlalu rendah."

Feng Wuchen menunjuk tubuh Tetua Su.

"Setelah racunnya keluar dari meridian, Anda harus menggunakan kekuatan sendiri untuk memaksanya keluar."

"Baik."

Tetua Su menyetujuinya tanpa ragu.

Feng Wuchen berjalan ke belakangnya.

"Rilekskan tubuh."

Tetua Su menuruti.

Beberapa orang tanpa sadar maju satu langkah karena penasaran.

Feng Wuchen mengangkat dua jari.

Lalu—

Tap!

Jarinya menotok satu titik di punggung Tetua Su.

Tap! Tap! Tap!

Gerakannya semakin cepat.

Belasan titik ditekan dalam urutan yang tampak aneh.

Kadang di bahu.

Kadang di punggung.

Kadang dekat tulang belakang.

Feng Qianyang menatap tanpa berkedip.

Ia sama sekali tidak memahami teknik tersebut.

Namun setiap gerakan Feng Wuchen terlihat sangat tepat, seolah ia sudah melakukannya ribuan kali.

Beberapa napas kemudian—

Tubuh Tetua Su bergetar.

"Hm?"

Ia langsung merasakan sesuatu.

Hawa dingin yang selama bertahun-tahun bersembunyi di dalam tubuhnya tiba-tiba bergerak.

Bukan semakin masuk.

Melainkan keluar.

"Tetua Su, sekarang!"

Feng Wuchen segera mundur.

Tetua Su langsung mengerahkan kekuatannya.

Boom!

Aura mengerikan meledak dari tubuhnya.

Tanah di sekitar kakinya retak.

Lapisan embun beku muncul di kedua tangannya dan menyebar cepat hingga membuat udara di sekitarnya menjadi menusuk.

"Alam Inti Asal Tingkat Lima!"

Seseorang berteriak ketakutan.

Banyak orang langsung mundur.

Tekanan dari Tetua Su saja sudah membuat dada mereka sesak.

"Hiaaat!"

Tetua Su meraung.

Kekuatan dalam tubuhnya meledak.

Kabut dingin terdorong keluar dari pori-porinya, lalu pecah di udara seperti kristal es.

Beberapa saat kemudian—

semuanya berhenti.

Tetua Su berdiri diam.

Ia menarik napas.

Satu kali.

Dua kali.

Ekspresinya berubah.

"Ringan..."

Selama bertahun-tahun, tubuhnya selalu terasa seperti menyimpan bongkahan es.

Untuk pertama kalinya, rasa sesak itu berkurang drastis.

Tetua Su berbalik.

"Feng Wuchen!"

Ada kegembiraan yang sulit disembunyikan dalam suaranya.

"Teknik apa yang baru saja kau gunakan?"

Feng Wuchen hanya tersenyum.

"Sedikit metode untuk membuka jalur meridian."

Ia jelas tidak berniat menjelaskan lebih jauh.

Tetua Su memahami maksudnya.

Ia tidak bertanya lagi.

Setiap kultivator memiliki rahasia.

Namun semakin ia melihat Feng Wuchen, semakin kuat satu keyakinan dalam hatinya.

Pemuda ini tidak sederhana.

Sama sekali tidak.

"Tapi racunnya belum hilang seluruhnya," ujar Feng Wuchen.

Tetua Su mengangguk.

"Aku bisa merasakannya."

"Yang kubuang hanya sebagian."

Feng Wuchen berpikir sesaat.

"Kalau ingin membersihkannya sampai tuntas, Anda tetap membutuhkan metode yang lebih lengkap."

Tetua Su tersenyum pahit.

"Aku pernah mencari Alkemis Tingkat Lima."

Ia menggelengkan kepala.

"Bahkan dia hampir terluka akibat racun ini."

Xiao Qingqing yang sejak tadi memperhatikan segera melihat peluang.

"Chen'er."

Feng Wuchen menoleh.

"Kalau kau memang memiliki cara, bantulah Tetua Su sampai sembuh."

Feng Wuchen langsung memahami maksud ibunya.

Utang budi seorang tetua Akademi Tianyan tentu bukan sesuatu yang kecil bagi Keluarga Feng.

Tetua Su ikut menatapnya penuh harapan.

Feng Wuchen akhirnya mengangguk.

"Baik."

Wajah Tetua Su langsung cerah.

"Aku akan datang ke Akademi Tianyan dalam satu bulan."

"Satu bulan?"

"Racun yang baru saja dikeluarkan cukup membuat kondisi Anda stabil selama sekitar tiga bulan."

Tetua Su menghela napas lega.

Ia segera memberi hormat.

"Terima kasih, Adik Feng!"

Pemandangan itu kembali membuat orang-orang terdiam.

Seorang tetua Akademi Tianyan...

memberi hormat kepada Feng Wuchen?

Bahkan Feng Zhengxiong pun terlihat sedikit linglung.

Feng Wuchen justru berkata santai,

"Kalau ingin berterima kasih, berterima kasihlah kepada ibuku."

