NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumahku Pun Tak Aman

Di dalam mobil Raka yang melaju menembus hujan, Naya hanya diam. Tangannya memeluk koper erat di pangkuannya, matanya kosong menatap titik-titik air di kaca jendela.

Raka beberapa kali meliriknya khawatir. "Nay, lo nggak apa-apa?, Tangan lo dingin banget."

Dia sangat khawatir melihat keadaan sahabatnya itu, tapi dia tidak bisa membantu banyak.

Naya menggeleng lemah. "Gue nggak apa-apa, Rak. Makasih udah datang. Kalau lo nggak datang tadi... gue nggak tahu Bimo bakal ngapain."

"Udahlah, jangan dipikirin. Lo telepon gue itu udah bener."

Tiba-tiba HP Naya di dashboard bergetar hebat. Layarnya menyala, menampilkan nama sang kakak

Naya ragu-ragu mengangkatnya dan menyalakan loudspeaker, entah mengapa melihat nama kakaknya itu membuat hatinya berbisik nyaring jika akan ada drama yang lebih panjang

"HALO, PELAKOR!" suara Diandra melengking memekakkan telinga, mengalahkan suara hujan.

Raka sampai kaget dan hampir banting setir, dia menatap horor handphone Naya yang terdengar suara melengking dari Diandra

"Apaan sih, Mbak?" Naya berusaha tenang.

"Jangan pura-pura bego! Kamu usir Bimo dari apartemen? Kamu usir ibu mertuamu ke kontrakan sempit? Kamu pikir kamu siapa, hah? Ratu?". Ucapnya kembali berteriak.

Dia tidak terima Naya melakukan hal seenaknya sehingga membuatnya kesulitan apalagi jika sampai Bimo tidak punya tempat tinggal

"Itu apartemenku, Mbak. Atas nama aku. Aku berhak menentukan siapa yang tinggal di sana."

"Berhak pala lo!" Diandra tertawa sinis. "Dengar ya, Naya. Kalau kamu berani jual apartemen itu dan nggak kasih bagian ke Bimo, aku akan sebar ke semua orang kalau kamu selingkuh!".

Dia jelas melihat dengan matanya sendiri Naya tadi pergi bersama lelaki lain saat di apartemen, dia menyusul Bimo karena tahu lelaki itu ada disana

Naya melirik Raka yang menggenggam setir makin erat, dia yakin Raka pasti sangat tersinggung atas perkataan sang kakak dan juga sangat marah dituduh seperti itu.

"Selingkuh sama siapa, Mbak? Jangan ngarang!!."

"Sama sopirmu itu! Siapa namanya? Raka?, Aku lihat tadi dia gendong-gendong kamu manja di lobi! Pantas berani usir suami, ternyata sudah ada cadangan!".

Dia menyeringai sinis karena berpikir jika Naya akan melakukan apa yang dia katakan karena ancamannya

"CUKUP!" Raka akhirnya tidak tahan dan berteriak ke arah HP.

"Jaga mulut lo ya! Gue cuma nolongin sahabat gue yang ketakutan karena suaminya kasar!, loh tuh yang PELAKOR tidak tahu diri, sudah ketahuan malah seenaknya melemparkan kesalahan sama orang lain".

"Oh, suaranya keluar juga. Ngaku sahabat? Sahabat kok pelukan di lift?" ejek Diandra.

Naya mematikan telepon dengan tangan gemetar. Dadanya sesak, emosinya kini meledak sempurna. Percuma mereka menghadapi Diandra yang tidak akan ada habisnya melawan

Dia tidak mau berurusan sama kakaknya karena membahas masalah itu tidak akan ada habisnya

"Rak, maaf... gara-gara gue lo jadi ikut difitnah."

Naya menghela nafas kasar dan berusaha menetralkan emosi yang kini mulai meledak.

Raka menghela napas panjang. "Bukan salah lo. Mereka emang jahat. Udah, kita ke rumah lo dulu. Lo butuh istirahat."

Lima belas menit kemudian, mereka sampai di rumah sederhana bercat hijau di pinggiran kota. Lampu teras menyala hangat.

Baru saja Naya turun dari mobil, ibunya, Rahayu, langsung berhamburan keluar sambil memarahi dirinya dengan penuh emosi.

"Apa yang kalian lakukan dirumahku? ". Tanyanya dengan dingin.