Tetua Su langsung berbalik.

"Nyonya Feng, terima kasih."

Xiao Qingqing tersenyum.

"Tak perlu sungkan, Tetua Su."

Feng Wuchen kemudian memanggil Xiaolan.

"Ayo."

Ia berbalik pergi.

Tetua Su tampak masih belum rela melepaskannya.

"Adik Feng!"

Feng Wuchen berhenti.

"Bagaimana kalau aku merekomendasikanmu langsung kepada Tetua Agung Akademi?"

Kerumunan kembali gempar.

Tetua Agung Akademi Tianyan adalah Alkemis Tingkat Empat!

Berapa banyak orang yang rela membayar harga apa pun hanya untuk bertemu dengannya?

Namun Feng Wuchen bahkan tidak berbalik.

"Tidak perlu."

Ia mengangkat tangan ringan.

"Terima kasih."

Lalu berjalan pergi.

Mulut Feng Zhengxiong sedikit terbuka.

"Bocah ini..."

Ia benar-benar tidak tahu harus marah atau bangga.

Lin You segera berlari menyusul.

"Kakak Feng, tunggu aku!"

Sementara itu, wajah Mo Ling'er menjadi semakin dingin.

Hari ini seharusnya menjadi hari miliknya.

Ia adalah jenius Jiwa Bertarung Tingkat Enam.

Ia telah diterima Akademi Tianyan.

Semua orang seharusnya membicarakan dirinya.

Namun sekarang...

yang dibicarakan seluruh Kota Wushuang justru Feng Wuchen.

Pemuda yang kemarin ia buang.

"Apa kau sengaja melakukan semua ini untuk membuktikan bahwa aku salah?"

Mo Ling'er mengepalkan tangan.

Semakin Feng Wuchen terlihat tenang, semakin kuat rasa tidak nyaman di hatinya.

Di bawah panggung, ejekan kembali terdengar setelah Feng Wuchen pergi.

"Dasar bodoh!"

"Kesempatan bertemu Alkemis Tingkat Empat malah ditolak!"

"Dia benar-benar mengira dirinya hebat."

Yang Tiansen juga tersenyum dingin.

"Bagus."

Tetua Agung Keluarga Yang meliriknya.

"Bagus?"

"Kalau dia menerima tawaran itu, dengan bantuan seorang Alkemis Tingkat Empat, satu bulan mungkin akan menjadi masalah."

Yang Tiansen menyipitkan mata.

"Tapi sekarang dia memilih berjalan sendiri."

Senyumnya semakin dingin.

"Dalam satu bulan, aku akan membuatnya menyesali keputusan itu."

Di sisi lain, Patriark Keluarga Yang masih memikirkan sesuatu.

Ia akhirnya menatap Tetua Su.

"Tetua Su, karena Feng Wuchen tidak menginginkan kuota ketiga itu, bagaimana kalau—"

"Tidak ada kuota ketiga."

Suara Tetua Su berubah dingin.

Yang Qingyun langsung terdiam.

Tetua Su menatapnya tanpa ekspresi.

"Kuota tambahan itu hanya untuk Feng Wuchen."

"Kalau dia tidak menginginkannya, maka kuota itu tidak pernah ada."

Wajah Keluarga Yang langsung membeku.

Tetua Su kemudian berbalik kepada Feng Zhengxiong.

"Patriark Feng."

Feng Zhengxiong segera memberi hormat.

"Tetua Su."

"Katakan kepada putramu..."

Tetua Su menatap ke arah Feng Wuchen yang sudah semakin jauh.

"Kapan pun dia ingin datang ke Akademi Tianyan, pintu akademi akan terbuka untuknya."

Kerumunan kembali sunyi.

Tanpa ujian.

Tanpa syarat.

Tanpa melihat tingkat Jiwa Bertarung.

Sebuah jalan khusus hanya untuk Feng Wuchen.

Xiao Qingqing tersenyum pasrah.

"Aku khawatir membujuknya pun tidak akan berguna."

"Chen'er memang seperti itu. Kalau sudah mengambil keputusan, sulit mengubah pikirannya."

Tetua Su justru tertawa kecil.

"Semakin ia begitu..."

Matanya menyipit.

"...semakin aku ingin membawanya ke Akademi Tianyan."

Di kejauhan, Feng Wuchen sama sekali tidak mengetahui percakapan tersebut.

Ia berjalan santai menuju Paviliun Wanbao bersama Xiaolan dan Lin You.

Akademi Tianyan?

Alkemis Tingkat Empat?

Bagi orang lain, semua itu mungkin merupakan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan.

Namun Feng Wuchen memiliki sesuatu yang bahkan Akademi Tianyan tidak bisa memberikannya.

Ingatan seorang Dewa Naga.

Dan sekarang...

ia hanya membutuhkan waktu untuk mengubah semua warisan itu menjadi kekuatannya sendiri.

...----------------...

Bersambung......

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!