"Naya! Ya Allah, anakku... Ibu dengar dari tetangga... Kamu akan bercerai dari Bimo, kenapa tidak ikhlasin saja berbagi dengan kakakmu?". Ucapnya sambil memeluk sang anak

Naya pecah lagi dalam pelukan ibunya, dia kemudian mendorong kasar ibunya begitu ibunya berkata seperti itu, ibunya bukan menasehati kakaknya malah mendukungnya menyakiti dirinya seperti ini

Tapi dirinya terdiam dari depan rumah terdengar suara berat ayahnya, Adam, yang dingin.

"Masuk! Jangan nangis di depan pagar, malu dilihat orang!".

Naya tidak menjawab apapun tapi matanya kini sembab dan menatap kedua orangtuanya dengan tatapan terluka

Mereka masuk ke ruang tamu. Adam duduk di kursi rotan dengan wajah masam, tidak menatap Naya sama sekali. Di sampingnya ada tas ransel Raka yang diletakkan sopan.

"Kita harus membahas kejadian tadi". Adam memulai tanpa basa-basi. "Kamu keterlaluan, Naya!!."

Naya duduk dengan tegang, menatap ayahnya dengan jengkel. "Maksud Ayah apa?".

"Kamu mengusir suamimu! Mengusir mertuamu! dan tadi juga kamu mengusir kami dari rumahmu, Kamu perempuan kok tidak tahu diuntung! Suami itu dituntun, bukan dibuang seperti sampah!"

"Ayah bela mereka?" suara Naya meninggi. "Setelah Bimo selingkuh sama kakakku sendiri? Setelah semua pengorbanan yang kulakukan pada kalian dan juga kelaurga Bimo". Jawabnya dengan suara meninggi.

Adam menunduk sesaat, tapi gengsinya lebih besar. "Itu urusan rumah tanggamu! Harusnya kamu introspeksi! Mungkin Bimo selingkuh karena kamu tidak bisa melayani dengan baik! Sekarang apa kata tetangga? Anak Adam cerai? Malu Ayah!".

" Harusnya ayah yang malu, kalian mendukung perselingkuhan mereka dan malah menyodorkan kak Diandra karena dia stres ditinggal mas Agam padahal dia memang sudah berselingkuh dari suaminya dengan suamiku, kalian semua tidak punya otak!! ".

"Perempuan diam!" bentak Adam. "Ini semua karena kamu terlalu membosankan! Makanya dia berani berselingkuh dengan kakakmu yang membuatnya seperti lelaki!"

Raka yang duduk di sudut merasa tidak enak, tapi dia memberanikan diri bicara. "Maaf, Om. Saya Raka, sahabat Naya. Saya lihat sendiri Bimo kasar ke Naya tadi di apartemen. Naya benar untuk pergi."

Adam melirik Raka dengan sinis. "Oh, jadi ini biang keroknya? Pantas berani melawan suami, sudah ada laki-laki lain yang backing!"

"AYAH!" Naya berdiri, air matanya tumpah lagi. "Ayah lebih peduli omongan orang daripada anak ayah diselingkuhi? Ayah tahu nggak rasanya dikhianati sama suami dan kakak sendiri di hari yang sama?"

Adam terdiam, tapi wajahnya tetap keras dan menatap tidak suka kearahnya.

"Lebih baik ayah dan ibu pulang, saya tidak Terima kalian disini, sudah cukup saya mengorbankan semuanya untuk kalian, saya tidak peduli lagi!!".

"Jangan keterlaluan Naya!!, kami ini orang tuamu, kamu tidak lihat diluar hujan sangat lebat". Bentaknya dengan penuh emosi.

"Baik, kalian boleh menginap, tapi pastikan kalian pergi dari rumahku saat besok pagi!! ".

Malam itu, Naya tidur di kamarnya sedangkan kedua orangtuanya tidur diruang tamu, Raka terpaksa menginap di ruang tamu karena hujan makin deras dan banjir di jalan pulang.

Naya tidak bisa tidur. Dia menatap langit-langit kamar, memikirkan apartemennya, memikirkan Bimo, memikirkan ayahnya yang jahat.

HP-nya bergetar lagi. Pesan masuk dari nomor tak dikenal, tapi dia tahu itu Bimo.

"Kamu akan menyesal, Naya. Aku pastikan kamu tidak dapat apa-apa. Tunggu pembalasanku besok pagi._

Naya menggenggam HP-nya erat. Ketakutan menjalari tubuhnya, tapi di saat yang sama, tekadnya menguat.

Dia tidak akan kalah.

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!